Profil Negara Korea Utara


Dalam artikel portal-ilmu.com sebelumnya telah dijelaskan bahwa negara Korea telah dibagi menjadi dua bagian yaitu Korea Utara dan Korea Selatan. Pembahasan lengkap tentang profil negara Korea Selatan sudah di bahas tuntas dalam artikel sebelumnya.

Namun, untuk kali ini, kita akan memberikan penjelasan lebih lengkap tentang Negara Korea Utara. Akan ada banyak hal yang dibahas dalam artikel ini, mulai dari nama asli negara sampai pada pariwisata yang tersohor di negara ini. Simak baik- baik penjelasan di bawah ini.

Negara Korea Utara merupakan suatu negara yang menganut paham komunis. Salah satu ciri negara yang menganut paham komunis ditunjukkan dengan jumlah pekerja wanita yang mencapai urutan ke delapan tertinggi di dunia.

Sebagai negara yang memiliki hutan lebat, Korea Utara menempati urutan ke enam dalam persentase negara dengan wilayah yang memiliki hutan lebat. Dalam beberapa hal, kehidupan ekonomi negara Korea Utara dapat dikatakan tertinggal jauh dengan saudaranya yaitu negara Korea Selatan.

Karakteristik Negara Korea Utara

Peta Negara Korea Selatan

Peta Negara Korea Selatan
sumber: geology.com

Bendera Negara Korea Utara

Bendera Negara Korea Utara

Keterangan:

Ditetapkan sebagai bendera resmi pada tanggal 8 September 1948. Bintang merah dalam bendera melambangkan tentang semangat patriotik pada pelopor revolusioner dan semangat juang dari penduduk Korea Utara.

Garis putih dalam bendera melambangkan tentang bangsa Korea Utara yang homogen dengan sejarah panjang dan budaya yang gemilang.

Bagian biru dalam bendera melambangkan tentang keinginan untuk memperjuangkan kemenangan cita- cita kemerdekaan, persahabatan, dan perdamaian dengan dunia.

Lambang Negara Korea Utara

Keterangan:

Lambang negara Korea Utara menunjukkan tentang gambar pembangkit listrik tenaga air di Gunung Baekdu dan menunjukkan bintang merah yang bersudut ima yang berpijar. Kemudian diapit oleh rumpun tanaman padi yang membentuk bingkai oval, yang dililit oleh pita merah.

Dalam pita merah ini, di atasnya tertulis “Republik Rakyat Demokratik  Korea” dalam aksara Hangul. Lambang ini mengikuti pedoman dasar lambang negara Uni Soviet yang ditiru oleh beberapa negara yang berhaluan komunis di dunia. Ini menunjukkan tentang hubungan antara ideologi komunis dengan sejarah berdirinya negara Korea Utara pada permulaan perang dingin.

Nama asli negara Korea UtaraChoson Minchu Chui Immin Konghwa Guk
Nama internasional negara Korea UtaraDemocratic People’s Republic of Korea
Bentuk negaraRepublik demokrasi
Bentuk pemerintahanSosialis
Ibu kota negara Korea UtaraPyongyang
Kepala PemerintahanPerdana menteri

 

Presiden abadi yaitu Kim II sung

Pemimpin tertinggi dijabat oleh Kim Jong-un

Ketua komisi pertahanan dijabat oleh Kim Jong-un

Ketua presidium dijabat oleh Kim Yong-nam. Sebagai kepala negara, Kim Yong Nam memiliki tugas pokok yaitu menerima tamu negara, melakukan kunjungan kenegaraan, menerima surat tauliyah Duta Besar atau Kepala Perwakilan negara sahabat atau organisasi internasional, dan mengirimkan ucapakan selamat atau belasungkawa ke kepala negara atau kepala pemerintahan negara- negara sahabat

Kepala pemerintahan dijabat oleh Choe Yong-rim

LegislatifMajelis tertinggi rakyat
Pemerintahan lokal9 provinsi, 4 kotapraja, dan 1 distrik

 

Kota yang dikelola langsung oleh pusat yaitu Pyongyang.

Daerah administrasi khusus yaitu Daerah industri Kaesong, daerah pariwisata Kumgangsan, dan daerah administrasi khusus Sinuiju.

Provinsi di negara Korea Utara terdiri dari:

  1. Pyongan selatan
  2. Pyongan utara
  3. Chagang
  4. Hwanghae selatan
  5. Hwanghae utara
  6. Kangwon
  7. Hamgyong selatan
  8. Hamgyong utara
  9. Ryanggang
Luas wilayah120.540 km2
Jumlah penduduk negara22.224.195 jiwa
Kepadatan penduduk di negarara Korea Utara198, 3/ km2
PDB (KKB)Perkiraan tahun 2009, secara keseluruhan $40 miliar.

Per kapita $1900

Bahasa yang digunakanKorea
Penggunaan adopsi istilah- istilah modern dari bahasa asing le lebih dibatasi. Hanja tidak lagi digunakan di Korea Utara. Sistem penulisan fonetik disebut dengan Chosongul. Romanisasi di Korea Utara menggunakan sistem McCUne-Reischauer.
Suku bangsaKorea
Agama yang dianut oleh penduduk negara Korea UtaraBudha, Konghucu, Protestan, dan Katholik
Sebagian besar penduduk negara Korea Utara tidak menganut agama. Penduduk yang menganut agama Budha, Konghucu, dan Kristen jumlahnya sangat kecil. Di kota Pyongyang terdapat empat bangunan gereja: Katedral Jangchun, Gereja Chilgol dan Pongsu, dan gereja Jongbaek. Penduduk yang menganut agama Islam dapat menjalankan ibadah shalat jumat di Masjid Ar-Rahman di dalam komplek kedubes Iran.
Lagu kebangsaanAchimmn pinnara
Semboyan negaraOne is sure to win if he believes in and depends upon the people
Tanggal bersejarah15 Agustus 1945. Ini juga merupakan hari kemerdekaan
KemerdekaanDari Jepang
Mata uang negara Korea UtaraWon
Zona waktuUTC+9
Kode negara850
Lajur kemudiKanan
Angka melek huruf99%
Ranah internet.kp
Hasil taniPadi- padian, jagung, sayuran, dan beras
Sumber alamBiji besi, batu bara, tungsten, emas, fosfat, seng, dan tembaga
Fasilitas kesehatanRumah sakit Friendship, Pyongyang, khusus melayani warga negara asing.

Rumah sakit Namsan, Pyongyang, melayani masyarakat setempat dan duta besar atau kepala perwakilan negara sahabat.

Klinik PBB, melayani warga negara asing.
Rumah sakit khusus anak, Pyongyang khusus melayani kesehatan anak.
Rumah sakit ibu dan persalinan, Pyongyang yang khusus melayani kesehatan ibu dan persalinan.

Informasi Tambahan tentang Negara Korea Utara

Secara umum negara Korea memiliki empat musim. Musim di negara Korea yaitu musim hujan dan musim panas  pada pertengahan tahun dan musim dingin pada bulan November sampai bulan Maret.

Pulau Jeju yang berada di pesisir pantai selatan tergolong sebagai wilayah yang paling hangat dan paling basah di negara Korea. Waktu yang paling ideal untuk digunakan wisatawan berkunjung ke negara Korea yaitu antara bulan- bulan di musim gugur, tepatnya bulan September sampai bulan November.

Selama musim gugur, iklim di negara Korea cukup hangat. Bahkan, cuaca pun cerah, langit berwarna biru dan dedaunan menjadi sangat menakjubkan dan sangat menarik untuk dilihat. Musim dingin yang sangat dingin dan kering di negara ini menjadi waktu yang bagus untuk mengunjungi negara Korea. Itupun jika tertarik dengan olahraga yang disajikan pada musim dingin, seperti ski.

Musim semi yang terjadi pada bulan April sampai bulan Mei menjadi waktu yang tepat untuk melihat keindahan bunga sakura yang sedang bermekaran. Karena saking indahnya bunga sakura, maka tidak mengherankan jika musim ini tiba, menjadi musim yang terpadat untuk mengunjungi negara Korea.

Sedangkan, pada bulan musim panas, suasana di negara Korea Utara menjadi sangat lembab dan juga panas serta ramai. Ketika musim hujan telah tiba, ada beberapa kegiatan yang harus disesuaikan dengan fluktuasi hujan yang lebat.

Lalu apa saja perbedaan dari keempat musim tersebut? Musim semi. Musim ini dimulai dari akhir bulan Maret sampai awal bulan Mei. Suhunya pun ringan dan menyegarkan sehingga menjadikan musim semi sebagai musiim yang ideal untuk melihat bunga sakura yang sedang bermekaran.

Selain itu, ada juga bunga Forsythia, bungan Azaleas, dan bunga Magnolias dan Lilacs yang sedang bermekaran pada puncak musim semi. Musim panas. Musim ini dimulai dari bulan Juni sampai bulan Agustus. Puncak musim panas terjadi pada bulan Agustus dengan suhu sekitar 23 sampai 26 derajat celcius.

Keringnya musim dingin dan musim semi, seakan menjadi menghilang karena selama musim panas telah tiba, suhu musim panas menjadi sangat tinggi dan lembab. Cuaca pada saat musim panas pada umumnya cukup pengap sehingga menjadi sangat tidak nyaman.

Selama tahun ini saja penggunaan AC dan kipas oleh penduduk Korea Utara terus meningkat. Cuaca yang sangat panas terjadi ketika menjelang akhir bulan Juli sampai akhir bulan Agustus. Seiring dengan kelembaban yang tinggi, penduduk dapat merasakan lebih panas.

Pada umumnya, antara akhir bulan Juni sampai pertengahan bulan Juli, di negara Korea sudah masuk ke musim hujan. Selama musim hujan di negara Korea tidak ada terik panas dan dalam beberapa minggu pada umumnya awan disertai hujan yang sering terjadi sampai tiga minggu.

Jangma merupakan frekuensi hujan. Jangma ini merupakan istilah yang digunakan untuk hujan di musim panas. Fenomena ini terjadi karena hujan musim di Asia Timur yang datang dari arah timur menuju ke barat.

Curah hujan selama jangma menunjukkan bahwa persentasi yang signifikan dibandingkan dengan curah hujan tahunan di negara Korea. Musim ini terjadi tidak lama setelah masa penanaman padi, sehingga curah hujan yang terjadi cukup berpengaruh terhadap hasil panen tanaman padi.

Frekuensi hujan dan angin topan secara langsung dapat mengakibatkan kerusakan pada tanaman. Di musim panas, ada banyak buah – buahan, antara lain buah semangka, melon, buah persik, dan juga dapat dijumpai sayuran.

Selain itu, di wilayah pergunungan tertutup oleh tanaman hijau. Guna menghindari terik panas matahari, penduduk negara Korea pada umumnya pergi memanjat gunung. Selain itu, pergi ke pesisir pantai atau pergi ke wilayah lembah untuk menikmati waktu liburan musim panas.

Musim gugur. Musim gugur di negara Korea ini dimulai pada bulan September sampai bulan November. Udara pada saat musim gugur dingin dan kering, dan langit berwarna biru dengan sedikit awan.

Penduduk Korea menyebut musim gugur dengan nama Cheon-go-mabi. Cheongomabi merupakan langit tinggi dan kuda yang menjadi gemuk. Istilah ini menggambarkan musim gugur. Pada saat musim ini berlangsung, langit berwarna sangat biru, jernih, dan bersih.

Maka tidak mengherankan, jika di musim gugur menjadi saat yang bagus untuk tamasya dan menjadi musim panen. Panasnya pada saat musim panas sepertinya masih tersisa pada bulan September. Udaranya panas pada saat siang hari, namum udara di pagi hari dan sore hari menjadi dingin.

Di bulan Oktober, ada sedikit curah hujan dan tingkat kelembaban udara pun menjadi menurun, sehingga cuacanya menjadi kering dan menyenangkan. Pada akhir musim panas sampai awal musim gugur, angin topa muncul dari arah pasifik selatan.

Musim gugur menjadi musim yang indah dengan dedaunan yang berjatuhan. Pohon Gingko dan pohon Maple warna daunnya berubah menjadi kuning dan merah di seluruh wilayah di negara Korea.

Selama musim gugur, masyarakat Korea senang untuk pergi memanjat gunung. Mereka biasanya menikmati pemandangan yang indah yang diciptakan oleh dedaunan di musim gugur. Pegunungan dan dedaunan yang berjatuhan pada musim gugur disemua wilayah Korea memikat banyak wisatawan untuk berkunjung ke negara Korea selama musim gugur ini.

Musim gugur juga dikenal sebagai musim panen yang melimpah. Tanaman yang dipanen pada musim gugur yaitu ubi, padi, apel, buah persik, dan buah jujube. Musim dingin. Musim ini biasanya dimulai pada bulan Desember sampai bulan Februari.

Suhu yang terdingin muncul pada bulan Januari. Di mana suhunya mencapai minus tiga sampai enam derajat celcius. Saat – saat dengan suhu yang paling rendah pada umumnya terjadi antara pertengahan dan akhir bulan Januari.

Pada musim dingin, hari- hari menjadi lebih pendek. Di mana sinar matahari muncul lambat dan matahari tenggelam lebih awal. Pada umumnya, siklus tiga hari dingin kemudian diikuti dengan empat hari hangat yang disebut dengan Samhansaon selalu berulang selama musim dingin.

Iklim ini sering terjadi di daerah timur laut Cina dan Korea selama musim dingin. Kejadian ini terus berlanjut dengan siklus tujuh hari dengan tekanan benua yang tinggi dan kuat kemudian menjadi melemah.

Rata- rata tingginya tekanan dengan siklus naik dan turun terjadi selama kurun waktu tiga sampai empat hari. Meskipun, perubahan iklim pada umumnya terjadi dalam siklus tujuh hari, namun hal ini menjadi sulit untuk diprediksi. Hal ini disebabkan oleh adanya perubahan iklim.

Daerah pegunungan di provinsi Gangwon-do turun hujan salju sejak awal musim dingin. Suhunya menjadi semakin dingin dan kering sebab angin yang bertiup berasal dari Siberia. Kemudian, antara bulan Desember sampai bulan Februari terdapat liburan hari – hari besar.

Hari- hari besar yang dimaksud yaitu natal, tahun baru, dan hari tahun Baru Imlek. Sedangkan, pada bulan Februari sampai awal bulan Maret merupakan masa untuk wisuda dan awal siswa masuk sekolah.

Sedangkan di daerah pedesaan, pada saat musim dingin, lahan pertanian berhenti sejenak sampai tiba masa untuk bercocok tanam di musim semi. Selain itu, ada beberapa jenis sayuran yang ditumbuh kembangkan di dalam rumah kaca.

Pada bulan November sampai bulan Desember pada umumnya dilakukan persiapan untuk membuat kimchi dengan jumlah yang besar yang dapat dikonsumsi selama musim dingin. Proses persiapan pembuatan kimchi dalam jumlah yang besar ini dinamakan dengan Gimjang.

Persiapan pembuatan kimchi dalam jumlah yang besar merupakan saat yang istimewa bagi kehidupan penduduk Korea. Pada umumnya dilakukan antara akhir musim gugur dan awal musim dingin.

Kimchi yang dibuat pada periode ini dinamakan dengan gimjang kimchi. Sawi putih Korea merupakan bahan utama dalam pembuatan kimchi, di mana bumbunya terbuat dari sayur lobak, udang kecil basah, bawang bombai, bawang putih, ikan asin, jahe, dan cabe merah bubuk.

Sejarah Negara Korea Utara

Dampak yang ditimbulkan dari penjajahan yang dilakukan oleh Jepang dan berakhir dengan kekalahan Jepang pada perang dunia II tahun 1945 yaitu negara Korea dibagi menjadi dua bagian, sesuai dengan persetujuan PBB.

Wilayah Korea bagian utara diatur oleh Uni Soviet. Sedangkan, wilayah Korea bagian selatan diatur oleh Amerika Serikat. Sejarah dari negara Korea Utara dimulai dengan pembentukan Republik Rakyat Demokratik pada tahun 1948.

Pembagian Korea

Di awal bulan Agustus 1945, tentara Soviet membentuk suatu otoritas Sipil Soviet guna memerintah negara ini sampai rezim domestik yang bersahabat dengan Uni Soviet, dapat dibentuk.

Tahun 1948 tentara Soviet mundur. Mereka lalu membuat agenda utama pada tahun berikutnya yaitu menyatukan Korea dari kedua belah pihak. Sayangnya, konsolidasi rezim Syngman Rhee di selatan dengan dukungan dari militer Amerika dan menekankan pada pemberontakan pada bulan Oktober 1948 menyebabkan berakhirnya harapan untuk bersatunya negara ini.

Tahun 1949, rezim utara mempertimbangan untuk melaksanakan intervensi militer terhadap Korea Selatan, namun gagal untuk mendapat dukungan dari negara Uni Soviet. Penarikan kekuatan militer Amerika Serikat dari Selatan yang terjadi pada bulan Juni menyebabkan memperlemah rezim selatan.

Ini membuat Kim II-sung mempertimbangkan kembali rencana untuk melakukan invasi ke selatan. Gagasan ini semula ditolak oleh Joseph Stalin, namun dengan perkembangan persenjataan nuklir soviet, kemenangan Mao Zedong di Cina, ini menjadi pertanda dari bangsa Cina bahwa mereka dapat mengirimkan serdadu dan sokongan yang lainnya ke negara Korea Utara. Akhirnya, Stalin menyetujui penyerangan yang menjadi awal mula perang Korea.

Perang Korea

Perang Korea merupakan peperangan yang terjadi antara Korea Utara dan Korea Selatan yang dimulai pada tanggal 15 Juni 1950. Sebenarnya perang ini sempat berhenti sementara dengan gencatan senjata yang ditandatangani pada tanggal 27 Juli 1953.

Konflik ini sebagai akibat dari pembagian Korea dan upaya Korea utara dan selatan untuk menyatukan kembali Korea di bawah pemerintahan mereka masing- masing. Akibat dari perang ini, sebanyak dua juga penduduk dan prajurit dari kedua belah pihak, tewas.

Periode sebelum perang ditandai dengan adanya konflik pembatasan pada paralel utara ke-38 dan upaya negosiasi pemilihan umum untuk keutuhan Korea. Negosiasi ini berakhir, pada saat tentara rakyat Korea menyerbu Korea Selatan pada tanggal 25 Juni 1950.

Di bawah persetujuan PBB, Amerika Serikat dan sekutunya mendukung Korea Selatan. Setelah serangan balasan Korea Selatan, tentara Cina mendukung negara Korea Utara. Pada akhirnya, ini mengarah pada gencatan senjata yang hampir memulihkan kembali untuk perbatasan awal antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Semenjak gencatan senjata yang terjadi pada tahun 1953, hubungan antara pemerintahan Korea Utara dengan Korea Selatan, Uni Eropa, Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang menjadi tetap tegang. Pertempuran dihentikan dengan cara gencatan senjata, namun kedua Korea secara teknis masih berada dalam kondisi perang.

Pada tanggal 15 Juni 2000, baik Korea Utara maupun Korea Selatan menandatangani Deklarasi Gabuangan Utara- Selatan. Dalam deklarasi tersebut, kedua belah pihak berjanji untuk mengupayakan penyatuan kembali dengan cara yang damai.

Kemudian, pada tanggal 4 Oktober 2007, para pemimpin baik dari Korea Utara maupun Korea Selatan bergandengan tangan. Ini bertujuan untuk mengadakan rapat puncak yang membicarakan tentang pernyataan penghentian perang secara resmi dan mengukuhkan kembali prinsip non- agresi.

Abad ke-20

Negara Korea Utara dan Korea Selatan tidak pernah menandatangani perjanjian perdamaian. Hal ini menunjukkan bahwa kedua negara secara resmi masih dalam status perang. Meskipun demikian, hanya sebuah gencatan senjata yang diumumkan.

Upaya perdamaian ini disela dengan beberapa pertempuran kecil dan upaya pembunuhan. Negara Korea Utara gagal untuk melakukan beberapa upaya pembunuhan terhadap pemimpin Korea Selatan. Peristiwa ini terjadi tahun 1968, 1974, dan pengeboman Rangoon pada tahun 1983.

Di bawah zona Demiliterisasi seringkali ditemukan terowongan. Bahkan, perang hampir meletus sebagai akibat dari Insiden Pembunuhan Kapak di Panmunjeom pada tahun 1976. Tahun 1973, hubungan tingkat tinggi yang sangat rahasia mulai dilakukan lewat kantor Palang Merah. Namun, berakhir setelah insiden Panmunjeom dengan adanya sedikit kemajuan.

Di akhir tahun 1990 an, pada saat Korea Selatan mengalami transisi menjadi demokratis, adanya keberhasilan Nordpolitik dan diambil alihnya kekuasaan di utara oleh putra Kim II-sung, Kim Jong-il, untuk pertama kalinya Korea Utara dan Korea Selatan berhubungan secara terbuka. Korea Selatan menyatakn Kebijakan Sinar Matahari.

Abad ke-21

Korea Utara dijuluki oleh presiden Amerika Serikat, George W. Bush, sebagai poros setan dan pos terdepan tirani tahun 2002. Hubungan tingkat tinggi yang pernah dicapai oleh pemerintah Korea Utara dengan Amerika Serikat yaitu kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Madeleine Albright ke Pyongyang tahun 2000.

Meskipun demikian, kedua negara tidak menjalin hubungan diplomatik yang resmi. Tahun 2006, sebanyak 37000 serdadu Amerika Masih berada di Korea Selatan. Tahun 2009 berkurang jumlahnya menjadi 30.000.

Kim Jong-il secara pribadi menerima kehadiran tentara Amerika Serikat di Semenanjung Korea. Meskipun demikian, Korea Utara menuntut untuk penarikan serdadu Amerika dari Korea.

Tanggal 13 Juni 2009, kantor berita Amerika Serikat yang bernama Associated Press, melaporkan bahwa untuk tanggapan bagi sanksi- sanksi baru dari PBB, negara Korea Utara menyatakan bahwa pihaknya akan melanjutkan program pengayaan uranium.

Kondisi tersebut menandai bahwa Pemerintah Korea Utara untuk pertama kalinya mengakui di depan dunia bahwa pihaknya memang melakukan program pengayaan uranium.

Pada tanggal 5 Agustus 2009, mantan presiden Amerika Serikat yang bernama Bill Clinton bertemu dengan Kim Jong-il. Pertemuan ini untuk menjamin pembebasan dua orang wartawan Amerika Serikat, yang bernama Laura Ling dan Euna Lee.

Mereka ditangkap karena memasuki Korea Utara secara ilegal. Pada tanggal 28 Agustus 2010, mantan Presiden Amerika Serikat yang bernama Jimmy Carter berhasil membawa pulang guru dan aktivis Amerika Serikat yang ditangkap karena memasuki Korea Utara secara ilegal pula.

Kondisi Geografi Negara Korea Utara

Negara Korea Utara menguasai sebagian utara semenanjung Korea. Adapun batas- batas wilayah yang dimiliki oleh negara Korea Utara yaitu sebagai berikut.

  1. Sebelah utara berbatasan dengan Republik Rakyat Cina dan Rusia
  2. Sebelah barat berbatasan dengan Sungai Kuning dan Teluk Korea
  3. Sebelah timur berbatasan dengan Jepang.
  4. Sebelah selatan berbatasan dengan Korea Selatan

Titik tertinggi di negara Korea Utara yaitu Gunung Paektu-san dengan ketinggian 2744 meter. Sungai terpanjang di negara Korea Utara yaitu Sungai Amnok, di mana sungai ini mengalir sepanjang 790 kilometer.

Iklim yang ada di negara Korea utara, relatif sedang. Berdasarkan klasifikasi Iklim Koppen negara Korea Utara memiliki iklim Dwa. Di mana musim panas yang hangat dan musim dingin yang kering. Saat musim panas, ada musim hujan yang singkat yang dikenal dengan changma.

Pada tanggal 7 Agustus 2007, bencana banjir yang terburuk dalam empat puluh tahun terakhir sudah melanda negara Korea Utara. Ini menyebabkan pemerintah meminta bantuan internasional. Beberapa organisasi non- pemerintah, meminta penduduk untuk menyumbang dana sebab mereka khawatir akan terjadi bencana kemanusiaan.

Pusat pemerintahan dan kota terbesar di negara Korea Utara yaitu Pyongyang. Kota- kota terbesar yang lain di negara ini yaitu Kaesong, Wonsan, Sinuiju, Chongjin, dan Hamhung.

Beberapa wisatawan dari Eropa menyebut Korea sebagai laut di tengah – tengah angin ribut. Ini disebabkan banyaknya rentang, perbukitan yang silih berganti. Sekitar 80% daratan Korea Utara terdiri dari gunung dan dataran tinggi yang dipisahkan oleh lembah yang dalam dan sempit.

Dataran pesisir yang luas di bagian barat dan tersekat- sekat di bagian timur. Di mana sebagian besar penduduk negara Korea Utara ini menetap di dataran rendah. Titik tertinggi di negara Korea Utara yaitu Gunung Baekdu dengan ketinggian 1400-2000 meter di atas permukaan laut.

Kemudian, pegunungan Hamgyong, yang ada di bagian timur laut semenanjung, memiliki beberapa puncak tinggi, seperti Gwanmosan dengan ketinggian sekitar 1756 meter. Adapun pegunungan besar yang lain yaitu Pegunungan Rangrim yang ada di bagian utara- tengah Korea Utara dan membentang dari arah utara- selatan. Ini membuat komunikasi antara bagian barat dan timur negara, cukup sulit.

Ada lagi, pegunungan Kangnam yang membentang sepanjang perbatasan RRC- Korea Utara. Dataran di Korea Utara sebagian besar berukuran kecil. Dataran yang paling luas adalah dataran Pyongyang dan Chaeryong. Negara Korea Utara ini mengalami gempa yang jarang dibandingkan dengan Cina atau Jepang.

Iklim

Negara Korea Utara memiliki iklim kontinental dengan empat musim yang berbeda. Musim dingin membawa cuaca yang dingin dan cerah berpadu dengan badai salju. Ini merupakan akibat dari angin utara dan barat laut yang berhembus dari Siberia.

Pada saat musim dingin, rata- rata hujan salju turun selama 37 hari. Di mana cuaca di pegunungan utara cenderung buruk. Musim panas cenderung singkat, lembap, panas, dan berhujan. Ini disebabkan adanya angin muson dari selatan dan tenggara yang membawa uap air berasal dari Samudra Pasifik.

Selanjutnya, angin taifun mempengaruhi semenanjung paling tidak setiap musim panas. Musim semi dan musim gugur merupakan musim peralihan yang ditandai dengan suhu yang sedang dan angin yang bervariasi. Musim ini memberikan cuaca yang paling nyaman.

Bencana alam yang terjadi di negara Korea Utara, antara lain kekeringan yang panjang di penghujung musim semi yang seringkali diikuti dengan banjir. Pada saat musim gugur, terkadang terjadi badai tropis.

Budaya dan Seni

Seni dan sastra di negara Korea Utara sepenuhnya dikendalikan oleh negara dan Partai Buruh Korea. Kebudayaan di negara ini mengalami penindasan pada masa penjajahan Jepang dari tahun 1910 sampai 1945.

Jepang menerapkan asimilasi budaya. Bangsa Korea dipaksa untuk belajar dan berbahasa menggunakan bahasa Jepang, mengadopsi sistem nama keluarga Jepang atau agama Shinto. Selain itu, dilarang untuk menulis atau berbicara menggunakan bahasa Korea di dalam sekolah, perdagangan atau tempat umum yang lain.

Bangsa Jepang menukar atau mengganti beberapa monumen Korea dan dokumen yang menggambarkan Jepang secara buruk, mulai diubah.  Pada bulan Juli 2004, Kompleks Pemakaman Goguryeo menjadi situs pertama di negara Korea Utara yang masuk ke dalam daftar Situs Warisan dunia oleh UNESCO.

Acara yang populer di Korea Utara yaitu permainan massal. Permainan ini yang terbesar dinamakan dengan Festival Arirang. Acara ini diselenggarakan selama enam malam berturut- turut setiap dua bulan dan melibatkan lebih dari 100.000 peserta.

Permainan massal ini melibatkan pertunjukkan tarian, senam, dan koreografi untuk merayakan sejarah Revolusi Korea Utara dan Partai Buruh. Permainan diadakan di beberapa tempat di Pyongyang.

Kondisi Ekonomi Negara Korea Utara

Negara Korea Utara memiliki sistem ekonomi komando yang terindustrialisasi, autarkik, dan sangat terpusat. Korea merupakan salah satu dari dua negara sosialis dengan ekonomi yang dimiliki negara dan direncanakan oleh pemerintah sepenuhnya.

Kebijakan isolasi negara Korea Utara bahwa perdagangan internasional sangat dibatasi. Korea Utara mengeluarkan undang- undang tahun 1984, di mana memperbolehkan investasi asing melalui joint venture. Namun gagal mengundang investasi yang berarti.

Tahun 1991, zona ekonomi khusus Rason didirikan, tujuannya untuk menarik investasi asing dari Cina dan Rusia. Perusahaan Cina dan Rusia telah memperoleh hak untuk menggunakan pelabuhan di Rason. Investor dari Cina telah melakukan renovasi jalan dari Rason menuju Cina.

Selain itu, pekerja kereta api Rusia telah melakukan renovasi jalur kereta api dari Rason menuju ke Rusia. Gaji rata- rata penduduk Korea Utara sebesar $47 per bulan. Meskipun mengalami masalah ekonomi yang substansial, namun kualitas hidup rakyat terus membaik dan upah pekerja terus mengalami peningkatan.

Pasar swasta kecil atau yang dinamakan dengan janmadang, ada di seluruh penjuru negara Korea Utara dan melayani penduduk dengan makanan dan komoditas tertentu dari impor yang ditukar dengan uang. Dengan demikian, hal ini membantu untuk mencegah kelaparan.

Rumah, makanan, pendidikan, dan kesehatan diberikan secara gratis oleh negara. Bahkan pembayaran pajak telah dihapuskan sejak tanggal 1 April 1974. Dalam rangka meningkatkan produksi pertanian dan industri, pemerintah Korea Utara sudah mengenalkan sistem manajemen seperti sistem kerja Taean tahun 1960 an.

Berdasarkan perkiraan tahun 2002, sektor utama untuk ekonomi Korea Utara yaitu industri sebanyak 43,1%, jasa sebanyak 33,6%, dan pertanian sebanyak 23,3%. Tahun 2004, diperkirakan bahwa sektor pertanian di negara Korea Utara telah menyerap 37% dari tenaga kerja.

Sedangkan, sisanya yaitu 63% diserap oleh industri dan jasa. Industri utama yang dihasilkan yaitu produk militer, pembuatan mesin, energi listrik, bahan kimia, perlogaman, pertambangan, sandang, pariwisata, dan pengolahan makanan.

Perdagangan luar negeri

Negara Cina dan Korea Selatan masih menjadi negara penyumbang terbesar untuk bantuan makanan pada Korea Utara. Meskipun demikian, negara Amerika Serikat menentang penyumbangan makanan ini disebabkan kurangnya pengawasan.

Tahun 2005, ada 1 juta ton bantuan makanan yang berasal dari negara Cina dan Korea Selatan. Bahkan, sebanyak 80-90% minyak impor Korea Utara berasal dari negara Cina. Harga yang jual negara Cina pada Korea Utara pun lebih murah dibandingkan dengan harga pasar dunia.

Kemudian, pada tanggal 19 September 2005, Korea Utara dijanjikan untuk bantuan bahan bakar dan berbagai insentif non- pangan yang lain dari Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Cina, dan Rusia. Ini sebagai pengganti untuk penghentian program senjata nuklir dan ikut serta kembali dalam perjanjian non-proliferasi nuklir.

Sebenarnya, penyediaan makanan sebagai ganti untuk penghentian program senjata nuklir telah dihindari oleh negara Amerika Serikat. Tujuannya agar tidak dirasakan menggunakan makanan sebagai senjata.

Pada bulan Juli 2002, negara Korea Utara mulai melakukan eksperimen dengan kapitalisme di daerah ekonomi khusus Rajin-Sonbong dan kawasan industri Kaesong. Beberapa wilayah lainnya telah dirancang untuk daerah administrasi khusus.

Negara Cina dan Korea Selatan merupakan mitra perdagangan yang terpenting bagi Korea Utara. Pada tahun 2005, perdagangan dengan Cina meningkat 15% dan perdagangan dengan Korea Selatan meningkat 50%.

Di kota Pyongyang, penggunaan telepon seluler meningkat dari 3000 tahun 2002 menjadi 20.000 tahun 2004. Meskipun demikian, pada bulan Juni 2004, penggunaan telepon seluler menjadi hal yang terlarang, sampai jaringan 3G baru, Koryolink, didirikan pada tahun 2008 melalui joint venture dengan orascom telecom holding dari Mesir.

Pada tahun 2003, ada peristiwa yang dikenal dengan sebutan insiden pong su. Merupakan peristiwa di mana kapal kargo Korea Utara dituduh berupaya untuk menyelundupkan heroin ke negara Australia.

Kapal tersebut telah diamankan oleh pihak yang berwajib di negara Australia. Hal ini memperkuat Australia dan Amerika Serikat bahwa Pyongyang terlibat dalam penyelundupan narkotika internasional. Meskipun demikian, pemerintah Korea Utara menampik semua tuduhan keterlibatan tersebut.

Pariwisata

Sektor pariwisata di negara Korea Utara dikelola oleh Organisasi Pariwisata milik negara. Setiap wisatawan yang berkelompok atau perseorangan didampingi oleh satu atau dua orang pemandu wisata. Pada umumnya mereka menggunakan bahasa, bahasa ibu dari wisatawan.

Sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke negara Korea Utara berasal dari Rusia, Cina, dan Jepang. Masih sedikit wisatawan barat yang berkunjung ke negara ini. Warna negara Rusia memilih untuk berkunjung ke Korea Utara karena murah, minim terhadap pencemaran, dan cuacanya lebih hangat.

Wisatawan yang berkewarganegaraan Korea Selatan mustahil untuk memperoleh visa ke negara Korea Utara. Meskipun demikian, mereka tetap memperoleh izin masuk ke wilayah khusus wisata antara lain Kaesong.

Sedangkan, warga negara Amerika Serikat juga tidak mendapatkan visa. Mereka hanya dapat berkunjung pada saat perayaan Festival Arirang. Meskipun demikian, larangan ini telah dicabut pada bulan Januari 2010.

Adapun beberapa tempat wisata di negara Korea Utara yaitu sebagai berikut:

1# Victorious war museum. Merupakan museum tempat menyimpan kendaraan perang dan senjata yang pernah digunakan oleh tentara Korea Utara pada saat perang Korea. Di dalam museum ini dilarang untuk mengatakan hal- hal yang kotor atau dianggap menghina negara Korea Utara. Apabila wisatawan melakukan hal tersebut, maka akan dijebloskan ke penjara sampai dihukum mati.

2# Museum Koryo. Merupakan suatu museum yang menyimpan banyak artefak dari Kerajaan Koryo. Nama Korea sebenarnya merupakan turunan dari kata Koryo. Musem ini berada di dalam kampus besar di negara Korea Utara.

3# Juche Tower. Merupakan tower kebanggaan penduduk Korea Utara. Tower ini merupakan simbol ideologi politik Juche yang diperkenalkan oleh Kim II-sung. Tahun 1982, menara ini selesai dibangun bersamaan dengan ulang tahun Kim II-sung yang ke tujuh puluh.

4# The State Circus. Merupakan atraksi sirkus yang sangat hebat yang dapat ditemukan di Pyongyang. Ada satu hal yang menarik dalam sirkus ini, yaitu kehadiran Kim Jong-un yang mendadak datang dan ikut nimbrung bersama dengan pengunjung lainnya.

5# Arch of Thriumph. Merupakan bangunan triumphal arc yang terbesar di dunia, setelah Monumento a la Rovolucion yang berada di negara Meksiko. Bangunan yang berada di sebelah utara kota Pyongyang ini digunakan untuk menandakan kekuatan Korea Utara pada saat melawan Jepang pada tahun 1925-1945. Pada saat itu, Jepang terus menggempur semenanjung Korea, sayangnya jenderal perang Kim II-sung berhasil merontokkan seluruh pasukan Jepang.

6# Korean Demilitarized Zone (DMZ). Merupakan batas negara yang dibuat setelah perang Korea bubar. Batas ini yang membagi semenanjung Korea menjadi dua sama besar melalui 38 panel penjagaan yang ketat. Maka tidak mengherankan jika daerah ini dikenal sangat panas. Suasana di tempat ini sangat sunyi, jika membuat bunyi- bunyian maka baku tembak dapat terjadi.

7# Kumsusan Palace the Sun. Merupakan bangunan megah yang berada di pinggiran kota Pyongyang. Semula bangunan ini dibangun untuk Kim II-sung dan anaknya, Kim Jong-il. Namun pada tahun 1994, bangunan ini mulai berubah fungsinya menjadi mausoleum.

Media

Media massa di negara Korea Utara sangat dikendalikan oleh pemerintah. Informasi yang bereda dijaga ketat, baik itu ke luar maupun ke dalam Korea Utara. Konstitusi Korea Utara menjamin untuk kebebasn berpendapat dan pers, namun pada kenyataannya mereka melarang pelaksanaan hak- hak ini.

Berita yang diedarkan pun hanya berita yang sehaluan dengan rezim. Sedangkan berita yang berhubungan dengan masalah ekonomi dan masalah politik negara Korea Utara atau kritik terhadap rezim, dilarang untuk disampaikan.

Media bertanggung jawab untuk memelihara pemujaan terhadap kepribadian Kim Jong-il. Pemasok berita utama bagi media di negara Korea Utara yaitu Korean Central News Agency. Negara Korea Utara memiliki12 surat kabar terkemuka dan 20 media cetak non-harian.

Di mana semua media cetak tersebut, periode terbitnya berbeda- beda dan semuanya dicetak di Pyongyang. Surat kabar harian yang beredar di negara Korea Utara antara lain Rodong Sinmun, Joson Inmingun, Minju Choson, dan Rodongja Sinmum.

Sarana Transportasi di Negara Korea Utara

Pada pusat- pusat kota di Korea Utara dapat ditemukan bus dan tram, baik lokal maupun impor. Kereta api lama dibeli dari Eropa dan negara Cina. Namun embargo perdagangan telah memaksa Korea Utara untuk membuat kendaraan sendiri.

Choson Cul Minzuzui Inmingonghoagug merupakan satu- satunya operator kereta api di negara Korea Utara. Perusahaan ini telah memiliki jaringan rel kereta api sepanjang 5200 kilometer. Di mana 4500 kilometer telah memenuhi standard gauge.

Terdapat rel sempit kecil yang beroperasi di Semenanjung Haeju. Kereta api tersebut merupakan campuran lokomotif uap dan listrik. Mobil yang paling banyak dibuat di negara Korea Utara merupakan rancangan dari Soviet.

Transportasi air di sungai- sungai dan di sepanjang pesisir memainkan peranan yang penting untuk lalu lintas barang dan manusia.  Selain sungai Yalu dan sungai Taedong, sebagian besar jalur air di daratan, dilayani hanya menggunakan perahu kecil.

Lalu lintas pesisir yang paling ramai ada di pantai timur. Tempat ini mampu mengakomodasi muatan yang lebih banyak sebab relatif lebih dalam. Pelabuhan utama yaitu Nampho yang terdapat di pesisir barat dan Rajin, Chongjin, Wonsan, dan Hamburg yang ada di pesisir timur.

Sistem Pendidikan di Negara Korea Utara

Pendidikan di negara Korea Utara dikendalikan oleh pemerintah. Siswa diwajibkan sampai jenjang pendidikan menengah pertama. Pendidikan di negara ini gratis, menyediakan siswa fasilitas pendidikan dan pengajaran, seragam, dan buku panduan.

Heuristika diterapkan secara aktif untuk membangun kemandirian dan kreatifitas siswa. Pendidikan wajib berlangsung selama sebelas tahun, dan melewati satu tahun untuk jenjang pra- sekolah, empat tahun untuk pendidikan dasar dan enam tahun untuk pendidikan menengah.

Kurikulum pendidikan di negara Korea Utara terdiri dari pokok- pokok bahasan akademik dan politik. Sekolah dasar atau sekolah rakyat dan anak- anak yang belajar di sekolah ini berusia enam sampai sembilan tahun. Kemudian, siswa akan melanjutkan ke sekolah lanjutan umum atau kejuruan sesuai dengan kemampuan masing- masing.

Siswa kemudian memasuki sekolah lanjutan pada usia sepuluh tahun dan selesai pada usia 16 tahun. Pendidikan tinggi bukanlah hal yang wajib di negara Korea Utara. Pendidikan tinggi ini terdiri dari dua sistem yaitu pendidikan tinggi akademik dan pendidikan tinggi untuk pendidikan berlanjut.

Adapun sistem pendidikan tinggi akademik terdiri dari tiga jenis lembaga yaitu universitas, sekolah profesional, dan sekolah teknik. Ada dua universitas ternama di negara Korea Utara yaitu Universitas Kim II-sung dan Universitas Sains dan Teknologi Pyongyang. Kedua universitas ini berada di Pyongyang.

Demikian penjelasan tentang negara Korea Utara. Semoga artikel ini bermanfaat bagi sahabat portal-ilmu.com. Selamat belajar dan sukses selalu.

Daftar Pustaka

  1. Dianawati, A. 2006. RPUL DUNia. Jakarta: Wahyu Media.
  2. Nugroho, A. 2015. Berani ke Korea Utara? Kunjungi 7 Tempat Wisata Mengagumkan tapi Seram Ini!. (Online), www.boombastis.com, diakses tanggal 20 Juli 2017.
  3. kecamatan.angklung.web.id
  4. www.kemlu.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *