Pengertian, Fungsi, dan Bagian – Bagian Otak

Sobat portal-ilmu.com kali ini kita akan membahas bagian tubuh yang sangat penting ditubuh kita. Bagian tubuh tersebut adalah otak. Lebih lanjut kita akan membahas mengenai pengertian otak, fungsi dan bagian bagian otak.

Seperti yang diketahui bahwa otak merupakan pusat kontrol dari sistem saraf. Otak memberi manusia tentang kepribadian dan memungkinkan manusia dapat berpikir, berimajinasi, dan berkreasi.

PENGERTIAN OTAK

Otak dibangun lebih dari 100 miliar sel saraf. Di mana setiap sel saraf dapat berkomunikasi dengan ribuan sel saraf yang lain untuk menghasilkan komunikasi yang kompleks dan pengontrolan jaringan kerja.

Otak menerima informasi tentang kondisi di dalam dan di luar tubuh, memproses dan menyimpan informasi tersebut, dan memberi instruksi atau perintah. Diperkirakan, berat otak rata- rata yaitu 1,6 kilogram pada laki- laki. Sedangkan, pada perempuan, sekitar 1,45 kilogram.

Berat total otak dewasa yaitu 2% dari total berat badannya. Otak menerima 20% darah yang dipompakan dari jantung dan memerlukan sekitar 20% pemakaian oksigen tubuh serta membutuhkan sekitar 400 kkal energi setiap harinya.

Otak merupakan jaringan yang paling banyak memakai energi dalam tubuh seluruh tubuh manusia, terutama yang berasal dari proses metabolisme oksidasi glukosa, melalui aliran darah.

Aktivita sotak yang tidak pernah terhenti ini berkaitan dengan fungsi otak yang kritis sebagai pusat integrasi dan koordinasi organ – organ sensorik dan sistem efektor perifer tubuh dan berfungsi sebagai pengatur informasi yang masuk, simpanan pengalaman, impuls yang keluar dan tingkah laku.

Otak terdapat di dalam tulang tengkorak dan diselubungi oleh selaput meninges. Selaput meninger terdiri dari 3 lapisan yaitu durameter, arachnoid, dan piameter. Durameter yaitu lapisan terluar yang menempel pada tulang. Arachnoid merupakan lapisan tengah. Piameter merupakan lapisan paling dalam yang menempel pada sumsum otak.

Perbedaan berat otak antara laki- laki dan perempuan disebabkan oleh otak laki – laki cenderung lebih besar dan lebih berat dibandingkan dengan otak perempuan. Meskipun demikian, ukuran berat otak tidak ada kaitannya dengan kecerdasan manusia.

Kecerdasan seseorang ditentukan oleh jumlah dan kompleksitas hubungan antara miliaran dari sel- sel otak. Otak manusia dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang.

Pola pembagian otak tersebut nampak jelas selaam perkembangan otak pada masa embrio. Otak berkembang pada ujung anterior sumsum tulang belakang. Saluran tengah sumsum tulang belakang meluas mencapai otak dan membentuk rongga otak yang dinamakan dengan ventrikel.

BAGIAN DAN FUNGSI OTAK

Kemudian, di dalam ventrikel terdapat cairan serebrospinal. Adapun penjelasan dari masing-masing bagian otak yaitu sebagai berikut.

Pengertian, Fungsi, dan Bagian – Bagian Otak

1. Otak Depan

Otak depan atau prosensefalon terdiri dari dua bagian utama yaitu telensefalo dan diensepalon. Adapun penjelasan dari bagian tersebut yaitu sebagai berikut.

1.1. Telensefalon

Telensefalon merupakan suatu bagian otak  yang berkembang secara cepat, baik menurut ukuran maupun kompleksitasnya. Komponen utama pada telensefalon antara lain sebagai berikut serebrum dan bulbus olfaktori.

Serebrum atau otak besar merupakan bagian otak utama dan paling berkembang. Semua informasi sensori diterima pada bagian ini. Serebrum terdiri dari dua belahan yaitu kanan dan kiri yang dinamakan dengan hemisfer serebral.

Kedua belahan otak tersebut dihubungkan oleh serangkaian serat saraf yang dinamakan dengan korpus kalosum. Pada hemisfer serebral terdapat beberapa celah dangkal yang membagi hemisfer serebral atas empat lobus.

Celah dangkal pada hemisfer itu dinamakan dengan sulkus. Adapun keempat lobus tersebut yaitu lobus frontal, lobus parietal, lobus temporal, dan lobus oksipital.

Lobus frontal merupakan daerah motor utama, daerah bicara atau broka, daerah asosiasi depan. lobus parietal merupakan daerah asosiasi somatosensori, daerah somatosensori utama, daerah perasa atau pengecap utama.

Lobus temporal merupakan daerah asosiasi mendengar, daerah mendengar utama, daerah sensori berbicara atau wernicke. Lobus oksipital merupakan daerah penglihatan utama, daerah asosiasi penglihatan.

Pada permukaan serebrum, terdapat lapisan tipis berupa substansi kelabu yang menutupi hemisfer serebral. Lapisan tipis tersebut dikenal dengan korteks serebrum. Korteks memiliki bentuk berupa lipatan- lipatan yang dapat memperbesar luas permukaannya.

Korteks mengandung lebih dari satu miliar badan sel saraf. Pada bagian inilah intelegensi, ingatan, kemampuan berpikir, dan semua kegiatan baik mental maupun fisik, ditentukan. Di bawah substansi kelabu terdapat substansi putih yang membentuk sebagian besar serebrum.

Simak juga: Pengertian, Fungsi dan Jenis Enzim

1.2. Diensefalon

Diensefalon berada di depan otak tengah. Bagian otak ini mengandung beberapa komponen, antara lain berupa talamus, hipotalamus, kelenjar pineal, dan kelenjar pituitari. Talamus terdiri dari substansi kelabu yang dibangun oleh sejumlah badan sel, dendrit, dan akson yang tidak terselubung mielin.

Talamus merupakan suatu tempat penerimaan semua informasi sensori, kecuali penciuman. Selanjutnya, informasi tersebut dikirim ke serebrum. Talamus mempengaruhi kerja serebrum dan ikut juga meningkatkan fungsi mental, seperti ingatan dan emosi.

Hipotalamus berada di bawah talamus dan memiliki fungsi untuk mengatur berbagai proses. Misalnya, mengatur temperatur tubuh, dorongan seks, metabolisme karbohidrat, rasa lapar, dan rasa haus.

Selain itu, hipotalamus juga memiliki fungsi untuk mengontrol kelenjar pituitari. Dengan cara demikian terjalin hubungan kerja sama antara sistem saraf dan sistem hormon.

2. Otak Tengah

Otak tengah atau mesensefalon pada mulanya merupakan sebuah pusat koordinasi dari respons refleks untuk indra penglihatan. Contohnya, gerak refleks mengecilkan pupil mata ketika kita melewati ruangan yang gelap menuju ruang yang terang.

Selama perkembangannya, otak tengah melakukan fungsi tambahan yang berhubungan dengan indra perasa dan indra pendengaran, walaupun ukurannya tidak berubah. Bagian dasar dari otak dinamakan dengan optik tektum.

Optik tektum merupakan suatu penebalan dari substansi kelabu yang menghubungkan sinyal- sinyal penglihatan dan pendengaran.

3. Otak Belakang

Otak belakang atau rhombensefalon merupakan suatu bagian otak yang bersambungan dengan sumsum tulang belakang. Pada bagian otak belakang ini terdapat beberapa komponen otak utama yaitu serebelum, pons, dan medula oblongata.

3.1. Serebelum atau otak kecil

dikenal dengan pusat koordinasi motor tak sadar dari otak. Serebelum memiliki fungsi untuk menanggapi gerak refleks dan gerakan yang direncanakan oleh otak. Selain itu, serebelum juga memiliki fungsi untuk mengontrol sikap dan keseimbangan tubuh.

3.2. Pons

merupakan suatu bagian dari batang otak berupa gembungan yang ada di atas medula oblongata. Pons dalam bahasa latin memiliki arti yaitu jembatan.

Penamaan tersebut sesuai dengan fungsi pons yaitu bertindak sebagai jembatan saraf yang menghubungkan dua belahan otak kecil, otak depan atau serebrum dengan otak belakang atau serebelum, dan otak depan dengan sumsum tulang belakang.

3.3. Medula oblongata

merupakan suatu bagian dari batang otak pada pangkal otak yang menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang. Medula memiliki ukuran yang sangat kecil, panjang medula kira- kira yaitu 2,5 cm dan tebal 1 cm.

Medula memiliki fungsi untuk mengontrol pernapasan, mengatur denyut jantung, dan menyebabkan pembuluh darah mengecil dan melebar. Selain itu, medula juga memiliki fungsi untuk mengontrol fungsi organ – organ dalam, termasuk batuk, muntah, bersin, tersedak, dan penelanan makanan.

Pons, medula oblongata, dan mesensefalon bersama- sama membentuk suatu struktur yang dinamakan dengan batang otak. Batang otak merupakan kelanjutan dari sumsum tulang belakang.

Demikian pemaparan tentang otak. Semoga artikel kali ini dapat membantu kalian belajar. Selamat belajar dan sukses selalu.

Daftar Pustaka

  1. Sudjadi, B dan Laila, S. Biologi: Sains dalam Kehidupan. Jakarta: Yudhistira
  2. Ferdinand, F dan Ariebowo, M. Praktis Belajar Biologi untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam.
  3. Susilowarno, R.G., Hartono, R.S., Mulyadi, Enik M., Murtiningsih, dan Umiyati. Biologi untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Grasindo
  4. Ilustrasi: commons.wikimedia.org
Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *