Mengenal PUEBI, Pengganti EYD

Ketika belajar Belajar Indonesia, kita mungkin akan sering diminta untuk memperhatikan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). EYD digunakan untuk kepentingan ber-Bahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama secara tulisan. Itu sebabnya, seorang yang bergerak di dunia literasi, juga para sivitas akademika yang dituntut untuk sering menulis, harus memahami EYD.

Tapi, tahukah Anda bahwa perkembangan Bahasa Indonesia berlangsung kian pesat sehingga EYD pun harus disesuaikan kembali? Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni mengakibatkan perubahan dalam Bahasa Indonesia.

Penggunaan Bahasa Indonesia semakin luas dan beragam, hingga mencakup berbagai ranah pemakaian, baik secara lisan maupun tulis. Kondisi ini melandasi pentingnya pedoman dan acuan baru untuk menyesuaikan kebutuhan penggunaan Bahasa di kalangan pengguna Bahasa Indonesia.

PUEBI Pengganti EYD

Penggarapan pedoman ini telah berlangsung lama. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, telah memutuskan untuk menerbitkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Pedoman ini disusun guna menyempurnakan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (PUEYD). Dengan pedoman yang baru, diharapkan dapat menyesuaikan terhadap penggunaan dan perkembangan Bahasa Indonesia yang kian pesat.

Pedoman yang terbaru muncul adalah edisi keempat berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2015 tanggal 26 November 2016.

Sebagai informasi, pedoman sistem ejaan Bahasa Indonesia memang terus mengalami perkembangan. Perubahan pedoman bukan kali pertama terjadi. Pada 1947, bahasa Indonesia awalnya menggunakan sistem Ejaan Soewandi. Dalam perkembangannya, di tahun 1959 lalu digunakan sistem Ejaan Melindo.

Di tahun 1972, sistem ejaan kembali disempurnakan melalui EYD (Ejaan yang Disempurnakan). EYD digunakan dalam rentang waktu yang cukup lama, yakni dari tahun 1972 hingga 2015. Di tahun 2015, PUEBI mulai digunakan untuk menggantikan EYD.

Namun sayangnya, banyak masyarakat belum mengenal PUEBI. Masih banyak orang yang menggunakan rujukan EYD dalam tulis menulis. Bahkan, kalangan akademisi yang notabene sering bersinggungan dengan kegiatan tulis menulispun masih ada yang tidak mengenal PEUBI.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat secara umum, terutama para penggiat literasi untuk bisa menggunakan serta mempromosikan PEUBI sebagai sistem ejaan yang baru, menggantikan EYD. PUEBI dianggap penting karena mengakomodasi kepentingan penggunaan Bahasa Indonesia yang disesuaikan dengan meluasnya ranah pemakaian bahasa seiring kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan, dan seni.

Perbedaan EYD dan PEUBI

Secara umum, aturan dalam EYD dan PUEBI memang masih ada kesamaan. Tapi, ada perubahan mendasar yang membedakan EYD dan PUEBI. Tiga hal perubahan tersebut meliputi penambahan huruf diftong, penggunaan huruf tebal, serta penggunaan huruf kapital.

Huruf diftong yang ditambahkan dalam PUEBI adalah ‘ei’. Perlunya penambahan ini dikarenakan Bahasa Indonesia banyak menyerap istilah bahasa asing, seperti contohnya pada kata ‘survei’. Dengan begitu, sekarang terdapat empat diftong dalam bahasa Indonesia yakni ai, au, ei, dan oi.

Pada penggunaan huruf tebal, sebelumnya memang tidak diatur pada EYD. Pada PUEBI, penggunaannya diatur untuk penegasan bagian tulisan yang ditulis miring, dan menegaskan bagian karangan, seperti judul, sub bab, atau subbab.

Selain itu, penggunaan huruf kapital yang berubah adalah untuk unsur julukan. Jika dulu unsur julukan tidak ditulis dengan diawali huruf kapital, sesuai PUEBI kini julukan harus ditulis dengan diawali huruf kapital.

Untuk lebih jelasnya, kita bisa mendownload PUEBI atau juga bisa memanfaatkan fitur PUEBI Daring yang disediakan pemerintah. PUEBI Daring adalah versi web ramah gawai dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) Permendikbud 50/2015.

Di dalam PUEBI Daring, terdapat beberapa catatan tambahan yang belum dinyatakan atau dinyatakan secara implisit pada dokumen asli Permendikbud 50/2015. Jadi, Anda bisa mengakses PUEBI Daring dan memahali lebih lanjut rincian mengenai PUEBI, pada link berikut [ https://puebi.readthedocs.io/en/latest/ ].

Ingat ya, kini PUEBI, bukan EYD lagi.

Referensi:

1. Djanti Virantika. 2016. Perbedaan EYD dengan PUEBI, diakses dari https://news.okezone.com/read/2016/08/15/65/1464154/perbedaan-eyd-dengan-puebi
2. Idtesis. Tt. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang Disempurnakan ( EYD ) Terbaru, diakses dari https://idtesis.com/pedoman-umum-ejaan-bahasa-indonesia-puebi-yang-disempurnakan-eyd-terbaru/
3. PUEBI Daring. Tt. PUEBI Daring, https://puebi.readthedocs.io/en/latest/
4. Tim Pengembang Pedoman Bahasa Indonesia. 2016. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Bacaan lain: