Pengertian, Ciri, Unsur, dan Klasifikasi Desa

Adakah diantara sobat yang tinggal di desa? Apa perbedaannya dengan tinggal di kota? Ada nuansa yang ramah serta terdapat kedekatan antara warga satu dengan warga lain. Namun, pembahasan kali ini bukan mengenai perbedaan desa dengan kota. Pembahasan kali berfokus pada pengertian desa, ciri, unsur serta klasifikasi dari desa. Langsung saja simak pembahasannya dibawah ini.

Pengertian Desa

Terdapat beberapa definisi atau pengertian desa menurut para ahli. Berikut ini beberapa pengertian tersebut:

Menurut Bintarto

Desa merupakan perwujudan yang ditimbulkan oleh unsur – unsur ekonomi, sosial, kultural maupun fisiografis yang ada pada tempat tersebut dalam hubungan serta pengaruh timbal balik dengan daerah – daerah lain.

Menurut W.S. Thompson

Desa adalah salah satu tempat yang menampung penduduk.

Menurut William F. Orburn serta Meyer F. Nimkoff

Desa dapat diartikan sebagai sebuah organisasi kehidupan sosial secara menyeluruh dalam suatu wilayah yang terbatas.

Menurut D. Anderson

Desa merupakan suatu tempat yang memiliki penduduk kurang lebih 2.500 jiwa.

Menurut Vernor C. Finch serta Glenn T. Trewartha

Desa pada dasarnya merupakan tempat tinggal bukan pusat bisnis. Secara umum, desa terdiri dari daerah persawahan serta bangunan – bangunan sederhana yang mengelilinginya.

Menurut Sutardjo Kartohadikusumo

Desa merupakan suatu kesatuan hukum, dimana terdapat masyarakat yang tinggal di dalamnya serta memiliki hak menyelenggarakan pemerintahan sendiri.

Menurut UU RI No. 22 Tahun 1999

Desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai kewenangan untuk mengatur serta mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan juga adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem pemerintahan nasional dan berada di dalam daerah kabupaten.

Ciri – ciri Desa

Desa memiliki ciri ciri khusus yang membedakannya dari kota. Apa saja ciri tersebut, silahkan simak beberapa ciri desa tradisional berikut ini:

  1. Masyarakat desa memiliki hubungan yang erat dengan lingkungan alamnya.
  2. Iklim serta cuaca memiliki pengaruh besar terhadap petani dalam menentukan musim tanam.
  3. Penduduk desa memiliki jumlah yang tidak begitu besar.
  4. Memiliki proses sosial yang berjalan lambat.
  5. Keluarga desa adalah suatu unit sosial.
  6. Struktur ekonomi desa didominasi oleh agraris.
  7. Masyarakat desa adalah suatu paguyuban atau gemeinschaft.
  8. Secara umum warga desa memiliki pendidikan yang rendah.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan pendidikan , ekonomi maupun pengembangan desa berjalan lancar. Hal ini disebabkan keterbukaan hubungan desa dengan kota terdekat ataupun hubungan dengan negara lain.

Unsur – Unsur Desa

Jika dilihat dari pengertiannya, desa memiliki tiga unsur yakni wilayah, penduduk, serta tata kehidupan. Berikut penjelasan dari ketiga unsur tersebut.

  1. Unsur daerah / wilayah terdiri dari lokasi atau letak, batas – batas wilayah, jenis tanah, keadaan lahan, luas, juga pola pemanfaatnya.
  2. Unsur penduduk meliputi tingkat kelahiran, jumlah, tingkat kematian, kepadatan, pertumbuhan penduduk, persebaran serta mata pencarian penduduk.
  3. Unsur tata kehidupan terdiri dari pola tata pergaulan serta ikatan pergaulan, adat istiadat juga norma – norma yang berlaku di daerah tersebut.

Klasifikasi Desa

Secara umum penggolongan maupun klasifikasi desa dapat dilihat dari 4 aspek, diantaranya aspek luas, aspek penduduk, aspek perkembangan masyarakat, serta aspek mata pencaharian penduduk.

Berdasarkan aspek luas wilayah

Berdasarkan luas wilayahnya desa dibagi menjadi 5. Berikut ini klasifikasi dari desa tersebut.

  1. Desa terkecil merupakan desa yang memiliki luas kurang dari 2 km2.
  2. Desa kecil merupakan desa yang memiliki luas antara 2 hingga 4 km2.
  3. Desa sedang merupakan desa yang memiliki luas antara 4 hingga 6 km2.
  4. Desa besar merupakan desa yang memiliki luas antara 6 hingga 8 km2.
  5. Desa terbesar merupakan desa yang memiliki luas antara 8 hingga 10 km2.

Berdasarkan jumlah penduduk

Jika dilihat berdasarkan jumlah penduduk desa dibagi menjadi 5. Berikut klasifikasi desa tersebut.

  1. Desa terkecil merupakan desa yang memiliki jumlah penduduk kurang dari 800 orang.
  2. Desa kecil merupakan desa yang memiliki jumlah penduduk antara 800 hingga 1.600 orang.
  3. Desa sedang merupakan desa yang memiliki jumlah penduduk antara 1.600 hingga 2.400 orang.
  4. Desa besar merupakan desa yang memiliki jumlah penduduk antara 2.400 hingga 3.200 orang.
  5. Desa terbesar merupakan desa yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 3.200 orang.

Terdapat klasifikasi desa berdasarkan jumlah penduduk menurut Kolb dan Brunner. Klasifikasi ini didapat dari penggolongan desa yang ada di Amerika Serikat. Berikut ini penggolongan tersebut.

  1. Desa kecil atau small village merupakan desa yang mempunyai jumlah penduduk antara 250 hingga 1.000 orang.
  2. Desa sedang atau medium village merupakan desa yang mempunyai jumlah penduduk antara 1.000 hingga 1.750 orang.
  3. Desa besar atau large village merupakan desa yang mempunyai jumlah penduduk antara 1.750 hingga 2.000 orang.

Berdasarkan perkembangan masyarakat

Jika dilihat dari perkembangan masyarakat desa dibagi menjadi 3, yakni sebagai berikut.

Desa swadaya atau desa terbelakang

Desa swadaya merupakan desa yang memiliki kondisi statis tradisional. Dimana pendidikan serta produktivitas masyarakatnya sangat rendah. Lembaga sosial desa tidak berjalan semestinya serta administrasi pemerintahan berjalan seadanya. Pemanfaatan lahan hanya sebatas digunakan untuk pertanian.

Desa swakarya atau desa yang sedang berkembang

Desa swakarya merupakan suatu yang mulai mendapat pengaruh dari luar, yakni berupa pembaruan bidang kehidupan. Tingkat pendidikan cukup tinggi serta adat istiadat cukup longgar. Perbaikan hidup masyarakat mulai dirasakan. Administrasi pemerintahan dijalankan dengan baik, lembaga sosial mulai berfungsi, serta mata pencaharian penduduk tidak hanya berfokus pada bidang pertanian.

Desa swasembada atau desa yang sudah maju

Desa swasembada merupakan desa yang masyarakatnya telah maju, dimana sudah mengenal modernisasi bidang pertanian. Teknologi yang digunakan telah maju serta tingkat pendidikan masyarakat yang tinggi sehingga membuat pola pikir yang rasional.

Administrasi pemerintahan dan juga lembaga sosial berjalan dengan baik, sehingga mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan desa secara swasembada. Ketersediaan sarana dan prasarana yang baik, serta mata pencaharian penduduk dibidang perdagangan maupun jasa.

Berdasarkan mata pencaharian penduduk

  1. Jika dilihat dari mata pencaharian penduduk, desa dibagi menjadi 3. Berikut ini klasifikasi tersebut.
  2. Desa pertanian merupakan desa yang penduduknya sebagian besar adalah petani.
  3. Desa nelayan merupakan desa yang penduduknya sebagian besar adalah nelayan.
  4. Desa industri merupakan desa yang penduduknya sebagian besar adalah pekerja dibidang industri.

Demikian penjelasan mengenai desa kali ini. Dalam artikel yang akan datang akan dibahas mengenai potensi dari desa. Semoga bermanfaat, dan jangan ragu memberi kritik maupun saran dikolom komentar.

Referensi:

  1. Mulyo, Bambang Nianto dan Purwadi Suhandini. 2015. Geografi untuk Kelas XII SMA dan MA. Solo : Global Tiga Serangkai.

Materi lain:

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *