Pengertian, Struktur, dan Manfaat Biografi

Mari kita mempelajari tentang biografi! Siapa tahu suatu saat nanti kita bisa menuliskan biografi tentang seseorang karena kita terkesan atau terinspirasi dari orang tersebut. Menuliskan suatu biografi tidak akan lengkap rasanya, jika tidak mempelajari terlebih dahulu tentang seluk beluk biografi. Mengapa? Agar kita memahami apa yang dimaksud dengan biografi dan hal – hal apa saja yang perlu diperhatikan, ketika kita menuliskan biografi seseorang.

Biografi atau yang dikenal dengan riwayat hidup. Selain itu, juga dikenal sebagai perjalanan hidup atau sejarah kehidupan seseorang yang dituliskan oleh orang lain. Biografi merupakan suatu karya tulis yang berisikan rangkaian kisah nyata.

Kisah nyata tersebut, yang dialami oleh seseorang dalam kehidupannya, mulai dari dilahirkan, kemudian memasuki masa pendidikan, lalu berkarya, usia purnakarya, hingga sampai orang tersebut meninggal. Menulis biografi bukan hanya sekedar menuliskan tentang pendidikan yang pernah ditempuh oleh tersebut. Namun, sejarah orang tersebut mulai dari lahir sampai meninggal.

Biografi merupakan suatu bentuk yang kompleks. Lebih dari sekedar menuliskan tentang data seseorang seperti tanggal lahir maupun kematiannya. Mengapa demikian? Hal tersebut untuk memberikan gambaran pada kita tentang apa saja yang pernah dia lewati hingga meraih suatu prestasi, sampai akhirnya kembali pada pemilik kehidupan. Berbeda ketika yang menuliskan riwayat hidup atau kisah hidup tersebut adalah diri sendiri. Menuliskan riwayat hidup secara sendiri, dinamakan dengan autobiografi.

Ada beberapa hal yang menjadi perhatian kita, ketika akan menuliskan suatu biografi. Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam menuliskan biografi, yaitu sebagai berikut.

  1. Biografi yang dituliskan harus mengandung keaslian atau autentik. Keaslian yang dimaksudkan di sini yaitu sesuai dengan peristiwa yang terjadi secara sebenarnya. Bukan hanya itu saja, penulis perlu memberikan dan melengkapi peristiwa tersebut dengan suatu bukti, sehingga dapat dipertanggungjawabkan tulisannya.
  2. Biografi harus memberikan gambaran yang utuh dari kepribadian seorang tokoh yang dituliskan. Hal tersebut dapat tercapai dengan cara menguraikan secara seimbang tentang kelebihan dan kelemahan atau kekurangan. Kelebihan atau kekurangan tersebut ditinjau dari prestasi yang pernah diraih semasa menempuh pendidikan atau bekerja, pengorbanan yang pernah dilakukan untuk diri sendiri maupun orang lain, bahkan lebih luas untuk negara, kemudian jasa yang pernah disumbangkan untuk bangsa dan negara, dan kebiasaan – kebiasaan kurang baik yang dimiliki oleh tokoh.
  3. Biografi disajikan dalam bentuk wacana yang indah. Wacana tersebut merupakan gabungan antara narasi dan deskripsi.
  4. Biografi menggunakan pola penulisan yang utuh. Bukan hanya itu, pola penulisannya juga berkesinambungan, walaupun di dalamnya terdiri dari beberapa bagian cerita yang terpisahkan.

Keempat poin di atas perlu diperhatikan, ketika seseorang akan menuliskan suatu biografi. Apakah ciri – ciri dari biografi? Ciri utama yang dimiliki oleh biografi yaitu faktual. Tulisan yang disajikan dalam biografi merupakan fakta – fakta kehidupan yang dimiliki dan dialami oleh seseorang.

Fakta – fakta kehidupan tersebut, berupa pengalaman hidup yang pernah dialami oleh tokoh. Setelah kita mengetahui ciri utama dalam biografi, selanjutnya, bagaimanakah struktur umum suatu biografi? Struktur umum biografi, yaitu sebagai berikut:

  1. Berisikan tentang identitas yang lengkap dari tokoh yang diceritakan dalam biografi. Tokoh yang dimaksudkan dalam biografi, bukan merupakan tokoh yang terkandung dalam cerita fiksi. Melainkan seorang tokoh yang benar – benar ada dalam kehidupan nyata. Identitas dari tokoh antara lain, dapat meliputi nama lengkap, julukan, tempat dan tanggal lahir, nama orang tua, dan kehidupan pada masa kecilnya.
  2. Peristiwa dan masalah. Berisikan tentang kejadian dan masalah yang luar biasa yang dialami oleh tokoh yang diceritakan dalam biografi. Selain itu, cara dan sikap yang ditunjukkan tokoh dalam menghadapi dan mengatasi masalah yang pernah dialami.
  3. Berisikan tentang pandangan penulis terhadap tokoh.

Selanjutnya apa yang menjadi alasan seseorang, dapat dituliskan biografinya? Ada beberapa alasan yang menyebabkan seseorang dapat dituliskan biografinya, yaitu sebagai berikut.

  1. Seseorang tersebut merupakan pemimpin bangsa.
  2. Seseorang tersebut memiliki keistimewaan, misalkan seorang wanita yang tidak memiliki dua tangan, namun mampu mengurus anaknya dengan baik, hanya dengan menggunakan kedua kakinya.
  3. Seseorang tersebut merupakan pelopor dalam bidang tertentu, misalkan penemu bolam lampu, penemu lisrik.
  4. Seseorang tersebut memiliki prestasi atau keberhasilan.
  5. Seseorang tersebut berjasa pada bangsa dan negara.

Alasan – alasan di atas menjadi pertimbangan kita, ketika akan menuliskan biografi seseorang. Tujuannya agar ada nilai – nilai yang bisa kita ambil untuk dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan kita. Sehingga, setidaknya kita bisa meraih suatu prestasi atau karir atau sifat, seperti yang dituliskan dalam biografi. Selanjutnya, mempelajari biografi juga memiliki tujuan. Apa sajakah yang menjadi tujuan dalam mempelajari hal tersebut?

Simak juga: Pengertian, Ciri – Ciri, dan Unsur Intrinsik Novel

Tujuan utama yang mendorong seorang pembaca mempelajari biografi seorang tokoh, yaitu sebagai berikut.

  1. Dapat menumbuhkan kesadaran pembaca bahwa prestasi besar harus dapat diraih melalui usaha keras. Selain usaha, prestasi besar dapat juga diraih dengan cara menumbuhkan keterampilan dari latihan yang dilakukan. Ketenaran nama agar dapat dikenal oleh orang lain, harus dimulai dari bawah dan secara bertahap. Karena segala sesuatu tidak diperoleh secara instan. Dengan menyadari hal tersebut, pembaca dapat memperoleh manfaat, bahwa tidak sepenuhnya, kita harus menggantungkan diri pada faktor keturunan maupun pada nasib yang baik.
  2. Pembaca dapat mencontoh semua kebaikan dari tokoh yang dituliskan dalam biografi. Kebaikan tersebut dapat berwujud prestasi, karya besarnya, jasa, dan pengorbanan yang dilakukan.
  3. Pembaca dapat mempelajari unsur – unsur manusiawi dari tokoh. Unsur tersebut yaitu kelebihan dan kekurangan yang dimiliki tokoh. Dan menyadari bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Kondisi demikian, akan menjadikan pembaca agar tidak mengidolakan seorang tokoh secara berlebihan atau mengkultuskan individu.
  4. Pembaca dapat menjauhi atau meninggalkan kebiasan – kebiasaan yang tidak baik pada diri tokoh . Kebiasaan – kebiasaan tidak baik tersebut dapat menghambat dalam meraih keberhasilan.

Sebenarnya apa sih yang menjadi manfaat dari biografi? Buku biografi memiliki fungsi dan manfaat untuk mengenal seorang tokoh. Bahkan, kita juga bisa mengetahui latar belakang tokoh tersebut untuk memberikan wawasan pada kita mengenai tokoh yang diuraikan dalam buku biografi.

Bagaimana sih cara kita agar dapat mengenal tokoh yang dituliskan dalam buku biografi? Agar kita dapat mengungkap fakta yang berhubungan dengan tokoh tersebut, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

  1. Mengetahui nama lengkap dari tokoh yang dituliskan.
  2. Mencari tanggal lahir, umur, dan alamat dari tokoh yang dituliskan.
  3. Pendidikan yang pernah ditempuh oleh tokoh yang dituliskan, mulai dari TK sampai pada perguruan tinggi, yaitu tentang jurusan yang pernah diambil.
  4. Pengalaman kerja semasa hidup tokoh yang dituliskan.
  5. Menuliskan tanggal wafat tokoh tersebut, apabila tokoh tersebut telah meninggal.
  6. Keterangan lain yang berhubungan dengan tokoh yang dituliskan.

Biografi yang dituliskan oleh seseorang, dapat berwujud biografi lengkap dalam bentuk buku, maupun biografi singkat yang dituliskan di bagian akhir suatu buku. Oleh karena itu, dengan mempelajari tentang seluk beluk biografi, kita akan mengetahui tentang semua hal yang berkaitan dengan biografi.

Untuk contoh biografi kalian bisa lihat disini: Kumpulan Biografi

Referensi:

  1. Sutarni, S dan Sukardi. 2008. Bahasa Indonesia 2 SMA Kelas XI. Bogor: Quadra.
  2. The King Eduka. 2015. Target Nilai 10 UN SMA / MA IPA 2016 Sistem CBT. Jakarta: Cmedia.
  3. Tim Guru Eduka. 2015. Mega Book Pelajaran SMA/ MA IPA Kelas X, XI, dan XII. Jakarta: Cmedia.

Materi lain:

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *