7 Persebaran Fauna di Dunia Beserta Karakteristiknya

Fauna atau hewan di dunia ini ada sangat banyak dan beragam jenisnya. Jenis dari berbagai fauna ini pun bisa berbeda -beda dari satu  daerah dengan daerah yang lainnya. Umumnya, keadaan fauna pada tiap – tiap daerah tergantung pada kondisi daerahnya. Hal yang paling berpengaruh adalah mengenai kemungkinan – kemungkinan yang dapat diberikan daerah tersebut untuk memberi makanan.

Salah satu hal yang banyak mempengaruhi persebaran fauna di dunia adalah iklim. Kondisi iklim, secara langsung maupun tidak langsung sangat berpengaruh terhadap komunitas -komunitas makhluk hidup, terutama kondisi tumbuh-tumbuhan. Sementara itu, keadaan tumbuh – tumbuhan ini lalu mempengaruhi adanya jenis – jenis fauna tertentu.

karena adanya pengaruh iklim yang berbeda di tiap wilayah, maka terdapatlah fauna yang berbeda pula, berdasarkan kondisi daerahnya. Beberapa fauna tersebut seperti adanya fauna pegunungan, fauna dataran rendah, fauna padang rumput (sabana), fauna hutan tropis, dan lain sebagainya.

a. Persebaran Fauna di Daerah Padang Rumput

Daerah padang rumput adalah wilayah yang banyak sekali ditumbuhi rerumputan hijau, yang biasanya bersifat relatif subur. Pada daerah seperti, cenderung terdapat lebih banyak jenis spesies hewan, dibandingkan dengan habitat darat lain.

Biasanya, komunitas fauna pada daerah padang rumput berupa hewan – hewan pemakan rumput berukuran tubuh yang besar. Contoh fauna daerah padang rumput beserta daerahnya misalnya, zebra di Afrika, kanguru di Australia, serta bison di Amerika. Hewan -hewan besar ini merupakan konsumen primer di padang rumput.

Kemudian, biasanya di daerah padang rumput juga akan ada predator yang memangsa hewan – hewan pemakan rumput besar ini. Contoh predator di padang rumput, misalnya singa dan anjing liar yang senang memangsa herbivora besar. Selain itu, ada pula ular yang memangsa herbivor kecil.

Selain kelompok vertebrata herbivor, di padang rumput juga banyak terdapat insekta. Kelompok hewan insekta seperti belalang dan capung ini juga menjadi konsumen langsung dari rerumputan yang ada.

b. Persebaran Fauna di Daerah Gurun

Gurun merupakan daerah yang cukup gersang dengan jumlah tumbuhan dan air yang sangat minim. Umumnya, hewan – hewan gurun mampu beradaptasi terhadap lingkungan yang memiliki kondisi panas dan gersang seperti ini. Umumnya, mamalia besar jarang yang mampu bertahan hidup di daerah gurun.

Kebanyakan hewan besar akan sangat sukar menyesuaikan diri terhadap suhu tinggi dan dengan keberadaan air yang sangat minim. Meski demikian, ada satu di antara jenis hewan besar yang mampu bertahan hidup dengan baik di daerah panas seperti daerah gurun ini, yakni unta.

Selain unta, jenis hewan lain yang banyak terdapat di daerah gurun adalah ular, rodentia, dan kadal. Sementara itu, spesies lain yang mampu bertahan hidup di daerah ini kebanyakan adalah hewan -hewan kecil. Hewan -hewan kecil di daerah gurun, umumnya hidup dalam lubang. Lalu, para hewan ini akan keluar mencari mangsa pada pagi atau malam hari.

c. Persebaran Fauna di Laut dan Arktik

Persebaran fauna di laut dapat dikategorikan dalam 5 daerah, yani zona litoral, zona neritic, zona pantai, Samutra Pasifik dan Atlantik serta Daerah Arktik. Berikut keterangannya :

  • Zona litoral adalah bagian cekungan lautan yang terletak di antara pasang surut dan pasang naik air laut. Organisme air laut yang dapat hidup di daerah ini adalah bentos.
  • Zona neritik adalah daerah yang masih dapat ditembus oleh cahaya matahari hingga ke dasarnya. Pada zona neritik, fauna laut yang dapat hidup adalah plankton, nekton, dan binatang karang.
  • Zona di sepanjang pantai kepulauan. Pada zona ini, banyak jenis ikan yang dapat bertahan hidup, seperti ikan tongkol, tengiri, kakap, gembung, layang, dan teri. Selain itu, terdapat pula jenis penyu dan gurita.
  • Di Samudera Pasifik dan Atlantik (laut dalam), pada zona laut dalam seperti yang terdapat di Samudra Pasifik dan Altantik, spesies yang banyak hidup adalah jenis plankton, serta ada pula ikan hiu dan ikan paus.
  • Di daerah Arktik, pada daerah Arktik, terdapat fauna yang umumnya berbulu tebal untuk menyesuaikan diri dengan suhunya yang dingin. Contoh fauna daerah arktik misalnya beruang kutub, rusa kutub, anjing laut, dan pinguin.

d. Persebaran Fauna di Daerah Tundra

Urutan bioma dari wilayah ekuator menuju ke kutub, sama dengan urutan bioma dari daratan di daerah ekuator ke arah vertikal. Ke arah vertikal atau meninggi, maka umumnya suhu dan curah hujannya semakin tinggi dan hal ini pun juga menentukan komunitas.

Urutan bioma dari suatu gunung tinggi yang ada di daerah tropika meliputi : hutan gugur, hutan konifer, tundra, dan lumut. Di daerah tundra, hanya ada sedikit spesies makhluk hidup yang menetap. Bahkan, jumlahnya lebih sedikit dari jumlah spesies yang hidup di gurun.

Makin ke arah kutub dari daerah tundra, maka akan terdapat es. Pada daerah seperti ini, hewan yang mampu bertahan hidup adalah hewan – hewan yang tahan terhadap suhu dingin, seperti walrus, seal, dan penguin berbulu tebal.

Selain itu, ada hewan mamalia lain yang dapat hidup di daerah tundra, seperti misalnya beruang kutub, kelinci kutub, dan lemur.

Sedangkan untuk jenis serangga, jumlahnya sangat banyak, khususnya lalat yang telurnya tahan dingin serta telur-telur tersebut menetas pada musim panas.

Beberapa hewan yang hidup di wilayah atau bioma tundra, ada yang hidup menetap dan ada pula yang hanya datang ke daerah tersebut pada musim panas saja. Biasanya hewan yang hanya datang saat musim panas adalah yang bertujuan untuk bertelur.

Hewan yang hidup menetap di daerah ini, baik sejenis burung maupun mamalia, umumnya memiliki bulu atau rambut yang tebal. Bulu tebal ini berperan penting dalam melindungi tubuh hewan tersebut dari suhu rendah. Selain itu, untuk perlindungan terhadap suhu rendah, hewan – hewan ini juga mengalami perubahan warna, yaitu menjadi berwarna putih pada musim dingin.

Warna putih merupakan warna pelindung di atas salju sekaligus untuk mengurangi kehilangan panas oleh radiasi matahari. Beberapa hewan herbivora besar, yang dapat hidup di daerah tundra misalnya muskox dan reindeer.

e. Fauna di Daerah Hutan Basah

Hewan – hewan atau fauna di daerah hutan basah tropika yang sering dijumpai misalnya babi hutan, kera, burung, kucing hutan, tupai, dan lainnya. Jika kita memasuki hutan tropika yang gelap di siang hari, maka kita tidak akan banyak menjumpai hewan. Jadi, seakan-akan hutan tersebut tidak dihuni para hewan.

Kondisi ini disebabkan karena gelapnya dasar hutan basah tersebut. Hewan – hewan yang tinggal di daerah hutan basah pada waktu siang banyak yang hidup di daerah tudung. Dengan demikian, hewan – hewan tersebut tidak terlihat dari bawah.

Selain itu, banyak pula hewan di hutan yang banyak beraktivitas di malam hari. Contoh hewan karnivor di daerah Asia – Afrika adalah macan tutul, sedangkan di Amerika adalah jaguar.

f. Persebaran Fauna di Daerah Hutan Gugur

Beberapa hewan yang mampu bertahan hidup di daerah hutan gugur adalah beruang, rusa, racoon, tupai, rubah, serta burung pelatuk.

g. Persebaran Fauna di Daerah Taiga

Kebanyakan burung yang hidup di daerah taiga merupakan burung yang bermigrasi ke selatan pada waktu musim gugur. Ada satu hewan yang khas yang biasanya terdapat di daerah taiga, yakni moose. Selain itu, ada pula hewan lain seperti beruang hutan, ajag, dan marten.

Referensi :

Ruswanto dan Soegimo Dibyo. 2009. Geografi: untuk SMA/ MA Kelas XI. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Materi lain:

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *