Teks Rekaman Percobaan (Pengertian, Struktur, dan Contoh)

Artikel ini akan memberikan beberapa penjelasan tentang teks rekaman percobaan. Apakah yang dimaksud dengan teks rekaman percobaan? Bagaimanakah struktur dari teks rekaman percobaan? Hal – hal tersebut akan dijelaskan di bawah ini.

Dan masih banyak lagi yang akan dibahas dalam artikel ini. Selain itu, akan diberikan salah satu contoh untuk memberikan gambaran secara konkret tentang teks rekaman percobaan. Semoga kehadiran artikel ini dapat memberikan manfaat bagi saudara – saudara semua. Silahkan dicermati dan dipahami penjelasan di bawah ini.

Pengertian Teks Rekaman Percobaan

Apakah yang dimaksud dengan teks rekaman percobaan? Teks rekaman percobaan merupakan salah satu jenis teks yang memberikan gambaran atan menceritakan tentang percobaan. Percobaan tersebut tentu saja yang dilakukan oleh penulis. Teks relaman percobaan, pada umumnya dapat ditemukan di karya ilmiah maupun dalam laporan pratikum.

Pendapat lain menyatakan bahwa teks rekaman percobaan merupakan suatu jenis teks yang memuat tentang suatu masalah dan penyelesaian masalah tersebut dengan menggunakan serangkaian percobaan.

Percobaan tersebut tentu saja merupakan suatu alternatif solusi yang tepat bagi masalah yang sedang di bahas. Bukan, percobaan yang tidak dipikirkan dengan pertimbangan yang matang. Sebab dalam percobaan yang dilakukan melibatkan beberapa alat maupun bahan yang nantinya dapat berguna untuk solusi sebuah masalah.

Berdasarkan pendapat di atas dapat diketahui bahwa teks rekaman percobaan merupakan suatu teks yang dapat ditemukan dalam karya ilmiah dan laporan penelitian. Lalu apa sajakah struktur dari teks rekaman percobaan? Kamu akan menemukan jawaban itu di pembahasan yang selanjutnya.

Struktur Teks Rekaman Percobaan

Terdapat beberapa struktur dalam teks rekaman percobaan yang perlu diketahui. Struktur – struktur tersebut yaitu sebagai berikut.

  1. Tujuan dari percobaan.
  2. Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan.

Tujuan serta alat dan bahan menjadi latar belakang dari penelitian atau percobaan yang dilakukan oleh penulis.

  1. Langkah – langkah dalam melaksanakan percobaan.
  2. Hasil yang diperoleh setelah melakukan suatu percobaan.
  3. Simpulan dari hasil percobaan yang dilakukan.

Beberapa struktur di atas harus dimuat dalam teks rekaman percobaan. Mengapa? Sebab untuk memberikan gambaran yang jelas atau mendetail dan menyeluruh tentang percobaan yang dilakukan. Kemudian, bagaimana contoh dari teks rekaman percobaan. Di bawah ini akan diberikan salah satu contoh dari teks rekaman percobaan.

Simak juga: Pengertian, Ciri – ciri, Langkah Penyusunan, dan Jenis Teks Deskripsi

Contoh Teks Rekaman Percobaan

Pembahasan ini bagian ini akan memberikan contoh dari teks rekaman percobaan. Percobaan yang dilakukan berjudul “Membuat Magnet”. Percobaan dalam pembuatan magnet ini akan dijelaskan ke dalam 3 bentuk, yaitu dengan cara menggosok, dialiri arus listrik, dan induksi. Silahkan diperhatikan baik – baik.

Cara Membuat Magnet

Penjelasan yang pertama ini akan memberikan tata cara dalam membuat magnet dengan cara menggosok.

Bahan dan alat yang harus disiapkan, diantaranya satu buah batang besi, beberapa buah jarum, dan magnet batang.

Langkah – langkah pembuatan magnet dengan cara menggosok, yaitu:

  1. Memegang batangan bagnet. Menggosokkan bagian ujung magnet di permukaan batang besi dengan cara satu arah. Kegiatan menggosok – gosokkan ini dilakukan selama lima menit.
  2. Selanjutnya, mendekatkan batang besi yang telah digosok oleh magnet dengan sebuah jarum. Kemudian silahkan diamati untuk melihat apa yang terjadi.

Hasil dari percobaan membuat magnet dengan cara digosokkan, yaitu batang besi yang telah digosok oleh magnet tersebut, akan berubah menjadi magnet, sehingga dapat menarik jarum yang ada dihadapannya.

Kesimpulan yang dihasilkan dari percobaan membuat magnet dengan cara menggosok yaitu kutub magnet yang menggosok batang atau besi, selalu berlawanan dengan kutub magnet yang terdapat pada ujung besi atau baja yang digosok.

Penjelasan yang kedua ini akan memberikan tata cara tentang membuat magnet dengan cara mengalirkan arus listrik

Bahan dan alat yang digunakan dalam percobaan ini meliputi jarum minimal 5 buah, kawat penghantar listrik, baterai sebanyak dua buah, dan paku yang panjangnya 5 cm.

Langkah – langkah yang harus dilakukan dalam membuat magnet dengan mengalirkan arus listrik, yaitu:

  1. Kawat dililitkan pada sebuah paku. Menghubungkan kedua ujung dari kawat, satu ujung di kutub positif, ujung yang lainnya di kutub negatif pada sebuah baterai.
  2. Kemudian mendekatkan paku yang telah dililiti oleh kawat. Dekatkan pada beberapa jarum yang telah disiapkan. Kemudian mengamati yang terjadi pada jarum.

Hasil dari percobaan membuat magnet dengan cara di aliri arus listrik, yaitu sebagai berikut: jarum yang didekatkan pada paku yang telah di aliri oleh arus listrik tersebut akan menempel pada paku, sebab paku sudah berubah perannya, yaitu menjadi magnet bagi jarum.

Kesimpulan dari percobaan membuat magnet dengan cara di aliri oleh arus listrik yaitu sebagai berikut: paku dapat berubah menjadi sebuah magnet, ketika diberikan aliran arus listrik. Arus listrik tersebut diperoleh dari kawat yang dililitkan pada sebuah paku, dan ujung kawat dihubungkan dengan sebuah baterai. Magnet yang terbuat dengan cara menggunakan suatu aliran arus listrik disebut dengan elektromagnet.

Penjelasan ketiga ini akan memberikan tata cara tentang pembuatan magnet dengan cara induksi magnetik.

Bahan dan alat yang digunakan untuk melakukan percobaan pembuatan magnet dengan cara induksi magnetik, yaitu baja berjumlah 1 buah, besi berjumlah satu buah, paku atau jarum yang berjumlah minimal 5 buah, magnet yang kuat berjumlah satu buah, dan statif.

Langkah – langkah yang perlu dilakukan untuk membuat percobaan pembuatan magnet dengan cara induksi magnetik, yaitu sebagai berikut.

  1. Sebatang besi atau baja diletakkan pada sebuah statif. Peletakannya dilakukan secara vertikal.
  2. Paku atau jarum tadi, diletakkan di bawah batang besi atau baja tersebut. Hal tersebut dimaksudkan untuk melihat, apakah paku atau jarum dapat ditarik oleh batangan besi atau baja tadi.
  3. Magnet kuat diletakkan di atas batangan besi atau baja. Tujuannya untuk mencari tahu apakah paku atau jarum tersebut dapat ditarik oleh batangan besi atau baja, di mana di atas batang besi atau baja tersebut terdapat sebuah magnet yang kuat.

Hasil dari percobaan tentang membuat magnet dengan cara induksi magnetik, dapat diketahui bahwa jarum atau paku dapat ditarik oleh batangan besi atau baja, yang telah didekatkan pada sebuah magnet yang kuat.

Kesimpulan dari percobaan membuat magnet dengan cara melakukan induksi magnetik yaitu sebagai berikut: batangan besi dapat menjadi magnet, namun hanya bersifat sementara. Sedangkan batangan baja juga dapat menjadi magnet dan bersifat permanen.

Hal tersebut menunjukkan bahwa batangan baja tetap terus dapat mempertahankan sifat  magnetiknya, sedangkan batangan besi tidak demikian. Batangan besi, ketika dijauhkan dari magnet, akan dapat dengan segera kehilangan sifat magnetiknya.

Ketiga contoh percobaan yang diatas tentang pembuatan magnet dengan cara di gosok, di aliri arus listrik, dan induksi magnet, merupakan beberapa contoh dari penggunaan teks rekaman percobaan.

Masih banyak contoh – contoh lain yang dapat kamu temukan dari hasil – hasil penelitian atau karya ilmiah yang dilakukan oleh orang lain. Contoh dalam artikel ini, setidaknya mampu memberikan sedikit gambaran pada saudara tentang teks rekaman percobaan. Selamat belajar dan sukses untuk kalian.

Referensi:

1. http://www.informasibelajar.com/2016/03/contoh-teks-rekaman-percobaan-dan-struktur.html#
2. http://www.mikirbae.com/2015/12/memahami-struktur-teks-rekaman-percobaan.html
Tinggalkan Balasan 2

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Nurulfajrina

Nurulfajrina

Makasih kak,sangat membantu :-):-):-)
Ditunggu postingan selanjutnya yah 🙂
Salken 🙂

Admin

Admin

Sama sama kak 🙂