Strategi Militer Timur Leng Menaklukkan Dunia

Sejarah mencatat bahwa kekuatan dibalik takluknya sebuah wilayah salah satunya adalah melalui kekuatan militer. Serangan militer identik dengan senjata dan pasukan. Akan tetapi ada satu hal yang jauh lebih penting dari keduanya yakni membangun strategi menjinakkan musuh. Karena tidak akan berhasil suatu pertempuran hanya dengan memanfaatkan kekuatan senjata dan pasukan saja jika tidak dibingkai dalam strategi untuk bermanuver menjatuhkan lawan.

Keberhasihan di medan perlawanan membutuhkan sosok pemimpin yang cerdas dan pemberani. Cerdas dalam artian mampu menyusun rencana-rencana apik dan mempertimbangkan segala resiko sehingga mampu bertahan dari serangan balik lawan. Dan berani dengan segala resiko yang dihadapi sekalipun kematian yang akan menjumpai.

Tidak tanpa karena sebuah tujuan menaklukkan suatu wilayah menjadi ambisi para tokoh terkemuka untuk segera diduduki. Ada yang berambisi menaklukkan wilayah sebagai benteng pertahanan demi kokohnya kekuasaan. Dan ada pula penaklukkan wilayah dilakukan untuk membebaskan dari masa gelap menuju lorong peradaban yang mampu membebaskan rakyatnya dari kebodohan.

Seorang sejarawan  terkemuka Inggris Harold Lamb menuliskan dalam sebuah bukunya yang berjudul Tamerlane Sang Pengguncang Dunia   bahwa, ” Lebih kurang 550 tahun yang lalu, ada seorang laki-laki yang berusaha menjadikan dirinya sebagai penguasa dunia. “ Harold menambahkan dalam tulisannya bahwa segala sesuatu yang diusahakannya selalu berhasil. Siapakah ia ? Dalam sejarah ia dikenal dengan julukan Timur Leng.

Dalam beberapa literatur nama Timur Leng memiliki beberapa versi penyebutan. Ada yang menjulukinya dengan Timur Lenk. Ada pula yang menyebutnya dengan panggilan Tamerlane. Nama Timur masyhur dan dikenal sampai saat ini karena kemampuannya dalam menaklukkan wilayah Asia. Hampir seluruh wilayah Asia Timur mampu ia duduki. Hal tersebut yang kemudian menjadikannya sebagai penakluk wilayah Asia Timur.

Timur Leng adalah sosok pemuda yang terlahir dari keluarga jelata. Lalu mengapa ia dijuluki sebagai penakluk dunia ? Berasal darimana kekuatan itu ia dapatkan ? Dalam artikel kali ini, sahabat portal-ilmu akan menyelami bagaimana Timur Leng memulai karirnya dibidang militer hingga ia berhasil mendapat gelar sebagai penakluk dunia terakhir.

Latarbelakang Timur Leng

Timur Leng terlahir dari keluarga miskin di kota Hijau. Ia lahir pada tanggal 8 April 1336 M / 736 H di  Kota Hijau, Kesh, Transoxania (sekarang Uzbekistan). Ayahnya bernama Taragai, seorang kepala suku Tartar Barlas di Uzbekistan. Konon ayahnya mempunyai garis keturunan Karachar Noyan yang merupakan kerabat Jagathai, tidak lain adalah anak Jengis Khan. Dimana Jengis Khan ini dikenal sebagai kaisar Mongolia yang masyhur pada masanya.

Bersama sang ayah, Timur menghabiskan masa-masa kecilnya dengan belajar agama Islam. Berkumpul dengan orang-orang suci (beragama) sudah menjadi agenda rutinnya. Ajaran agama Islam telah tertanam kuat pada diri Timur. Nasehat religius sang ayah mengenai ” Gambaran dunia tidak lebih sebagai sebuah jambangan bunga emas yang penuh berisi kalajengking dan naga ” telah terkunci rapat dalam jiwa Timur. Hal tersebut ia jadikan semacam pegangan yang kapan saja menjadi pengingatnya dan dijadikannya benteng pertahanan dalam perjalan hidupnya kelak.

Timur Leng dikenal sebagai seorang laki-laki yang kaku dan pendiam. Ia Sangat membenci sendau gurau yang baginya adalah suatu perbuatan yang amat bodoh. Selain itu yang tidak kalah menarik ia adalah sosok yang cerdas dan pemberani. Dalam perjalanan karir militernya, sosoknya menjelma menjadi orang yang bijaksana dan cinta perdamaian.

Sepeninggal ayahnya, jalan karir Timur dalam militer semakin  mulus. Pengalaman dalam sejumlah peperangan sejak usia 12 tahun, memberanikannnya untuk bergabung dengan pasukan Amir Qaghazan (Gubernur Transxonia). Hingga kemudian datang simpati Tughluk (musuh Amir Qaghazan) untuk merekrut Timur menjadi komandan pasukannnya. Tidak bertahan lama sebagai komandan pasukan Tughluk, akhirnya Timur bergabung dengan Amir Husain (cucu Qaghazan).

Bersama pasukan Amir  Husain, Timur mampu mengalahkan musuh yang tidak lain adalah pasukan Tughluk yang pernah ia pimpin. Setelah keberhasilan mengalahkan serangan pasukan Tughluk, kemudian Timur diangkat sebagai komandan bangsa Tartar oleh para ulama Islam yang dipimpin tokoh rohani Zainuddin.

Karir Gemilang Timur Menaklukkan Dunia

Keberhasilan Timur Leng menjadi seorang komandan bangsa Tartar tidak menjadikannya puas atas pencapaian tersebut. Timur semakin meluaskan misinya dengan semangat membara menaklukan negeri lain. Pada tahun 1383 Timur mengawali misinya dengan agenda penaklukan di wilayah Persia. Di wilayah ini, Timur berhasil menaklukan kota Herat.

Herat merupakan sebuah kota penting dimana jumlah penduduknya mencapai seperempat juta orang lengkap dengan ratusan lembaga pendidikan menghiasi kota tersebut. Kemudian dalam beberapa waktu Timur dan pasukannya kembali menyelematkan Tartar dari serangan Toktamish. Berhasil membuat Toktamish tunduk atas kekalahannya, Timur dan pasukannnya bergerak menuju Moskow melewati sepanjang sungai Don.

Di Moskow, Timur sama sekali tidak melakukan aksinya untuk menaklukan wilayah tersebut. Tidak diketahui jelas apa alasan yang mendasarinya berbuat hal demikian. Kemudian dalam perjalanan pulang, ia menggempur benteng batu (Takrit) milik bangsa Georgia di Rusia. Konon benteng batu tersebut milik bangsa Georgia yang gemar berperang. Benteng ini terletak disekeliling pegunungan karang yang tinggi dan curam. Dengan mengerahkan pasukannya, akhirnya dengan menggunakan tali Benteng ini mampu dicapai oleh Timur dan pasukannya.

Pada tahun 1386 Timur mendatangi Persia untuk melanjutkan misi besarnya. Disamping itu ia memiliki tujuan menyelesaikan pertikaian-pertikaian antar putra-putra mahkota daerah. Pada tahun 1399, saat musim semi Timur mulai menyerang India. Melalui gerbang Khaiber Pass, Timur berhasil merebut Delhi. Kemudian Timur berhasil merebut Istana Putih yang merupakan markas besar kaum Ismail. Timur juga berhasil memecahkan perseketuan Kurra Yusuf dan Sultan Ahmad dari Baghdad.

Dalam perjalanannya ke Syria, pasukan Timur mampu mengalahkan orang-orang Turkoman. Ia juga berhasil melumpuhkan Sultan Mamelouk dari Mesir. Selanjutnya ia bergerak menuju Damaskus dan akhirnya menyerah tanpa perlawanan. Selanjutnya ia melanjutkan perjalanannya dengan misi merebut kekaisaran Turki  dibawah pimpinan Bayazid Yildrim.

Sebelum menyerang Turki, terlebih dahulu Timur mempelajari kondisi geografis daerah-daerah yang akan ia serang. Setelah dipelajari ternyata daerah tersebut tidak cocok untuk pasukan kavaleri. Kemudian ia berjalan ke arah selatan menyusuri sepanjang sungai Halys. Ditempat ini ia mulai mengatur strategi dengan pilihan melepas kuda sembari menunggu untuk menyerang atau maju terus menjelajah. Hal ini dilakukan agar pasukan Turki terpancing dengan siasat yang dibangun Timur.

Karena mayoritas pasukan tentara Turki adalah invantri, maka rasa lelah pun lebih cepat mendatangi mereka. Hal ini sesuai dengan prediksi Timur yang ia pelajarai sebelum melancarkan serangannya. Pasukan Turki mulai merasa lelah, haus dan lapar. Berjalan satu minggu akhirnya Timur Leng berhasil menduduki pangkalan utama pasukan Bayazid. Dan akhirnya pasukan Bayazid menyerah.

Selepas menaklukkan Turki, Timur Leng bergerak menuju Smirna. Smirna merupakan sebuah kota kecil yang dikenal sebagai gerbang masuk ke Eropa. Takkuasa menghadapi pasukan Timur Leng, pasukan Kurra Yusuf dan Sultan Ahmad dari Bagdad menepi ke Arabia dan Mesir. Belakangan Sultan Mameluok dari Mesir dan beberapa Raja dan kaisar dari Eropa buru-buru menyatakan tunduk dan seti serta kesediaan untuk membayar upeti tahunan.

Kini Timur Leng bertekad mewujudkan ambisinya yang terakhir yakni menaklukkan Cina.  Dengan bekal seperempat juta pasukan, ia menyerbu Cina. Pada saat itu kebetulan bertepatan dengan musim dingin yang sedang mencapai dalam puncaknya. Walaupun demikian, hal tersebut bukanlah suatu halangan untuk berhenti. Justru ia dan pasukannya maju terus.

Pasukan Timur tiba di Ortar dengan selamat dan kemudian diberi kesempatan untuk beristirahat selama musim dingin berlangsung. Usai musim dingin reda, ia akan melanjutkan serangan. Namun jauh dari perkiraan, pada bulan Maret 1405 Timur Leng meninggal dunia. Penyerbuan ke Cina pun tertunda. Dan pasukan Timur pun dengan serta merta menyerah kepada Kaisar Cina.

Taktik Timur Leng Menaklukan Lawan

Ditengah perjalanan menjalankan misinya, Timur dihadapkan pada sebuah serangan yang hendak mengancam wilayah kekuasaan Tartar. Wilayah Tartar menjadi incaran empuk para orang-orang mongol yang terkenal dengan julukan Gerombolan Emas. Gerombolan ini dipimpin oleh cucu Jengis Khan. Pada saat itu gerombolan ini sedang pada puncak kekuatannya. Mereka berkeliaran disepanjang daratan Rusia-Siberia. Taktiknya begitu cepat menelusuri dominion-dominion Tartar.

Ada satu hal yang mengejutkan bagi Timur, yakni pemimpin Gerombolan Emas tersebut, yakni Toktamish. Toktamish adalah seorang tawanan yang dulunya pernah meminta perlindungan Timur Leng. Namun kini ia menjelma sebagai pangeran yang jahat yang berniat mengusai dominion-dominion Timur.

Serbuan kilat bak petir menyambar mulai digencarkan Toktamish. Berita tersebut sudah mulai terdengar ditelinga Timur. Para penasehatnya menyarankan agar Timur menunggu sampai pasukannya yang tersebar berkumpul. Akan tetapi Timur menolaknya. Timur lebih memilih strategi menyerang daripada bertahan.

Timur mulai menyiapkan strateginya dengan membagi pasukan yang ia pimpin menjadi resimen-resimen kecil. Tanpa menunggu waktu yang lama, ia berlari bersama pasukan dengan menaiki kuda menerabas hujan dan salju. Timur bersama pasukannya mulai bermanuver melancarkan serangan. Menyasar pada pos-pos luar gerombolan Toktamish hingga mampu menerobos divisi-divisinya. Hingga akhirnya taktik ini mampu membuat pasukan Toktamish mundur.

Taktik menyerang rupanya menjadikan nyali Timur semakin kuat menghadapi muasuh. Di daerah Tartar, Timur bersama pasukannya begerilya melalui daratan luas dan terpencil sampai menembus wilayah Rusia melewati padang rumput Sitepa. Namun dalam perjalanan Timur dan pasukannya telah kehabisan bekal. Tenaga-tenaga pasukannya mulai lemah. Sedangkan segerombolan pasukan Toktamish siap menerkam.

Dalam pikiran Timur, apapun yang terjadi sekalipun mati akan ia hadapi. Akhirnya Timur memutuskan untuk membuat sebuah tenda peristirahatan untuknya dan pasukan-pasukannya yang mulai kehabisan tenaga. Timur meminta tentaranya yang kelaparan untuk segera memasak makanan. Sebuah optimisme yang tinggi bahwa berjuang janganlah setengah-setengah. Ketika raga mulai lelah dan butuh asupan makanan sudah seharusnya kita memberikan jeda sejenak memulihkan tubuh yang mulai lemah.

