Pendekatan Penelitian Kuantitatif dalam Bimbingan dan Konseling

Membahas tentang materi bimbingan dan konseling tidak akan lengkap rasanya jika, tidak membahas pula tentang jenis penelitian yang digunakan dalam ilmu sosial. Hal ini disebabkan bimbingan dan konseling merupakan bagian dari ilmu sosial. Salah satunya penelitian kuantitatif.

Biasanya, ketika kita mengerjakan tugas akhir kuliah atau skripsi, kita diminta untuk menggunakan metode penelitian tertentu. Tujuannya untuk memperoleh pengetahuan baru tentang permasalahan yang diteliti.

Penelitian fokus pada pendekatan sosial, diartikan sebagai proses pencarian pengetahuan. Pencarian pengetahuan ini diharapkan bermanfaat dalam mengembangkan teori baru dan mampu menyelesaikan permasalahan yang berkaitang dengan isu di masyarakat.

Paradigma penelitian kuantitatif dan kualitatif bermuara dari filsafat dan teori sosial, yang memiliki kekuatan dan keterbatasan masing-masing. Artikel ini nanti akan sedikit memberikan penjelasan tentang penelitian kualitatif dalam bimbingan dan konseling. penjelasan lebih jauh tentang penelitian kualitatif akan dibahas dalam artikel terpisah.

Definisi Penelitian

Penelitian merupakan proses penyelidikan sistematis yang dirancang untuk mengumpulkan, menganalisis, menafsirkan, dan menggunakan data, dengan alasan tertentu. Selain itu, proses penyelidikan ini untuk memahami, menjelaskan, memprediksi, atau mengendalikan fenomena pendidikan atau psikologis guna memberdayakan individu dalam konteks tersebut.

Ada dua persamaan penyelidikan dalam komunitas pendidikan dan psikologis yang telah tumbuh secara berdampingan, yaitu penelitian dan evaluasi program. Keduanya menggunakan metode penyelidikan yang sistematis untuk mengumpulkan, menganalisis, menafsirkan, dan menggunakan data untuk memahami, menjelaskan, memprediksi, mengendalikan, atau memberdayakan.

Evaluasi terkait dengan kebutuhan untuk pengambilan keputusan dalam pengaturan yang spesifik. Di mana penelitian pada umumnya terkait dengan menghasilkan pengetahuan baru yang dapat ditransfer ke pengaturan yang lain.

Paradigma Utama dalam Penelitian: Sejarah Singkat Penelitian

Paradigma adalah cara pandang seorang peneliti dalam memandang dunia yang merupakan dimensi filosofis dari pengetahuan sosial. Cara pandang ini berdasarkan asumsi, konsep, nilai, dan praktek yang diyakini, dan memandu dalam berpikir dan bertindak.

Dimensi Filosofis

Terdapat dua dimensi filosofis yang membedakaan keberadaan paradigma penelitian yaitu ontology dan epistemologi. Selain itu, ada dua filosofi fundamental, artinya dua keyakinan dasar yang mempengaruhi cara untuk meneliti kebenaran, yaitu aksiologi dan metodologi.

Selanjutnya, paradigma penelitian memiliki beberapa karakteristik. Karakteristik dari paradigma penelitian, yaitu

Ontologi adalah pandangan mengenai bagaimana cara orang menerima kenyataan. Pertanyaan ontologis bertanya, “apa sifat realitas?”

Epistemologi adalah kepercayaan pada cara untuk menghasilkan, memahami, dan menggunakan pengetahuan yang dianggap pantas diterima dan valid. Pertanyaan epistemologis bertanya, “Apa hakikat pengetahuan dan hubungan antara MahaMengetahui dan akan-diketahui?”

Aksiologi adalah cabang dari filosofi yang berhubungan dengan nilai dan etik. Pertanyaan aksiologi bertanya, “apa sifat etik?”

Metodologi adalah mengidentifikasi, penyelidikan, dan dasar kebenaran dari metode penelitian. Metodologis memberikan pertanyaan, “Bagaimana cara memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang diinginkan?”

Retorik adalah seni atau pengetahuan dari bahasa dan lisan dan tulisan komunikatif. Pertanyaan aksiologi bertanya, “bahasa dan komunikasi apa yang akan digunakan dalam penelitian?”.

Lebih lanjut, paradigma utama dalam penelitian, terdiri dari postpositivis, konstruktivis, transformatif, dan pragmatis. Masing-masing dapat dijelaskan dalam tabel di bawah ini

aksiologi
ontologi
epistemologi
metodologi
label umum

Selanjutnya, pada kolom di bawah ini akan dijelaskan tentang penekanan penelitian kuantitatif, campuran, dan kualitatif yang ditinjau dari beberapa segi.

penekanan penelitian kuantitatif, campuran, dan kualitatif
penekanan penelitian kuantitatif, campuran, dan kualitatif
penekanan penelitian kuantitatif, campuran, dan kualitatif
penekanan penelitian kuantitatif, campuran, dan kualitatif
penekanan penelitian kuantitatif, campuran, dan kualitatif
penekanan penelitian kuantitatif, campuran, dan kualitatif

Keterangan:

  1. Metode diartikan sebagai menerapkan secara praktek dalam penelitian.
  2. Metodologi diartikan sebagai landasan dan teori ideologis dari metode.
  3. Desain penelitian untuk menghubungkan metodologi dan pendekatan metode penelitian. Tujuannya yaitu untuk menjawab pertanyaan penelitian dan/ atau hipotesis yang ditetapkan untuk menguji fenomena sosial. Desain penelitian memiliki dua poin penting yaitu tujuan dan pertanyaan penelitian, yang menyediakan petunjuk mengenai penilaian tujuan peneliti. Bentuk pertanyaan penelitian mencakup “how” dan “why”.
  4. Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu primer dan sekunder. Pengumpulan data secara primer primer merupakan menggunakan wawancara yang semi terstruktur dengan meminta nasehat ahli untuk topik yang diobservasi dan pengumpulan data secara sekunder merupakan data yang tersedia secara umum relevan dengan topik yang diteliti).
  5. Analisis data menggambarkan kesimpulan dari data kasar. Langkah-langkah dalam analisis data yaitu persiapan data. Dalam penelitian kualitatif, hal yang perlu diperhatikan dalam mengatur data, yaitu penyimpanan data yang rapi; penjelasan mengenai rekaman wawancara, dimana peneliti perlu mensinkronkan antara transkrip dan rekaman suara; dan menghapus data, mengganti identitas dengan kode karena teks wawancara dibaca dalam kelompok yang luas. Lebih lanjut, beberapa peneliti menggunakan alasan deduktif dan induktif ketika mengadakan penelitian.

Metode Penelitian Kuantitatif: Penelitian Eksperimen dan Non-eksperimen

Variabel

Variabel merupakan kondisi atau karakteristik yang bisa didapatkan dari perbedaan nilai atau kategori. Konstanta merupakan nilai tunggal atau kategori dari variabel. Contoh: jenis kelamin adalah variabel, dan perempuan adalah konstanta. Adapun jenis – Jenis Variabel yang diklasifikasikan dengan tingkatan dari pengukuran dan aturan variabel.

pengukuran dan aturan variabel
pengukuran dan aturan variabel
pengukuran dan aturan variabel

Penelitian Eksperimen

Tujuan dari penelitian eksperimen yaitu untuk mengetahui hubungan sebab akibat. Dalam penelitian ini, peneliti dapat memanipulasi variabel bebas. Manipulasi merupakan intervensi penelitian yang dilakukan oleh eksperimenter.

Manipulasi merupakan karakter kunci dari penelitian eksperimen. Ada beberapa variabel yang dapat mempengaruhi hasil penelitian eksperimen, yaitu:

  1. Mengubah variabel bebas dan memperkirakan pengaruh dari variabel terikat.
  2. Variabel asing adalah variabel lain yang ditarik dari variabel bebas yang bisa berhubungan dengan hasil.
  3. Variabel yang mengacaukan mengacu pada variabel asing yang tidak dikontrol oleh peneliti dan alasan keterangan hasil yang terjadi.

Cara terbaik untuk mengontrol variabel asing dengan cara menetapkan partisipan penelitian secara random ke kelompok yang dibandingkan. Adapun cara yang dapat dilakukan yaitu,

  1. ekperimenter menetapkan secara random untuk membuat kelompok yang sama,
  2. eksperimenter melakukan sesuatu yang berbeda dalam kelompok,
  3. jika kelompok kemudian menjadi berbeda, eksperimenter menarik kesimpulan perbedaan yang disebabkan oleh perlakuan eksperimenter.

Penelitian Non-Eksperimen

Penelitian non-eksperimen, tidak ada manipulasi yang dilakukan oleh peneliti terhadap variabel bebas. Selain itu, juga tidak ada tugas random dalam kelompok oleh penelitian.

Salah satu jenis penelitian non-eksperimen, dinamakan penelitian kausal komparatif. Peneliti mempelajari hubungan antara satu atau lebih katagori variabel bebas dan satu atau lebih kuantitatif variabel terikat.

Variabel asing lebih sulit untuk membuat pernyataan tentang sebab dan akibat dari penelitian kausal komparatif. Hal tersebut disebabkan kekurangan dari menipulasi dan teknik pengendalian lebih lemah.

Metode penelitian eksperimen lainnya dinamakan penelitian korelasi. Peneliti mempelajari hubungan antara satu atau lebih kuantitatif variabel bebas dan satu atau lebih kuantitatif variabel terikat.

Untuk memahami bagaimana mempelajari hubungan antara dua variabel ketika dua variabel adalah kuantitatif, membutuhkan pemahaman mendasar mengenai koefisien korelasi. Koefisien korelasi adalah indeks numerikal yang menyediakan informasi tentang kekuatan dan hubungan langsung antara dua variabel.

Jika bilangan lebih besar dari nol dan ditunjukkan ketika nilai dari dua variabel cenderung searah, itu adalah korelasi positif. Kemudian jika bilangan kurang dari nol dan ditunjukkan, ketika nilai pada dua variabel cenderung berlawanan arah, satu kelompok meningkat, satu kelompok menurun, dan sebaliknya, itu korelasi negatif. Jika bilangan sama dengan +1 atau sama dengan -1 antara dua variabel berkorelasi, dinamakan sempurna, sekuat mungkin.

Metode Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif berdasarkan data kualitatif dan cenderung mengikuti model yang berhubungan dengan penyelidikan suatu penemuan dari metode ilmiah. Terdapat lima jenis penelitian kualitatif, yaitu

Fenomenologi, artinya peneliti berusaha memahami bagaimana pengalaman individu terjadi berasal dari perspektifnya diri individu itu sendiri. Tujuannya adalah memasuki dunia dalam diri setiap partisipan untuk memahami perspektif dan pengalamannya.

Etnograpi, bermakna “menuliskan tentang seseorang”, yaitu menjelaskan budaya dari sekelompok inidvidu dan mempelajari apa yang disukai anggota kelompok berdasarkan perspektif dari anggota dalam kelompok; mendokumentasikan seperti membagikan sikap, nilai, norma, praktek, pola interaksi, perspektif, dan bahasa dari sekelompok individu; dan tertarik pada suatu benda yang dibuat oleh anggota kelompok untuk digunakan. Etnografi mencoba untuk mendeskripsikan secara holistik, bagaimana anggota kelompok berinteraksi dan bagaimana mereka secara bersama-sama membangun suatu kelompok secara utuh.

Studi kasus, yaitu peneliti menyediakan laporan yang mendetail dari satu atau banyak kasus secara holistik dalam konteks kehidupan nyata.

Grounded theory, adalah pendekatan kualitatif untuk menghasilkan dan membangun teori dari data yang dikumpulkan dalam studi penelitian.

Penelitian historikal, merupakan penelitian tentang orang, tempat, dan kejadian di masa lalu, kadang dinamakan penelitian naratif karena mempelajari “isi sejarah” dan sering menunjukkan hasil melalui cerita dan naratif. Penelitian historis membuat peneliti dapat memahami kejadian yang telah terjadi secara lebih baik.

Ada empat kriteria dari penelitian yang layak dipercaya untuk mengevaluasi penelitian kualitatif, yaitu kredibel, transferrabilitu, keandalan, dan ketegasan. Kredibel diartikan sebagai fokus pada dimana penelitian diuji.

Transferrability diartikan sebagai dapat digunakan dalam situasi atau tenpat lain. Keandalan diartikan sebagai mengambil semua perubahan yang terjadi dalam suatu setting dan bagaimana pengaruhnya terhadap jalannya penelitian yang sedang dilakukan.

Ketegasan diartikan sebagai memastikan bahwa hasil dari merefleksikan pemahaman dan pengalaman dari partisipan yang diobservasi, dari pada peneliti sendiri. Keempat kriteria tersebut dapat digunakan untuk memberikan penilaian terhadap penelitian kualitatif.

Penelitian Campuran (Metode Penelitian Campuran)

Dalam metode penelitian campuran, peneliti menggunakan campuran atau kombinasi dari Pmetode kuantitatif dan kualitatif. endekatan, atau konsepnya dalam studi penelitian tunggal atau dalam mempelajari seperangkat hubungan.

Bagian dari studi penelitian kuantitatif dan kualitatif dapat dilakukan secara bersama-sama (dalam satu waktu) atau percontohan (dilakukan pertama satu bagian dan lainnya yang kedua) untuk menunjukkan pertanyaan penelitian atau seperangkat pertanyaan yang terhubung. Keuntungan menggunakan metode penelitian campuran, yaitu:

  1. Bijak dalam mengumpulkan seperangkat data seperti jalan yang menghasilkan campuran atau kombinasi yang saling melengkapi kekuatan dan kelemahan.
  2. Membantu meningkatkan kualitas penelitian karena perbedaan pendekatan penelitian telah berbeda kelemahan dan kelebihan, dengan menggabungkan, bisa mengurangi kesalahan yang penting atau membuat kesalahan.
  3. Hubungan sebab akibat menjadi kuat dan realisme tidak meluas sebagai masalah yang besar.

Bentuk Penelitian

Peneliti akan selalu memilih metode penelitian yang tepat berdasarkan pertimbangan pertanyaan penelitian yang diinginkan. Selain itu, objektivitas penelitian, tanpa paksaan, sesuai dengan populasi, kemungkinan (atau tidak kemungkinan) dari memanipulasi variabel bebas dan tersedianya data. Gambar di bawah ini merupakan tipologi penelitian

tipologi penelitian

Penggabungan Paradigma

Penggabungan paradigma merupakan hal yang mungkin untuk dilakukan. Paradigma menyediakan kerangka kerja untuk didiskusikan oleh para peneliti dan melalui proses, bahwa paradigma berubah, diganti, atau dimodifikasi.

Kerangka akan membantu memperjelas pemikiran dan ketegangan akan menghasilkan pendekatan untuk penelitian dan evaluasi. Peneliti harus menyadari dasar keyakinan mereka, pandangan mereka tentang dunia (yaitu, paradigma fungsional mereka), dan cara ini dapatr mempengaruhi pendekatan mereka dalam penelitian.

Demikian penjelasan tentang metode penelitian dalam bimbingan dan konseling. semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian. Selamat belajar.

Daftar Pustaka

  1. Mertens, D.M. 2010. Research and Evaluation in Education and Psychology. Thousands Oak, California: Sage publication.
  2. Wahyuni, Dina. 2012. The Research Design Maze: Understanding Paradigms, Cases, Methods, and Methodologies. Jamar, Vol.10, No.1, pp. 69-80.

Bacaan lain: