Pengertian, Unsur Unsur dan Jenis jenis Drama

Pernahkah anda mementaskan suatu drama? Apa saja yang anda ketahui tentang drama. Artikel ini akan memberikan penjelasan pada anda tentang semua hal yang berkaitan dengan drama, mulai dari pengertian, unsur unsur sampai jenis drama. Silahkan diperhatikan baik – baik.

Pengertian Drama

Drama merupakan sebuah cerita yang ditampilkan di depan umum, yang berbentuk dialog atau percakapan. Bahkan dalam drama, juga disertai aksi – aksi untuk menarik individu yang melihat drama tersebut dalam suatu pementasan.

Drama dapat juga didefinisikan sebagai suatu karya seni berupa dialog yang dipentaskan. Lalu bagaimana kita bisa memahami bahasa – bahasa yang ada dalam drama? Pembahasan selanjutnya akan menjelaskan tentang hal tersebut.

Memahami Bahasa dalam Drama

Situasi bahasa utama dalam drama dinamakan dengan dialog. Dialog menjadi bagian yang terpenting dalam sebuah drama. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan bahasa dalam drama. Hal – hal tersebut yaitu sebagai berikut.

#1 Dialog. Dialog berhubungan dengan pelaku atau pemeran dalam drama. Dialog memiliki unit – unit yang dinamakan dengan “giliran bicara”. Dialog dalam drama dan perbuatan tidak dapat dipisahkan, karena di dalamnya mengandung konflik yang dinamakan dengan sirkular dan tanpa konflik yang dinamakan dengan serial. Teks dalam drama berbeda dengan teks narasi, sebab merupakan tindakan. Setiap dialog yang ada dalam drama merupakan cerminan dari tindakan, konflik, dan peristiwa.

#2 Prolog dan epilog. Prolog dan epilog dalam drama mendeskripsikan drama sebagai suatu permainan yang mengungkapkan pesan moral, peringatan, dan refleksi tentang tata nilai. Prolog berfungsi untuk menerangkan dan membeberkan situasi dalam drama. Sedangkan, epilog berfungsi untuk mengungkapkan penegasan dari peristiwa – peristiwa, pesan moral, tata nilai, atau refleksi hidup serta kehidupan.

#3 Memahami alur atau plot dalam cerita. Alur dalam drama merupakan suatu peristiwa yang menunjukkan hubungan sebab – akibat. Ada dua kategori dalam alur cerita yang harus diperhatikan. Kategori tersebut yaitu sebagai berikut.

  1. Dadakan atau surprise merupakan suatu teknik penulisan teks drama yang mampu untuk mengecoh tentang dugaan – dugaan dari pembaca maupun pemirsa. Penulis yang baik, harus mampu membuat belokan dalam plot. Hal tersebut dimaksudkan untuk membuat pembaca penasaran dengan cerita yang ditampilkan.
  2. Ketegasan atau suspense merupakan unsur dari plot yang harus disampaikan pada saat awal teks drama. Alur yang baik, mampu memancing rasa ingin tahu pembaca tentang kejadian yang akan terjadi selanjutnya

#4 Memahami struktur dramatik. Terdapat lima hal yang harus dipahami dalam stuktur dramatik suatu drama, yaitu sebagai berikut.

  1. Eksposisi. Merupakan tahapan awal atau pembukaan dalam drama. Eksposisi memiliki fungsi untuk memberikan penjelasan maupun keterangan mengenai berbagai hal yang diperlukan untuk dapat memahami peristiwa – peristiwa yang terjadi selanjutnya.
  2. Komplikasi. Merupakan suatu kelanjutan dan peningkatan dari eksposisi. Dalam komplikasi, terdapat seorang tokoh yang menjadi dominan dalam masalah dan peristiwa. Tokoh tersebut dapat berperan protagonis maupun antagonis.
  3. Klimaks. Merupakan bagian dalam drama yang mengungkap tentang pihak – pihak yang berlawanan dan bertentangan. Pada bagian dini mulai dihadapkan pada konflik dan saling berbenturan. Konflik antartokoh yang terjadi pada bagian ini, semakin rumit dan memuncak.
  4. Resolusi. Pada bagian ini mulai menguraikan tentang masalah yang digunakan sebagai jalan keluar. Bagian ini mulai menemukan alternatif – alternatif yang logis dan rasional berkaitan tentang masalah yang sedang dihadapi oleh masing – masing tokoh dalam cerita.
  5. Konklusi. Merupakan bagian akhir di dalam suatu drama. Drama dapat berakhir dengan kesedihan, keharuan, kegembiraan, atau menggantung. Pada bagian ini, penonton diberikan kebebasan untuk melakukan imajinasi terhadap nasib yang dialami tokoh – tokohnya.

Setelah memahami tentang bahasa dalam drama, selanjutnya penting bagi kita untuk memahami tentang unsur – unsur drama. Apa sajakah unsur – unsur tersebut? Silahkan dipelajari dengan seksama. Oya sangat pas jika anda juga mempelajari: Pengertian Cerita Rakyat dan Karya Sastra Melayu Klasik.

Unsur – Unsur Drama

Drama memiliki beberapa unsur yang harus diperhatikan. Apa saja unsur tersebut? Unsur – unsur dalam drama, yaitu terdiri dari:

  1. Tema. Merupakan sebuah pokok pikiran yang mendasari cerita dalam drama. Pokok pikiran tersebut akan menghasilkan suatu cerita yang nantinya akan diperankan dalam pertunjukkan drama.
  2. Tokoh. Merupakan seorang pelaku yang berperan dalam dialog di drama. Tokoh ini akan mengekspresikan isi dari cerita drama dan jalan peristiwa dari drama tersebut.
  3. Latar. Merupakan suatu tempat atau lingkungan yang digunakan untuk mengekspresikan diri dari tokoh. Latar disesuaikan dengan kronologis dari peristiwa yang didasarkan pada ide dari cerita drama tersebut.
  4. Plot. Merupakan pengembangan dari peristiwa yang dramatis. Pengembangan plot ini dengan cara memunculkan motivasi – motivasi yang berhubungan dengan karakter tokoh dalam drama.

Selain unsur – unsur di atas, ternyata drama juga memiliki unsur intrinsik maupun ekstrinsik, yang akan dijelaskan pada sub pembahasan selanjutnya.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Drama

Cerita dalam drama biasanya terdapat tema, amanat, karakteristik dari tokoh yang dimainkan dalam drama, alur, dan latar cerita. Drama tidak perlu menggunakan unsur sudut pandang. Hal tersebut disebabkan drama merupakan suatu seni yang bertutur secara langsung.

Drama juga memiliki ciri khas yang pada umumnya dilakukan secara dramatis melalui akting yang ditunjukkan pemain. Bukan hanya akting saja, namun juga kostum dan dekorasi panggung.

Pembahasan selanjutnya, akan dijelaskan tentang jenis – jenis drama, silahkan diperhatikan baik – baik.

Simak juga: Pengertian dan Jenis – Jenis Konjungsi

Jenis – Jenis Drama

Drama memiliki beberapa jenis yang biasanya ditampilkan. Jenis – jenis drama tersebut, yaitu sebagai berikut.

  1. Drama komedi. Cerita dalam drama komedi berdasarkan pada kisah – kisah lucu atau disampaikan dalam bentuk lawakan. Pada umumnya dalam drama komedi terdapat dialog kocak yang bersifat untuk menyindir, namun berakhir dengan kebahagiaan. Tokoh – tokoh yang dimainkan dalam drama ini, pada umumnya tolol, konyol, atau bijaksana, namun tetap lucu.
  2. Drama tragedi – komedi. Cerita yang ditampilkan dalam drama tragedi – komedi berdasarkan pada gabungan antara tragedi dan komedi.
  3. Drama tragedi. Cerita yang ditampilkan dalam drama berdasarkan pada kisah – kisah yang tragis dan menyedihkan.Tokoh yang berperan dalam drama tragedi yaitu tragic hero. Hal tersebut berarti seorang pahlawan yang mengalami suatu nasib yang tragis.
  4. Melodrama. Drama berjenis ini menampilkan cerita yang sentimental. Hal tersebut berarti, cerita dan tokoh yang ditunjukkan dalam drama yaitu mendebarkan dan mengharukan. Tokoh dalam ini pada umumnya menggambarkan hitam dan putih, tokoh yang jahat digambarkan sebagai orang yang terus melakukan perilaku yang serba jahat. Sebaliknya, tokoh yang baik, dalam drama ini digambarkan sangat sempurna, sehingga tidak memiliki suatu kesalahan maupun kekurangan sama sekali.
  5. Dagelan atau yang disebut dengan farce. Merupakan sebuah drama yang ringan dan kocak. Alur dalam cerita dikembangkan berdasarkan perkembangan situasi yang dialami tokoh. Isi dalam cerita dapat vulgar dan kasar. Jenis drama ini dapat disebut juga sebagai komedi picisan atau komedi murahan.

Selanjutnya, setelah memahami jenis – jenis drama di atas, akan dijelaskan tentang jenis drama yang dibedakan berdasarkan teknik dalam pementasannya. Drama tersebut yaitu sebagai berikut.

  1. Drama tradisional. Drama ini menggunakan sumber dari tradisi masyarakat. Cerita yang disuguhkan dalam drama tradisional, pada umumnya berkaitan tentang raja atau keluarga raja atau disebut dengan istana sentris. Drama ini biasanya dipentaskan dalam kegiatan agama atau tradisi masyarakat tertentu.
  2. Drama modern. Drama ini berpedoman pada hasil sastra yang disusun untuk digunakan dalam suatu pementasan. Cerita dalam drama ini berhubungan dengan masyarakat biasa atau social sentris. Drama ini juga tidak berhubungan dengan kegiatan agama atau tradisi masyarakat. Peralatan yang digunakan untuk pementasan sudah tergolong modern.

Penjelasan diatas semoga mampu memberikan gambaran bagi kita semua tentang semua hal yang berkaitan dengan pengertian, unsur unsur dan jenis jenis drama. Selamat belajar.

Referensi:

  1. Paujiyanti, F. 2014. Kupas Tuntas secara Jelas Sampai Akar – Akarnya Bahasa Indonesia SMA Kelas 1, 2, dan 3. Jakarta: Pustaka Nusantara Indonesia.
  2. Sulistyo, K. 2009. Sukses Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMA. Jakarta: Media Pusindo.
  3. Tim Grasindo. Tanpa Tahun.Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Kelas 3. Jakarta: Grasindo
  4. Winarsih, S dan Wahyuni, S. 2008. Siap Menghadapi Ujian Nasional 2009 Bahasa Indonesia SMA/ MA Program IPA/IPS. Jakarta: PT Grasindo.

Materi lain: