Pengertian, dan Tujuan Indeks Buku

Dibagian akhir suatu buku pasti terdapat bagian yang dinamakan dengan indeks. Pada bagian tersebut akan tertulis nama maupun kata – kata yang lain beserta halaman. Lalu apakah yang dimaksud dengan indeks buku? Hal itu nanti akan dijelaskan pada artikel ini. Bahkan, semua hal yang berkaitan dengan indeks buku, akan dijelaskan secara gamblang di artikel ini. Selamat membaca

Pengertian Indeks

Indeks buku banyak dijumpai pada buku – buku referensi maupun buku – buku untuk tingkat di perguruan tinggi. Bukan hanya pada buku – buku tersebut, buku yang memuat tentang hasil penelitian dan buku – buku ilmiah, pada umumnya mencantumkan tentang indeks. Indeks buku, pada umumnya dicantumkan di halaman yang terakhir, setelah daftar pustaka.

Banyak pembaca yang tidak menyadari tentang keberadaan indeks, karena belum mengetahui dan memahami manfaatnya.Indeks buku dapat membantu kita dalam meningkatkan kualitas dari buku – buku teks.

Lebih lanjut, masih berhubungan dengan indeks buku, yaitu nomor indeks. Ini dimaksudkan untuk memberikan penjelasan pada anda tentang perbedaan di keduanya. Nomor indeks merupakan kumpulan dari kata maupun huruf yang terletak pada punggung buku, yang dimaksudkan untuk mempermudah pembaca dalam melakukan pencarian buku di perpustakaan.

Cara penulisan nomor indeks yaitu menggunakan simbol, seperti F menyatakan buku fiksi, kemudian nama pengarang dibalik dan disingkat. Penulisan nomor dengan menggunakan aturan nomor desimal dewey yang selalu memiliki 3 nomor desimal ke kiri.

Pemaparan di atas menjelaskan tentang indeks buku dan nomor buku. Tujuannya agar anda tidak kebingungan dalam memahami kedua istilah tersebut yang nampaknya sama, namun sebetulnya berbeda. Lalu apakah tujuan dari indeks suatu buku. Hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. Silahkan dicermati.

Baca juga: Teks Iklan: Pengertian, Struktur, Ciri – ciri, Fungsi, dan Contoh 

Tujuan dari Indeks Buku

Indeks diperlukan dalam buku untuk mempermudah pembaca dalam mencari sebuah nama, istilah, dan judul dari buku yang disebutkan di dalam buku tersebut. Maksudnya adalah, apabila ingin memeriksa suatu istilah tertentu yang kurang dipahami, maka kita cukup untuk melihat indeks dan mencari di halaman yang sudah dituliskan. Pembaca tidak harus membaca buku secara keseluruhan untuk mengetahui tentang hal – hal yang belum dipahami.

Indeks buku akan dapat membantu pembaca dalam menemukan atau mendapatkan informasi yang dibutuhkan dari buku. Buku yang dimaksud merupakan buku yang memiliki indeks. Informasi yang diperoleh juga cepat dan tepat dengan cara pemindaian.

Setelah mempelajari tentang tujuan dari penulisan indeks buku. Lebih lanjut, akan dijelaskan tentang hal – hal apa saja yang perlu dimasukkan dalam indeks buku. Agar kelak, ketika kita membuat indeks buku, kita sudah tahu poin – poin penting dalam menyusunnya.

Hal – Hal yang Perlu Dimasukkan dalam Indeks Buku

Terdapat tiga hal yang perlu dimasukkan dalam indeks buku. Hal – hal tersebut yaitu sebagai berikut nama, di mana termasuk nama orang; istilah; dan judul dari buku. Penulisan nama dalam indeks buku harus dibalik, seperti dalam daftar pustaka. Indeks nama merupakan suatu indeks buku yang hanya memuat nama saja.

Kemudian berkaitan dengan istilah. Tidak semua istilah harus dimasukkan ke dalam indeks buku. Pada umumnya, istilah yang perlu dimasukkan dalam indeks buku merupakan suatu istilah yang berhubungan dengan isi dari buku yang bersangkutan. Misalkan, apabila isi buku berhubungan dengan ilmu kimia, maka istilah – istilah yang dimasukkan ke dalam indeks buku merupakan istilah yang berkaitan dengan ilmu kimia.

Judul indeks buku ditulis dengan menggunakan huruf yang tebal. Selain itu, juga disusun berdasarkan pada abjad. Agar dapat memberikan kemudahan untuk mencari judul indeks, maka pada halaman kiri atas diberikan tulisan judul indeks yang pertama, sedangkan pada bagian kanan atas dicantumkan judul indeks yang terakhir pada kaki halaman tersebut. Pada umumnya, judul indeks diikuti dengan keterangan yang dituliskan dalam tanda kurung kotak.

Hal tersebut disebabkan karena dapat dijumpai judul indeks yang sama, namun menunjuk pada masalah yang berbeda atau hal yang berbeda. Apabila jilid dari buku dan nomor halamannya disertakan secara langsung, maka judul indeks menjadi judul artikel pada ENI (Ensiklopedi Nasional Indonesia),

Untuk menyusun entri dalam indeks buku, terdapat hal – hal yang harus diperhatikan, yaitu urutan huruf, kata lihat, penggabungan, dan elisi, yang masing – masing dapat dijelaskan sebagai berikut.

Urutan huruf

Indeks buku harus diurutkan sesuai dengan alfabetis, di mulai dari huruf A dan di akhiri pada huruf Z. Mengurutkan nama, subjek, dan karya untuk setiap abjad dilakukan dengan dua cara yaitu berdasarkan pada urutan huruf dan berdasarkan pada urutan kata. Contoh:

Biblioterapi, 2

Biografi, 13

Kata lihat, Entri Utama, dan Entri Pendamping

Entri dalam indeks buku yang mengandung kata lihat, pada umumnya menunjukkan adanya nama pada usbjek maupun karya yang sama. Subjek atau karya tersbeut muncul secara bervariasi dalam buku.

Misalkan, nama Soekarno telah tertulis pada halaman 30 dari sebuah buku, kemudian nama Pak Karno dapat ditemui di halaman 39 dan 89. Nama yang bervariasi dapat dikumpulkan dalam nama yang resmi, sedangkan nama yang tidak resmi hanya mendampingi.

Nama resmi tersebut yaitu Soekarno yang disebut dengan entri utama, sedangkan nama tidak resmi yaitu Pak Karno disebut dengan entri pendamping. Pencantuman nomor halaman dari buku, pada umumnya digunakan pada entri utama.

Sedangkan pada entri pendamping, tidak perlu dicantumkan nomor halaman. Kemudian, pada entri yang terakhir, dicantumkan kata lihat. Hal tersebut menunjukkan nomor halaman entri dari pendamping disatuka dengan nomor halaman pada entri yang utama. Contoh:

Pak Karno, lihat Soekarno

Soekarno, 23, 45, 67

Penggabungan

Nomor halaman dapat terjadi secara berurutan tentang nama subjek dan karya yang ada dalam sebuah buku. Misalkan nama Taufik Hidayat dapat ditemui pada halaman, 3, 5, 7, 9, 13, dan 14. Kemudian nama Susi Susanti dapat ditemukan pada halaman 23, 34, 45, dan 67. Maka pencantuman kedua nama tersebut ke dalam indeks buku, yaitu sebagai berikut.

Hidayat, Taufik, 3, 5, 7, 9, 13, 14

Susanti, Susi, 23, 34, 45, 67

Namun, apabila halaman dituliskan dengan cara di atas akan terjadi pemborosan tulisan. Sehingga penulisannya dapat diubah dengan cara sebagai berikut

Hidayat, Taufik, 3 – 14

Susanti, Susi, 23 – 67

Nomor halaman tersebut dapat digabungkan, sehingga lebih efisien. Penulis cukup mencantumkan nomor halaman di awal dan menuliskan nomor halaman di akhir. Nomor halaman yang terdapat di antara kedua nomor tersebut, tidak perlu dicantumkan.

Pencantuman nomor dengan menggunakan cara tersebut dapat dinamakan dengan penggabungan. Penggabungan nomor dapat digunakan untuk suatu nomor halaman yang ditulis secara berurutan dan hanya terdiri dari 1 maupun 2 digit.

Sudah pahamkan tentang apa itu indeks dan apakah kegunaan dari indeks buku bagi pembaca. Setelah mempelajari ini, semoga kita semua bisa menerapkan untuk mempermudah dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Selamat berkarya.

Referensi:

  1. Eneste, P. 2005. Buku Pintar Penyuntingan Naskah Edisi Kedua. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  2. Akmal, I. 2007.Home Library: Seri Rumah Ide Edisi 1/III.  Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  3. Supriatna, A. 2007. Bahasa Indonesia: Buku Pelajaran untuk Kelas IX Sekolah Menengah Pertama Berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Bandung: Grafindo Media Pratama.
  4. Juhara, E., Budiman, E., dan Rita R. 2005. Cendekian Berbahasa: Bahasa dan Sastra Indonesia untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah. Jakarta: PT Setia Purna Inves.
Tinggalkan Balasan 1

Your email address will not be published. Required fields are marked *


putra

putra

alah gak palah bagus