Pengertian Obligasi, Kelebihan, Kelemahan dan Jenis Obligasi

Dunia investasi mengenal berbagai macam instrumen investasi. Seorang investor yang baik, tentu harus bisa mengenal berbagai jenis instrument investasi tersebut dengan baik, seperti salah satunya adalah obligasi. Obligasi sering diincar sebagai instrument investasi karena dianggap aman.

Agar lebih jelas, berikut disajikan pengertian obligasi untuk Anda. Ada pula informasi terkait kelebihan obligasi, kelemahan obligasi juga jenis jenis obligasi yang bisa Anda ketahui melalui artikel ini.

Pengertian Obligasi

Obligasi juga sering disebut sebagai surat utang. Obligasi adalah surat utang sebagai salah satu bentuk Efek yang tercatat di Bursa. Obligasi dikelompokkan sebagai efek bersifat utang di samping Sukuk.

Adapun pengertian obligasi adalah suatu surat utang jangka menengah panjang yang bisa dipindahtangankan, di dalamnya berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga dalam periode tertentu dan melunasi pokok utang dalam kurun waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi.

Sederhananya, obligasi ini merupakan istilah yang ada dalam pasar modal untuk menyebut surat pernyataan utang dari penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Penerbit obligasi merupakan pihak yang berutang, sedangkan pemegang obligasi merupakan pihak yang berpiutang.

Di dalam obligasi, dituliskan kapan tanggal jatuh tempo pembayaran utang dan bunganya (kupon). Ini menjadi kewajiban penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Jangka waktu obligasi di Indonesia umumnya adalah pada rentang waktu 1 hingga 10 tahun.

Obligasi bisa diterbitkan oleh Korporasi maupun Negara. Diterbitkannya obligasi memiliki tujuan untuk menghimpun dana dari masyarakat, sehingga dana tersebut dapat digunakan sebagai sumber pendanaan. Dari dunia bisnis, obligasi bermanfaat untuk memperoleh dana segar untuk mengembangkan usaha.

Jika dari sudut pandang negara, obligasi ini bermanfaat sebagai sumber pendanaan guna membiayai sebagian deficit anggaran belanja pemerintah atau pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Jenis Obligasi

Secara umum, terdapat tiga jenis obligasi. Jenis-jenis obligasi tersebut, meliputi:

  • Obligasi Pemerintah, adalah jenis obligasi berbentuk Surat Utang Negara yang diterbitkan Pemerintah Republik Indonesia. Obligasi yang diterbitkan pemerintah ini memiliki beberapa jenis kupon, yakni kupon tetap (seri FR- Fixed Rate), obligasi dengan kupon variable (seri VR –Variable Rate) dan obligasi berprinsip syariah/ Sukuk Negara.
  • Obligasi Korporasi, merupakan jenis obligasi berupa surat utang yang diterbitkan Korporasi Indonesia, bisa BUMN ataupun korporasi lain. Obligasi ini juga memiliki kupon tetap, obligasi dengan kupon variabel dan obligasi dengan prinsip syariah. Terdapat obligasi korporasi yang telah diperingkat serta yang tidak diperingkat.
  • Obligasi Ritel, merupakan jenis obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah yang dijual kepada individu atau perseorangan, melalui agen penjual yang ditunjuk Pemerintah. Biasanya ada beberapa jenis obligasi ritel, yakni yaitu ORI atau Sukuk Ritel.

Kelebihan Obligasi sebagai Investasi

Ada beberapa kelebihan obligasi sehingga membuat obligasi sering dijadikan sebagai pilihan investasi oleh para investor. Berikut adalah beberapa keuntungan obligasi atau kelebihan obligasi:

  • Keuntungan yang bersal dari kupon (bunga) yang terbagi dalam tiga jenis, yaitu kupon tetap (fixed coupon) dan kupon mengambang (floating/variable coupon). Namun, ada juga obligasi yang tidak memberlakukan kupon (zero coupon bond). Imbal balik (yield) obligasi bisa diperoleh dari jangka waktu obligasi. Semakin panjang durasinya, semakin besar keuntungannya.
  • Keuntungan diperoleh dari selisih harga obligasi (dalam persentase) setelah diperdagangkan. Sebagai contoh, jika harga awal obligasi 100% (disebut harga pari). Lalu, saat dijual, harganya naik menjadi 115%. Jadi, keuntungan yang diperoleh adalah 15% (capital gain 15%).
  • Sifatnya yang aman. Ini karena pembayaran kupon dan pokok pada obligasi telah dijamin berdasarkan UU No. 24 Tahun 2002/UU No. 19 Tahun 2008.
  • Kupon/bunga obligasi lebih tinggi daripada bunga deposito.
  • Mudah diperdagangkan di Pasar Sekunder. Mekanisme perdagangannya telah diatur Bursa Efek Indonesia (BEI) atau transaksi di luar bursa.
  • Dapat dijaminkan sebagai agunan, seperti obligasi negara.

Kekurangan Obligasi sebagai Investasi

Berbagai produk investasi memang selalu menawarkan aneka keuntungan yang menarik. Tapi, perhatikan juga kelemahannya. Walaupun sedikit, investasi selalu menyisakan risiko atau kelemahan. Berikut adalah kekurangan obligasi sebagai investasi yang perlu Anda pahami.

  • Adanya risiko gagal bayar dari penerbit obligasi. Jika ini terjadi, konsekuensinya adalah investor tidak akan memperoleh untung, sekaligus juga tidak bisa mendapatkan kembali seluruh pokok utang. Namun, kelemahan atau risiko ini tidak berlaku untuk obligasi negara karena telh terlindungi undang-undang.
  • Rentan terhadap perubahan suku bunga, ekonomi, dan serta instabilitas politik. Berbagai perubahan ini berdampak pada pasar keuangan.
  • Menjual obligasi sebelum jatuh tempo di Pasar Sekunder bisa mengakibatkan kerugian bagi investor karena harga jualnya biasaya lebih rendah dari harga beli.

Referensi:

1. Cermati. 2017. Apa Itu Obligasi? Inilah Penjelasan Lengkapnya, diakses dari https://www.cermati.com/artikel/apa-itu-obligasi-inilah-penjelasan-lengkapnya
2. Idx. Tt. Surat Utang (Obligasi), diakses dari https://www.idx.co.id/produk/surat-utang-obligasi/
3. Niko Ramadhani. 2019. Yakin Obligasi Adalah Investasi yang Cocok Untuk Kamu?, diakses dari https://www.akseleran.co.id/blog/obligasi-adalah/
4. Ojk. Tt. Definisi dan Jenis Obligasi, diakses dari https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/364

Bacaan lain:

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *