Shalat Hajat: Pengertian, Niat, Tata Cara beserta Keutamaannya

Assalamu’alaikum Sahabat Portal-Ilmu… Dalam kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai shalat sunnah yang manfaatnya luar biasa. Apa itu??? Jawabannya adalah shalat sunnah hajat.

Yukkk… mari kita bahas lebih detailnya!

Pengertian Shalat Hajat

Shalat hajat termasuk ke dalam kategori shalat sunnah. Shalat hajat dilakukan ketika kita mempunyai hajat, hajat sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti keinginan, kemauan dan kebutuhan. Misalnya, ketika kita akan menghadapi ujian semester bagi yang masih sekolah maupun kuliah atau akan menghadapi wawancara kerja bagi yang sudah lulus, kita tentu menginginkan hasil yang bagus. Nah, menginginkan hasil yang bagus tersebut dapat dikatakan sebagai hajat. Dengan melaksanakan shalat hajat semoga Allah SWT memudahkan hajat-hajat kita.

Perintah untuk melaksanakan shalat hajat juga terdapat dalam sebuah hadist berikut ini:

لِيَسْاَلْ أَحَدُكُمْ رَبَّهُ حَجَتَهُ حَتَّى يَسْاَلَهُ الْمِلْحَ وَحَتَّى يَسْاَلَهُ شِسْعَ نَعْلِهِ إِذَاانْقَطَعَ

Artinya: “Hendaklah salah seorang dari kalian selalu memohon hajatnya kepada Robnya (Allah SWT), hingga ketika meminta garam dan sampai  meminta tali sendalnya ketika tali sandal itu putus.” (HR. Tirmdzi; Hasan)

Niat dan Tata Cara Pelaksanaan

Shalat sunnah hajat berjumlah 2 rakaat. Namun, rakaat tersebut juga dapat ditambah lebih dari 2 rakaat. Shalat hajat dapat dilakukan kapanpun tidak terpatok pada waktu, bisa pagi, siang maupun malam, asalkan di waktu yang memang tidak dialarang untuk shalat (ketika matahari akan tenggelam sampai tenggelam sempurna).

Lafal niat shalat hajat:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

(Ushollii sunnatal haajati rok’ataini lillahi ta’aalaa)

Artinya: “Aku niat shalat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Tata cara pelaksanaan shalat hajat

1. Melafalkan niat shalat hajat

2. Takbiratul Ihram dan diikuti bacaan do’a iftitah

Bisa menggunakan 2 do’a iftitah yang sudah umum digunakan, yaitu:

Allahuakbaru kabiiraw walhamdulillahi katsiran, wa subhaanallahi bukrataw wa’ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaati wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil’aalamiina. La syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.

Artinya :Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukanNya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagiNya. Dengan semua itu aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri.

Atau

Allahumma baa’id bainii wabaina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wa maghribi, allahumma naqinii min khathaayaaya kamaa yunaqats tsaubul abyadhu minad dana. Allahumaghsilnii min khathaayaaya bil maa’i wats tsalji wal barad

Artinya: ”Ya Allah, jauhkan antara aku dan kesalahanku, sebagaimana engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, sucikanlah segala kesalahanku dengan air, salju dan air embun sebersih-bersihnya.”

3. Membaca Surat Al Fatihah dan surat-surat lain yang sudah dihafal

4. Ruku’ sambil membaca do’a ruku’

Subhaana robbiyal adhiimi 3x

Artinya : Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung

5. I’tidal sambil membaca doa i’tidal

Robbanaa lakal hamdu mil ‘ussamaawaati wa mil’ul ardhi wa mil’u maa syi’ta min syai’in ba’du

Artinya: “ya tuhan kami! Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudah itu.”

6. Sujud sambil membaca doa sujud

Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih 3x

Artinya : “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan segala puji bagiNya.”

7. Duduk di antara dua sujud dan membaca do’a

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii

Artinya: “ya allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekuranganku dan angkatlah derajatku dan beria rezeki kepadaku, dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”

8. Kemudian sujud lagi dan membaca do’a sujud

9. Mengulangi gerakan dan bacaan pada rakaat pertama

10. Tahiyat akhir sambil membaca do’a tahiyat akhir

Attahiyaatul mubarokaatush sholawatut toyyibatulillah Assalamu’alaika ayyuhan nabiyyu warohmatullohi wabarokaatuh Assalamualaina wa ‘alaa ‘ibaadil laahish shoolihin Asyhadu anlaa ilaaha il llaoh wa asyhadu anna muhammadar rosullullah Allahumma sholli ‘alaa sayyidina muhammadin wa ‘alaa aali sayyidina muhammad kammaa shallaita alaa sayyidinaa ibroohim wa alaa sayyidinaa ibroohim Wa barik ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa aali sayyidina Muhammad kamaa baarokta ‘ala sayyidina ibroohim wa a’alaa aali sayyidina ibroohim Fil ‘aalamiina innaka hamiidunmajid.

Artinya: “segala kehormataan, keberkaahan, kebahagiaan dan kebaikan itu kepunyaan Allah. Keselamatan atas engakau wahai nabi muhammad, demikian pula rahmatdan berkah-Nya, keselamatan dicurahkan pula untuk kami dan atas selurruh hamba allah yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan allah. Dan aku bersaksi bahwa nabi muhammad adalah utusan allah. Ya allah! Limpahilah rahmat kepada nabi muhammad. Sebgaimana telah Engkau beri rahmat kepadaa nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas nabi muhammaad beserta para keluarganya. Sebagaimana engkau telaah memberi berkah kepada nabi ibrahim dan keluarganya. Bahwasannya Engkau, tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia di eluruh alam.”

11. Salam

12. Membaca do’a shalat hajat

Do’a yang dibaca setelah melaksanakan shalat hajat sebaiknya yang bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadist, seperti:

لَاِلَهَ اِلَّااللهُ الْحَكِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ اَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّوَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ اِثْمٍ لَا تَدَعْ لِى ذَنْبًا اِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمًّا اِلَّافَرَّجْتَهُ وَلَاحَاجَةً اِلَّا هِيَ لَكَ رِضًااِلَّاقَضَيْتَهَا يَااَرْحَمَ الرَّحِمِينَ

Laa ilaaha illallahul hakiimul kariimu subhaanallahi rabbil ‘arsyil ‘adzhiim. Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin as-aluka muujibaati rahmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata min kulli birrin was-salaamata min kulli itsmin laa tada’ lii dzanban illa ghafartahu wa laa hamman illaa farrajtahu wa laa haajatan illaa hiya laka ridhon illaa qadhaytahaa yaa arhamar raahimiin

Artinya: “Tiada ada Tuhan selain Allah yang Maha Penyantun dan Pemurah. Maha Suci Allah Tuhan pemelihara arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. KepadaMu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmatMu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunanMu, dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa dari pada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaanMu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan yang paling Pengasih dan Penyayang” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Abu Aufa)

Lalu memohon kepada Allah SWT apa yag menjadi hajat kita, sambil bersujud dan memperbanyak bacaan:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazhzhalimin

Artinya: “tidak ada tuhan melainkan engkau, maha suci engkau. Sungguh, aku termasuk orang yang zalim.”

Keutamaan Shalat Hajat

Setelah kita mengetahui pengertian shalat hajat, niat dan tata cara pelaksanaannya. Mari kita simak keutamaan dari shalat hajat itu sendiri, yang tentunya memiliki banyak manfaat, seperti:

  • Dicintai oleh Allah SWT, Allah SWT sangat mencintai hamba-hambanya yang selau meminta dan memohon kepada-Nya, seperti halnya melakukan shalat hajat.
  • Dikabulkan hajatnya, seperti yang disampaikan dalam Hadist Riwayat Ahmad yang artinya: “barang siapa berwudhu dan menyempurakannya, kemudian melaksanakan shalat dua rakaat maka allah memberi apa saja yang ia minta, baik itu cepat atau lambat.”

Dalam kesempatan lain juga diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. Ketika itu datang seorang hamba yang  hilang penglihatannya kepada Rasulullah SAW dan berkata “Wahai rasululllah berdoalah kepada allah agar ia menyembuhkan penglihatanku”

Kemudian Rasulullah bersabda “Pergilah kemudian berwudhulah, lalu shalat dua rakaat dan berdoalah:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِىِّ الرَّحْمَةِ يَا مُحَمَّدُ إِنِّى تَوَجَّهْتُ إِلَى رَبِّى بِكَ أَنْ يَكْشِفَ لِيْ عَنْ بَصَرِيْ اللَّهُمَّ شَفِّعْهُ فِىَّ وَ شَفِّعْنِيْ فِيْ نَفْسِيْ

“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu dan menghadap kepadaMu dengan Nabiku Muhammad, Nabi (pembawa) rahmat. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap kepada Tuhanku denganmu agar Dia menyembuhkan penglihatanku. Ya Allah, terimalah syafaatnya padaku dan terimalah syafaatku pada diriku.”
Lalu hamba tersebut pun pulang dan Allah menyembuhkan penglihatannya.” (HR. Tirmidzi; hasan)

  • Ditinggikan derajatnya, dengan melaksanakan shalat hajat Allah SWT akan meninggikan derajat kita baik di dunia maupun di akhirat. Karena Allah menyukai hamba-hambanya yang senantiasa bersujud dan beroda kepada-Nya
  • Diampuni dosanya, dengan bermunajat dan melaksanakan shalat hajat maka Allah akan mengampuni dosa-dosa hambanya. Karena Allah sangat mencintai hambanya yang bermunajat kepada-Nya

Sekarang kita telah mengetahui niat, tata cara, doa dan keutamaan shalat hajat itu sendiri. Yang perlu kita lakukan adalah, ketika kita mempunyai hajat maka hendaknya laksanakalah shalat hajat agar hajat-hajat kita dapat dikabulkan oleh Allah SWT.

Aamiin…

Bibliography

  • 1, A. (2019, Desember 11). Manfaat Wirid Laa Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzholimin. Retrieved Januari 23, 2020, from bangkitmedia.com: https://bangkitmedia.com/manfaat-wirid-laa-ilaha-illa-anta-subhanaka-inni-kuntu-minadzholimin/
  • BK, M. (2019, Maret 04). Sholat Hajat, Niat, Tata Cara, Doa, Keutamaan dan Keajaiban. Retrieved Januari 23, 2020, from bersamadakwah.net: https://bersamadakwah.net/niat-sholat-hajat/
  • Choironi, M. A. (2019, Juli 31). Tata Cara Shalat Hajat Lengkap, Dari Niat Hingga Doanya yang Mustajab. Retrieved Januari 23, 2020, from islami.co: https://islami.co/tata-cara-sholat-hajat/
  • Muttaqin, Y. (2017, Desember 07). Lima Waktu yang Diharamkan Shalat. Retrieved Januari 23, 2020, from islam.nu.or.id: https://islam.nu.or.id/post/read/83981/lima-waktu-yang-diharamkan-shalat
  • Rifa’i, D. M. (2017). Risalah TUNTUNAN SHALAT LENGKAP. Semarang: PT. KARYA TOHA PUTRA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *