Apa Perbedaan Buku Fiksi dan Non Fiksi?

by:

Jika ada yang menanyakan pada Anda tentang apa jenis buku favorit Anda, apakah fiksi atau non fiksi, maka apa yang akan Anda jawab? Secara umum, pembagian buku bisa dikategorikan dalam dua kelompok. Satu buku fiksi dan satu lagi buku non fiksi.

Jangan lupa LIKE FP kami

Sekalipun istilah fiksi dan non fiksi ini sudah sangat populer tapi sebetulnya istilah ini masih menjadi hal yang susah dipahami oleh sebagian orang. Tidak jarang juga loh yang masih belum paham apa perbedaan buku fiksi dan non fiksi.

Padahal, beda keduanya sangat jelas. Satu sifatnya fiksi, satu lagi sifatnya bukan fiksi. Eh, masih belum jelas ya? Ada pertanyaan lain yang mungkin muncul, yakni, lantas apa arti fiksi itu? Mari kita bahas.

Apa itu Fiksi?

Fiksi itu artinya fiktif. Fiktif itu artinya sesuatu yang tidak nyata alias khayalan. Jadi, sederhananya, buku fiksi adalah buku hasil khayalan penulisnya. Masih belum puas dengan penjelasannya? Kalau begitu, mari kita simak penjelasan dari sumber lain.

Disadur dari Forum Lingkar Pena Mesir, istilah fiksi diartikan sebagai suatu karya yang mudah dibuat dan sifatnya tidak terlalu terikat berbagai aturan layaknya karya ilmiah. Fiksi juga diidentikan dengan sastra lantaran karya sastra biasanya berjenis fiksi, atau sifatnya khayalan belaka atau hasil imajinasi atau tidak nyata.

Apa itu Buku Fiksi?

Nah, jika fiksi artinya tidak nyata, maka buku fiksi berarti buku yang di dalamnya memuat hasil tulisan penulis yang sifatnya tidak nyata atau imajinasi penulis. Hal ini juga seperti yang dijelaskan dalam blog ruangguru ya.

Menurut ruangguru, buku fiksi adalah jenis buku yang isinya berupa cerita yang sifatnya imajinatif. Jadi, untuk menuliskan buku fiksi tidak diperlukan adanya pengamatan serta tidak tidak perlu pula dipertanggungjawabkan kebenarannya, karena ide cerita yang ditulis berasal dari khayalan atau imajinasi penulis belaka.

Biasanya, dalam buku fiksi, bahasa yang digunakan berupa bahasa kiasan atau konotatif. Kisah narasi yang disajikan pada pembaca juga akan membuat pembaca mampu terlarut ke dalam cerita. Buku fiksi juga sering muncul ide –ide segar dan diksi yang mendebarkan dalam cerita fiksi.

Apa itu Buku Non-fiksi?

Jika buku fiksi itu berisi khayalan, maka sebaliknya dengan buku non-fiksi. Non itu tidak, fiksi itu khayalan. Ini artinya, buku non-fiksi adalah buku yang isinya tidak bersifat khayalan alias kenyataan alias based on fact.

Masih dari ruangguru, dijelaskan bahwa biasanya, jenis buku non-fiksi ini memuat aneka kejadian sebenarnya dan bersifat informatif. Karena sifatnya yang bukan khayalan, maka untuk membuat buku nonfiksi akan diperlukan suatu pengamatan dan data. Sebab, informasi yang termuat dalam buku non-fiksi ini harus dapat dipertanggungjawabkan.

Secara umum, bahasa yang digunakan dalam buku non fiksi ini berupa bahasa denotatif atau bahasa sebenarnya. Hal ini dimaksudkan agar pembaca dapat memahami maksud isi buku secara langsung dan mudah.

Jadi, jelas bukan, kalau buku nonfiksi ini dibuat berdasarkan pada pengamatan dan data, sehingga isi buku non-fiksi ini harus memuat fakta-fakta.

Sifat buku non fiksi yang berupa informasi berlandaskan data nyata atau fakta inilah yang membuat buku nonfiksi sering dirujuk sebagai sumber informasi.

Contoh Buku Fiksi

Mudah bukan membedakan mana buku fiksi dan mana buku non fiksi? Agar lebih jelas lagi, mari kita lihat contoh buku fiksi seperti apa :

  • Cerpen
  • Novel
  • Dongeng
  • Drama
  • Puisi
  • Hikayat
  • Fabel
  • Mitos
  • Komik
  • Cerita Rakyat

Contoh Buku Non Fiksi?

Setiap buku yang dibuat dengan berdasarkan pada informasi nyata atau bukan khayalan, berarti termasuk jenis buku non fiksi. Sangat mudah sekali mengenalinya. Contoh :

  • Karya tulis ilmiah
  • skripsi, tesis, disertasi
  • Buku pelajaran
  • Jurnal
  • Buku enskiklopedia
  • Biografi
  • Esai
  • Opini
  • Pidato

Jadi, sudah jelas perbedaan buku fiksi dan non fiksi bukan? Sudah ada contohnya juga.

Kalau Anda, lebih tertarik dengan buku yang mana? Fiksi atau non fiksi?

Referensi:

  1. blog.ruangguru.com
  2. www.flpmesir.com
Bagikan Jika Bermanfaat

4 Replies to “Apa Perbedaan Buku Fiksi dan Non Fiksi?”

  1. Silvia berkata:

    Kalau buku nonfiksi novel bisa gk? Tapi novelnya kisah nyata

    • Admin berkata:

      Hallo Silvia,

      Bisa, asalkan kisahnya bukan fiktif atau khayalan belaka, berarti bisa masuk nonfiksi. Novel pun ada yang dibuat dalam rupa nonfiksi. Biasanya cenderung ke memoar/ biografi/ autobiografi.

  2. Alfian berkata:

    Berilah perbedaan dan persamaan buku fiksi dan non fiksi masing² 8

    • Admin berkata:

      Hallo Kak Alfian,

      Saya bantu jawab ya,
      Persamaan buku fiksi dan nonfiksi :
      1) Sama-sama merupakan karya tulis.
      2) Sama-sama harus patuh terhadap kaidah penulisan Ejaan Bahasa Indonesia.
      3) Sama-sama harus ditulis secara logis.
      4) Sama-sama dibangun dengan sistematika tertentu. Misal : narasi, deskripsi, eksplanasi, dan lainnya.
      5) Sama-sama ditulis dengan sudut pandang tertentu yang konsisten.
      6) Sama-sama mengandung unsur nilai tertentu.
      7) Sama-sama harus ditulis dengan konsep yang konsisten.
      8) Sama-sama memiliki pesan untuk disampaikan pada pembaca.

      Adapun perbedaan dari buku fiksi dan nonfiksi, meliputi :
      1) Fiksi bersifat imajinatif, nonfiksi bersifat informatif atau faktual.
      2) Fiksi tidak harus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, nonfiksi harus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
      3) Fiksi menggunakan gaya bahasa yang fleksibel (lebih bebas dan santai), nonfiksi harus dengan gaya bahasa yang baku (formal/ semiformal).
      4) Memiliki jenis kelompok karya sastra yang berbeda. (Fiksi : fabel, hikayat, dongeng, dan sejenisnya, sedangka nonfiksi : jurnal, berita, skripsi, dan sejenisnya).
      5) Fiksi dapat menggunakan bahasa kiasan atau konotatif, nonfiksi harus dengan bahasa non kiasan atau denotatif.
      6) Fiksi menggunakan bahasa ekspresif dan sugestif, nonfiksi bersifat objektif dengan maksud terbatas atau tidak bermakna ganda.
      7) Fiksi tidak harus didukung data, nonfiksi harus didukung data fakta.
      8) Fiksi tidak dapat dijadikan rujukan ilmiah, nonfiksi dapat dijadikan rujukan ilmiah.

      Demikian jawaban dari perbedaan dan persamaan buku fiksi dan nonfiksi. Masing-masing sudah mendapat delapan perbedaan dan persamaan ya. Semoga membantu. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *