Virus: Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Perkembangbiakan dan Peran dalam Biologi

Indriyana Rachmawati

Sahabat portal ilmu kali ini kita akan melanjutkan lagi materi ilmu pengetahuan alam, khususnya Biologi. Jika sebelumnya dijelaskan tentang keanekaragaman hayati. Untuk kali ini, kita akan belajar tentang virus. Perhatikan pemaparan di bawah ini yang akan menjelaskan banyak hal tentang pengertian, ciri, klasifikasi, perkembangbiakan dan peran virus dalam biologi.

Virus termasuk bagian dari mikroorganisme. Dinamakan bagian dari mikroorganisme karena merupakan makhluk hidup yang ukurannya hanya beberapa mikro. Atau mungkin lebih kecil dari itu, karena 1 mikron sama dengan 0,001 mm.

Jangan lupa LIKE FP kami

Ciri Ciri Virus

Lalu apa saja ciri- ciri yang dimiliki oleh virus? Virus memiliki beberapa ciri – ciri. Adapun ciri -ciri virus tersebut yaitu:

  1. Virus hanya memiliki satu jenis asam nukleat yang diselubungi oleh kapsid atau selubung protein. Asam nukleat ini yaitu DNA atau RNA.
  2. Ukuran virus sangat kecil. Ukuran virus yaitu antara 25 – 300 nm. Untuk 1 nm sama dengan 10-9 m)
  3. Tubuh dari virus ini tidak berbentuk sel. Sehingga virus ini tidak memiliki inti sel, membran plasma, dan sitoplasma.
  4. Virus hanya dapat hidup dan berkembang biak pada sel hidup atau dikenal sebagai parasit intraseluler obligat.
  5. Virus merupakan suatu makhluk metaorganisme. Makhluk metaorganisme merupakan suatu bentuk peralihan antara benda mati atau memiliki sifat yang dapat dikristalkan dan makhluk hidup atau dapat berkembang biak.
  6. Virus memiliki beberapa bentuk tubuh. Bentuk tubuh virus yaitu bulat, batang, bentuk T, dan silindris.

Struktur Tubuh Virus

Demikian ciri – ciri yang dimiliki oleh virus. Jika virus bukan merupakan sel. Bagaimana struktur tubuh dari virus? Pada umumnya struktur tubuh yang dimiliki oleh virus terdiri dari asam nukleat dan kapsid. Selain itu, virus juga memiliki struktur tambahan.

Asam nukleat ini terdiri dari DNA atau deoxyribo nucleid acid atau RNA atau ribonucleid acid. Adapun penjelasan dari struktur tubuh yang dimiliki oleh virus dapat dijelaskan sebagai berikut.

virus

Kapsid.  Kapsid merupakan bagian dari struktur tubuh virus yang menjadi lapisan pembungkus untuk DNA atau RNA pada virus. Kapsid ini dapat dijumpai pada bagian kepala virus.

Kapsomer. Kapsomer merupakan bagian pada struktur tubuh virus yang mengandung sedikit protein dan akan saling bergabung untuk membentuk kapsid.

Sel pembungkus. Sel pembungkus merupakan bagian dari struktur tubuh virus yang melapisi DNA atau RNA. Sel pembungkus ini mengandung lipoprotein atau lipid dan protein yang merupakan membran plasma dan berasal dari sel inang virus.

Selubung dan serabut ekor. Selubung dan serabut ekor merupakan bagian dari struktur tubuh virus yang digunakan oleh virus untuk melekatkan tubuhnya ke sel inang.

Baca juga: Pengertian, Fungsi dan Jenis Enzim

Klasifikasi Virus

Setelah memahami tentang struktur tubuh virus. Selanjutnya, bagaimana klasifikasi virus? Klasifikasi untuk jenis – jenis virus didasarkan pada hal – hal tertentu, yaitu sebagai berikut ini.

1. Berdasarkan pada organisme yang diserang

Virus dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

Pertama, bakteriofage merupakan suatu virus yang menyerang pada sel bakteri. Contoh dari bakteriofage yaitu virus T6, T4, dan T2.

Kedua, virus hewan merupakan virus – virus yang menyerang pada sel hewan. Virus ini, seperti Rhabdovirus yang dapat menyebabkan rabies pada anjing dan kera, Rous Sarcoma Virus atau RSV yang dapat menyebabkan kanker pada ayam, dan Polloma yang dapat menyebabkan tumor.

Ketiga, virus tumbuhan merupakan virus yang menyerang pada sel tumbuhan. Virus tumbuhan ini seperti virus tungro yang dapat menyebabkan penyakit pada tanaman padi, Citrus Vein Phloem Degeneration atau CVPD yang dapat menyebabkan penyakit pada jeruk, dan Tobacco Mozaic Virus atau TMV yang dapat menyebabkan mozaik atau bercak kuning pada tanaman tembakau.

2. Berdasarkan susunan asam nukleat

Pengelompokan virus tersebut dapat dibedakan sebagai berikut.

Pertama, virus dengan DNA pita tunggal atau ssDNA, contoh Parvovirus di mana harus melakukan infeksi bersama dengan Adenovirus agar dapat tumbuh.

Kedua, virus dengan DNA pita ganda atau dsDNA, contohnya yaitu Adenovirus yang dapat menyebabkan penyakit pada saluran pernapasan.

Ketiga, virus dengan RNA pita tunggal atau ssRNA positif, di mana virus ini ssRNA berperan sebagai mRNA yang pembawa pesan kode gen RNA. Contoh virus dengan RNA pita tunggal atau ssRNA positif yaitu Picorna yaitu virus yang dapat menyebabkan penyakit polio.

Keempat, RNA pita tunggal atau ssRNA negatif, di mana pada virus ini ssRNA sebagai cetakan mRNA. Contoh RNA pita tunggal yaitu Rhabdovirus yang dapat menyebabkan rabies.

RNA pita ganda atau dsRNA, contohnya yaitu Reovirus yang dapat menyebabkan diare. Dalam penamaan tersebut terdapat huruf ss merupakan kepanjangan dari single stranded atau rantai tunggal. Sedangkan, ds kepanjangan dari double stranded atau rantai ganda.

Sebelumnya, sempat disinggung tentang bakteriofage. Bakteriofage merupakan suatu kesatuan biologis yang paling sederhana yang mampu melakukan replikasi dirinya atau melakukan penggandaan diri menjadi lebih banyak.

Tubuh dari bakteriofage ini terdiri atas kepala, ekor, dan serabut ekor. Ekor fage ini berfungsi untuk alat penginfeksi ke sel inang. Proses infeksi dari bakteriofage ini pada sel bakteri juga digunakan oleh virus untuk berkembang biak.

Proses di atas dapat dibedakan menjadi dua jenis. Jenis dari proses infeksi bakteriofage pada sel bakteri yaitu lisogenik dan litik atau virulen.

Perkembangbiakan Virus

Lebih lanjut, bagaimana perkembangbiakan virus? Virus untuk berkembang biak, virus harus menggunakan infeksi sel inangnya. Proses reproduksi virus terdiri dari dua jenis, yaitu jenis litik dan lisogenik. Adapun penjelasan dari masing- masing jenis tersebut yaitu sebagai berikut.

Siklus litik

Di mana pada siklus litik, replikasi genom virus dapat menyebabkan kematian pada sel inang. Virus yang hanya dapat bereplikasi melalui siklus litik atau lisis yang dinamakan dengan virus virulen. Siklus litik ini masih dibagi lagi. Di mana fase litik ini terbagi menjadi lima fase yaitu fase adsorbsi, fase injeksi atau penetrasi, fase sintesis, fase perakitan, dan fase lisis. Adapun penjelasan dari masing- masing tersebut yaitu sebagai berikut.

  1. Fase adsorbsi. Fase ini diawali dengan menempelnya ujung ekor virus pada dinding sel bakteri. Selanjutnya, enzim lisozim dikeluarkan untuk melubangi dinding sel inang.
  2. Fase injeksi atau penetrasi. Fase ini marupakan saat di mana dimasukkannya DNA atau RNA virus ke dalam sel inang. Kepada dan ekor virus tetap tertinggal di luar sel dan akan terlepas serta tidak berfungsi ketika injeksi DNA telah dilakukan.
  3. Fase sintesis. Fase ini merupakan fase di mana DNA virus yang mengandung enzim lisozim akan menghancurkan DNA bakteri. Selanjutnya, mereplikasikan diri, melakukan sintesis protein sehingga membentuk bagian – bagian kapsid, antara lain kepala, ekor, dan serabut ekor.
  4. Fase perakitan. Fase di mana bagian – bagian kapsid virus yang awalnya terpisah selanjutnya dirakit menjadi kapsid virus. Proses ini menyebabkan terbentuknya virus yang baru.
  5. Fase lisis. Fase di mana hancurnya sel inang atau lisis dan melepaskan virus – virus baru yang akan menginfeksi sel inang yang lain, dan seterusnya.

Siklus lisogenik

Siklus lisogenik ini merupakan suatu siklus replikasi genom virus tanpa menghancurkan sel inang. Sehingga, virus berintegrasi ke dalam kromosom bakteri atau sel inang.

Fase awal yang dilalui oleh siklus lisogenik ini sama dengan siklus litik. Di mana melalui fase adsorbsi dan fase injeksi. Setelah melalui fase tersebut, kemudian melalui fase – fase berikut ini, yaitu fase penggabungan, fase pembelahan, fase sintesis, fase perakitan, dan fase lisis. Adapun penjelasan dari masing- masing fase tersebut yaitu sebagai berikut.

Fase penggabungan merupakan suatu fase bergabungnya DNA virus dengan DNA bakteri. Akibatnya, bakteri yang terinfeksi akan memiliki DNA virus. Kemudian, fase pembelahan, di mana DNA virus yang bergabung dengan DNA bakteri menjadi tidak aktif atau profage.

Dengan kondisi tersebut, jika DNA bakteri bereplikasi maka DNA virus yang tidak aktif tersebut akan ikut bereplikasi. Fase sintesis, merupakan fase di mana DNA virus yang telah aktif akan menghancurkan DNA bakteri. Kemudian, memisahkan diri.

Selanjutnya, DNA virus akan mensintesis protein sel inang sekaligus melakukan mereplikasi diri. Fase perakitan, merupakan fase di mana kapsid yang terbentuk dari protein sel inang dirakit menjadi kapsid virus.

Kemudian, DNA virus yang baru masuk ke dalam kapsid sehingga membentuk virus baru. Fase lisis, merupakan fase di mana terjadi lisis pada sel setelah terbentuk bakteri virus baru. Virus – virus yang telah terbentuk kemudian akan menyerang bakteri atau sel inang yang lain.

virus

Peran Virus dalam Kehidupan Manusia

Bagaimana peranan virus dalam kehidupan makhluk hidup? Virus memiliki manfaat yang menguntungkan dan merugikan bagi manusia dan hewan. Adapun manfaat dari virus bagi manusia yaitu ada empat.

  1. Virus untuk membuat zat antitoksin.
  2. Virus digunakan sebagai anti bakterial, contohnya pada bakteri pengganggu produk pangan yang telah diawetkan.
  3. Pada pembuatan vaksin, seperti vaksin cacar, vaksin campak, dan vaksin polio.
  4. Virus untuk pembuatan insulin, seperti pada virus penyebab kanker dapat docangkokkan ke gen – gen penghasil hormon insulin ke dalam sel bakteri. Sehingga, ketika sel bakteri bereplikasi maka sekaligus untuk memproduksi insulin.

Meskipun virus memiliki manfaat yang menguntungkan bagi manusia. Namun, virus juga ada yang dapat merugikan manusia. Virus yang merugikan ini, pada umumnya menyebabkan timbulnya infeksi penyakit.

Virus yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi penyakit, dikelompokkan menjadi tiga. Pertama, virus yang menyebabkan penyakit manusia. Virus ini mencakup Influenza virus yang dapat menyebabkan penyakit flu pada manusia.

Kemudian, Virus Ebola yang dapat menyebabkan penyakit ebola pada manusia. Virus Avian influeza yang dapat menyebabkan virus flu burung. Human Immunodeficiency atau HIV yang dapat menyebabkan penyakit AIDS.

Terakhir, Poliavirus merupakan virus yang dapat menyebabkan penyakit polio. Selain menyebabkan penyakit pada manusia, virus juga dapat menyebabkan penyakit pada hewan dan tumbuhan.

Virus yang dapat menyebabkan penyakit pada tumbuhan yaitu Virus Tungro yang dapat menyebabkan padi menjadi kerdil. Kemudian, Tobacco Mozaic Virus atau TMV merupakan suatu virus yang dapat menyebabkan bercak- bercak mozaik pada daun tembakau.

Selain itu, Citrus Leprosis Virus atau CLV merupakan suatu virus yang menyebabkan penyakit pada tanaman jeruk. Selanjutnya, virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan. Virus – virus tersebut yaitu New Castle Disease atau NCD atau virus tetelo.

Lalu, Adenovirus merupakan virus yang dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan pada hewan.  Rhabdovirus merupakan virus yang menyebabkan penyakit rabies pada kucing, monyet, dan anjing.

Demikian, pemaparan tentang Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Perkembangbiakan dan Peran Virus dalam Biologi. Semoga artikel ini dapat membantu sahabat portal ilmu untuk memahami tentang virus. Selamat belajar.

Sumber:

Rahardian, R dan Ananda, A. 2012. Mini Book Master Biologi SMA Kelas X, XI, & XI. Jakarta: PT Wahyu Media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *