Profil Pakistan Lengkap: Negara Berkembang yang Kaya Militer

Pakistan merupakan negara di Asia Selatan yang padat penduduk dan multi etnis. Populasi penduduknya didominasi oleh orang Indo-Iran. Secara historis dan budaya, Pakistan memiliki hubungan erat dengan tetangganya Iran, Afghanistan, Bangladesh dan India.

Sejak Pakistan mencapai kemerdekaannya di tahun 1947, Pakistan telah menunjukkan karakteristik yang khas yang berbeda dari tetangganya. Pakistan dikenal sebagai negara dengan populasi Muslim yang sangat banyak, berbeda dengan dominasi Hindu di India.

Sepanjang perjalanan kemerdekaannya, Pakistan telah berjuang untuk mencapai stabilitas politik dan pembangunan sosial yang berkelanjutan. Ia melakukannya dengan membangun kekuatan militer yang besar.

Pakistan memang berhasil mencapai kekuatan militer yang diakui dunia. Namun sayangnya, dalam hal ekonomi, Pakistan masih banyak tertinggal. Ada banyak hal menarik yang bisa kita bahas tentang profil Pakistan. Sebuah bangsa berkekuatan militer besar, tapi masih terjebak dalam kemiskinan. Poor country, rich army.

Profil Negara Pakistan

Ibukota Pakistan adalah Islamabad yang terletak di kaki bukit Himalaya di bagian utara negara itu, dan kota terbesarnya adalah Karachi, di selatan di pantai Laut Arab. Selengkapnya, profil negara Pakistan, sebagai berikut :

Nama resmi negara : Islami Jamhooriya-e-Pakistan
Nama internasional : Islamic Republic of Pakistan

Ibukota : Islamabad

Luas area : 796,095 km persegi (307,374 sq miles), tidak termasuk Kashmir

Bahasa Mayoritas : Inggris, Urdu, Punjabi, Sindhi, Pashto, Balochi

Agama mayoritas : Islam

Angka harapan hidup : laki-laki 66 tahun, wanita 68 tahun.

Tipe pemerintahan : Demokrasi parlementer

Tanggal Kemerdekaan : 14 Agustus 1947.

Mata Uang : Pakistani Rupee

Presiden : Arif Alvi (terpilih 2018)

Perdana Menteri : Imran Khan (Terpilih 2018)

Presiden Arif Alvi adalah anggota lama dari partai Tehreek-e-Insaf (PTI) yang memerintah, dan telah menjabat dua periode sebagai anggota parlemen. Presiden Arif Alvi dipilih oleh parlemen pada September 2018 untuk menggantikan Mamnoon Hussain, yang masa jabatan lima tahunnya telah berakhir.

Geografis

Secara geografis, Pakistan terletak di wilayah Asia Selatan.

Pakistan berbatasan dengan Laut Arab, antara India di timur dan Iran dan Afghanistan di barat dan Cina di utara

Distribusi populasi di Pakistan banyak tersebar di wilayah Sungai Indus. Wilayah di sekitar anak-anak Sungai Indus juga banyak dijadikan sebagai pemukiman. Provinsi dengan penduduk paling padat adalah Provinsi Punjab.

Potensi bencana alam di Pakistan karena kondisi geografisnya adalah sering terjadi gempa bumi. Gempa bumi banyak terjadi di wilayah utara dan barat. Selain itu, juga sering terjadi banjir di sepanjang Indus ketika musim hujan, terutama setelah hujan lebat (biasanya pada bulan Juli dan Agustus).

Saat ini, Pakistan banyak menghadapi masalah lingkungan seperti polusi air dari limbah mentah, limbah industri, dan limpasan pertanian. Masalah lain juga terjadi dalam hal : sumber daya air tawar alami yang terbatas; sebagian besar penduduk tidak memiliki akses ke air minum; penggundulan hutan; longsoran; penggurunan; polusi udara dan polusi suara di daerah perkotaan.

Etnis

Populasi Pakistan modern saat ini secara umum dapat dibagi dalam lima kelompok etnis besar dan beberapa kecil. Kelompok etnis utama yang mendiami Pakistan adalah orang-orang Punjab, yang merupakan sekitar setengah dari populasi. Etnis Punjab adalah kelompok tunggal terbesar.

Selain itu, ada etnis Pashtun (Pathan) berjumlah sekitar seperdelapan dari populasi, dan ada juga etnis Sindhis yang membentuk kelompok yang agak lebih kecil. Dari populasi yang tersisa, terdapat pula para muhajir atau Muslim yang melarikan diri ke Pakistan setelah pemisahan pada tahun 1947, serta Balochs.

Ekonomi

Pakistan adalah sebuah negara berkembang dengan ekonomi yang kurang  cemerlang. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Pakistan melambat karena kebijakan ekonomi untuk mengatasi defisit yang tidak berlangsung baik. Di tahun 2019, pertumbuhan melambat menjadi 3,3 persen.

Perlambatan ekonomi yang terjadi menunjukkan adanya penurunan 2,2 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya. Ini lantaran langkah-langkah stabilisasi yang dilakukan oleh pihak berwenang yang kurang tepat.

Setelah beberapa percobaan dalam restrukturisasi ekonomi, Pakistan saat ini mengoperasikan ekonomi campuran. Yakni, badan usaha milik negara menyumbang sebagian besar produk domestik bruto (PDB).

Pakistan telah bereksperimen dengan beberapa model ekonomi selama keberadaannya. Pada awalnya, ekonomi Pakistan sebagian besar didasarkan pada perusahaan swasta. Namun kemudian, sektor-sektor penting dinasionalisasi mulai awal tahun 1970-an, termasuk jasa keuangan, manufaktur, dan transportasi.

Perubahan lebih lanjut terjadi pada 1980-an, di bawah pemerintahan militer Zia ul-Haq. Secara khusus, ekonomi “Islam” mulai diperkenalkan. Dalam sistem ekonomi baru ini, Negara melarang praktik-praktik yang dilarang oleh Sharīʿah (hukum Muslim), seperti mengenakan bunga atas pinjaman (riba) dan mengamanatkan praktik keagamaan tradisional seperti pembayaran zakāt (persepuluhan) dan ʿushr (pajak tanah) ).

Meskipun bagian-bagian dari ekonomi Islam tetap ada, mulai tahun 1990-an Pakistan kembali melakukan privatisasi, secara keseluruhan atau sebagian, sehingga membuat sektor-sektor besar dari ekonomi dinasionalisasi.

Pasca kemerdekaan, sektor pertanian menjadi sektor andalan. Tapi, sekarang pertanian bukan lagi sektor terbesar. Pertanian hanya menyumbang sekitar seperlima dari PDB. Adapun sektor manufaktur memberikan sekitar seperenam. Bidang perdagangan dan jasa menjadi komponen terbesar perekonomian dan telah tumbuh pesat dalam beberapa dekade.

Dalam hal struktur ekonominya, Pakistan lebih menyerupai negara-negara berpenghasilan menengah di Asia Timur dan Asia Tenggara. Kinerja ekonominya lebih baik dibandingkan dengan banyak negara berkembang lainnya. Paling tidak, Pakistan telah mempertahankan tingkat pertumbuhan tahunan yang berkelanjutan dan cukup stabil sejak kemerdekaan.

Pada saat yang sama, terjadi peningkatan populasi tanpa henti. Jadi, meskipun pertumbuhan ekonomi riil cukup baik, output per kapita hanya naik perlahan. Sebagian besar penduduk hidup di bawah garis kemiskinan.

Pakistan juga menunjukkan ketimpangan yang cukup tinggi. Kemakmuran relatif dari daerah-daerah industri di sekitar Karachi dan Lahore sangat kontras dengan kemiskinan daerah-daerah barani Punjab, Balochistan, Khyber Pakhtunkhwa, dan wilayah-wilayah kesukuan yang diatur Federasi.

Berikut adalah gambaran sumber daya ekonomi yang ada di Pakistan.

Sumber daya alam, Cadangan gas alam yang luas, minyak bumi terbatas, batubara berkualitas rendah, bijih besi, tembaga, garam, batu kapur.

Produk pertanian, Kapas, gandum, beras, tebu, buah-buahan, sayuran; susu, daging sapi, daging kambing, telur.

Industri, Tekstil dan pakaian jadi, pemrosesan makanan, farmasi, bahan konstruksi, produk kertas, pupuk.

Komoditas Ekspor, tekstil (garmen, sprei, kain katun, benang), beras, barang kulit, barang olahraga, bahan kimia, manufaktur, karpet dan permadani

Sejarah

Sejarah panjang Pakistan bermula dari Peradaban Lembah Indus, yang merupakan salah satu yang tertua di dunia. Peradaban ini berasal dari setidaknya 5.000 tahun silam, yang tersebar di sebagian besar wilayah yang sekarang disebut Pakistan.

Selama milenium kedua SM, sisa-sisa budaya ini menyatu dengan orang-orang Indo-Arya yang bermigrasi. Daerah ini mengalami invasi berturut-turut di abad-abad berikutnya dari Persia, Yunani, Skit, Arab (yang membawa Islam), Afghanistan, dan Turki.

Pada abad ke 16 dan 17, Kekaisaran Mughal berkembang, hingga pada abad ke 18, Inggris datang untuk mendominasi wilayah tersebut. Wilayah tersebut lalu berada di bawah kekuasaan Inggris untuk waktu yang lama.

Hingga pada tahun 1947, muncul wacana kemerdekaan yang diberikan oleh Inggris untuk wilayah tersebut (terdiri dari India dan Pakistan). Namun, di menit-menit terakhir kemerdekaannya, Pakistan memilih memisahkan diri dari India Britania sehingga lahirlah negara Muslim pakistan yang menempati wilayah bagian barat dan timur.

Pakistan berdiri pada 15 Agustus 1947 Masehi, atau 28 Ramadan 1369 Hijriah. Pemisahan Pakistan dari India terjadi lantaran keyakinan yang berbeda dan persepsi yang tak bisa disamakan. India berdiri dengan mayoritas Hindu, sementara Pakistan berdiri dengan mayoritas Muslim.

Negara mayoritas Muslim di Pakistan telah menghadapi pergolakan politik domestik dan konfrontasi regional yang panjang. Negara ini diciptakan untuk memenuhi tuntutan Muslim India untuk tanah air mereka sendiri.

Konflik India dan Pakistan tersebut hingga kini tidak pernah diselesaikan dengan memuaskan. Bahkan, India dan Pakistan bertempur dalam dua perang dan konflik terbatas secara berkepanjangan, pada tahun 1947-48, 1965, dan 1999 masing-masing – atas wilayah Kashmir yang disengketakan.

Pada tahun 1971, perang juga pernah tercetus karena India membantu gerakan penduduk asli bereaksi terhadap marginalisasi orang Bengali dalam politik Pakistan. Hal ini mengakibatkan Pakistan Timur menjadi negara yang terpisah dari Pakistan, dan berdirilah negara Bangladesh.


LINIMASA, tanggal-tanggal penting dalam sejarah Pakistan:

1947 – Negara Muslim Pakistan Timur dan Barat dibentuk dari pemisahan dengan India pada akhir pemerintahan Inggris.

1948 – Perang pertama dengan India atas wilayah Kashmir yang disengketakan.

1971 – Pakistan Timur berupaya memisahkan diri, yang mengarah ke perang saudara. India campur tangan mendukung Pakistan Timur dan akhirnya wilayah ini memisahkan diri menjadi Bangladesh.

1999 – Panglima Angkatan Darat Pervez Musharraf merebut kekuasaan dalam kudeta, dengan menggulingkan Perdana Menteri Nawaz Sharif.

2007 – Mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto dibunuh ketika sedang dalam kampanye untuk pemilihan parlemen 2008.

2018 – Mantan bintang kriket internasional Imran Khan menjadi perdana menteri dengan janji untuk mengakhiri korupsi dan politik dinasti.

Sistem Politik

Pakistan adalah republik parlementer (federal parliamentary republic). Artinya, perdana menteri memegang kekuasaan paling besar. Meski demikian, presiden sering memainkan peran penting dalam krisis konstitusi.

Sistem hukum yang digunakan adalah sistem hukum umum dengan pengaruh hukum Islam (common law system with Islamic law influence). Jadi, Pakistan adalah republik parlementer Islam dan federal dengan Islam sebagai agama negaranya.

Kepala negara adalah presiden, sedangkan kepala pemerintahan adalah perdana menteri.

Kabinet ditunjuk oleh presiden atas saran perdana menteri. Cabang legislatif federal dan tertinggi Pakistan adalah parlemen bikameral (Majlis ê Shura), yang terdiri dari Senat dan Majelis Nasional.

Hubungan Diplomasi Pakistan – AS

Sejak kemerdekaannya di tahun 1947, Pakistan membina hubungan yang sangat baik dengan AS. AS memiliki kemitraan multiaspek yang luas dengan Pakistan, mulai dari pendidikan hingga energi hingga perdagangan dan investasi.

Hubungan diplomasi yang paling penting antara AS dan Pakistan adalah dalam hal kerjasama militer. AS dan Pakistan berkolaborasi dalam upaya membongkar jaringan teroris global yang banyak bersarang di sekitar Pakistan.

Serangan pada tahun 2014 di bandara Karachi dan di sekolah Angkatan Darat di Peshawar memiliki efek katalitik di seluruh Pakistan dan menyebabkan adopsi Rencana Aksi Nasional (RAN) untuk melawan terorisme. Kejadian ini juga semakin mempererat hubungan kerjasama militer Pakistan dan AS.

AS juga mendukung Pakistan untuk mengatasi keberadaan kelompok militan atau penggunaan tanah Pakistan untuk melancarkan serangan teroris. Pakistan terus melakukan operasi militer yang signifikan di Wilayah Kesukuan Federal (FATA) dan daerah lain di negara itu untuk melawan terorisme domestik, dengan dukungan AS.

Kekuatan Militer Pakistan

Pakistan bukanlah sebuah negara besar. Tapi negara ini dikenal memiliki kekuatan militer yang cukup kuat. Di tahun 2020, militer Pakistan adalah yang terkuat ke 15 di dunia. Ia mengembangkan kekuatan yang besar dari tentara militer dan persenjataan militernya.

Pengembangan kekuatan militer di Pakistan tak lepas dari konflik berkepanjangan yang dihadapi oleh Pakistan. Ia tak pernah bisa membangun perdamaian yang mulus dengan negara-negara tetangganya. Bahkan, kelompok-kelompok militan dan teroris juga banyak mengganggu stabilitas negara Pakistan.

Ini membuat Pakistan disebut sebagai salah satu negara paling mematikan di dunia untuk jurnalis. Di tahun 2014, tercatat ada 14 pekerja media terbunuh. Menurut organisasi pengawas media, Agen intelijen dan anggota organisasi militan terlarang bertanggung jawab atas ancaman terhadap wartawan.

Pemerintah menggunakan kekuatan hukum dan konstitusi untuk mengekang kebebasan pers dan undang-undang tentang penistaan telah digunakan terhadap jurnalis. Atas kebijakan ini, para kritikus telah menyuarakan keprihatinan tentang sifat terbatas dari kode etik baru untuk penyiar yang diperkenalkan pada tahun 2015.

Kelompok Militan (terorism) yang berbasis di dalam Negeri

Pakistan memiliki kelompok-kelompok militan yang terus mengganggu stabilitas keamanan di Pakistan, seperti :

# al-Qa’ida (AQ): kelompok ini berkeinginan untuk mengeluarkan pengaruh Barat dari dunia Islam, menyatukan komunitas Muslim di seluruh dunia, menggulingkan pemerintah yang dianggap tidak Islami dan, pada akhirnya, membentuk kekhalifahan pan-Islam di bawah Muslim Salafi yang ketat interpretasi syariah. Area operasi kelompok ini adalah di Wilayah Kesukuan Federal (FATA) Pakistan dekat perbatasan Pakistan-Afghanistan (2018).

# al-Qaeda in the Indian Subcontinent (AQIS): kelompok ini bertujuan untuk mendirikan kekhalifahan Islam di anak benua India ini. Area operasi di seluruh negeri, dengan menargetkan personil militer dan keamanan. Kelompok militan inilah yang bertanggung jawab atas berbagai serangan di Karachi, serta serangan di Afghanistan, India, dan Bangladesh.

#Jaringan Haqqani (HQN): kelompok militan ini bertujuan untuk meningkatkan jaringan operasional dan kemampuannya dalam melakukan serangan lintas perbatasan di Afghanistan, juga ingin menggantikan Pemerintah Afghanistan dengan negara Islam yang beroperasi sesuai dengan interpretasi Muslim Salafi yang ketat tentang syariah. Area operasi kelompok ini menggunakan kantor pusat di wilayah Daerah Administrasi Federal (FATA) yang terletak di seberang perbatasan tenggara Afghanistan. Para pejuangnya telah melakukan berbagai operasi lintas-perbatasan dari Kurram dan Waziristan Utara di FATA ke Afghanistan, menargetkan pasukan Afghanistan, AS, dan NATO dan personil Pemerintah Afghanistan lainnya serta orang Barat untuk serangan atau penculikan demi tebusan.

# Harakat ul-Jihad-i-Islami (HUJI) kelompok ini bertujuan untuk menggulingkan Pemerintah Pakistan dan menerapkan syariah di seluruh negeri. Area operasinya berpusat di Pakistan, dan juga mengoperasikan beberapa kamp. Kelompok ini sangat aktif di daerah selatan Azad Kashmir.

# Harakat ul-Mujahidin (HUM): kelompok militan ini bertujuan memasukkan Kashmir ke Pakistan dan mendirikan negara Islam di Kashmir. Area operasinya bermarkas di Islamabad, dengan kehadiran operasional di Muzaffarabad di Azad Kashmir. Para operator melakukan serangan terhadap India; mempertahankan pelatihan dan kamp paramiliter di wilayah Daerah Administrasi Federal (FATA) negara itu.

# Jaish-e-Mohammed (JEM): bertujuan untuk menyatukan Kashmir dengan Pakistan, mengimplementasikan syariah di Pakistan, dan mengusir pasukan asing dari Afghanistan. Area operasi kelompok ini berpusat di Provinsi Punjab, dan telah melakukan serangan terhadap pasukan India, terutama di Negara Jammu dan Kashmir.

# Jaysh al Adl: kelompok militan yang bertujuan mencari otonomi yang lebih besar bagi Balochis di Pakistan dan Iran. Area operasinya berpusat di Provinsi Balochistan. Ia menggelar serangan di dalam Iran terhadap Muslim Syiah, terutama menargetkan tentara Iran dan personel keamanan. (sebelumnya dikenal sebagai Jundallah (2018)).

# Lashkar i Jhangvi (LJ): kelompok ini bertujuan membasmi Muslim Syiah, menyingkirkan wilayah pengaruh Barat dan, akhirnya, mendirikan negara Islam di Pakistan di bawah syariah. Kelompok ini berkembang di Karachi, ibukota Provinsi Sindh; sel-sel yang terkoordinasi secara masif dan tersebar di seluruh negeri, terutama di provinsi Punjab dan Balochistan, Karachi, dan di wilayah Daerah Kesukuan yang Diatur Pemerintahan Federal (FATA). Mayoritas serangan dilakukan terhadap Muslim Syiah lokal dan asing dan personel dan fasilitas pemerinta.

# Lashkar-e Tayyiba (LT): bertujuan untuk mengembalikan negara bagian Jammu dan Kashmir India ke Pakistan dan memicu pemberontakan Islam di India; meningkatkan jaringan rekrutmen dan pelatihan paramiliter di Asia Selatan; dan, pada akhirnya, menerapkan pemerintahan Islam di seluruh Asia Selatan.

Area operasinya berkantor pusat di Lahore, Provinsi Punjab, dengan operasional di seluruh negeri. Kelompok ini aktif di wilayah Kashmir yang dikelola oleh Pakistan dan yang dikelola oleh India. Tapi, kelompok ini tidak melakukan serangan di Pakistan, dan lebih sering beroperasi dengan kedok afiliasi afiliasinya, termasuk Jamaat-ud-Dawa.

Kelompok Teroris Berbasis Asing

Selain harus menghadapi kelompok militan dalam negeri, Pakistan juga masih harus berhadapan dengan kelompok teroris berbasis asing yang banyak mempengaruhi stabilitas keamanan di negaranya, yakni :

# Mujahidin India (IM): yang menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk melakukan serangan teroris terhadap orang India karena dianggap melakukan kekejaman terhadap Muslim India setelah kerusuhan Gujarat tahun 2002. Area operasinya di Provinsi Punjab dan Sindh dan Kashmir yang dikuasai Pakistan.

# Negara Islam Irak dan ash-Sham-Khorasan (ISIS-K): bertujuan untuk mendirikan sebuah kekhalifahan Islam di wilayah Afghanistan-Pakistan; menentang Pemerintah Pakistan dan Barat; menentang populasi Muslim Syiah.

Area operasi dilakukan dengan mempertahankan eksistensi dan rekrutmen di seluruh negara, terutama di sepanjang perbatasan Pakistan-Afghanistan untuk melancarkan serangan di dalam Afghanistan dan Pakistan. Rekrutmen dilakukan dari populasi lokal dan kelompok militan lainnya seperti Tehrik-e Taliban Pakistan, Taliban Afghanistan, dan Gerakan Islam Uzbekistan.

# Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP): kelompok ini bertujuan untuk menyingkirkan pasukan Pakistan dari wilayah Wilayah Kesukuan yang Diatur Pemerintahan Federal (FATA); menggulingkan Pemerintah Pakistan untuk menerapkan interpretasi ketat TTP tentang syariah. Area operasinya sebagian besar di Karachi, ibukota Provinsi Sindh.

Pergerakan dilakukan dengan melatih dan menyebarkan pejuang di sabuk suku di daerah Pashtun di sepanjang perbatasan Pakistan-Afghanistan, terutama di provinsi Kunar dan Paktika. Di sini, TTP telah mendirikan tempat-tempat perlindungan; aktif secara operasional di wilayah Waziristan Utara, Waziristan Selatan, dan Balochistan; menargetkan pejabat pemerintah dan personil militer, keamanan, dan kepolisian Pakistan, serta orang-orang Barat, tetua suku pro-pemerintah, Muslim Syiah, dan tokoh-tokoh dan pendukung pendidikan.

Referensi :

  • BBC. 2019. Pakistan country profile. Diakses dari https://www.bbc.com/news/world-south-asia-12965779
  • Cia. 2020. Pakistan. Diakses dari https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/pk.html
  • GlobalFirePower. 2020. Pakistan Military Strength (2020). diakses dari https://www.globalfirepower.com/country-military-strength-detail.asp?country_id=pakistan
  • Nationonline. Tt. Pakistan. Diakses dari https://www.nationsonline.org/oneworld/pakistan.htm
  • US Departement of State. Tt. U.S.-Pakistan Relations. Diakses dari https://www.state.gov/countries-areas/pakistan/
  • WordBank. 2019. Pakistan Overview. Diakses dari https://www.worldbank.org/en/country/pakistan/overview
  • Yamin, Tughral. 012. An appreciation of the Pakistani military thought process. Journal of Strategic Studies. XXXII. 114-133. Ziring, Lawrence. 2020. Pakistan. Diakses dari https://www.britannica.com/place/Pakistan