Setelah keadaan dan kondisi tubuh pasukan mulai pulih kembali, Timur merancang strateginya dengan cekatan membagi tentaranya menjadi 7 devisi yang kesemuanya dipimpin oleh anak-anak jendral yang berpengalaman. Strateginya membuahkan hasil. Pasukan Toktamish lari berhamburan meninggalkan barang-barang rampasan yang cukup banyak untuk pasukan Timur.

Keberhasilan menggempur kekuatan pasukan Toktamish adalah gambaran jiwa kepemimpinan Timur Leng yang cerdas, cekatan dan pemberani. Kecerdasannya mengetahui kelemahan lawan yang kemudian ia jadikan strategi utuk melumpuhkannya. Cekatan seorang Timur nampak ketika ia tidak menyukai permainan dalam waktu yang lama. Dengan cekatan ia memilik taktik menyerang daripada bertahan. Dan keberanian Timur adalah suatu sikap optimisme memenangkan peperangan dan pada akhirnya pasukan Toktamish menyerah dalam peperangan.

Kontribusi Timur Leng

Kepiawaian Timur Leng menaklukan dunia, khususnya Asia Timur telah diakui dunia. Bahkan peninggalannya saat ini tercatat sebagai kontribusi terbesar yang diberikan Timur Leng. Dikota kelahirannya Samarkand, Timur telah menyokong kemajuan seni dan ilmu pengetahuan.

Dalam waktu 3 bulan, Timur Leng berhasil mendirikan masjid agung di Samarkand. Selain sebagi tempat beribadah, masjid ini dijadikan sebagai pusat kesenian dan pengetahuan semasa hidupnya. Buah pengembaraannya diberbagai penjuru dunia, ia berhasil membawa prasarana, barang-barang seni, dan pengetahun dari negara-negara lainnya. Dan ia juga membawa pekerja tangan yang ahli baik seniman maupun sarjana ke kota tersebut.

Kecintaannya terhadap seni tentu menggambarkan selera seni yang tinggi Timur, termasuk selera dalam hal gaya arsitektur. Timur mengembangkan gaya arsitektur yang bernuansa anggun nan agung. Gaya arsitektur ini nampak pada bangunan-bangunan megah yang berdiri kokoh di kota Samarkand. Adapun wujud dari bagunan tersebut meliputi masjid dan istana-istana untuk taman.

Selain itu Timur juga berhasil menyusun undang-undang tanah, kekayaan serta kewajiban yang bijaksana. Dengan undang-undang tersebut maka masa depan rakyat terjamin. Mengapa demikian ? Pertama dengan adanya undang-undang tanah, para petani dapat hidup makmur tanpa dikenakan pajak pada tahun pertama dan terbebas dari tekanan para kaum bangsawan.

Kedua sistem pembayaran (gaji) prajurit dibayar melalui bendahara yang ditunjuk. Dengan demikian prajurit tidak akan memasuki rumah-rumah penduduk tanpa ada keperluan lain termasuk mengambil upeti penduduk. Dan ketiga, wilayah Samarkand dan Tabriz menjelma sebagai pusat perdagangan dunia. Para pedagang yang melewati dominion-dominoin yang luas hanya sekali dikenakan bea.

Timur juga sangat memperhatikan keamanan dan jaminan keselamatan bagi penduduk. Ia mewajibkan setiap hakim dan komandan jaga di jalan-jalan bertanggungjawab terhadap setiap pencurian di daerah penjagannnya masing-masing. Jika ada barang yang hilang maka komandan pasukan penjaga yang harus mengganti.

Harol Lamb menyatakan dalam catatannya bahwa

“ Tidak ada seorang pun selain Timur yang telah mencoba menguasai dunia. Timur mampu menyelesaikan tugasnya layaknya Iskandar dari Macedonia yang mengikuti jejak Cyrus Agung, karena penguasa Tartar itu mengikuti jejak Jengis Khan. Timur adalah penakluk besar yang terakhir. Hanya dengan sebilah pedang ia mampu memenangkan kekuasaan. ”

Sumber :

  1. Ahmad, Jamil. 2003. Seratus Muslim Terkemuka. Jakarta: Pustaka Firdaus.
  2. Tamerlane, diakses dari https://www.encyclopedia.com/people/history/central-asian-history-biographies/timur
  3. Timur (Turkic Conqueror), diakses dari https://www.britannica.com/biography/Timur
  4. Timur Leng, Sang Penakluk yang Sederhana, diakses dari https://www.sufiz.com/kisah-mujahid/timur-leng-sang-penakluk-yang-sederhana.html