Pengertian dan Penyusun Litosfer serta Struktur Bumi

Hasna Wijayati

Pernahkah Kamu mengamati permukaan bumi? Bumi memiliki permukaan dengan bentuk yang beragam. Ada yang tinggi, ada yang rendah. Permukaan bumi yang tidak rata ini disebut sebagai relief. Kenapa bisa terjadi relief ? Kita bisa mengetahuinya dengan mempelajari Litosfer, meliputi pengertian dan juga penyusun litosfer.

Struktur Bumi

Sebelum memahami pengertian litosfer, kita perlu melihat bagaimana struktur bumi. Bumi pada dasarnya tidak hanya memiliki satu lapisan saja. Struktur bumi, bisa dikatakan mirip lapisan telur.

Bagian cangkang atau kulit telur ini mewakili lapisan kulit, yang disebut kerak Bumi (crust). Nah, bagian kerak bumi inilah yang merupakan bagian litosfer. Adapun lapisan putih telur pada bumi mewakili lapisan selubung Bumi (mantle). Bagian selubung ini juga disebut sebagai astenosfer.

Sementara bagian paling dalam yakni kuning telur, pada bumi mewakili inti Bumi (core). Bagian ini disebut sebagai barisfer. Nah, setelah mengetahui lapisan struktur bumi, tentunya Kamu sudah bisa membayangkan lapisan mana yang akan dibahas ketika kita bericara tentan litosfer.

Pengertian Litosfer

Jadi, apa pengertian litosfer? Litosfer merupakan lapisan kulit bumi yang beada pada paling atas bumi dengan ketebalan hingga 70 km, dan umumnya terdiri dari senyawa kimia yang kaya SiO2 atau silikat. Karenanya, lapisan ini juga sering disebut sebagai lapisan silikat.

Klarke dan Washington menyampaikan bahwa batuan di permukaan bumi ini hampir 75%-nya terdiri dari Silikon Oksida dan Aluminium oksida, yang membentuk batuan. Hal inilah yang mengakibatkan lapisan ini juga disebut sebagai lapisan batuan.

Bisa dikatakan juga, bahan utama yang membentuk bagian kerak atau kulit bumi ini adalah batuan. Sementara induk dari segala batuan berasal dari magma. Apa itu Magma? Magma merupakan batuan cair pijar bersuhu tinggi yang mengandung berbagai unsur mineral dan gas.

Penyusun Litosfer

Apa tepatnya penyusun litosfer atau kulit bumi ini? Kulit bumi atau litosfer disusun oleh kurang lebih 90 jenis unsur kimia. Unsur-unsur kimia ini, satu dengan yang lain membentuk persenyawaan yang disebut mineral.

Di dalam litosfer, ada lebih dari 2000 mineral, sementara dalam batuan hanya ada 20 mineral. Mineral pembentuk batuan yang paling penting keberadaannya adalah : Kuarsa (Si02), Feldspar, Piroksen, Mika Putih (K-Al-Silikat), Biotit atau Mika Cokelat (K-Fe-Al-Silikat), Amphibol, Khlorit, Kalsit (CaC03), Olivin (Mg, Fe), Bijih Besi Hematit (Fe2O3), Magnetik (Fe3O2), Dolomit (CaMgCO3), dan Limonit (Fe3OH2O).

Penyusun lapisan litosfer juga bisa dibagi dalam dua lapis, yakni lapisan Sial dan lapisan Sima.

Lapisan Sial merupakan lapisan kulit bumi yang tersusun dari logam silisium dan alumunium, dengan senyawa dalam bentuk SiO2 dan Al2O3. Karena tersusun dari Silisium dan Alumunium inilah, lapisan ini disebut lapisan SiAl.

Pada lapisan ini, ada beberapa jenis batuan yang bisa ditemukan di dataran benua, seperti batuan sedimen, granit, andesit, jenis-jenis batuan metamorf, dan batuan lain. Lapisan sial ini bersifat padat dan memiliki ketebalan rata-rata 35km.

Lapisan Sima merupakan lapisan kulit bumi yang tersusun atas silisium dan magnesium, dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO. Berat jenis lapisan ini lebih besar daripada lapisan sial lantaran terdapat kandungan besi dan magnesium yakni mineral ferro magnesium serta batuan basalt. Lapisan Sima memiliki ketebalan rata-rata hingga 65km.

Material Pembentuk Kerak Bumi

Kita bisa membedakan kerak bumi dalam dua kelompok, yakni kerak benua dan kerak samudra. Kerak benua atau kerak bumi di bagian atas ini terbentuk oleh batuan granit ringan, dengan lapisan bawah dari batuan basal. Sementara Kerak Samudra tersusun oleh material sedimen.

Kerak bumi sifatnya lebih tebal dan lebih beragam daripada kerak samudra. Pada kerak bena bagian atas, terdapat material pembentuk yang berupa batuan granit ringan, sedangkan lapisan bawah terbentuk dari material batuan basal yang lebih rapat.

Strata atau lapisan-lapisan ini juga bisa diamati berdasarkan umur geologinya. Sebab, pada dasarnya pembentukan lapisan ini terjadi melalui berbagai zaman dan berbagai proses pula. Batuan paling tua ditemukan telah tersusun sejak zaman prekambrium, sedangkan batuan yang lebih muda terbentuk di zaman-zaman terjadinya pembentukan pegunungan.

Lapisan kerak samudra paling atas, terdiri dari material sedimen dengan ketebalan hingga 800 meter. Kerak samudra ini terus menerus mengalami pembaruan karena adanya kegiatan gunung api yang terjadi di sepanjang celah-celah dasar laut. Bentuk celah-celah dasar laut yang memanjang membuatnya sering disebut sebagai pematang tengah samudra.

Umur geologis lapisan ini kurang dari 200 juta tahun dan terhitung berumur muda. Ini karena usia ini jauh bila dibanding usia kerak benua yang telah mencapai 3,8 miliar tahun.

Dilihat dari letakknya, kerak benua ini rata-rata berada sekitar 850 meter di atas permukaan laut, sedangkan keraksamudra rata-rata berada 3.800 meter di bawah permukaan laut.

Adapun kerak benua ini tampak menjulang lebih tinggi daripada kerak samudra. Penampakan ini terjadi karena susunan kerak benua yang terdiri dari material granit ringan dan tersusun oleh batuan basal yang berat.

Posisi kerak benua ini bisa berubah karena gerusan oleh tenaga angin dan limpasan air hujan yang terjadi di permukaan kerak benua. Akibatnya, terbentuklah hamparan pasir, debu, dan lumpur. Berbagai material ini akan hanyut terbawa aliran air ke laut sehingga membentuk lapisan sedimen yang beada di dasar samudra.

Pada bagian bawah lapisan batuan sedimen, masih ada lapisan batuan basal berupa lava bantal, retas vertikal, dan gabro berbutir kasar.

Pada batuan pembentuk kulit bumi, selalu terdapat siklus atau daur. Siklus tersebut terjadi karena adanya perubahan wujud dari batuan. Awalnya, magma, batuan beku, batuan sedimen, batuan malihan, dapat mengalami perubahan wujud, hingga kembali lagi menjadi magma.

Referensi :

  • Anjayani, Ani danTri Haryanto. 2009. Geografi : Untuk Kelas X SMA/MA. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
  • Arnold, Caroline. 2003. Geografi Aktivitas untuk Menjelajah, Memetakan, dan Menikmati Duniamu. Bandung: Pakar Raya.
  • Chun, Tham Yoke. 1997. Understanding Geography 3. Singapore : Longman.
  • Waluya, Bagja. 2009. Memahami Geografi 1 SMA/MA : Untuk Kelas X, Semester 1 dan 2. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Jangan Lupa Share & Komentar Ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *