Pengertian, Jenis dan Manfaat Rawa

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai rawa. Fokus dari pembahasan kita adalah pengertian, jenis, dan manfaat rawa. Kamu tahu apa itu rawa bukan? Atau kamu pernah mengunjungi suatu tempat yang dijuluki rawa ini? Rawa memang jarang ditemukan di daerah –daerah pemukiman. Meski begitu, memahami pengertian rawa, jenis rawa dan manfaat rawa tetaplah hal penting. Mari kita simak materi tentang rawa ini.

Pengertian Rawa

Rawa merupakan tanah  atau lahan yang basah  serta selalu digenangi oleh air dikarenakan kekurangan drainase atau pun karena letaknya yang lebih rendah jika dibanding daerah sekitarnya. Rawa terjadi dikarenakan beberapa hal, yakni:

  1. dikarenakan perluasan daratan akibat dari sedimen akuatis,
  2. dikarenakan adanya pengikisan air laut maupun abrasi platform,
  3. dikarenakan adanya kenaikan dari air laut di zaman glasial.

Jenis Jenis Rawa

Rawa memiliki beberapa jenis tergantung dari proses terjadinya, lokasi terjadinya dan rasa airnya. Dimana tiap masing masing dibagi menjadi beberapa rawa. Untuk lebih jelasnya silahkan baca penjelasannya dibawah ini.

Menurut Proses Terjadinya

Jika dilihat dari proses terjadinya, maka rawa dapat dibedakan menjadi 3, yakni rawa pantai, rawa pinggiran dan rawa abadi. Berikut ini adalah penjelasan dari tiap rawa tersebut.

A. Rawa Pantai

Rawa pantai ialah rawa yang berada di muara sungai. Dimana air pada jenis rawa tersebut selalu mengalami pergantian dikarenakan pengaruh pasang surut dari air laut. Rawa ini terbentuk karena proses pelumpuran yang ada di muara sungai.

B. Rawa Pinggiran

Rawa pinggiran ialah rawa yang ditemukan sepanjang aliran sungai, dimana rawa ini terjadi karena luapan dari sungai. Di saat sungai meluap atau banjir air membawa mineral berbutirkan pasir serta relatif kasar kemudian diendapkan di daerah tepi bantaran sungai.

Sedangkan saat banjir surut butiran kasar tersebut tidak dapat diangkut oleh air lagi dikarenakan kesurutan sungai tidak sederas saat banjir. Akibatnya akan terbentuk tanggul alam di samping kanan maupun kiri yang makin tinggi dan membuat air sisa banjir tersebut akan tergenang. Karena proses tersebutlah terbentuk rawa pinggiran.

Simak juga: Terumbu Karang: Fungsi, Manfaat dan Dampak Kerusakannya

C. Rawa Abadi

Rawa abadi ialah rawa yang airnya terjebak di dalam cekungan serta tidak mempunyai pelepasan ke laut. Air hujan masuk ke dalam rawa dan ditampung di dalamnya hanya dapat menguap karena tidak ada aliran lain.

Rawa tersebut mempunyai air dengan rasa asam dan berwarna kemerahan. Umumnya rawa ini dapat ditemukan di daerah pantai landai serta di muara sungai besar. Di Indonesia sendiri, rawa ditemukan di pantai timur Sumatra, pantai Sulawesi Tenggara, Kalimantan dan Papua.

Menurut Lokasi Terjadinya

Jika dilihat dari lokasi terjadinya, maka rawa dibedakan menjadi 5, yakni rawa pantai, rawa payau, rawa sungai, rawa cekungan dan rawa danau. Berikut ini penjelasan dari tiap rawa menurut lokasi terjadinya.

A. Rawa Pantai

Rawa pantai ialah rawa yang terdapat di daerah pinggir pantai. Rawa tersebut selalu dipengaruhi pasang surut dari air laut. Rawa pantai tercipta karena bagian – bagian rendah pada pinggir laut yang selalu digenangi air laut. Pohon bakau adalah tanaman yang dapat tumbuh di rawa ini. Sebagai contoh: rawa – rawa pantai yang berada di teluk Bone Sulawesi Selatan.

B. Rawa Payau

Rawa payau ialah rawa yang terdapat pada muara sungai. Rawa tersebut dipengaruhi oleh pasang surut dari air laut. Rawa payau terjadi dikarenakan terdapat bagian rendah di sekitar muara sungai.

Pada rawa jenis ini banyak ditumbuhi rerumputan serta pepohonan, dimana tanaman tersebut tahan air seperti kayu ulin, bakau, dan yang lainnya. Oleh penduduk maupun pemerintah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, rawa seperti ini banyak dijadikan wilayah persawahan pasang surut.

C. Rawa Sungai

Rawa sungai ialah rawa yang terjadi dikarenakan pada bagian sisi kiri ataupun kanan sungai terdapat daerah – daerah yang rendah, yang mana air sungai selalu menggenanginya. Rawa jenis ini banyak ditemukan di wilayah pedalaman sungai di Kalimantan maupun bagian timur pulau Sumatera.

Sebagai contoh: rawa – rawa yang ada di sungai Musi antara Kota Palembang hingga Kota Sebayu (Sumatera Selatan), dan rawa – rawa yang ada di sungai Mahakam antara Muara Kaman hingga Muara Amuntai juga Kahala di Kalimantan Timur.

D. Rawa Cekungan

Rawa cekungan ialah rawa yang ada pada daerah – daerah cekungan tertentu dan selalu terisi air. Cekungan tersebut tercipta karena penurunan atau pengangkatan oleh kekuatan endogen pada sekeliling cekungan. Sebagai contoh, rawa Pening yang ada di Jawa Tengah.

E. Rawa Danau

Rawa danau ialah rawa yang terjadi diakibatkan pasang surut dari air danau. Pada saat musim hujan, danau menggenangi daerah sekitarnya serta disaat musim kemarau air danau surut. Daerah sekeliling danau tersebutlah terbentuk rawa danau. Sebagai contoh, rawa yang ada di sekitar danau Tempe.

Menurut Rasa Airnya

Jika dilihat dari rasa airnya, maka rawa dibedakan menjadi 3, yakni rawa air asin, rawa air payau, dan rawa air tawar. Berikut ini penjelasan dari tiap rawa menurut rasa airnya.

A. Rawa Air Asin

Rawa air asin ialah rawa yang memiliki kandungan air asin atau air laut di dalam airnya. Rawa tersebut banyak ditemukan di daerah pantai di Indonesia, yakni antara lain rawa – rawa yang ada di pantai barat juga pantai timur Aceh, yang ada di sekitar pantai teluk Bone Sulawesi Selatan, dan masih banyak yang lainnya.

B. Rawa Air Payau

Rawa air payau ialah rawa yang terbentuk dikarenakan adanya percampuran antara dua jenis air, yakni air asin (air laut) dan air tawar. Rawa tersebut mempunyai rasa air yang payau. Rawa air payau banyak ditemukan di muara sungai – sungai di Kalimantan serta muara sungai di pantai timur pulau Sumatera.

C. Rawa Air Tawar

Rawa air tawar ialah rawa yang airnya dipengaruhi air hujan, air sungai, dan air tanah. Rawa tersebut mempunyai rasa tawar pada airnya. Rawa air tawar banyak ditemukan di daerah pedalaman sungai – sungai yang ada di Kalimantan juga pedalaman sungai – sungai yang ada di pantai timur pulau Sumatera serta rawa – rawa yang ada di daerah cekungan dan rawa danau.

Manfaat Rawa

Rawa mempunyai banyak manfaat dalam berbagai keperluan, manfaat tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Dimanfaatkan sebagai persawahan pasang surut. Sebagai contoh di pantai timur Sumatra maupun di Kalimantan.
  2. Dimanfaatkan untuk diambil kayunya. Sebagai contoh daerah pedalaman di Kalimantan maupun pantai timur Sumatra, banyak menghasilkan kayu bakau, meranti, ulin dan lainnya.
  3. Dimanfaatkan untuk diambil nipah dan rumbia. Nipah serta rumbia merupakan daun yang dipergunakan untuk atap rumah.
  4. Dimanfaatkan sebagai permukiman. Pada daerah Kalimantan serta pantai timur Sumatra daerah rawa dijadikan permukiman warga setempat.
  5. Dimanfaatkan untuk diambil hasil ikannya. Daerah rawa air payau dapat digunakan untuk memelihara udang, kepiting bakau dan sebagainya.
  6. Dimanfaatkan sebagai area peternakan, sebagai contohnya ternak kerbau rawa serta itik alabio di daerah Kalimantan selatan.

Demikian penjelasan portal-ilmu.com mengenai pengertian, jenis serta manfaat rawa. Semoga dapat membantu kalian dapat belajar dan memahami materi rawa. Selamat belajar.

Referensi:

1. Mulyo, Bambang Nianto dan Purwadi Suhandini. 2015. Geografi 1 untuk Kelas X SMA Dan MA. Solo: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. 
2. www.tugassekolah.com/2016/02/pengertian-rawa-jenis-dan-manfaat.html

Materi lain:

2 Replies to “Pengertian, Jenis dan Manfaat Rawa”

  1. Salsabila Reyda berkata:

    Terimakasih, tulisannya sangat membantu!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *