Model Pembelajaran Project Based Learning

Artikel ini akan memberikan pembahasan tentang model pembelajaran yang menerapkan teknik project based learning atau yang disingkat dengan PBL. Dimana sebelumnya telah dibahas mengenai Metode Pembelajaran STAD, jika belum tahu apa itu STAD silahkan baca disini. Lalu, apakah yang dimaksud dengan model pembelajaran Project Based Learning akan dijelaskan dalam artikel ini. Selain itu, masih ada hal – hal yang lain yang berkaitan dengan model pembelajaran Project based Learning yang bisa saudara pelajari. Simak dengan baik – baik, setiap pembahasan yang diuraikan di bawah ini. Semoga kalian memperoleh manfaat dari artikel ini.

Pengertian Model Pembelajaran Project Based Learning

Apakah yang dimaksud dengan model pembelajaran Project Based Learning? Menurut Nursalam dan Efendi (2008) menyatakan bahwa dalam model pembelajaran Project Based Learning, siswa diminta untuk mengerjakan tugas, yang biasa dikenal dengan proyek. Proyek tersebut telah dirancang secara sistematis. Selain itu, siswa juga diminta untuk menunjukkan kinerjanya dan bertanggung jawab terhadap hasil kerjanya, ketika terlibat dalam suatu forum.

Sedangkan tugas guru dalam model pembelajaran Project Based Learning, guru perlu merancang suatu tugas atau proyek secara sistematis. Tujuan rancangan sistematis tersebut agar siswa dapat belajar tentang pengetahuan dan keterampilan melalui suatu proses pencarian atau penggalian. Proses pencarian dan penggalian ini dilakukan secara terstruktur dan kompleks. Selain itu, guru bertugas untuk merumuskan serta melaksanakan suatu proses bimbingan.

Selanjutnya, pendapat yang diungkapkan oleh Maryani dan Fatmawati (2015) menyatakan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning merupakan suatu pembelajaran yang dipusatkan pada siswa, melalui suatu kegiatan penelitian. Penelitian ini dimaksudkan untuk menyelesaikan suatu proyek pembelajaran tertentu.PBL ini fokus pada masalah dan berpusat pada proses dalam menyelesaikan masalah. Pembelajaran ini memadukan antara konsep ilmu pengetahuan, disiplin ilmu, dan kegiatan di lapangan.

Kegiatan pembelajaran PBL menekankan pada hubungan yang kolaboratif. Kolaboratif yang dilakukan dengan suatu kelompok yang bersifat heterogen. Keterampilan belajara dapat dikembangkan di antara siswa. Selain itu, kekuatan yang dimiliki oleh siswa atau kemampuan yang dimiliki dan cara belajar siswa akan dapat membantu dalam memperkuat kinerja dalam kelompok mereka sebagai satu keseluruhan.

Berdasarkan pendapat di atas dapat diketahui bahwa model pembelajaran Problem Based Learning menekankan pada penyelesaian suatu proyek melalui serangkaian kegiataan penelitian yang telah dirancang secara sistematis. Lalu apa sih sebenarnya manfaat yang diperoleh dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning? Berikut ini akan diuraikan tentang beberapa manfaat dari model pembelajaran ini.

Manfaat Model Pembelajaran Problem Based Learning

Terdapat beberapa manfaat dari model pembelajaran Problem Based Learning, terutama bagi guru (Maryani dan Fatmawati, 2015), yaitu:

  1. Model pembelajaran ini, akan mendorong guru untuk mengembangkan motivasi belajar pada diri siswa.
  2. Mendorong guru untuk membatu siswa dalam meningkatkan kemampuan penyelesaian masalah atau problem solving.
  3. Guru dapat mendorong siswa untuk menumbuhkan kemampuan berpikir pada tingkat tinggi atau dinamakan dengan higher order thinking.

Manfaat yang diperoleh bagi siswa dalam penerapan model pembelajaran PBL, yaitu siswa dapat membuat sebuah keputusan untuk memilih topik tertentu yang sesuai dengan kemampuannya. Selain itu, siswa dapat melakukan penelitian secara nyata, dan mampu menyelesaikan sebuah proyek yang diberikan oleh guru (Maryani dan Fatmwati, 2015).

Terdapat beberapa manfaat yang diperoleh oleh guru dan siswa, ketika model pembelajaran ini diterapkan. Seyogyanya, guru mulai belajar untuk menggunakan model pembelajaran ini, yang nantinya akan berguna bagi masa depan siswa. Kemudian, apa sajakah karakteristik yang dimiliki oleh PBL, sehingga menjadikannya berbeda dengan model pembelajaran yang lain. jawaban itu akan kamu temukan di pembahasan selanjutnya.

Karakteristik Model Pembelajaran Project Based Learning

Terdapat beberapa karakteristik dari model pembelajaran PBL menurut Kemendikbud dalam Maryani dan Fatmawati (2015). Karakteristik tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

  1. Model ini memunculkan suatu permasalahan yang diajukan pada siswa.
  2. Siswa bekerja secara kolaboratif dengan teman sebaya untuk bertanggung jawab terhadap pengelolaan dan mengakses informasi dalam rangka untuk pemecahan masalah.
  3. Siswa melakukan refleksi mengenai kegiatan yang dilakukan, secara berkala.
  4. Situasi dalam pembelajaran ini, sangat menghargai tentang kesalahan dan perubahan.
  5. Siswa membuat suatu keputusan mengenai kerangka kerja yang akan dilakukan.
  6. Siswa mendesain suatu proses yang digunakan untuk menentukan penyelesaian atas masalah maupun tantangan yang diajukan oleh guru.
  7. Proses evaluasi dalam model pembelajaran PBL dilakukan secara berkelanjutan.
  8. Hasil akhir dari kegiatan belajar siswa akan dilakukan penilaian secara kualitatif.

Kedelapan karakteristik di atas yang menyebabkan model pembelajaran Problem Based Learning berbeda dengan pembelajaran yang lain. Saudara perlu memahami agar tahu perbedaan dari model pembelajaran ini dengan model yang lain, sehingga dapat menerapkan dilapangan. Mempelajari model pembelajaran ini, tidak akan lengkap tanpa mengetahui keunggulan – keunggulan dari metode pembelajaran ini. Apa sajakah?

Keunggulan – Keunggulan dan Kelemahan dari Model Pembelajaran Problem Based Learning

Kemendikbud dalam Maryani dan Fatmawati (2015) menyatakan bahwa terdapat beberapa keunggulan dalam penerapan model pembelajaran PBL. Keunggulan tersebut yaitu sebagai berikut.

  1. Model pembelajaran PBL dapat meningkatkan kemampuan dalam memecahkan masalah.
  2. Model pembelajaran PBL dapat meningkatkan kolaborasi diantara siswa.
  3. Model pembelajaran PBL dapat meningkatkan keterampilan siswa untuk melakukan pengelolaan terhadap sumber belajar yang diperoleh.
  4. Model pembelajaran ini dapat memberikan suatu pengalaman pada siswa untuk mengorganisasikan suatu proyek.
  5. Model pembelajaran PBL mampu mendorong siswa untuk meningkatkan atau mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi.
  6. Model pembelajarna ini mampu membuat siswa lebih aktif dan berhasil dalam memecahkan masalah – masalah yang bersifat kompleks.
  7. Model pembelajaran PBL mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain itu, mampu mendorong kemampuan siswa untuk melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan yang bersifat penting dan mereka merasa perlu untuk dihargai.
  8. Model pembelajaran ini mendorong siswa untuk berpikir, bukan hanya mengerti tentang pembelajaran yang diberikan guru, melalui buku teks (Wulandari dan Surjono, 2013).
  9. Model pembelajaran ini mendorong siswa untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan (Wulandari dan Surjono, 2013).

Model pembelajaran PBL memiliki tujuh keunggulan yang patut untuk dipertimbangkan guru, ketika akan menerapkan model ini. Mempelajari keunggulan tanpa kelemahan, pasti akan menjadikan kita bertanya – tanya tentang apa saja kelemahan dari model pembejalaran ini. Kelemahan dari model pembelajaran PBL (Triani, 2015), yaitu

  1. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu masalah yang sedang dibicarakan yaitu lama.
  2. Berbagai peralatan harus disediakan untuk melaksanakan model pembelajaran ini, sebab model pembelajaran PBL dilakukan melalui sebuah penelitian secara sistematis.
  3. Ditinjau dari siswa, terdapat kemungkinan tentang adanya siswa yang kurang aktif dalam kegiatan bekerja secara berkelompok.
  4. Sikap enggan siswa, ketika mengalami kegagalan dalam penelitian, sehingga mengurangi rasa percaya dirinya dan minatnya untuk mencoba kembali.

Sudah pahamkan tentang model pembelajaran Problem Based Learning. Semoga artikel ini dapat membantu untuk meningkatkan pemahamanmu tetang model pembelajaran PBL.

Referensi:

  1. Triani, W. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Geografi. Jurnal. Universitas Lampung: Pendidikan Geografi.
  2. Nursalam dan Efendi, F. 2008. Pendidikan dalam Keperawatan. Surabaya: Salemba Medika.
  3. Maryani, I dan Fatmawati, L. 2015. Pendekatan Scientific dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Deepublish.
  4. Wulandari, B dan Surjono, H.D. 2013. Pengaruh Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Ditinjau dari Motivasi Belajar PLC di SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, (3), (2): 178-191.

Bacaan lain: