Pengertian serta Akibat Rotasi Bumi

Tahukah kamu bahwa bumi ini bergerak? Bumi bersama dengan berbagai benda angkasa lain mengalami pergerakan tersendiri. Bentuk pergerakan ini pun ada bermacam – macam. Gerakan bumi sendiri ada tiga macam, yakni rotasi bumi, revolusi bumi dan presesi bumi.

Nah, kali ini kita akan membahas lebih detail mengenai rotasi bumi. Rotasi bumi ini juga akan menimbulkan akibat tersendiri yang juga perlu kita pahami. Karenanya, kita juga akan membahas mengenai akibat rotas bumi.

Pengertian Rotasi Bumi

Pengertian rotasi bumi dapat dipahami sebagai perputaran bumi pada porosnya. Di dalam proses rotasi bumi ini, dibutuhkan durasi waktu yang konstan. Satu kali rotasi atau satu kali berputar pada porosnya, bumi menghabiskan waktu 23 jam 56 menit 48 detik. Biasanya, satu kali periode rotasi bumi ini disebut satu hari, dan biasa dihitung sebagai 24 jam.

Rotasi bumi ini bergerak dengan arah yang selalu tetap atau konstan, yakni selalu dari barat menuju ke timur. Karena arahnya yang konstan dari barat ke timur inilah, justru membuat benda -benda angkasa lainnya bergerak dari timur ke barat.

Ini adalah salah satu akibat rotasi bumi yang paling mudah kita amati. Lebih jelasnya, kita bisa mengamati matahari. Rotasi bumi yang terjadi mengakibatkan matahari terlihat terbit dari timur dan tenggelam ke barat setiap harinya.

Untuk membuktikan bahwa bumi mengalami rotasi, maka para ahli pun melakukan berbagai percobaan. Dalam hal ini, terdapat dua percobaan yang akan dibahas, yaitu berupa percobaan Benzenberg dan Reich serta percobaan Ayunan Faoucaut. Berikut penjelasannya.

1# Percobaan Benzenberg dan Reich

Percobaan Benzenberg dan Reich dilakukan pada tahun 1802, oleh Benzenberg. Percobaan dilakukan dengan cara menjatuhkan peluru dari puncak menara. Dari percobaan itu, didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa peluru tersebut tidak jatuh tepat di bawahnya, akan tetapi bergerak agak melenceng ke arah timur.

Pergeseran jatuhnya peluru dapat terjadi karena jika semakin jauh suatu bendadari pusat bumi, maka akan membuat kecepatan rotasi menjadi semakin cepat. Karenanya, ketika peluru dijatuhkan dari atas menara, peluru tersebut akan terlebih dahulu menuju ke arah timur daripada ke permukaan bumi.

Kemudian, beberapa tahun setelah percobaan tersebut, yakni tepatnya tahun 1831, terdapat Reich yang juga melakukan percobaan serupa. Dari percobaan Reich tersebut, diperoleh suatu hasil yang juga menunjukkan fenomena yang hampir sama dengan percobaan Benzenberg. Oleh karena itu, percobaan tersebut pun kemudian dikenal dengan percobaan Benzenberg dan Reich.

2# Ayunan Faoucaut

Percobaan Ayunan Faocaut dilakukan oleh Faoucaut di tahun 1851. Disebut sebagai percobaan ayunan karena dilakukan dengan menggunakan media bandul sebagai alat percobaan. Bandul (pendulum) ini diikat dengan sebuah kawat panjang, lalu digantung pada kubah pantheon (bangunan yang tinggi).

Kemudian, supaya arah dari gerakan bandul tersebut dapat dikontrol, bandul diayunkan dengan arah yang tetap, yaitu menuju ke bintang spica (bintang tetap). Setelah 6 jam berlangsung, dapat dilihat bahwa arah bandul sudah berubah, walaupun mengayunkannya masih tetap menuju ke arah bintang spica.

Kemudian, di enam jam setelah itu, arah ayunan juga kembali berubah lagi. Demikian terus berkali kali setiap 6 jam bandul tersebut diamati. Hasilnya menunjukkan bahwa ternyata arahnya berubah, dan hingga akhirnya kembali pada arah ayunan pertama setelah 24 jam.

Akibat Rotasi Bumi

Akibat rotasi bumi adalah menimbulkan adanya pergantian siang dan malam. Seandainya bumi tidak mengalami rotasi, maka sebagian muka bumi ini akan mengalami siang (kena sinar matahari) terus menerus, dan bagian muka bumi yang lain mengalami malam terus menerus. Oleh karena itu, rotasi bumi adalah fenomena yang patut kita syukuri.

Akibat rotasi bumi

Akibat lain dari adanya rotasi adalah bumi yang menjadi pepat pada kedua kutubnya. Hal ini juga mengakibatkan adanya penyimpangan gaya berat ekuator. Ini terjadi lantaran gaya berat yang ada di ekuator lebih kecil, sedangkan yang ada di kutub lebih besar. Selain itu, rotasi bumi juga berakibat pada perubahan arah angin, baik yang ada pada belahan bumi selatan maupun pada belahan bumi utara.

Bumi yang mengalami rotasi dari barat ke timur ini juga mengakibatkan belahan bumi bagian timur (BT) akan mengalami siang terlebih dahulu, bila dibandingkan dari belahan bumi bagian barat (BB). Selain itu, dikarenakan bumi yang berbentuk bulat (3600) dan dengan periode rotasi 24 jam, maka pada tiap selisih 10 dibutuhkan waktu 1/360 x 24 jam = 4 menit.

Perhitungan waktu di seluruh dunia juga menjadi berbeda akibat rotasi bumi ini. Karenanya, diperlukan upaya untuk menyeragamkannya. Untuk menyeragamkan perhitungan waktu yang ada di seluruh dunia, maka bumi dibagi menjadi 24 daerah waktu. Pada masing – masing daerah waktu ini terdapat selisih waktu satu jam, dengan lebar 150 bujur (15 x 4 menit) = 60 menit = 1 jam.

Indonesia sendiri terletak pada 950 BT – 1410 BT. Karenanya, Indonesia memiliki wilayah selebar 460. Hal ini juga membuat Indonesia dibagi ke dalam tiga daerah waktu, yang masing – masing berbeda 150 bujur dengan selisih waktu 60 menit atau 1 jam.

Pembagian daerah waktu yang ada di Indonesia tersebut, antara lain sebagai berikut :

  1. waktu Indonesia timur (WIT) meliputi provinsi Maluku dan Provinsi Papua, dengan bujur standar 1350 BT.
  2. Waktu Indonesia tengah (WITA) meliputi provinsi nusa tenggara barat, nusa tenggara timur, bali, Sulawesi, Kalimantan timur, dan Kalimantan selatan. Bujur standar yang digunakan adalah 1200 BT.
  3. Waktu Indonesia barat (WIB) meliputi provinsi Kalimantan tengah, Kalimantan barat, jawa, dan Sumatra. Bujur digunakan standar adalah 1050 BT.

Dengan adanya pembagian daerah waktu yang ada di Indonesia, kita dapat menjadi lebih mudah untuk menghitung perbedaan waktu antara jayapura (papua) dengan bandung (jawa barat). Jadi, apabila pada saat ini di Jayapura sedang pukul 09.00, maka pada saat yang sama di Bandung sedang pukul 07.00. ini karena selisih waktu antara WIB dengan London (Grenwich = 00) adalah 105/15 = 7 jam.

Sudah jelas bukan bagaimana pengertian rotasi bumi dan bagaimana pula akibat rotasi bumi? Semoga bermanfaat.

Referensi:

Mulyo, Bambang Nianto dan Purwadi Suhandini. 2015. Geografi 1 untuk Kelas X SMA Dan MA. Solo: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Materi lain:

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *