Profil Negara Afrika Tengah

Afrika Tengah yang akan kita bahas dalam artikel ini bukanlah sebuah kawasan, melainkan salah satu negara di kawasan Afrika. Republik Afrika Tengah dikenal memiliki keberagaman etnis, bahasa serta kelompok dengan sejarah dan budayanya yang menarik.

Di sisi lain, Afrika Tengah pernah mengalami kesulitan dan terjebak dalam paradoks kemiskinan dan berbagai masalah lain, bahkan sering disebut sebagai negara paling miskin di dunia. Republik ini menghadapi berabgai kudeta, pemberontakan dan kekerasan yang meluas ke wilayah-wilayah tertentu. Hal tersebut disebabkan oleh sistem pemerintahan serta kondisi kehidupan yang masih sangat lemah dan buruk.

Berbagai hal inilah yang akan kita bahas dalam artikel ini. Mulai dari sejarah Republik Afrika Tengah, kondisi geografis, sumber daya alam, hingga dinamika politik dan pemerintahannya.

Profil Umum

Berikut ini adalah profil umum Republik Afrika Tengah :

Ibu Kota: Bangui

Nama Pemerintah: Republik Afrika Tengah

Presiden (Kepala negara): Faustin-Archange Touadera

Kepala pemerintahan (2019): Perdana Menteri Firmin Ngrebada

Jenis Pemerintahan: Republik

Pendirian Kekaisaran Afrika Tengah: 4 Desember 1976

Kembali ke sistem Republik: 21 September 1979

Merdeka, dari Perancis: 13 Agustus 1960

Presiden (2016): Faustin-Archange Touadéra

Perdana Menteri (2016): Simplice Sarandji

Lagu kebangsaan: La Renaissance (Terlahir kembali)

Semboyan atau Moto: Unité, Dignité, Travail (Persatuan, Kehormatan, Pekerjaan)

Bahasa resmi: Perancis

Bahasa: Perancis, Sangho (Bahasa pergaulan), Arab, Hunsa, Swahili

Agama: kepercayaan asli 24%, Protestan 25%, Katolik Roma 25%, Muslim 15%, 11% lainnya

Area: 622,984 Kilometer persegi (240, 535 mil persegi)

Harapan hidup: Laki – laki (51 tahun) dan wanita (55 tahun)

Mata Uang: CFA (Communaute Financiere Africaine) Franc

Penduduk, perkiraan 2014: 4.900.000, dengan kepadatan: 7,42/km2

Ranah Internet: .cf

Kode telepon: +236

Media: Radio adalah media yang paling popular di republik Afrika Tengah. Media ini terdiri dari surat kabar dengan sirkulasi rendah dan stasiun radio itu sendiri. (BBC News, 2018)

Konstitusi: Terdapat aturan mengenai pembentukan senat dan otoritas pemilihan nasional. Keputusan yang dibuat oleh presiden dan perdana menteri harus berdasarkan ketentuan yang ada dan keputusan tersebut harus disetujui oleh para menterinya. Apabila terdapat suatu kontrak mengenai sumber daya mineral maka pemerintah harus bekerjasama dengan majelis nasional. (GlobalEdge).

PETA

BENDERA

Bendera Negara Afrika Tengah

Bendera Republik Afrika Tengah dibentuk pada 1 Desember 1958. Garis merah yang melambangkan darah umat manusia serta rasa hormat yang dimiliki orang Eropa dan Afrika. Bintang kuning yang melambangkan masa depan yang cerah. Merah, putih dan biru yang diadopsi dari French Tricolore sedangkan merah, kuning dan hijau adalah warna yang dimiliki oleh Pan-Afrika. (Worldatlas).

Lambang Negara

Republik Afrika tengah memiliki lambang negara yang cukup khas. Di dalamnya terdapat berbagai macam warna seperti warna pada gambar matahari, kepala gajah, pohon, bintang, telunjuk dan 2 bendera yang berkibar di sisi kanan dan kiri, serta dua pita yang berada di bagian atas dan bawah lambang. Lihat gambar dibawah ini:

Lambang Negara Afrika Tengah
foto: en.ostranah.ru

Sejarah Republik Afrika Tengah

Peradaban Sao adalah peradaban yang paling awal dikenal di wilayah ini, keberadaan mereka berasal dari abad keenam SM. Bukti benda yang ditemukan oleh para arkeolog berasal dari 100.000 tahun yang lalu. Selain itu, mereka juga menemukan peleburan besi yang berasal dari abad 3000 atau 2500 SM.

Awal peradaban Wadai, Sao, Bornu, Kanem, Baguirmi, Shilluk dan Bornu dibentuk atas dasar aktivitas yang telah dilakukan pada zaman dahulu kala, contohnya seperti teknik pertanian dan kegiatan perdagangan.

Kebanyakan masyarakat hidup dan bertempat tinggal di sekitar Sungai Chari, yang sekarang berubah menjadi wilayah Chad dan Kamerun. Berdasarkan bukti yang ada, mereka memiliki kemampuan dalam menggunakan tembaga, besi dan perunggu.

Peradaban kuno lainnya yaitu kekaisaran Kanem. Kekaisaran ini dimulai sekitar abad kesembilan masehi hingga tahun 1900 dan menyebar luas dari Chad ke beberapa negara lainnya seperti Libya, Niger, Nigeria, Kamerun, Sudan Selatan dan tengah hingga ke Republik Afrika Tengah.

Konfisi Geografis

Perbatasan Afrika Tengah meliputi : sebelah utara adalah Bangsa Chad, sebelah timur laut dan timur adalah Sudan, sebelah selatan adalah Republik Kongo, sebelah barat daya adalah Republik Kongo dan sebelah barat adalah Kamerun.

Daratannya terbentuk hanya 622,984 kilometer persegi (240,535 mil persegi). Tanahnya merupakan dataran tinggi yang cukup datar. Dataran tinggi tersebut mencapai 600 meter (1.969 kaki) membentang dari Chad ke lembah Sungai Kongo.

Terdapat tiga fitur geografis yang sangat menonjol yaitu :

  1. Bongo massif yang menjulang setinggi 1,330 meter (4.265 kaki), letaknya berada di perbatasan dengan sudan.
  2. Yade massif di sepanjang perbatasan dengan kamerun, gunung Ngaoui disana mencapai hingga 1.420 meter (4.659 kaki).
  3. Bukit-bukit subur dekat dengan wilayah sudan yang tingginya mencapai hingga 1.400 meter (4.593 kaki).

Republik Afrika Tengah memiliki dua medan utama, yaitu sabana dan hutan. Sedangkan negara ini sebagian besar terletak diwilayah sabana utara, medan yang terkenal kasar dan kotor. Diwilayah sabana terdapat tanah pertanian dan sungai yang dapat dimanfaatkan untuk mengelola tanaman.

Dulu mereka meyakini kedua medan tersebut sebagai wilayah yang tidak memiliki keanekaragaman, tapi saat ini wilayah tersebut telah menjadi tuan rumah bagi keanekaragaman hayati. Hutan yang dulunya tidak memiliki pohon, sekarang hijau disepanjang sungai yang terletak diperbatasan republik Demokratik Kongo dan Kamerun.

Afrika Tengah merupakan negara yang terkurung daratan sehingga tidak ada genangan air besar didalamnya. Oleh sebab itu, sungai menjadi hal yang penting karena air merupakan sumber utama bagi manusia, hewan dan tumbuhan.

Masyarakat Afrika Tengah sering menggunakan transportasi sampan atau perahu kecil yang dapat digunakan untuk melakukan jual beli diperairan. Mereka menyebutnya Priogue. Apabila kita melihat peta wilayah Afrika Tengah, terlihat jalur sungai Chari yang mengalir kearah utara yaitu sungai Chad dan sungai Oubangui, lalu berliku ke selatan menuju sungai Kongo.

Karena di Afrika Tengah tidak memiliki sistem kereta api, mereka dapat memanfaatkan sungai sebagai jalur transportasi, hal ini sangat berdampak besar terhadap kehidupan masyarakatnya, dimana mereka tinggal serta bagaimana mereka mencari nafkah.

Iklim

Republik Afrika Tengah memiliki iklim tropis dengan musim dingin dan musim panas. Pada saat musim dingin, angin bertiup kencang dan memberikan udara yang terasa kering serta debu dari gurun sahara.

Ada beberapa variasi iklim, disebelah utara biasanya akan terasa sangat panas dan kering yang disebabkan curah hujan yang lebih sedikit, suhunya mencapai 40 derajat selsius (104 farenheit). Musim hujan di Afrika Tengah juga tidak terlalu lama yaitu hanya di bulan Juni hingga September.

Disebelah selatan, udaranya lebih lembab, disebabkan oleh adanya curah hujan. Hujan akan selalu ada disepanjang tahun, biasanya terletak didaerah berhutan lebat. Dampak negatif musim ini adalah masyarakat akan kekurangan air bersih, jalan yang tidak beraspal dan akan berlumpur hingga sering terjadinya banjir. Musim dingin didaerah selatan ini akan terus turun dari bulan Mei hingga Oktober.

Bagi petani dan penggembala di Afrika Tengah, musim merupakan hal utama yang dapat menentukan panen, penanaman dan lain-lain. Industri pertambangan yang berada di Afrika Tengah akhirnya juga harus dapat memperhitungkan musim – musim tersebut. (Woodfork, 2006)

Sumber Daya Alam

Republik Afrika Tengah merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam luar biasa. SDA tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Tak hanya sebagai kebutuhan sehari-hari namun juga sebagai aset pribadi seperti emas, berlian, tembaga, besi, uranium, mineral dan minyak. Namun, hal yang sangat disayangkan adalah Afrika Tengah tidak mampu untuk mengelola itu semua sehingga isu moneter mewabah di negeri ini. Nilai jual sumber daya alam tidak sebanding dengan apa yang mereka terima.

Rasa keinginan untuk memiliki sumber daya alam yang timbul dari dalam individu dan perusahaan akan membuat persaingan yang ketat sehingga pada akhirnya dapat memungkinkan terjadinya konflik serta kelangkaaan sumber daya alam itu sendiri.

Tak hanya itu, hasil keserakahan menyebabkan kondisi menjadi semakin memburuk hingga dapat memberikan dampak fisik secara signifikan seperti bekas penambangan, pohon tumbang serta perubahan kegunaan tanah bagi kehidupan manusia dan hewan.

Margasatwa merupakan sumber daya alam yang dimiliki Republik Afrika Tengah. Sebagian besar hewan yang hidup di daerah-daerah yang terpencil dan tidak terlindungi dipindahkan ke taman nasional. Salah satu taman yang terkenal adalah taman nasional St. Floris. Terdapat  berbagai macam spesies satwa liar di dalamnya.

Beberapa penggembalayang melewati perbatasan dari sudan juga pernah menggembalakan ternaknya di taman itu selama musim kemarau. Kadang-kadang terjadi pemburuan liar seperti gajah dan jerapah, yang dilakukan oleh masyarakat untuk dijual kembali. Kondisi tersebut menyebabkan banyak korban satwa liar. Padahal satwa-satwa tersebut dilindungi dicagar alam. Selain gajah dan jerapah, terdapat satwa liar lainnya seperti singa, kuda nil, cheetah, buaya nil dan lain-lain.

Penduduk

Jumlah penduduk Republik Afrika Tengah sebanyak 3,8 jutatersebar didaerah yang jaraknya lebih dari 622.000 kilometer persegi (lebih dari 240,156 mil persegi). Hal ini menjadikan negara ini sebagai wilayah dengan kepadatan populasi terendah di dunia. Sebagian masyarakat tinggal di bagian barat dan ada yang tinggal di bagian timur. Namun, penduduk disana tidak sebanyak masyarakat dibagian barat dan tengah.

Republik Afrika Tengah mengalami depopulasi yang luar biasa. Depopulasi adalah kepadatan populasi yang rendah, karena banyaknya masyarakat yang memilih berpindah ke ibu kota dan meninggalkan daerah pedesaannya (urbanisasi). Mereka melihat di ibu kota terdapat peluang yang lebih besar. .

Total ada 7 kelompok etnis di Republik Afrika Tengah, yaitu Gbaya (33%), Banda (27%), Manza (Mandja atau Mandjia) (13%), Sara (10%), Mboum (7%), Yakoma (4%) dan Biaka (Baaka atau Aka) (4%). Sebagian orang ada yang menggabungkan beberapa kelompok etnis tersebut menjadi satu kesatuan seperti Gbaya-Manza, dikarenakan adanya persamaan budaya dan linguistik serta kedekatan fisik yang dapat dirasakan secara rill. Selain itu, Afrika Tengah juga terdapat kelompok kecil seperti Zande.

Secara historis, Republik Afrika Tengah mengalami banyak pergerakan aktivitas mulai faktor internal maupun eksternal. Akibatnya, negara tersebut mengalami banyak pembauran budaya yang berbeda-beda. Terdapat sejumlah kegiatan budaya seperti musik, perhiasan tubuh, ritual pernikahan, inisiasi, seni, dan tarian.

Administrasi dan Lembaga Pemerintah

Kementerian yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan hutan negara adalah kementrian Air, Hutan, Perburuan dan Perikanan atau biasa disebut The Ministry of Water, Forests, Hunting and Fisheries (MEFCP).

Saat ini Afrika Tengah sedang dalam proses mengembangkan kapasitas sumber daya alam termasuk hutan yang dimilikinya. Proses ini didasari adanya ketidakmampuan Afrika Tengah untuk mengelola daerah yang terkena dampak konflik secara langsung, hukum yang tepat, struktur tata kelola, keuangan, korupsi serta sumber daya manusia yang belum memadai.

Kementrian ini didukung strategi pengurangan kemiskinan atau biasa disebut dengan Poverty Reduction Strategy Paper (PRSP). PRSP berkontribusi agar kerangka hukum dapat diperkuat serta beberapa inisiatif pendukung dalam MEFCP dapat dikembangkan lebih baik (FAO 2010; Bank Dunia 2009).

Pada Mei 2000, Republik Afrika Tengah dan beberapa negara lainnya seperti kamerun, chad, republik demoktratik kongo, guinea khalustiwa dan gabon menandatangani deklarasi Yaounde dan membentuk sebuah COMIFAC sebagai badan tata kelola hutan lembah Kongo. Pada tahun 2005, Angola, Burundi, Rwanda, São Tomé dan Príncipe ikut bergabung dalam perjanjian tersebut.

Mereka menjadikan COMIFAC sebagai badan hukum yang bertanggung jawab terhadap segala tindakan konservasi serta mengkoordinasikannya dengan baik di wilayah tersebut. Perjanjian tersebut berdampak positif seperti dapat menyatukan semua pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, LSM, kelompok mayarakat hutan adat, sukarelawan, peneliti, sektor swasta hingga masyarakat sipil itu sendiri.

Pembagian Wilayah

Republik Afrika Tengah memiliki 14 prefektur (setara provinsi) : (Com, 2016)

No.Wilayah PrefekturIbu Kota
1Bamingui-BangoranNdele
2Basse-KottoMobaye
3Haute-KottoBria
4Haut-MbomouObo
5KémoSibut
6LobayeMbalki
7Mambere-KadelBerberati
8MbomouBangassou
9Nana-MambereBouar
10Ombella-M’PokoBimbo
11OuakaBambari
12OuhamBossangoa
13Ouham-PendeBozoum
14VakagaBirao

Selain itu, Afrika Tengah juga memiliki dua zona ekonomi atau “economic prefectures” yaitu:

  1. Nana-Grebizi (Kaga Bandoro)
  2. Sangha-Mbaere (Nola)

Flora dan Fauna

Chinko merupakan daerah asli pedalaman Afrika Tengah yang terdiri dari mosaik sabana dan hutan hujan. Di dalamnya terdapat sejumlah spesies unik yang berhasil didokumentasikan, yakni lebih dari 11 spesies primata termasuk, simpanse dan gajah hutan, 23 hewan berkuku genap, 5 mamalia pemakan semut, 24 karnivora yang kini terancam punah keberadaannya termasuk anjing liar dan singa, 9 spesies luwak yang berbeda-beda dan 400 spesies burung. Selain itu, terdapat pula babi hutan yang besarnya hingga menyerupai raksasa dan duiker berpunggung kuning sedangkan perutnya berwarna putih. (Youngblood).

Seni Afrika Tengah

Bagi negara-negara di kawasan Afrika Tengah, spiritual dan seremonial adalah suatu hal yang paling penting untuk dilakukan. Di Sungai Kongo, terdapat lembah serta pohon yang ukurannya cukup besar. Sebagian besar seniman Afrika Tengah memanfaatkan kayu yang berasal dari pohon-pohon tersebut.

Disana juga terdapat patung kekuatan yang terbuat dari kayu. Masyarakat biasanya sering menggunakan patung tersebut sebagai sumber kekuatan spiritual dan dipercaya dapat memberikan wawasan lebih. Patung tersebut umunya berbentuk menyerupai manusia sehingga tangan, kaki dan wajah diberi hiasan tertentu.

Sistem Peradilan

Terdapat sejumlah pengadilan yang berdiri di negara ini, yakni pengadilan kriminal, pengadilan sipil dan pengadilan banding yang letaknya tepat di ibu kota yaitu Bangui. RepublikAfrika Tengah memiliki Mahkamah Agung yang dipilih langsung oleh presiden, letak mahkamah ini juga terdapat di ibu kota Bangui.

Ada ketentuan-ketentuan yang harus dipatuhi dalam pengadilan tinggi di Kota Bangui. Pengadilan ini terdiri dari sembilan orang hakim yang bertugas mengadili kasus-kasus politik yang masih berkaitan dengan seorang presiden, anggota kongres hingga menteri pemerintah.

Konstitusi 1994 mereorganisasi peradilan yang terdiri dari pengadilan reguler dan militer. Mahkamah Konstitusi ini dibentuk pada tahun 1996, tujuannya adalah untuk menentukan apakah undang-undang yang disahkan oleh Majelis Nasional telah sesuai dengan konstitusi atau belum. Presiden akan menunjuk tiga orang hakim, tiga oleh presiden Majelis Nasional dan tiga oleh sesama hakim itu sendiri.

Sistem pengadilan peradilan tersebut baru dibentuk pada 1997, yang dapat ditemui di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Terdapat pula pengadilan anak-anak yang didirikan pada 1998. Namun sayangnya, fungsi-fungsi peradilan tersebut memiliki banyak kekurangan seperti sistem manajemen yang kurang efisien, minimya sumber tenaga terlatih, semakin membengkaknya tunggakan gaji serta minimya sumber daya material secara umum.

Sistem hukum Afrika Tengah diadopsi dari sistem hukum perdata Perancis. Terdakwa yang dinyatakan bersalah dianggap sebagai orang yang tidak bersalah. Para terdakwa juga memiliki hak berunding di pengadilan umum.

Tahun 2001, pengadilan kriminal mengalami banyak masalah terkait kurangnya dana. Sementara pada tahun 2003, Francois Bozize berhasil menangguhkan konstitusi dan merebut kekuasaan dengan cara melakukan kudeta. (Nations Encyclopedia).

Hubungan Internasional

Apabila kita melihat dari segi keanggotaannya dalam organisasi internasional, Republik Afrika Tengah aktif dibeberapa organisasi regional. Afrika tengah masuk dalam beberapa organisasi multilateral seperti PBB, Dana Moneter Internasional, Bank Dunia dan Organisasi Perdagangan Dunia. (U.S. Department of State, 2019).

Republik Afrika Tengah juga tergabung dalam Kelompok 77 (G-77); Gerakan Non-Blok (NAM); Kelompok Afrika; Kelompok Islam; ACP (Kelompok Negara Afrika, Karibia, dan Pasifik); AfDB (Bank Pembangunan Afrika); AU (Uni Afrika); CEMAC/UNDEAC (Komunitas Ekonomi dan Moneter Afrika Tengah); EITI (Inisiatif Transparansi Industri Ekstraktif); FZ (Franc Zone); ICRM (Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional); IFRCS (Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah); ITUC (Konfederasi Serikat Buruh Internasional); OKI (Organisasi Kerjasama Islam); OIF (Organisasi internasional de la Francophonie); WTO (Wordl Trade Organization) serta Badan & Organisasi Khusus yang ada di bawah PBB.

Republik Afrika Tengah juga menjalin hubungan bilateral dengan negara-negara lain di berbagai bidang, meliputi :

Dewan Keamanan

  1. Lembar Fakta Negara Amerika Serikat: Hubungan Bilateral AS-Republik Afrika Tengah
  2. Aktivitas Pemerintah Seluruh Dunia: Hubungan Bilateral Republik Inggris-Afrika Tengah
  3. Kementerian Luar Negeri Perancis dan Pengembangan Internasional: Hubungan Bilateral Republik Perancis-Afrika Tengah
  4. PR dari Kementerian Luar Negeri Tiongkok: Hubungan Bilateral Republik Tiongkok – Afrika Tengah
  5. Federasi Luar Negeri Rusia: Berita, Pernyataan, Pidato, dan Dokumen

Asia

  • Hubungan Bilateral Republik Jepang-Afrika Tengah: Kementerian Luar Negeri Jepang
  • Korea Selatan-Republik Afrika Tengah Hubungan Bilateral: Republik Korea Kementerian Luar Negeri
  • Hubungan Bilateral Republik Afrika-Tengah: Pemerintah India, Kementerian Urusan Luar Negeri
  • Hubungan Bilateral Republik Vietnam-Afrika Tengah: Kementerian Luar Negeri Vietnam

Afrika & Timur Tengah

  • Hubungan Bilateral Republik Turki-Afrika Tengah: Republik Turki Kementerian Luar Negeri
  • Armenia-Republik Afrika Tengah Hubungan Bilateral: Kementerian Luar Negeri Republik Armenia
  • Mesir-Republik Afrika Tengah Hubungan Bilateral: Republik Arab Mesir Kementerian Luar Negeri
  • Afrika Selatan-Republik Afrika Tengah Hubungan Bilateral: Hubungan Internasional Afrika Selatan & Kerjasama

Uni Eropa

  • Hubungan Uni Eropa-Republik Afrika Tengah: E.U. Tindakan Eksternal, Uni Eropa di Seluruh Dunia
  • Jerman-Republik Afrika Tengah Hubungan: Kantor Luar Negeri Federal Jerman
  • Hubungan Republik Afrika Tengah – Belanda: Pemerintah Hubungan Internasional Belanda
  • Finlandia-Republik Afrika Tengah Hubungan Bilateral: Kementerian Luar Negeri Finlandia
  • Yunani-Republik Afrika Tengah Hubungan Bilateral: Republik Hellenic Kementerian Luar Negeri

Barat (Non-UE)

  • Kanada – Hubungan Bilateral Republik Afrika Tengah: Gerbang, Kantor & Kedutaan Internasional Kanada Kanada
  • Hubungan Bilateral Australia-Republik Afrika Tengah: Departemen Luar Negeri dan Penjelasan Negara Perdagangan Australia
  • Selandia Baru-Republik Afrika Tengah Hubungan Bilateral: Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru
  • Hubungan Bilateral Republik Swiss-Afrika Tengah: Departemen Federal Luar Negeri Konfederasi Swiss
  • Hubungan Bilateral Republik Monako-Afrika Tengah: Principauté de Monaco, Monaco Worldwide

Amerika Latin & Karibia

  • Hubungan Bilateral Republik Afrika Tengah – Kuba: MinRex Kuba, Kementerian Luar Negeri Kuba
  • Brasil-Republik Afrika Tengah Hubungan Bilateral: Brasil Ministério das Relações Exteriores (dalam bahasa Portugis)

Perkembangan Ekonomi

Pencapaian pembangunan ekonomi Republik Afrika Tengah sangat minim. Bahkan, negara ini disebut sebagai negara miskin. Berikut adalah data perkembangan ekonomi:

Produk Domestik Bruto (PDB): $ 1,688 Miliar

Indeks Pembangunan Manusia: 0,34

Pengangguran: 8,80 %

Penghasilan per kapita: $ 548CID

Pertumbuhan PDB -15,4%

Indeks Gini (Kesenjangan pendapatan): 61,3

Hak Asasi Manusia Dan  Impunitas Di Afrika Tengah

Pelanggaran HAM dan pelanggaran hukum humaniter internasional masih terus berlanjut di Republik Afrika Tengah. Insiden-insiden yang terjadi meliputi: kekerasan seksual, serangan terhadap warga sipil, kebebasan bergerak dibatasi serta insiden penculikan.

Presiden Touadera meluncurkan konsultasi nasional tentang hukum, bertujuan untuk membentuk sebuah Komisi masa depan tentang Kebenaran, Keadilan, Reparasi dan Rekonsiliasi lebih jauh ke dalam Perjanjian.

Mission in the Central African Republic (MINUSCA) adalah komunitas yang mendukung konsultasi ini di Bambari, Bangassou, Bangui, Berberati, Damara, dan Sibut. Disisi lain, komisi inklusif dibentuk untuk meninjau kembali konflik-konflik yang telah terjadi serta mengusulkan tindakan apa yang harus dilakukan, hal ini tentunya sangat berkaitan erat dengan keadilan(Nations, Cental African Republic, 2019)

Perkembangan Politik

Konteks politik semakin hari semakin tegang ditandai dengan adanya ketidakpercayaan masyarakat dengan beberapa pihak. MINUSCA ikut berkontribusi untuk mencari konsesus yang berkaitan dengan proses pemilihan.

Pada 19 Juli 2019, majelis nasional akhirnya mencoba mengadopsi kode pemilihan yang diamandemenkan setelah keputusan mahkamah konstitusi 5 juni. Hal tersebut menyatakan bahwa sejumlah aspek kode-kode tersebut tidak konstitusional. Kode tersebut baru dinyatakan konsisten pada 14 Agustus 2019 karena sejumlah pasal ditarik termasuk pasal yang menyatakan bahwa anggota pemerintah diharuskan mengundurkan diri dari jabatannya apabila ingin memperebutkan kursi legislatif.

Disisi lain, partai politik juga harus mengupayakan agar kandidatnya berasal dari kaum perempuan. Partai tersebut memberikan kuota sebanyak 35% kandidat.Kode-kode tersebut diumumkan oleh Presiden Touadera pada 20 agustus 2019.

Ketegangan terus berlanjut antara pemerintah dan E Zingo Biani – Front Uni pour la Defense de la Nation. E Zingo Biani ini merupakan koalisi oposisi yang terdiri dari sejumlah pihak seperti aktor politik, masyarakat sipil dan serikat pekerja.

Koalisi tersebut dibentuk pada bulan Mei 2019, tujuannya adalah untuk memprotes konsesi pemerintah kepada kelompok-kelompok bersenjata dalam kerangka perjanjian yang berkaitan dengan masalah politik dan pemerintahnnya. Kelompok itu juga mengecam dan menyebutnya sebagai “pengkhianatan tingkat tinggi”. Pejabat pemerintah telah mengupayakan berbagai macam cara untuk melibatkan kelompok dalam dialog namun tidak kunjung berhasil.

Mantan partai KwaNa Kwa menggelar konvensi dari tanggal 12 hingga 18 Agustus 2019, tujuannya adalah untuk memberitahukan bahwa mereka akan segera keluar dari mayoritas presiden dan berniat untuk bersekutu dengan partai-partai politik oposisi. Selain itu, mereka juga mengumumkan bahwa mantan presiden, Francois Bozize akan menjadi kandidatnya pada pemilihan presiden yang akan datang.

Pada 30 Juli, presiden partai oposisi yaitu Union pour le Renouveau Centrafricain, Anicet Georges Dologuele secara terbuka menyesalkan korupsi yang terjadi di pemerintah. Mereka menyatakan hal tersebut setelah mengetahui temuan penyelidikan parlemen terhadap kegiatan penambangan emas oleh perusahaan asing di prefektur Ouham-Pende. Terdapat anomali hukum dalam pemberian izin penambangan dan penambangan tersebut ternyata malah memberikan dampak yang negatif terhadap lingkungan dan kesehatan (Nations, Central African Republic, 2019).

DAFTAR PUSTAKA

  • American Bar Association Rul of Law Initiative . (n.d.). Retrieved from Central African Republic Background: www.americanbar.org
  • BBC News. (2018, August 1). Retrieved from Central African Republic country profile: www.bbc.com
  • Com, S. N. (2016, November 17). Sejarah Negara Com. Retrieved from Tentang negara Afrika Tengah: sejarah-negara.com
  • GlobalEdge. (n.d.). Retrieved from Central African Republic: Government: globaledge.msu.edu
  • Human Right Watch. (n.d.). Retrieved from Central Africa Republic: www.hrw.org
  • IMUNA. (n.d.). Retrieved from Central African Republic: imuna.org
  • Keet, A. (2013, May 26). Fantastic Africa. Retrieved from Central Africa: www.fantasticafrica.org
  • Museum Konperensi Asia-Afrika. (n.d.). Retrieved from Sejarah Konferensi Asia Afrika: asianafricanmuseum.org
  • Nations Encyclopedia. (n.d.). Retrieved from Central African Republic – Judicial system : www.nationsencyclopedia.com
  • Nations, S. C. (2019). Cental African Republic. Report of the secretary-general , 10-11.
  • Nations, S. C. (2019). Central African Republic. Report of the Secretary-General , 3-4.
  • Omondi, S. (2019, May 27). Worldatlas. Retrieved from What Are The Biggest Industries In The Central African Republic?: www.worldatlas.com
  • U.S. Department of State. (2019, February 7). Retrieved from U.S. Relations With Central African Republic: www.state.gov
  • UNDP. (2017). CENTRAL AFRICA. UNDP SUB-REGIONAL STRATEGIC ASSESSMENT REPORT NO. 1 , 32-35.
  • USAID Country Profile. (2010). Central Africa Republic , 12.
  • Woodfork, J. C. (2006). Culture and Customs of the Central Africans Republic. London: Greenwood Press.
  • Worldatlas. (n.d.). Retrieved from Central African Republic Flag and Description: www.worldatlas.com
  • Worldatlas. (n.d.). Retrieved from Which Countries Are Part Of Central Africa: www.worldatlas.com
  • Youngblood, R. (n.d.). Africans Parks. Retrieved from Fauna and Flora : www.africanparks.org
Jangan Lupa Share & Komentar Ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *