Pengertian, Ciri – ciri, Langkah Penyusunan, dan Jenis Teks Deskripsi

Indriyana Rachmawati

Sahabat portal ilmu yang masih menduduki bangku SMA. Artikel ini akan memberikan penjelasan pada kalian tentang salah satu jenis teks. Namanya teks deskriptif atau paragraf deskriptif. Penggunaan kata teks atau paragraf akan saling menggantikan dalam penjelasan ini, namun memiliki makna yang sama.

Pengertian Teks Deskripsi

Pada bagian ini akan dijelaskan tentang pengertian dari teks atau paragraf deskriptif dari beberapa ahli bahasa. Iskak dan Yustinah (2008) menyatakan deskripsi merupakan salah satu jenis karangan untuk menggambarkan sesuatu sesuai dengan keadaan yang dialami oleh pengarang, sehingga pembaca dapat mencitrai segala sesuai yang dilukiskan tersebut.

Winarsih dan Wahyuni (2008) menyatakan deskripsi dinamakan juga dengan lukisan. Maksudnya yaitu suatu karangan yang berisi tentang lukisan atau penggambaran suatu objek. Hal tersebut dilakukan agar pembaca dapat melihat, mendengar, dan merasakan sendiri, hal yang dilukiskan tersebut.

Darmayanti (2007) menyatakan teks atau paragraf deskripsi merupakan suatu teks bacaan yang disusun untuk menggambarkan atau untuk melukiskan suatu pengalaman, pendengaran, perabaan, penciuman, dan perasaan tentang situasi atau masalah.

Dalam membuat teks deskripsi, penulis berusaha untuk memindahkan kesan- kesan, hasil pengamatannya, dan perasaannya pada pembaca dengan cara menyampaikan sifat dan rincian yang ditemukan dari objek tersebut.

Darmayanti (2008) menyatakan paragraf deskripsi merupakan suatu paragraf yang menggambarkan suatu objek berdasarkan pada pengamatan. Mencitrai yang dimaksud yaitu melihat, mendengar, mencium, dan merasakan. Pembaca diharapkan mampu menyamakan citra dalam dirinya dengan citra penulisnya.

Paujiyanti (2014) menyatakan paragraf deskriptif merupakan suatu paragraf yang menggambarkan suatu objek dengan tujuan agar pembaca seakan – akan dapat melihat, mendengar, atau merasakan objek yang digambarkan oleh penulis dalam paragraf tersebut. Objek yang digambarkan tersebut, dapat berwujud barang, benda, maupun tempat.

Sutarni dan Sukardi (2008) menyatakan paragraf deskripsi merupakan suatu paragraf yang menggambarkan sebuah objek secara rinci atau mendetail yang dilengkapi dengan ilustrasi. Ilustrasi itu menjadikan pembaca seolah – olah dapat melihat, mendengar, dan mengamati sendiri objek yang sedang diceritakan.

Berdasarkan pendapat di atas, jika disimpulkan maka teks deskriptif merupakan suatu teks atau paragraf yang menggambarkan suatu objek secara rinci dengan diberikan ilustrasi, sehingga pembaca dapat merasakan terlibat dalam cerita yang dituliskan.

Ciri – ciri Teks Deskriptif

Adapun ciri – ciri dari paragraf deskriptif dari beberapa ahli, yaitu

Paujiyanti (2014) menyatakan ciri – ciri paragraf deskriptif, yaitu:

  1. Penggambaran yang dilakukan dengan melibatkan panca indra.
  2. Memberikan gambaran tentang suatu benda, tempat maupun suasana.
  3. Memberikan penjelasan mengenai objek yang sedang dideskripsikan.
  4. Memiliki tujuan agar seolah –olah pembaca dapat ikut mendengar, melihat, maupun merasakan yang dideskripsikan oleh penulis itu sendiri.

Sutarni dan Sukardi (2008) menyatakan ciri – ciri paragraf deskriptif, yaitu:

  1. Mengutakana tujuan pada munculnya kesan yang berdasarkan pada efek panca indra.
  2. Menggambarkan atau menguraikan sebuah benda, hal, maupun peristiwa sebagai suatu objek.
  3. Membutuhkan data yang berwujud fakta untuk mengilustrasikan, sehingga dapat memperjelas penggambaran.
  4. Menggunakan pola pengembangan dalam urutan ruang.
  5. Menggali sumber ide atau gagasan berdasarkan pengamatan atau observasi.

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa ciri – ciri paragraf deskriptif yaitu

  1. Cerita yang disampaikan bersifat fakta, karena membutuhkan data.
  2. Ide diperoleh melalui pengamatan dengan melibatkan panca indra.
  3. Memberikan penjelasan tentang objek yang sedang disampaikan.
  4. Pembaca dapat mendengar, melihat, maupun merasakan cerita yang disampaikan.

Tujuan Paragraf Deskripsi

Penulisan suatu paragraf tentu saja memiliki tujuan tertentu. Tidak berbeda dengan paragraf deskripsi. Tujuan paragraf deskriptif yaitu agar pembaca seolah – olah dapat merasakan dan melihat objek yang digambarkan oleh penulis (Tim Guru Indonesia, 2016).

Sutarni dan Sukardi (2008) menyatakan tujuan utama dari paragraf deskripsi yaitu menciptakan pengaruh panca indra pembaca untuk menghasilkan kesan tertentu berdasarkan pada penalaran dan imajinasinya.

Hal di atas menjelaskan bahwa tujuan paragraf deskriptif untuk menjadikan pembaca dapat merasakan, melihat, maupun mendengar cerita yang disampaikan, sehingga menimbulkan kesan tertentu.

Baca juga: Teks Eksposisi: Pengertian, Tujuan, Ciri, Pola Pengembangan, dan Langkah Penyusunan

Langkah – Langkah dalam Penyusunan Paragraf Deskripsi

Sutarni dan Sukardi (2008), langkah – langkah dalam menyusun paragraf deskripsi yaitu:

  1. Memilih topik yang akan dijadikan sebagai dasar dalam penggambaran.
  2. Mengadalam pengamatan terhadap objek yang akan dideskripsikan
  3. Mengumpulkan data yang berupa contoh, angka, grafik, gambar, maupun statistik untuk ilustrasi.
  4. Menetapkan pola pengembangan paragraf yang sesuai
  5. Menyusun kerangka paragraf yang terdiri dari gagasan dasar dan gagasan penjelasan
  6. Mengembangkan kerangka menjadi suatu paragraf yang utuh dengan menggunakan kalimat – kalimat yang logis dan padu.

Pola Pengembangan Paragraf Deskriptif

Paragraf deskriptif memiliki pola pengembangan tertentu, berikut ini akan dijelaskan tentang pola pengembangan paragraf deskriptif menurut beberapa ahli bahasa.

Sutarni dan Sukardi (2008), pola pengembangan paragraf deskriptif, meliputi dua hal, yaitu cara pandang penulis terhadap suatu objek dan teknik perincian dari objek. Namun dalam pembahasan ini akan dijelaskan tentang cara pandang penulis terhadap suatu objek.

Berdasarkan cara pandang penulis terhadap suatu objek, dibedakan menjadi paragraf deskripsi pola spesial dan paragraf deskripsi pola sudut pandang. Paragraf deskripsi pola spesial merupakan suatu paragraf yang dikembangkan berdasarkan pada tinjauan terhadap suatu objek dari segi ruang dan waktu.

Dalam paragraf tersebut, penulis menguraikan tentang benda, hal, atau peristiwa, yang berhubungan dengan letak, unsur-unsur yang dimiliki, dan batas – batasnya. Kehadiran tokoh tidak perlu dilibatkan, sehingga tidak berbentuk sudut pandang.

Paragraf deskripsi pola sudut pandang merupakan suatu paragraf yang disusun dengan menghadirkan tokoh yang menduduki tempat maupun posisi tertentu dalam objek. Tokoh itulah yang nantinya menggambarkan secara rinci tentang benda, hal, atau peristiwa dalam paragraf.

Menurut Tukan (2007) menyatakan bahwa paragraf deskripsi dibedakan menjadi dua macam yaitu paragraf deskripsi spasial dan paragraf deskripsi objektif.

Paragraf deskripsi spasial yaitu suatu paragraf yang melukiskan ruang atau tempat berlangsungnya suatu peristiwa. Pelukisan dalam paragraf harus dilihat dari berbagai segi agar ruang tersebut dapat tergambar dengan jelas dalam pikiran dan perasaan pembaca.

Paragraf deskripsi objektif yaitu suatu paragraf deskripsi yang menggambarkan suatu hal atau orang dengan cara mengungkapkan identitasnya secara apa adanya. Hal tersebut dimaksudkan agar pembaca dapat membayangkan keadaannya.

Penulis perlu untuk melukiskan objek dari berbagai sudut pandang agar dapat membangkitkan daya khayal pada diri pembaca. Rincian pelukisan harus rinci dan jelas tergambar dalam bayangan pembaca.

Jika objek yang dilukiskan berhubungan dengan seseorang, maka rincian dapat dilakukan terhadap aspek fisik atau rohani. Aspek rohani tersebut meliputi perasaan, watak, bakat, peran dalam suatu bidang, harta, dan lain – lain.

Demikian penjelasan tentang paragraf atau teks deskriptif, mulai dari pengertian hingga pada jenis – jenisnya. Kalian dapat melihat contoh teks deskripsi pada artikel kumpulan contoh teks deskripsi. Semoga kehadiran artikel ini dapat membantu kalian untuk memahami tentang paragraf deskriptif. Selamat belajar sobat.

sumber:

  1. Tukan, P. 2007. Mahir Berbahasa Indonesia 1 Sekolah Menengah Atas Kelas X. Jakarta: Yudhistira.
  2. Tim Guru Indonesia. 2016. Rangkuman Lengkap Bahasa Indonesia: SMA IPA Kelas 10/11/12. Jakarta: Bintang Wahyu.
  3. Sutarni, S dan Sukardi. 2008. Bahasa Indonesia 1 SMA Kelas X. Jakarta: Quadra.
  4. Paujiyanti, F. 2014. Kupas Tuntas secara Jelas sampai Akar- Akarnya Bahasa Indonesia SMA Kelas 1, 2, dan 3. Jakarta: Pustaka Nusantara Indonesia.
  5. Iskak, A dan Yustinah. 2008. Bahasa Indonesia: Tataran Semenjana untuk SMK dan MAK Kelas X Standar Isi 2006. Jakarta: Erlangga.
  6. Winarsih, S dan Wahyuni S. 2008. Siap Menghadapi Ujian Nasional SMA/MA 2009: Bahasa Indonesia Program IPA/IPS. Jakarta: Grasindo.
  7. Darmayanti, N. 2008. Persiapan UN Bahasa Indonesia untuk SMA/ MA. Bandung: Grafindo.
  8. Darmayanti, 2007. Bahasa Indonesia: Buku Pelajaran untuk Sekolah Menengah Kejuruan Berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar 2006. Bandung: Grafindo.

Materi lain:

Jangan Lupa Share & Komentar Ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *