Mazhab Psikologi dalam Teori Sosiologi Setelah Auguste Comte

Era Auguste Comte menjadi momentum penting bagi kelahiran sosiologi. Pada era tersebutlah, istilah sosiologi pertama kali dicetuskan oleh Auguste Comte. Berikutnya, tokoh tokoh sosiologi terus bermunculan menyusul pemikiran Auguste Comte.

Tokoh tokoh sosiologi ini mengembangkan pemikiran pemikiran yang berbeda. Untuk lebih meringkas pemikiran tersebut, pemikiran para tokoh ini pun dikelompokkan dalam enam mazhab. Masing masing mazhab memiliki pendukungnya sendiri dan ciri khasnya tersendiri.

Enam mazhab sosiologi tersebut, meliputi: (1) mazhab geografi dan lingkungan, (2) Mazhab Organis dan Evolusioner, (3) Mazhab Formal, (4) Mazhab Psikologi, (5) Mazhab Ekonomi, (6) Mazhab Hukum. Kali ini, kita akan mengenal lebih jauh mengenai saah satu mazhab sosiologi dengan ciri khas pemikiran tersendiri beserta dengan para tokoh sosiologi pendukungnya, yakni berupa mazhab psikologi.

Tokoh sosiologi pendukung mazhab psikologi

Ada beberapa sosiolog yang mendasarkan teorinya pada mazhab psikologi ini, di antaranya adalah Gabriel Tarde (1843-1904) dari Prancis, Albion Small (1854-1926), Richard Horton Cooley (1864-1926), dan juga L.T. Hobhouse (1864-1929).

Para sosiologi ini berasal dari berbagai negara, dan memiliki pemikiran yang berbeda -beda, sekalipun masih dalam landasan yang sama, yakni psikologis.

Pemikiran para sosiolog

Gabriel Tarde dari Prancis mengembangkan pemikiran yang dimulainya dengan suatu dugaan atau pandangan awal, yang menyebutkan bahwa gejala sosial pada dasarnya mempunyai sifat psikologis. Sifat psikologis ini terdiri dari bentuk interaksi antara jiwa-jiwa individu, yang terdiri dari kepercayaan-kepercayaan serta keinginan – keinginan tertentu.

Tarde mengungkapkan bahwa ada berbagai bentuk interaksi mental dari individu, yang utamanya terdiri dari : imitasi, oposisi, dan adaptasi atau penemuan baru, dengan karakternya masing -masing.

Interaksi mental ini dapat dijelaskan sebagai berikut : Imitasi sering kali berhadapan dengan oposisi, yang kemudian menuju pada bentuk adaptasi baru. Dengan begitu, akan memungkinkan munculnya perubahan sosial yang diakibatkan oleh adanya penemuan-penemuan baru tersebut.

Berikutnya, penemuan baru pun akan menimbulkan adanya imitasi lagi, lalu memunculkan kembali penemuan -penemuan baru, hingga terjadilah perubahan -perubahan sosial. Hal ini berlangsung terus menerus dalam konsep masyarakat kita yang dapat diamati dari gejala sosial yang ada.

Bisa dikatakan bahwa keinginan utama Tarde adalah berusaha untuk menjelaskan bagaimana gejala-gejala sosial yang berlangsung dalam kerangka reaksi-reaksi psikis seorang individu. Konsep yang diajukan Tarde ini sekaligus menunjukkan betapa besarnya pengaruh dari pendekatan psikologis terhadap sosiologi.

Ajaran Tarde ini memiliki pengaruh yang cukup besar di Amerika Serikat. Para sosiolog di sana banyak yang kemudian mengadakan analisis mengenai reaksi-reaksi individu terhadap individu, maupun dari kelompok terhadap kelompok lain.

Salah satu tokoh sosiologi yang juga melakukan analisis dari konsep yang diajukan Tarde ini adalah Albion Small (1854-1926). Untuk memulai analisisnya, ia membuka Departemen Sosiologi pada Universitas Chicago, serta menerbitkan American Journal of Sociology yang cukup populer di kalangannya itu.

Selain itu, ada juga sosiolog Amerika terkemuka, yakni Richard Horton Cooley (1864-1926) yang turut memberikan dukungannya terhadap gagasan Tarde. Cooley berpendapat bahwa individu dan masyarakat akan saling melengkapi. Dalam konsep ini, ia mengajukan gagasan bahwa individu hanya akan menemukan bentuknya di dalam masyarakat.

Cooley mengembangkan konsep kelompok utama atau primary group di dalam karyanya yang berjudul Social Organization. Dalam karyanya tersebut, kelompok utama ini dikatakan ditandai dengan adanya hubungan antarpribadi yang sangat dekat. Di dalam kelomopok inilah, perasaan manusia akan mampu berkembang dengan lebih leluasa.

Tokoh sosiolog lain pendukung mazhab psikologi adalah L.T. Hobhouse (1864- 1929) dari Inggris. Tokoh yang pernah menjadi ketua bagian sosiologi London School of Economics ini menunjukkan ketertarikan yang sangat besar terhadap konsep -konsep pembangunan serta perubahan sosial.

Hobhouse menolak penerapan dari prinsip-prinsip biologis terhadap studi masyarakat manusia. Menurutnya, psikologi dan etika adalah kriteria yang dibutuhkan jika kita hendak mengukur perubahan sosial yang berlangsung dalam masyarakat.

Hobhouse banyak memusatkan perhatiannya terhadap kondisi-kondisi psikologis kehidupan sosial. Ini pula sebabnya, ia sering dianggap sebagai pelopors dari psikologis sosial. Hobhouse berpaya untuk dapat memberikan bukti yang dapat diterima mengenai kehidupan sosial yang dikatakannya terus berkembang ke arah keadaan yang lebih rasional dan harmonis.

Menurutnya, perkembangan sosial akan terjadi ketika kesadaran sosial dan kebutuhan -kebutuhan sosial mengalami peningkatan. Hobhouse banyak mengembangkan mengenai konsep sosiologi dalam mazhab psikologi ini. Selain konsep -konsep tadi, hobhouse juga dianggap sebagai salah seorang pelopor dalam penggunaan metode-metode perbandingan dapam kajian sosiologi.

Referensi :

  1. Poloma, Margaret. M. 2007. Sosiologi Kontemporer. PT RajaGrafindo Persada. Jakarta.
  2. Soerjono Soekanto. 1982. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Bacaan lain:

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *