Mengenal Sikap Jujur Nabi Muhammad Sebagai Suri Teladan Umat Manusia

Abdul Wahid

Waktu ujian akhir di sekolahan, Budi duduk di belakang Andi. Ketika mengerjakan soal ujian, Budi merasa kesulitan menjawab beberapa pertanyaan, karena waktu belajarnya banyak digunakan untuk bermain.

Berbeda dengan Andi yang mengerjakan pertanyaan dengan mudah karena Andi memang giat belajar. Merasa kesulitan menjawab, dan takut akan mendapatkan nilai yang tidak memuaskan. Budi pun berusaha menjiplak jawaban Andi, dari belakang tempat duduknya.

Waktu ujian pun habis, dan sudah waktunya pulang. Meski waktu menjiplak tidak ketahuan Andi. Akhirnya Budi pun dapat menyelesaikan pertanyaan ujian tersebut. Tetapi sebagian jawaban diperoleh dengan menjiplak jawabannya Andi dan Andi pun tidak mengetahui apa yang telah dilakukan oleh Budi.

= = =

Dari kisah singkat di atas, tentu saja Budi telah berbuat bohong kepada dirinya. Yaitu dengan menjiplak jawaban orang lain di waktu ujian akhirnya. Perbuatan itu, tentu akan berakibat buruk baik pada dirinya ataupun orang-orang yang ada di sekitarnya.

Dari sinilah kita akan sedikit belajar tentang betapa pentingnya berperilaku jujur serta tahu dari manfaat jujur itu sendiri. Dengan berperilaku jujur inilah semoga kita bisa meniru salah satu akhlak dari Nabi kita Muhammad saw.

A. Meneladani Perilaku Jujur Nabi Muhammad saw.

Nabi Muhammad saw. sebagai seorang utusan bagi umat manusia, tentu mempunyai perilaku atau akhlak yang terpuji yang layak ditirukan oleh umatnya. Diantaranya perilaku atau akhlak terpuji Nabi Muhammad saw. adalah jujur.

Nabi Muhammad saw. mendapatkan gelar ‘al-Amin’ karena sikap jujur yang melekat pada dirinya. Dalam setiap tindakan dan perbuatannya beliau selalu jujur dalam melaksanakannya.

Semenjak kecil, Nabi Muhammad saw. terkenal dengan kejujurannya. Baik mulai dari ketika beliau ikut berdagang sampai menjadi pemimpin. Beliau selalu jujur dalam menjalankan pekerjaan dan perintah yang diberikan kepadanya.

Perilaku jujur yang melekat dan tercermin dalam keseharian beliau tentu saja harus bisa kita tiru juga dalam keadaan sekarang. Mulai dari berkata dan berbuat jujur kepada diri sendiri, orangtua, guru-guru kita, teman-teman dan semua orang yang ada di sekitar kita.

B. Manfaat Bersikap Jujur

Meneladani perilaku atau akhlak terpuji dari Nabi Muhammad saw. tentu saja akan memberikan kebahagian tersendiri bagi mereka yang melaksanakannya. Lalu, apa saja kebahagiaan yang mereka dapatkan dari sikap jujur ini??. diantara lain adalah :

  1. Seseorang yang meniru perilaku atau akhlak terpuji dari Nabi Muhammad saw. tentu akan disayang oleh Allah swt.
  2. Orang yang berperilaku jujur akan disenangi oleh orangtua, guru-guru, serta mempunyai banyak teman.
  3. Berkata dan berbuat jujur akan membawa keuntungan, berbeda dengan dusta atau bohong yang mendatangkan kerugian

Dari keterangan di atas, sudah sepantasnya kita tidak boleh berbicara atau berbuat bohong, dan sudah menjadi tugas kita meniru perilaku atau akhlak terpuji dari Nabi Muhammad saw. tersebut, yakni berbicara dan berbuat jujur.

Serta ketika kita berbuat salah cepat-cepatlah untuk memohon maaf dan berbicara dengan jujur. Karena dengan bicara dan berbuat jujur menjadikan pikiran dan hati kita senantiasa menjadi tenang.

Semoga bermanfaat

Sumber:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas II, (Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), 2018
Software Kamus Besar Bahasa Indonesia v.1.1

Jangan Lupa Share & Komentar Ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *