Pengertian serta Akibat Revolusi Bumi

Tahukah kamu kalau bumi selalu bergerak? Bumi tidak pernah berhenti bergerak. Gerakan bumi ini pun tidak hanya berlangsung dalam satu jenis saja, melainkan ada tiga gerakan bumi yang kita kenal. Gerakan tersebut meliputi rotasi bumi, revolusi bumi dan presesi bumi.

Setiap gerakan memiliki karakternya sendiri, yang juga mengakibatkan fenomena tersendiri bagi bumi. Pada artikel kali ini, kita akan mempelajari mengenai revolusi bumi, berupa pengertian revolusi bumi dan juga akibat revolusi bumi.

Pengertian Revolusi Bumi

Pengertian Revolusi Bumi adalah suatu fenomena alam berupa gerakan bumi yakni peredaran bumi mengelilingi matahari pada orbitnya. Peredaran bumi ini berlangsung terus menerus, dan untuk satu kali putaran mengelilingi matahari, waktu yang dibutuhkan bumi adalah 365 ¼ hari.

Lama waktu revolusi bumi ini disebut sebagai satu tahun surya. Satu tahun surya juga sering disebut ‘kala revolusi bumi’. Biasanya, agar lebih memudahkan perhitungannya, satu tahun surya sering dihitung selama 365 hari.

Untuk melakukan revolusi ini, bumi menggunakan poros bumi, di mana poros ini tidak tegak lurus dengan bidang ekliptika, melainkan poros ini berada pada posisi miring terhadap arah yang sama serta membentuk sudut sebesar 23,5 derajat terhadap matahari.

Pengukuran sudut kemiringan ini menggunakan garis imajiner yang berupa sumbu rotasi. Ada pun sumbu rotasi merupakan suatu garis khayal yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan.

Akibat Revolusi Bumi

Revolusi bumi yang terjadi menyebabkan beberapa gejala alam yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia di bumi. Akibat revolusi bumi ini juga terjadi karena disebabkan adanya kemiringan sumbu bumi terhadap bidang ekliptika. Akibatnya, terjadilah gejala alam yang berlangsung berulang pada tiap -tiap tahunnya. Biasanya, peristiwa ini akan lebih jelas bila diamati dari wilayah kutub utara dan kutub selatan.

Agar lebih jelas, berikut adalah beberapa akibat revolusi bumi, yang terjadi terhadap bumi :

1# Perbedaan Lamanya Siang dan Malam

Garis edar matahari mengalami pergeseran sehingga hal ini mengakibatkan perbedaan waktu atau lamanya waktu siang dan malam hari. Hal ini berarti bahwa pada saat yang sama, pada tempat –tempat tertentu, waktu malam hari lebih panjang bila dibandingkan waktu siang hari.

Sebaliknya pula yang terjadi di sisi lain bumi, yang mengalami waktu siang hari lebih panjang bila dibandingkan waktu malam hari. Fenomena ini jelas terasa di wilayah kutub utara, yang mengalami malam hari yang lamanya hingga 24 jam, dan sebaliknya pada waktu bersamaan di wilayah kutub selatan mengalami siang hari yang lamanya hingga 24 jam.

Akibat revolusi bumi pada tanggal 21 Maret s.d 23 September

Kutub utara umumnya akan mendekati matahari di tanggal- tanggal tersebut, sementara kutub selatan menjauhi matahari. Hal ini membuat belahan bumi bagian utara menerima sinar matahari dalam jumlah lebih banyak dibanding yang diterima oleh belahan bumi selatan.

Saat –saat tersebut, belahan bumi utara akan mengalami siang dengan waktu yang lebih panjang dibanding dengan yang dialami oleh belahan bumi selatan.

Adanya daerah –daerah di sekitar kutub utara yang mengalami waktu siang hari lamanya 24 jam, sementara di waktu yang sama daerah sekitar kutub selatan mengalami waktu malam hari hingga 24 jam.

Jika dilihat dari khatulistiwa, matahari akan terlihat bergeser ke arah utara.

Kutub utara pada saat tersebut berada pada posisi yang paling dekat terhadap matahari, yang mana peristiwa ini berlangsung pada 21 Juni. Jika diamati di khatulistiwa, maka kita dapat melihat bahwa matahari akan bergeser sejauh 23,5 derajat ke utara.

Akibat revolusi bumi tanggal 23 September s.d 21 Maret

Kutub selatan akan berada sangat dekat terhadap matahari, dan di waktu bersamaan kutub utara menjauh dari matahari.

Sinar matahari yang jatuh ke bumi lebih banyak menyinari daerah belahan bumi selatan, dan lebih sedikit di belahan bumi utara.

Karena jatuhnya sinar matahari lebih banyak, maka belahan bumi selatan akan mengalami waktu siang lebih panjang ketimbang pada belahan bumi bagian utara.

Ada daerah kutub utara yang mengalami malam sepanjang hari hingga 24 jam, sementara ada di daerah kutub selatan yang mengalami siang sepanjang waktu atau 24 jam.

Diamati dari khatulistiwa, matahari terlihat bergeser ke arah selatan.

Tanggal 22 Desember, wilayah kutub selatan berada di posisi paling dekat dengan matahari, sehingga pengamat di khatulistiwa akan melihat matahari bergeser 23,5 derajat ke selatan.

Akibat revolusi bumi tanggal 21 Maret dan 23 Desember

Jarak kutub utara dan kutub selatan terhadap matahari sama panjangnya.

Sinar matahari yang menyinari belahan bumi utara dan selatan sama banyaknya.

Waktu siang hari dan malam hari yang terjadi pada seluruh belahan bumi, lamanya sama.

Di daerah khatulistiwa, jika diamati maka matahari terlihat melintas tepat berada di atas kepala.

2# Adanya Gerak Semu Tahunan Matahari

Yang dimaksud dengan gerak semu matahari merupakan peristiwa bergesernya posisi matahari menuju arah belahan bumi di bagian utara, di mana peristiwa ini terjadi 22 Desember – 21 Juni. Posisi matahari yang mengalami pergeseran dari belahan bumi utara ke bagian selatan terjadi pada tanggal 21 Juni – 21 Desember.

Gerak Semu Tahunan Matahari

Mengapa peristiwa ini disebut sebagai gerak semu? Sebab sebetulnya penampakan ini terjadi karena bumi yang bergerak, dan bukan mataharinya yang bergerak. Peristiwa seolah – olah matahari yang bergerak ini dikarenakan revolusi bumi yang bergerak terhadap sumbu rotasi miring.

3# Terjadi Perubahan Musim

Pengaruh revolusi bumi lainnya adalah adanya perubahan musim. Musim sendiri merupakan suatu fenomena alam yang terjadi sebagai hasil revolusi tahunan bumi mengelilingi matahari, serta diakibatkan oleh kemiringan dari sumbu bumi relatif terhadap bidang revolusi.

Musim ini dapat berupa berbagai macam. Daerah dengan iklim sedang dan kutub, akan mengalami perubahan musim yang bisa diamati dari perubahan intensitas sinar matahari ke permukaan bumi.

Variasi musim yang berbeda pada tiap belahan bumi ini juga mempengaruhi kehidupan makhluk hidup di bumi. Salah satunya adalah mengakibatkan hewan –hewan mengalami hibernasi atau migrasi, serta membuat tanaman menjadi semakin aktif di musim tertentu.

Umumnya, pada daerah beriklim sedang, musim yang terjadi tiap tahun dibagi ke dalam empat kelompok, sebagai berikut:

– Musim semi (vernal) / Spring

Musim semi terjadi pada daerah nontropis, dan merupakan musim peralihan musim dingin ke musim panas. Musim semi di belahan bumi bagian utara, umumnya berlangsung tanggal 21 Maret hingga 21 Juni, dan di belahan bumi bagian selatan, umumnya musim semi berlangsung tanggal 23 September hingga 21 Desember.

– Musim panas (festival) / Summer

Musim panas ini umumnya terjadi pada negara -negara yang memiliki iklim sedang. Musim panas di masing –masing negara atau di masing –masing wilayah ini juga terjadi pada waktu –waktu yang berbeda, tergantung dari letak geografisnya.

Wilayah yang terletak pada bagian utara bumi, memiliki musim panas yang umumnya berlangsung pada tanggal 21 Juni- 23 September, dan untuk wilayah bumi yang ada pada bagian selatan, biasanya berlangsung tanggal 21 Desember- 21 Maret.

Di banyak negara yang memiliki musim panas, biasanya musim ini juga dijadikan sebagai musim liburan sekolah. Pada waktu tersebut, kebanyakan orang pergi berlibur ke pantai untuk berjemur. Pada musim ini pula, banyak buah –buahan dan tumbuh –tumbuhan yang tumbuh subur sehingga lebih menarik perhatian untuk berwisata.

– Musim gugur / Autumn

Musim gugur umumnya terjadi di daerah dengan iklim sedang, yang memiliki empat musim. Musim gugur adalah musim peralihan dari musim panas menuju musim dingin, yang terjadi pada wilayah dengan zona iklim sedang. Biasanya, musim ini ditandai dengan banyaknya tumbuhan yang siap untuk panen.

Musim ini dapat diamati dari lamanya waktu siang hari yang berlangsung lebih pendek dari biasanya. Selain itu, presipitasi yang berlangsung pada beberapa belahan bumi juga akan meningkat.

Umumnya, musim gugur pada bumi bagian utara, berlangsung tanggal 23 September- 21 Desember, dan pada bumi bagian selatan, berlangsung tanggal 21 Maret- 21 Juni.

– Musim dingin (musim salju) / Winter

Musim dingin biasanya terjadi saat suhu bumi berada pada suhu yang paling rendah. Umumnya, hanya negara –negara yang memiliki iklim subtropis dan sedang yang mengalami musim dingin. Di bumi bagian utara, musim dingin umumnya berlangsung 21 Desember- 21 Maret, sementara di bumi bagian selatan, berlangsung tanggal 21 Juni- 23 September.

Sedangkan pada daerah iklim tropis, biasanya musim yang terjadi hanya dua musim saja, yakni musim kemarau dan musim hujan. Berikut keterangannya :

– Musim kemarau

Musim kemarau adalah salah satu musim yang berlangsung pada daerah tropis. Musim yang juga sering disebut musim kering ini dipengaruhi oleh sistem muson. Musim kemarau ditandai dengan jumlah curah hujan per bulan yang sedikit atau tidak lebih dari 60 mm/ bulan, atau 20 mm per sepuluh hari, dan berlangsung selama satu bulan berturut –turut.

Contoh wilayah bumi dengan musim kemarau, adalah Afrika, Asia Selatan, Asia Tenggara,  Australia bagian timur laut, dan sebagian Amerika Selatan.

– Musim hujan

Musim hujan adalah musim yang terjadi dengan ditandai dari adanya peningkatan curah hujan pada suatu wilayah, dengan jangka waktu tertentu secara tetap. Musim hujan hanya terjadi pada wilayah beriklim tropis.

Ciri ciri musim hujan adalah ketika curah hujan yang terjadi dalam tiga dasarian berjumlah lebih dari 100 mm/m2 pada tiap dasarian dan berlangsung secara terus menerus.

– Musim pancaroba

Musim pancaroba adalah jenis musim yang khas, karena merupakan musim peralihan antara dua musim utama (musim hujan dan musim kemarau). Yang terjadi di daerah beriklim muson. Musim pancaroba ditandai dengan adanya frekuensi badai yang lebih tinggi, disertai hujan deras bersama guruh, dan juga adanya angin kencang.

Musim pancaroba ini seringkali membuat banyak orang yang menderita gangguan kesehatan, seperti masalah saluran pernafasan atas, berupa sakit batuk atau pilek.

4# Perubahan Kenampakan Rasi Bintang

Akibat revolusi bumi lainnya adalah adanya rasi bintang yang merupakan bentuk susunan bintang-bintang yang tampak membentuk pola tertentu ketika dilihat dari bumi. Bintang –bintang yang membentuk rasi ini sebetulnya tidak berada pada satu lokasi yang sama atau pun berdekatan, melainkan satu sama lain berada pada jarak yang amat jauh.

Hanya saja, rasi bintang ini membuat para bintang seolah berdekatan karena sudut pandangnya dari bumi. Ada beberapa rasi bintang yang popular seperti rasi bintang Gemini, Scorpio, Aquarius, Pisces, dan Leo. Rasi bintang ini biasanya cuma bisa diamati pada saat malam hari, dengan penampakan yang berbeda setiap malamnya.

Pada saat bumi berada pada wilayah timur matahari, rasi bintang yang terlihat hanyalah rasi bintang yang ada di sebelah timur matahari, dan ketika bumi ada pada utara matahari, rasi bintang yang tampak adalah yang berada di sebelah utara matahari. Bintang –bintang yang tampak dari bumi ini akan terlihat berbeda atau selalu mengalami perubahan karena revolusi bumi.

5# Kalender Masehi

Perhitungan penanggalan internasional menggunakan pembagian bujur barat dan bujur timur sebagai dasarnya. Pembagian bujur tersebut membuat sistem penanggalan internasional memiliki batas bujur di angka 180 derajat.

Sistem tersebut adalah jika wilayah di sebelah timur bujur 180 derajat tanggal 15, berarti wilayah yang ada di belahan barat bujur 180 derajat masih tanggal 14. Jadi, seolah-olah matahari melompat selama satu hari.

Kalender masehi yang biasa digunakan sebagai kalender internasional inilah yang memanfaatkan revolusi bumi. Karenanya, pada satu kalender masehi, dihitung sama dengan 365 ¼ hari atau 365 hari 5 jam 48 menit dan 46 detik. Kalender masehi ini pertama kali biasa disebut sebagai kalender Julius Caesar atau kalender Julian.

Jadi sudah pahamkah kamu mengenai penjelasan terkait pengertian revolusi bumi dan juga akibat revolusi bumi yang ditimbulkan? Revolusi bumi yang merupakan salah satu bentuk gerakan bumi ini merupakan fenomena besar yang sangat bermanfaat bagi bumi dan para makhluk yang ada di dalamnya.

Referensi:

  1. Mulyo, Bambang Nianto dan Purwadi Suhandini. 2015. Geografi 1 untuk Kelas X SMA Dan MA. Solo: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
  2. www.porosilmu.com

Materi lain: