Pengertian dan Ciri Puisi maupun Narasi

Pengalaman merupakan bagian yang penting dalam hidup individu. Pengalaman merupakan guru yang terbaik. Mengapa menjadi guru yang terbaik? Sebab melalui pengalaman, individu akan dapat belajar dari peristiwa masa lalu atau peristiwa yang sebelumnya. Pembelajaran yang diperoleh dari pengalaman, akan menjadikan diri individu menjadi lebih baik.

Pengalaman merupakan suatu peristiwa atau kejadian atau kondisi yang pernah dialami oleh individu dalam kehidupannya. Setiap individu pasti memiliki pengalaman yang beragam. Pengalaman yang diceritakan pada orang lain, sebab merupakan suatu kejadian yang mengesankan bagi individu. Sehingga menjadi menarik untuk disampaikan. Agar individu lain bisa memperoleh pengatahuan dari cerita tersebut.

Pengalaman individu dapat diperoleh dari berbagai hal. Pengalaman dapat diperoleh dari peristiwa yang mengharukan, seperti meraih piala untuk prestasi dalam bidang tertentu, peristiwa yang menyedihkan, seperti bencana alam, maupun dalam bentuk tulisan. Salah satu pengalaman yang tertuang dalam bentuk tulisan, yaitu menganalisis karakteristik puisi, menceritakan pengalaman yang lucu dan mengharukan, dan menulis suatu paragraf.

Pengertian dan Ciri – Ciri Puisi

Puisi merupakan hal yang umum, yang pernah kita dengar. Puisi menceritakan suatu kisah yang akan memberikan makna yang mendalam bagi kehidupan seseorang. Kata – kata yang tersirat dalam puisi, menjadikan puisi bukan sebagai bacaan yang membosankan. Siapapun akan merasa tertarik dari setiap bait yang indah yang tertuang di dalam puisi tersebut.

Unsur – unsur yang terdapat dalam puisi akan memberikan banyak manfaat dan hikmah yang dapat diambil. Lalu apa sajakah unsur – unsur tersebut. Sebelum menginjak pada unsur – unsur yang terkandung dalam puisi, akan dijelaskan terlebih dahulu mengenai definisi dari puisi.

Puisi berasal dari Bahasa Yunani, yaitu poet yang berarti orang yang mencipta suatu melalui imajinasi pribadi. Imajinasi pribadi berarti puisi merupakan suatu karya yang benar – benar dihasilkan oleh individu berdasarkan pengalaman sebelumnya yang pernah diperoleh.

Puisi merupakan salah satu jenis dari teks sastra. Puisi mengungkapkan tentang pikiran dan perasaan dari seorang penyair secara imajinatif. Pikiran dan perasaan penyair tersebut kemudian disusun dengan memfokuskan pada kemampuan berbahasa dengan struktur fisik, serta batinnya.

Puisi merupakan bentuk karya sastra yang menggunakan kata – kata yang indah dan kaya akan makna. Di Indonesia, puisi sebagai bentuk dari kesusastraan yang paling tua, yang terbagi menjadi dua periode, menurut Ensiklopedi Sastra Indonesia. Periode tersebut yaitu puisi klasik Indonesia dan puisi modern Indonesia. Masing – masing dapat dijelaskan sebagai berikut.

  • Puisi modern Indonesia, di mana puisi yang dihasilkan, tanpa memperhatikan bait, irama, baris, dan rima. Puisi ini mengandung dua unsur pokok yaitu struktur fisik dan struktur batin. Struktur fisik dalam puisi modern Indonesia, berhubungan dengan pilihan kata atau diksi, bahasa figuratif atau majas, dan citraan atau pengimajian merupakan susunan kata untuk mengungkapkan pengalaman dari sensoris. Sedangkan struktur batin dalam puisi modern Indonesia, berhubungan dengan hal – hal yang hendak diungkapkan oleh penyair yang berkaitan dengan perasaan dan suasana jiwanya. Struktur batin mencakup nada dan suasana, tema, amanat, dan perasaan.
  • Puisi klasik Indonesia memiliki ciri – ciri khusus yaitu sebagai berikut bahasa yang digunakan dalam puisi, terikat dengan irama, matra, rima, dan menyusunannya sangat terikat dengan larik dan bait.

Ciri – ciri puisi, yaitu sebagai berikut

  • Dalam penyusunan puisi, unsur – unsur bahasa harus dirapikan, diperindah, dan diatur sebaik mungkin dengan memperhatikan irama dan bunyi.
  • Bahasa yang digunakan bersifat konotatif.
  • Dalam puisi terdapat pemadatan dari semua unsur kekuatan bahasa.
  • Puisi mengungkapkan pikiran dan perasaan dari penyair berdasarkan pengalaman dan bersifat imajinatif.

Setelah memahami tentang apa itu puisi dan bagaimana ciri – ciri dari puisi, selanjutnya akan dibahas tentang menceritakan pengalaman lucu dan pengalaman mengharukan. Pembahasan tersebut masih menjadi bagian dari pengalaman. Setelah mengerti pengertian dan ciri puisi, pelajari juga “Jenis – Jenis Puisi“.

Menceritakan Pengalaman Lucu dan Mengharukan

Ada beragam pengalaman yang dialami individu dalam kehidupannya. Pengalaman tersebut tidak harus merupakan pengalaman yang lucu saja atau pengalaman yang sedih saja. Semua pengalaman pernah dialami individu. Pengalaman yang baik dan bisa diambil nilai – nilai pembelajaran, tentu saja perlu untuk diceritakan pada individu lain. Lalu bagaimanakah menceritakan suatu pengalaman?

Langkah – langkah yang dapat dilakukan individu untuk menceritakan suatu pengalaman, yaitu sebagai berikut.

  • Mengingat – ingat suatu pengalaman yang pernah dialami dalam kehidupan pribadi, baik yang lucu maupun mengharukan.
  • Memilih salah satu pengalaman yang menarik dan pantas untuk diceritakan dalam situasi yang sedang dihadapi.
  • Mengingat – ingat hal – hal apa saja yang akan diceritakan, untuk kemudian disusun kembali menjadi suatu kerangka cerita pengalaman yang sistematis.
  • Menceritakan pengalaman yang dimiliki berdasarkan pada kerangka dengan menggunakan lafal yang benar, intonasi yang baik, dan menggunakan pilihan kata yang tepat.
  • Meningkatkan daya tarik cerita dengan ekspresi wajah dan gerak – gerik anggota tubuh yang sesuai.
  • Tampil di depan kelas untuk menceritakan pengalaman yang lucu dan mengharukan tersebut.

Menceritakan suatu pengalaman tidak lengkap rasanya tanpa disertai dengan menuliskan dalam paragraf deskriptif. Menuliskan pengalaman dalam suatu paragraf deskriptif dapat membantu individu untuk menceritakan suatu pengalaman secara sistematis dan lengkap. Pembahasan selanjutnya akan dijelaskan mengenai menulis paragraf deskriptif.

Pengertian dan Ciri – Ciri Paragraf Deskriptif

Pernahkah saudara menulis suatu paragraf deskriptif? Setidaknya saudara pernah melakukannya dalam tugas – tugas yang berkaitan dengan pelajaran Bahasa Indonesia di kelas. Apa sih yang dimaksudkan dengan paragraf deskriptif? Lalu bagaimana ciri – ciri dari paragraf yang tergolong sebagai paragraf deskriptif? Bagaimanakah cara menulis paragraf deskriptif.

Paragraf deskriptif merupakan paragraf yang menggambarkan suatu objek atau peristiwa secara rinci atau detail dengan dilengkapi ilustrasi, sedemikian rupa, sehingga seolah – olah pembaca dapat melihat, mendengar, dan mengamati sendiri mengenai objek yang ada dalam cerita tersebut. Paragraf deskriptif melibatkan keterlibatan individu dalam membacanya, hal tersebut dimaksudkan pembaca dapat merasakan kesan tertentu, berdasarkan pada penalaran dan imajinasinya.

Paragraf deskripsi bertujuan untuk melukiskan, membeberkan, atau menggambarkan sesuatu yang menjadi objek atau yang menjadi cerita dalam paragraf tersebut. Deskripsi merupakan suatu karangan ataupun tulisan yang bertujuan untuk memberikan gambaran atau melukiskan pengalaman, pendengaran, perabaan, penciuman, perasaan, dan masalah atau situasi. Pengindraan dalam situasi akan melahirkan gambaran. Gambaran tersebut bertumpu pada pendengaran, perabaan, penciuman, dan perasaan.

Ciri –ciri dari paragraf deskripsi, yaitu sebagai berikut.

  • Mengutamakan pada sasaran timbulnya suatu kesan yang berdasarkan pada efek panca indra.
  • Membutuhkan data yang berupa data fakta, sebagai ilustrasi untuk memperjelas gambaran.
  • Menggunakan pola pengembangan dalam urutan ruang.
  • Menggali sumber ide berdasarkan pengalaman atau observasi.
  • Menggambarkan atau menguraikan sebuah benda, hal, atau peristiwa yang digunakan sebagai objek.

Langkah – langkah dalam menuliskan paragraf deskripsi, yaitu sebagai berikut

  • Memilih topik yang digunakan sebagai dasar dalam penggambaran.
  • Mengadakan suatu pengamatan atau observasi terhadap objek atau peristiwa.
  • Mengumpulkan data, berwujud contoh, gambar, angka, grafik, atau statistik untuk ilustrasi.
  • Menetapkan suatu pola penggambaran yang sesuai.
  • Menyusun kerangka paragraf berupa gagasan dasar dan gagasan penjelasan
  • Mengembangkan kerangka menjadi paragraf utuh dengan menggunakan kalimat – kalimat yang logis dan padu.

Dari beberapa penjelasan di atas, mengajarkan kita untuk menuliskan pengalaman dalam bentuk puisi maupun paragraf deskripsi. Tujuannya agar bisa digunakan sebagai pembelajaran bagi orang lain dan memberikan pengalaman bagi diri sendiri untuk menulis puisi dan cerita yang bersifat deskripsi.

Referensi:

  1. Wiyanto, A. 2007. Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA dan MA. Jakarta: Grasindo.
  2. Darmayanti, N. 2008. Persiapan UN Bahasa Indonesia untuk SMA/ MA. Bandung: Grafindo Media Pratama.
  3. Tim Grasindo. 2005. Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Kelas 1. Jakarta: Grasindo.
  4. Sutarni, S dan Sukardi. 2008. Bahasa Indonesia SMA Kelas X. Bogor: Quadra.
  5. Indrawati. 2099. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA/ MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Materi lain:

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *