Teori Pertumbuhan Ekonomi menurut Faham Aliran Klasik

Aliran ekonomi klasik yang digagas pertama kali oleh Adam Smith, kemudian dikembangkan lagi oleh Robert Solow, Arthur Lewis yang menyatakan bahwa pertumbuhan akan terjadi jika terdapat surplus tenaga kerja, dan Rostow yang menggagas tentang model tahap – tahap pertumbuhan.

Kegagalan dalam teori pertumbuhan yang sebelumnya, bahwa ketidakberhasilan dampak pertumbuhan ekonomi yang dapat dinikmati oleh semua warga negara sebagaimana pandangan rembesan ke bawah atau trickle down effect, menyebabkan perlunya dalam penyempurnaan teori pertumbuhan. Aliran ekonomi klasik kemudian menyempurnakan konsep pertumbuhan yang berintikan pada anggapan bahwa perlakuan pemerintah itu harus minimal dan individu harus diberikan kebebasan untuk berinvestasi sebagai penggerak pertumbuhan.

Negara yang mengambil peran untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dinilai sebagai pemborosan anggaran yang tidak perlu dilakukan. Pencetus pandangan aliran ekonomi klasik, yaitu Frederick Hayek pada tahun 1945, Milton Friedman pada tahun 1962, dan William Niskanen pada tahun 1971. Munculnya paham aliran ekonomi klasik menjadikan trickle down effect sudah dianggap tidak tepat untuk dijadikan sebagai basis dalam perencanaan pembangunan.

Aliran ekonomi klasik lahir pada abad ke – 18 dan aliran ekonomi ini dibedakan menjadi dua golongan, yaitu aliran klasik dan aliran neo – klasik. Kedua golongan ekonomi ini menaruh perhatian nya pada analisis sifat – sifat kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dalam jangka pendek, namun sedikit sekali yang membahas tentang pertumbuhan suatu ekonomi.

Adam Smith menilai bahwa sistem ekonomi yang liberal atau yang dinamakan sistem ekonomi pasar bebas merupakan sistem ekonomi yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Sistem ekonomi liberal merupakan sistem ekonomi yang bebas dari pengaruh pemerintah. Hal tersebut ditunjukkan dengan semboyan Laissez Faire, Laissez Passer.

Adam Smith menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dicapai dengan melakukan dua unsur yang penting yaitu pertumbuhan output secara keseluruhan dan pertumbuhan penduduk. Adam Smith yang pernah melahirkan karya berupa The Wealth of Nation, menyatakan bahwa pertumbuhan output secara keseluruhan dapat  ditunjukkan dengan barang dan jasa. Hal tersebut dipengaruhi oleh 3 komponen penting, yaitu

  1. Komponen tenaga kerja
  2. Komponen jumlah persediaan barang
  3. Komponen sumber alam

Untuk meningkatkan atau menumbuhkan output, maka pengelolaan terhadap sumber daya harus dilakukan oleh tenaga kerja harus dikelola dengan baik. Dalam menentukan pertumbuhan ekonomi, sumber daya alam menjadi unsur yang penting. Memanfaatkan sumber daya alam secara maksimal menujukkan batas maksimal suatu output.

Adam Smith menyatakan dengan melakukan spesialisasi dalam meningkatkan produktivitas untuk sumber pertumbuhan ekonomi yang berkaitan dengan dengan faktor manusia, merupakan pandangan yang diutarakan oleh Adam Smith. Smith dan Richardo meyakini bahwa batasan dari pertumbuhan suatu ekonomi yaitu adanya ketersediaan tanah.

Kaum aliran ekonomi klasik juga meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi dapat tercapai sebagai akibat dari adanya pembentukan akumulasi modal yang berasal dari surplus dalam ekonomi. David Richardo menilai bahwa modal dalam jangka panjang yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi merupakan hal yang mustahil, sehingga membuat Richardo pesimis dengan pandangan tersebut. Mengandalkan modal dalam jangka panjang perekonomian akan menuju pada suatu keadaan yang stasioner.

Stasioner merupakan suatu keadaan di mana tidak terjadinya sama sekali, pertumbuhan ekonominya. David Richardo menilai bahwa teknologi yang berperan dalam kehidupan manusia, akan menghambat berjalannya the law of dimishing return. Teknologi dapat menghambat, sebab teknologi bersifat kaku atau rigid dan perubahannya membutuhkan waktu yang lama.

Kaum aliran ekonomi klasik menyatakan bahwa keadaan stasioner merupakan suatu keadaan ekonomi yang telah mapan, dan masyarakat sudah dapat hidup dengan sejahtera. Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi sudah tidak diperlukan lagi karena tidak berarti.

Referensi:

  1. Wrihatnolo, R. R. dan Dwidjowijoto, R. N. 2006. Manajemen Pembangunan Indonesia. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Internet:

1. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21502/3/Chapter%20II.pdf
2. http://www.academia.edu/6749313/Teori_Pertumbuhan_Ekonomi
3. http://www.ekonomikontekstual.com/2014/04/teori-pertumbuhan-ekonomi-menurut-paham-aliran-klasik.html

Materi lain:

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *