Hiu Putih – Profil Lengkap Predator Terbesar di Dunia yang Haus Darah

Tahukah kamu siapa predator terbesar di dunia? Hewan predator terbesar di dunia, untungnya tidak ada di daratan, melainkan di lautan. Ya, dialah sang hiu putih atau the great white shark.

Hiu putih ini dikenal sebagai hewan predator yang super canggih. Kenapa? Karena ia mempunyai kemampuan hebat untuk mendeteksi mangsanya, terutama melalui bau darah.

Tak hanya itu, hiu putih ini pun memiliki ukuran yang sangat besar. Hiu putih ini adalah jenis ikan hiu yang paling besar diantara hiu lainnya.

Bahkan, ia dikatakan sebagai predator terbesar di lautan, sekaligus predator terbesar di dunia. Hmm, buat para hewan lain yang tinggal di lautan, adakah yang berani memangsa si hiu putih besar ini?

Nama

Nama dalam bahasa Indonesia : Hiu putih/ hiu putih besar

Nama dalam bahasa Inggris : Great White Shark

Nama latin : Carcharodon carcharias

Klasifikasi

  1. Kerajaan : Animalia
  2. Filum : Chordata
  3. Kelas : Chondrichthyes
  4. Upakelas : Elasmobranchii
  5. Ordo : Lamniformes
  6. Famili : Lamnidae
  7. Genus : Carcharodon
  8. Spesies : Carcharodon carcharias

Makanan

Karnivora (pemakan daging atau hewan lain)

Hewan yang umumnya dimakan :

  • mamalia laut,
  • ikan,
  • pinnipeds,
  • burung laut,
  • penyu

Ciri ciri

  • ukuran panjang 15 feet atau 4,6 meter hingga lebih dari 20 feet atau 6 meter.
  • Ukuran berat 5.000 lbs atau 2.268 kg atau lebih
  • Memiliki 300 gigi tajam berbentuk segitiga
  • Berwarna dominan abu-abu atau warna gelap
  • Bagian perut berwarna putih
  • Mampu melompat ke atas air dengan sempurna

Cara reproduksi

Hiu putih jantan umumnya akan mencapai usia kematangan pada 9 hingga 10 tahun. Sementara hiu betina mencapai kematangan atau siap kawin pada usia 14 hingga 16 tahun.

Informasi mengenai bagaimana hiu putih biasa melakukan perkawinan masih belum jelas. Pada intinya, setelah proses perkawinan, maka hiu putih betina akan menyimpan beberapa butir telur di dalam lubang peranakannya.

Telur-telur ini akan disimpan sampai tiba waktunya untuk menetas atau dilahirkan. Pada umumnya, induk hiu putih akan melahirkan dua hingga 10 anakan. Ketika dilahirkan ukuran hiu putih sekitar 5 feet atau 1,5 meter.

Hiu putih betina biasanya melahirkan setiap beberapa tahun sekali. Sayangnya, rentang waktu ini tidak pasti dan masih belum diketahui siklusnya.

Habitat

Hiu putih besar ini biasa ditemukan di kawasan pantai di seluruh lautan yang ada di seluruh dunia. Meski demikian, mereka biasanya tinggal diluar daerah pinggiran pantai. Terkadang, hiu putih juga berkelana ke daerah lautan yang lebih dalam.

Hiu putih dapat juga ditemukan di lautan dengan kedalaman 1000 meter atau 3.280 feet atau lebih. Akan tetapi hiu putih biasanya lebih suka dengan air laut dengan temperature 15 derajat Celcius sampai 24 Celcius (59 F – 75 F). Jadi, hiu putih ini lebih banyak tinggal di lautan dangkal dekat dengan permukaan air laut.

Status

Status hiu putih yang ditetapkan IUCN Red List sebagai vulnerable atau mudah diserang. Namun, hiu putih ini dikatakan sudah masuk ke dalam kategori terancam punah (endangered) karena sering diburu oleh manusia.

Keunikan

  • Kemampuan hiu putih dalam mendeteksi darah sangat luar biasa. Ia bisa mencuim bau darah yang sangat sedikit sekalipun, pada jarak yang sangat jauh, hingga 3 mil atau 5 km jauhnya.
  • Mata hiu putih memiliki mekanisme hebat yang berfungsi untuk melindungi mereka saat berburu. Mata hiu putih dapat berputar ke belakang sehingga mencegahnya dari kemungkinan tergores.
  • Memiliki hingga 300 gigi tajam berbentuk segitiga dengan kekuatan rahang yang luar biasa
  • Pada masing-masing giginya, terdapat gerigi yang bisa memberikan efek lebih mematikan pada mangsanya.

Simak juga: Mengenal Indian Antilope – Si Cantik dengan Tanduk Eksotis

Predator

Sifat

  • Hiu putih relatif tenang dan tidak agresif. Jadi, bila kamu berada dekat dengan hiu putih, ia tampak tenang.

Lama hidup

  • Hiu putih dapat hidup sekitar 30 tahun.

Deskripsi

Hiu putih dapat dikatakan hampir tidak pernah melancarkan serangan pada manusia. Seperti ikan pada umumnya, hiu putih juga akan melakukan kebiasaan untuk mengetes mangsanya. Kebiasaan ini biasa disebut sebagai test bitting, atau mengetes (makanan) dengan cara menggigit. Wah, bahaya juga ya kalau jadi testernya si hiu ini.

Jadi nih, pada dasarnya hiu memang akan tertarik pada apa yang ia lihat untuk pertama kalinya. Misal dia baru pertama melihatmu (atau pertama melihat manusia), maka mereka mungkin berfikir kalau kamu adalah makanan.

Mereka pun akan melakukan tes percobaan untuk menggigit manusia. Namun, setelah mengenali manusia lewat tes menggigit ini, hiu hampir tidak pernah kembali lagi untuk memakan manusia.

Yah, inilah sebabnya kamu akan sangat jarang menemukan kabar bahwa seseorang mendapatkan luka mematikan karena serangan hiu putih, apalagi dijadikan santapan hiu putih.

Kebanyakan serangan hiu putih yang berakibat fatal pada manusia terjadi kerena mereka kehilangan banyak darah dari proses an initial test bite dari seekor hiu putih.

Namun, ada kalanya pula, pada kondisi yang amat sangat jarang terjadi, hiu akan menyerang manusia. Hiu yang menyerang manusia ini dipercaya karena pada saat itu, hiu melihat bayangan manusia sebagai seekor anjing laut yang memang merupakan mangsanya.

Tapi, ya, sekali lagi, ketika hiu putih menyadari bahwa yang telah ia gigit adalah seorang manusia dan bukannya anjing laut, maka ia akan secepatnya mundur dan membiarkannya pergi. Hmm, tapi tetap saja kalau sudah terlanjur digigit dengan giginya yang tajam dan super kuat, rasa sakitnya luar biasa ya?

Lantas, mangsa seperti apa yang disukai oleh hiu putih ini ya? Untungnya sih bukan manusia. Para peneliti berhasil menemukan bahwa hiu putih sangat tertarik dengan mangsa hewan laut yang besar, gemuk, dan berlemak, utamanya seperti angjing laut.

Lantas, apakah hiu putih ini adalah hewan teritori? Hiu putih bukan hewan yang terlalu memperdulikan tentang teritori atau wilayahnya. Jadi, ketika kamu berenang dekat dengannya, ia tidak akan memperdulikanmu. Yah, inilah sebabnya ada juga wisata yang menawarkan pengalaman berenang bersama si predator yang sensitif akan darah ini.

Sekali lagi, sifat hiu pada dasarnya tenang. Sayangnya, banyak orang yang tidak tahu kalau si hiu putih ini tidak tertarik pada manusia. Jadi, ketika mereka berpapasan dengan hiu putih, ia akan berenang ketakutan dan panik.

Nah, karena berenang dalam kondisi yang panik ini, maka hiu putih akan melihatnya seperti ikan yang terluka. Karenanya, hiu putih pun akan menghampirinya dan mungkin melakukan test bitting.

Jadi, kalau kamu tetap berenang dengan tenang dan berenang santai, ia mungkin tidak akan menyadari kehadiranmu. Tapi ingat, jangan sekali-sekali mendekat ke air jika ada bagian tubuhmu yang berdarah walau hanya sedikit saja ya.

Ow ya, warna hiu putih ini memang tidak sepenuhnya atau dominan putih ya. Bagian belakang tubuh hiu putih ini berwarna abu-abu. Ia disebut sebagai hiu putih besar karena garis di perutnya yang berwarna putih. Padahal, warna tubuh hiu putih ini sebetulnya dominan abu-abu. Terkadang, ada juga yang berwarna biru gelap, coklat atau hitam.

Hiu putih besar ini dikatakan sebagai predator laut yang terbesar di dunia. Bahkan, yang paling menakutkan. Ia dapat memutar tubuhnya dan berenang layaknya torpedo dengan kekuatan yang menakjubkan.

Ekornya mampu mendorong hiu putih ini untuk berenang menembus air dengan kecepatan hingga 15 miles atau 24 km per jam. Hiu putih pun dapat meloncat jauh ke luar di atas air. Ia dapat melompat dari dalam air untuk menyerang mangsanya yang terbang di atas permukaan air.

Yang lebih menyeramkan lagi, adalah tekstur gigi hiu putih yang sempurna sebagai seekor predator. Ia memiliki hingga 300 gigi tajam berbentuk segitiga. Hiu putih pun memiliki deteksi yang hebat dalam menemukan mangsanya.

Bahkan, hiu putih memiliki organ yang dapat mendeteksi sensor elektromagnetik yang sangat kecil yang dikeluarkan oleh mangsanya. Hiu putih besar ini memang predator yang sempurna ya?

 

Referensi:

  1. id.wikipedia.org
  2. nationalgeographic.com
  3. www.sharksider.com