Mengenal Trenggiling Manis Javanica si Pemakan Semut yang Unik

Ada yang pernah melihat hewan berbentuk panjang, lucu, tubuh seperti bersisik dan bisa menggulungkan badannya seperti bola? Ya, hewan satu ini memang tergolong berpenampilan lucu dan unik. Ia adalah trenggiling.

Trenggiling merupakan spesies yang tergolong langka sehingga memang jarang ditemukan. Kamu mungkin tidak pernah atau bahkan akan sangat sulit untuk menemukan trenggiling di alam liar. Bahkan, di kebun binatang pun, hewan ini tergolong jarang ada.

Meski bukan spesies yang populer dan jarang ditemukan, tapi bukan berarti hewan trenggiling ini tidak menarik untuk dibahas ya. Hewan trenggiling ini punya segudang informasi menarik untuk disimak. Meski menarik, sayangnya informasi mengenai trenggiling ini memang tergolong minim.

Meski hanya informasi yang terbilang minim, tapi bahasan berikut ini kiranya cukup menarik dan berharga untuk diketahui seputar hewan trenggiling yang unik, lucu dan memang langka ini. Siapa tahu, setelah membaca hewan ini kamu berkesempatan untuk melihat langsung hewan ini di alamnya.

Ow ya, sebagai informasi umum, genus “trenggiling” ini terbagi lagi dalam delapan spesies berbeda, yang secara umum terbagi dalam dua kelompok spesies, yakni : Asian pangolin species dan African pangolin species.

Berikut ini pembagian spesies yang termasuk Asian pangolin species:

  • Chinese or Formosan pangolin (Manis pentadactyla) – Critically Endangered
  • Malayan or Sunda pangolin (Manis javanica) – Critically Endangered
  • Indian or thick-tailed pangolin (Manis crassicaudata) – Endangered
  • Palawan or Philippine pangolin (Manis culionensis) – Endangered

Sedangkan untuk African pangolin species, meliputi :

  • Tree or African white-bellied pangolin (Phataginus tricuspis) – Vulnerable
  • Giant ground pangolin (Smutsia gigantea) – Vulnerable
  • Cape or Temminck’s ground pangolin (Manis temminckii) – Vulnerable
  • Long-tailed or black-bellied pangolin (Uromanis tetradactyla) – Vulnerable

Nah, kali ini, spesies trenggiling yang akan dibahas secara terkhusus adalah mengenai manis javanica atau Sunda Pangolin. Kenapa Sunda Pangolin? Ini karena trenggiling ini dianggap sebagai Very Important Pangolin yang begitu langka. Sayangnya, informasi mengenai hewan ini masih sangat minim.

Hingga kini, para peneliti hewan masih banyak yang berusaha untuk menggali informasi lebih banyak mengenai trenggiling. Apalagi, perburuan trenggiling yang semakin menggila juga banyak mendorong adanya gerakan save pangolin.

Nama

Nama dalam bahasa Indonesia : Trenggiling

Nama dalam bahasa Inggris : the Malayan or Javan pangolin

Nama latin : Manis Javanica

Klasifikasi

Kingdom : Animalia

Phylum : Chordata

Class : Mammalia

Order : Pholidota

Family : Manidae

Genus : Manis

Species : M. javanica

Binomial name : Manis javanica, Desmarest, 1822

Makanan trenggiling

Semut dan anai -anai atau rayap. Diperkirakan setiap trenggiling umumnya mengkonsumsi hingga 200.000 ekor semut atau rayap dalam sehari.

Ciri ciri trenggiling

  • Kulit kaki trenggiling tampak seperti bulir -bulir kecil, dengan adanya bantalan yang ditemukan di bagian kaki depannya.
  • Trenggiling mempunyai cakar yang tebal dan kuat, yang mampu menggali tanah untuk mencari sarang semut atau untuk mengoyak sarang rayap atau anai -anai.
  • Trenggiling mempunyai penglihatan yang buruk, tetapi memiliki penciuman yang berkembang dengan sangat baik.
  • Memiliki gigi yang jumlahnya sedikit, dan berbentuk panjang.
  • Lidahnya selalu lembab karena digunakan untuk mengumpulkan semut dan rayap.
  • Tubuhnya tertutup oleh semacam sisik dan serabut panjang yang berjajar.
  • Panjang kepala dan tubuhnya bisa mencapai 40 hingga 65 cm.
  • Panjang ekor trenggiling sekitar 35 hingga 56 cm.
  • Berat tubuh trenggiling sekitar 10 kg, dengan trenggiling jantan umumnya lebih berat daripada trenggiling betina.
  • Ahli dalam memanjat pohon dan dapat menggunakan ekornya sebagai pegangan ketika memanjat.

Simak juga: Platypus – Deskripsi Lengkap Si Mamalia Satu-Satunya yang Bertelur

Cara reproduksi

Trenggiling melakukan reproduksi dengan melahirkan atau termasuk mamalia. Masa kehaliman trenggiling adalah selama 130 hari.

Setelah bayi trenggiling lahir, maka induk trenggiling betina akan merawatnya sendiri untuk kurun waktu sekitar tiga hingga empat bulan. Biasanya, para induk trenggiling akan membawa anaknya di atas ekornya.

Habitat

Spesies trenggiling ini kebanyakan ditemukan di wilayah hutan, termasuk di wilayah lembah atau dataran rendah. Beberapa juga ada yang hidup di wilayah perkebunan, seperti wilayah perkebunan kelapa sawit dan karet, bahkan terkadang berada di dekat wilayah hunian manusia.

Trenggiling mampu hidup di berbagai jenis habitat, terutamanya di wilayah hutan yang terdapat pepohonan besar dan lembah. Meski demikian, peneliti juga menemukan adanya beberapa populasi trenggiling yang mampu hidup di luar hutan.

Trenggiling umumnya hidup secara nocturnal atau termasuk hewan yang aktif di malam hari. Ia juga merupakan hewan yang soliter atau hidup masing -masing.

Trenggiling suka tidur di lembah -lembah atau lubang -lubang. Terkadang, ia tidur di bawah pohon, dan ada juga yang lebih suka menggali lubang di tanah untuk tempat tidur.

Trenggiling akan sangat aktif selama waktu tiga hingga enam jam dalam sehari.

Wilayah yang pernah ditemukan adanya trenggiling adalah di negara Brunei Darussalam; Kamboja; Indonesia; Laos; Malaysia; Myanmar; Singapura; Thailand; Vietnam.

Status

Spesies trenggiling tergolong spesies langka yang masuk dalam kategori CITES Appendix II dengan kuota export zero atau larangan eksport trenggiling. Penangkapan trenggiling liar adalah hal yang terlarang, terutama untuk tujuan perdagangan atau komersial. Pelarangan ini sudah dilakukan sejak tahun 2000.

Sunda pangolin atau trenggiling ini termasuk hewan yang dilindungi, kecuali di wilayah Brunei Darusalam. Spesies ini mendapat perlindungan khusus dari Forestry Act sejak tahun 2002, dan dari Wildlife Protection Act sejak tahun 1981, serta termasuk juga oleh Wild Fauna and Flora Order sejak tahun 2007 sebagai pelaksana CITES.

Di Singapura, spesies ini dilindungi dengan Wild Animals and Birds Act sejak tahun 1965, dan diamandemen pada 2000, serta oleh Wild Animals and Birds (Composition of Offences) sejak tahun 2005. Hewan ini juga mendapat perlindungan khusus di bawah Endangered Species Act (Import/Export) Act pada tahun 2006 dan diamandemen pada 2008.

Trenggiling adalah satwa yang dilindungi. Meski demikian, masih juga ditemukan para pemburu trenggiling, terutama di wilayah Thailand. Trenggiling banyak diburuk untuk konsumsi karena banyak masyarakat tradisional yang menganggap bahwa daging trenggiling ini mempunyai banyak manfaat kesehatan, seperti yang diyakini banyak masyarakat Tiongkok.

Di Vietnam, trenggiling secara hukum dilindungi dengan Group IIB of Decree 32 pada Management of Endangered, Precious, and Rare Species of wild Plants and Animals tahun 2006. Meski demikian, undang -undang di Vietnam ini pada bab 9 masih membolehkan penangkapan trenggiling dari perdagangan illegal untuk dijual kembali di perdagangan yang legal. Jual beli trenggiling di Vietnam hingga kini masih menjadi permasalahan tersendiri.

Manis javanica juga mendapat berbagai perlindungan di negara -negara lainnya, seperti di Malaysia di bawah Wildlife Conservation Act (2010), International Trade in Endangered Species Act (2008), Wildlife Conservation Enactment (1997), Sarawak’s Wildlife Protection Ordinance (1998).

Di Myanmar dengan Wildlife and Protected Areas Law (1994), di Thailand dengan Wild Animals Reservation and Protection Act B.E. 2535, di Lao dengan Wildlife and Aquatic Law (2007), di Kamboja dengan perlindungan dari Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) Declaration 020, Forestry Law (2002), Sub-Decree No. 53 on international trade in endangered species of wild fauna and flora (2006). Dan masih banyak lagi perlindungan hukum lain yang diberikan pada spesies trenggiling atau Manis javanica ini.

Keunikan

Trenggiling memiliki indra penciuman yang sangat tajam yang dapat membantunya mencari mangsa utamanya berupa semut dan anai -anai atau rayap. Makanan trenggiling memang tergolong unik. Sebab, dengan ukuran tubuh yang sebesar itu, tapi makanannya total hanyalah semut dan rayap.

Trenggiling juga memiliki cakar yang sangat kuat dan tebal yang mampu digunkana untuk menggali tanah yang padat. Dengan begitu, ia bisa mendapatkan sarang semut atau rumah rayap.

Ketika telah mendapatkan mangsanya, ia akan mengambilnya dengan lidahnya yang panjang dan lengket, lalu segera menelannya tanpa mengunyah. Jadi, sedikit gigi yang dipunyai oleh trenggiling ini memang tidak diperlukan untuk proses memakan mangsanya.

Predator

Diburu oleh para manusia.

Sifat

Sering menghindari manusia.

Lama hidup

 

Referensi :

1. http://www.iucnredlist.org/details/12763/0
2. http://en.wikipedia.org/wiki/Sunda_pangolin
3. http://www.pangolins.org/2011/11/21/secrets-of-a-sunda-pangolin/

Foto:

 

i.imgur.com/BtBwF3S.jpg