Teks Prosedur Kompleks: Pengertian, Struktur, Ciri – ciri, dan Contoh

Indriyana Rachmawati

Artikel ini akan memberikan penjelasan tentang pengertian, struktur, ciri – ciri, dan contoh teks prosedur kompleks. Apakah yang dimaksud dengan teks jenis prosedur kompleks akan dijelaskan di sini?

Bahkan bagaimana struktur dari teks prosedur kompleks juga akan dijelaskan. Penjelasan di sini tidak akan lengkap tanpa disertai dengan contoh. Penjelasan di bawah ini, nanti akan disertai contoh, untuk memudahkan saudara dalam memahami.

Pengertian Teks Prosedur Kompleks

Teks prosedur kompleks merupakan suatu teks yang memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai, di mana dalam teks tersebut terdapat tahapan – tahapan maupun langkah – langkah yang harus dicapai oleh pembaca.

Selain itu, dalam teks prosedur kompleks terdapat keterangan – keterangan  yang menunjukkan kekompleksan dari penjelasan tersebut. Bahan- bahan yang digunakan juga dapat ditemukan dalam teks prosedur kompleks.

Demikianlah pengertian dari teks prosedur kompleks. Kemudian, bagaimanakah struktur dari teks prosedur kompleks. Hal tersebut akan dijelaskan pada pembahasan selanjutnya.

Struktur dari Teks Prosedur Kompleks

Bagian ini akan menjelaskan tentang struktur dari teks prosedur kompleks. Struktur tersebut, yaitu sebagai berikut.

  1. Tujuan di sini diartikan sebagai maksud atau kehendak yang ingin dicapai oleh penulis.
  2. Langkah – langkah. Bagian ini merupakan susunan tata cara dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan.
  3. Bagian ini berisi tentang bahan maupun alat yang digunakan untuk memfasilitasi dalam pencapaian tujuan.

Struktur tersebut harus dimuat dalam teks prosedur kompleks. Sebab teks prosedur kompleks memberikan gambaran tentang langkah – langkah suatu tindakan yang harus dilakukan oleh pembaca. Pembahasan selanjutnya akan memberikan penjelasan tentang ciri kebahasaan dari teks prosedur kompleks. Silahkan diperhatikan dengan baik – baik.

Ciri Kebahasaan Teks Prosedur Kompleks

Terdapat beberapa ciri – ciri kebahasaan dari teks prosedur kompleks. Ciri – ciri tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

  1. Menggunakan partisipan secara umum. Partisipan yang dimaksud di sini yaitu semua individu yang terlibat atau yang berperan serta atau yang mengikuti atau yang mengambil andil bagian dalam suatu kegiatan yang dilakukan. Partisipan yang terlibat di sini yaitu manusia.. Contoh: siswa, guru, dan orang tua.
  2. Menggunakan dua verba, yaitu verba material dan verba tingkah laku. Verba material yang dimaksudkan yaitu berhubungan dengan tindakan fisik dari suatu peristiwa. Sedangkan verba tingkah laku yang dimaksudkan di sini berhubungan dengan sikap yang dinyatakan dalam suatu ungkapan. Contoh dari verba material yaitu meringkus. Sedangkan contoh dari verba tingkah laku yaitu menghadang dan menerima.
  3. Menggunakan konjungsi temporal yang berpedoman pada urutan waktu. Penggunaan konjungsi temporal, seperti memakai kata- kata pertama, keempat, dan kesebelas.
  4. Menggunakan kohesi atau rujukan. Kohesi atau rujukan merupakan suatu kata yang digunakan dalam kalimat yang dapat menunjukkan fungsi subjek atau objek. Ciri – ciri yang dimiliki oleh kohesi rujukan, pada umumnya berwujud pronomina dia, kamu, aku, dan hal itu.
  5. Kalimat yang digunakan mengandung kalimat imperatif, deklaratif, dan interogratif. Masing – masing kalimat tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

Kalimat imperatif merupakan kalimat yang beriisikan tentang perintah untuk melakukan suatu tindaka.

Kalimat deklaratif merupakan suatu kalimat yang membicarakan tentang untuk memberikan sesuatu pada pendengar maupun pembaca.

Kalimat interogratif merupakan suatu kalimat yang berisi tentang pertanyaan.

Agar pemahaman kita tentang teks prosedur kompleks semakin jelas, tidak ada salahnya dituangkan dalam bentuk contoh. Tanpa penggunaan contoh, pasti kita hanya bisa membayangkan tentang bagaimana wujud konkret dari teks prosedur kompleks. Pembahasan yang selanjutnya akan menunjukkan tentang contoh dari teks prosedur yang kompleks. Silahkan diperhatikan baik – baik.

Baca juga: Teks Eksposisi: Pengertian, Tujuan, Ciri, Pola Pengembangan, dan Langkah Penyusunan 

Contoh Teks Prosedur Kompleks

Berikut akan dijelaskan tentang salah satu contoh dari teks prosedur kompleks. Contoh di sini akan menjelaskan tentang prosedur dalam menambal ban.

Menambal ban berarti memperbaiki ban yang bocor yang disebabkan oleh paku atau jarum, pada saat melewati sebuah jalan. Langkah – langkah yang harus dilakukan dalam menambal ban bocor, misalkan pada roda sepeda yang depan, yaitu sebagai berikut.

  1. Pertama, melepaskan ban sepeda dengan menggunakan tuas dan kunci inggris untuk melepaskan mur yang ada di ban sepeda. Kemudian, melepaskan rem dan memindahkan bantalan rem keluar agar ban bisa dilepas.
  2. Kedua, mengambil tuas untuk melepaskan ban, untuk diambil ban yang bagian dalam. Tuas digunakan untuk mencongkel ban, sehingga ban dalam dapat dikeluarkan. Pada tahapan ini harus berhati – hati, agar tidak merobek ban yang bagian dalam, agar tidak menimbulkan kerusakan.
  3. Ketiga, menemukan bagian atau lokasi yang menyebabkan kebocoran pada ban dengan cara memompa ban dalam. Kemudian, mendengarkan suara angin yang keluar dari ban atau dengan merasakan udara yang keluar dari ban. Selain itu, dapat pula dengan cara mencelupkan ban ke dalam air di ember, jika nanti muncul gelembung – gelembung air, berarti itu bagian yang bocor.
  4. Keempat, memberikan tanda pada bagian ban yang bocor, sebab biasanya lubang yang bocor, berukuran kecil. Kita bisa menggunakan kapur tulis untuk memberi tanda, sehingga memudahkan dalam pencarian.
  5. Kelima, setelah diketahui lokasi bocor, periksa dengan cara hati – hati benda – benda yang masih tertinggal, sehingga menyebabkan kebocoran. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak menimbulkan kebocoran di tempat yang lain.
  6. Keenam, mengampelas bagian yang ada di sekitar lubang. Ampelas yang dilakukan harus selebar ukuran pada saat nanti kita akan memberikan tambalan. Tujuan ampelas ini agar tambalan dapat menempel dengan kuat.
  7. Ketujuh, memasang tambalan dibagian yang di ampelas tadi. Penempelan tambalan dengan menggunakan lem agar tidak mengalami kebocoran kembali, pada bagian yang berlubang tersebut. Sebelum ditempelkan dengan tambalan, lem yang dibubuhkan disekitar lubang, sebaiknya ditunggu sebentar hingga agak kering. Barulah setelah lem agak kering, tambalan dipasangkan, kemudian ditahan dan diberikan tekanan selama beberapa menit.
  8. Kedelapan, setelah ban ditambal dengan menggunakan tambalan. Kemudian menggunakan alat yang digunakan untuk membakar ban yang ditambal tadi. Tujuannya yaitu agar tambalan dapat melekat dengan tahan lama. Biasanya alat ini berbentuk seperti kompor, di mana kita menggunakan spirtus untuk membakar bagian ban yang bocor diatas api yang telah diberikan alasan. Kemudian, di atas ban tersebut diberikan tekanan, biar tambalan bannya menjadi kuat.
  9. Kesembilan, ban dibakar selama ± 20 menit. Kemudian dimatikan apinya, dan ban dikeluarkan dari alat yang berbentuk seperti pembakaran tersebut.
  10. Kesepuluh, periksa hasil tambalan. Kemudian jika sudah baik dan tidak ada yang rusak, ban dipasang kembali ke sepeda.
  11. Kesebelas, setelah ban dipasang di sepeda, maka ditambahkan angin, agar ban sepeda dapat kembali seperti semula dan dapat digunakan oleh pengendara kembali.

Prosedur tentang cara menambal ban di atas merupakan salah satu bentuk contoh dari teks prosedur yang kompleks. Di mana langkah – langkahnya dijelaskan secara runtut agar dapat diikuti oleh pembaca untuk diterapkan dalam kehidupan sehari – hari. Sedangkan untuk contoh lain bisa dilihat pada artikel contoh teks prosedur. Semoga kehadiran artikel ini membantu saudara dalam memahami tentang teks prosedur kompleks.

Referensi:

1. loveit.web.id/teks-prosedur-kompleks/
2. id.wikihow.com/Menambal-Ban-Sepeda
3. pelajaran.click/2016/01/memahami-aneka-jenis-teks.html

Materi lain:

Jangan Lupa Share & Komentar Ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *