Model Pembelajaran Kooperatif: Pengertian hingga Kelemahan

Artikel ini akan memberikan penjelasan tentang salah satu Model pembelajaran yang menerapkan teknik kooperatif. Apakah yang dimaksud dengan Model pembelajaran teknik kooperatif? Akan dijelaskan berdasarkan pendapat para ahli.

Kemudian, masih ada banyak hal lagi yang dijelaskan dalam pembahasan di artikel ini. Tujuannya untuk memberikan gambaran yang gamblang tentang Model pembelajaran dengan teknik kooperatif. Selamat membaca setiap pembahasan dalam artikel ini dan silahkan dicermati dengan baik – baik setiap penjelasannya.

Pengertian Model Pembelajaran dengan Teknik Kooperatif

Apakah Model kooperatif? Gora dan Sunarto (2010) menyatakan bahwa model pembelajaran yang menerapkan teknik kooperatif ini meminta siswa untuk terlibat dalam suatu kelompok yang kecil, kemudian mereka bekerja sama untuk mempelajari materi yang diajarkan dengan menggunakan beberapa keterampilan sosial.

Pendapat lain yaitu Parsons (2009)  menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan salah satu Model pembelajaran yang digunakan guru untuk digunakan dalam kelas. Strategi ini menekankan pada kegiatan diskusi pada suatu kelompok yang bersifat heterogen. Model kooperatif tidak dibatasi pada mata pelajaran apapun. Bahkan, Model kooperatif ini memiliki berbagai tujuan intelektual dan mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang ditemui.

Pendapat di atas menunjukkan bahwa dalam teknik kooperatif, guru meminta siswa untuk terlibat dalam susana kelompok untuk menyelesaikan masalah atau materi yang diajarkan secara bersama – sama dengan mengembangkan keterampilan sosial yang dibutuhkan. Lalu, apakah ciri – ciri dari Model kooperatif? Hal tersebut untuk mengetahui perbedaan Model ini dengan Model pembelajaran yang lain. Saudara juga bisa menyimak artikel mengenai Metode Eksperimen untuk membuat perbandingan.

Ciri – Ciri dari Pendekatan Pembelajaran dengan Teknik Kooperatif

Apa sajakah ciri – ciri dari Model kooperatif? Terdapat beberapa ciri – ciri dalam Model pembelajaran yang menerapkan teknik kooperatif tersebut. Ciri – ciri Model kooperatif, yaitu sebagai barikut.

  1. Keterampilan sosial. Merupakan suatu keterampilan yang dikembangkan untuk menjalin suatu hubungan antar pribadi yang terlibat dalam suatu kelompok dan bertujuan untuk menguasai konsep yang diberikan oleh guru.
  2. Interaksi secara tatap muka. Interaksi yang dilakukan oleh setiap individu dilakukan dengan cara bertatap muka dalam kelompok tersebut. Interaksi yang dilakukan individu dalam setiap kelompok, nampak melalui pembicaraan yang dilakukan untuk ikut serta dalam mengambil bagian di kelompok.
  3. Siswa harus saling bergantung secara positif. Hal tersebut berarti bahwa setiap siswa yang terlibat dalam masing – masing kelompok tersebut, harus melaksanakan tugas yang telah dibagikan masing – masing untuk setiap indiviu. Tugas tersebur harus diselesaikan. Masing – masing siswa kesempatan yang sama dalam mengambil bagian untuk kegiatan dalam kelompoknya. Siswa yang memiliki kelebihan atau yang memiliki kemampuan yang lebih baik, diharapkan mampu membantu teman – temannya yang lain dalam kelompok yang mengalami kesulitan. Sikap saling tolong menolong dan berhubungan satu sama lain harus dikembangkan individu dalam kegiatan kelompok.

Setelah memahami tentang ciri – ciri dari Model kooperatif, yang terdiri dari tiga hal yaitu interaksi, keterampilan sosial, dan saling bergantung yang positif. Berdasarkan ciri – ciri tersebut menunjukkan bahwa Model kooperatif membutuhkan sikap siswa untuk bersedia bekerja sama dengan teman sebaya yang ada dalam kelompok. Kerja sama yang dilakukan tanpa memandang kemampuan yang dimiliki oleh siswa yang lain atau latar belakang dari siswa tersebut. Selanjutnya, apakah manfaat dari menerapkan Model pembelajaran dengan teknik kooperatif? Jawaban tersebut akan kamu peroleh di pembahasan yang selanjutnya.

Manfaat Model Pembelajaran dengan Teknik Kooperatif

Apa manfaat Model kooperatif? Ada beberapa manfaat dari penerapan Model pembelajaran dengan teknik kooperatif. Kagan dalam Gora dan Sunarto (2010) menyatakan bahwa manfaat dari penerapan Model kooperatif, yaitu sebagai berikut.

  1. Siswa dapat meningkatkan pencapaian akademiknya dan kemahiran dalam kognitif.
  2. Siswa dapat meningkatkan hubungan sosial dengan individu yang lain dan memperbaiki hubungan sosial yang terjalin di antara siswa yang terlibat.
  3. Siswa dapat berlatih untuk meningkatkan keterampilan dalam memimpin suatu kelompok.
  4. Model kooperatif mampu meningkatkan kepercayaan diri sises untuk tampil dalam sebuah kelompok.
  5. Model kooperatif dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang teknologi.

Ada beberapa manfaat yang diperoleh siswa ketika guru menerapkan Model pembelajaran dengan teknik kooperatif. Kemudian, apa sajakah jenis – jenis dari Model kooperatif yang dapat diterapkan oleh guru?

Jenis – Jenis Model Pembelajaran dengan Teknik Kooperatif

Model kooperatif memiliki beberapa jenis yang dapat dipilih guru untuk diterapkan pada siswa. Jenis – jenis dari Model kooperatif menurut Gora dan Sunarto (2010), yaitu sebagai berikut.

  1. Student Team Achievement Devition atau STAD.
  2. Team Assisted Individualization atau TAI.
  3. Teams Game Tournament atau TGT.
  4. Jigsaw II.
  5. Group Investigation atau GI
  6. Model Struktural

Model kooperatif memiliki beberapa jenis yang salah satunya dapat diterapkan pada siswa. Selanjutnya, bagaimanakah kelemahan dan kelebihan dari menerapkan pembelajaran teknik kooperatif? Hal tersebut akan dijelaskan dalam pembahasan di bawah ini.

Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran dengan Teknik Kooperatif

Sama hal nya dengan Model pembelajaran yang lain, Model kooperatif juga memiliki beberapa kelemahan dan kelebihan yang harus diperhatikan oleh guru. Kelebihan dari Model kooperatif menurut Hill dan Hill dalam Rofiq (2010) yaitu sebagai berikut.

  1. Model kooperatif dalam meningkatkan prestasi akademik yang dimiliki oleh siswa.
  2. Model kooperatif mampu memperdalam pemahaman siswa tentang suatu materi pelajaran yang diberikan oleh guru.
  3. Model kooperatif dianggap menyenangkan bagi siswa, sebab melibatkan suasana kelompok.
  4. Model kooperatif membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan kepemimpinan, melalui kelompok kecil.
  5. Model kooperatif mampu mengembangkan sikap positif yang ada dalam diri siswa.
  6. Model kooperatif dapat mengembangkan sikap siswa untuk menghargai segala potensi yang ada dalam diri sendiri.
  7. Model kooperatif membantu siswa untuk membuat suasana belajar menjadi lebih inklusif.
  8. Model kooperatif membantu siswa untuk mengembangkan sikap saling memiliki satu sama lain.
  9. Model kooperatif membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan. Salah satunya keterampilan sosial.

Penjelasan di atas merupakan beberapa kelebihan yang menjadi Model kooperatif pantas dan layak untuk diterapkan dalam pembelajaran. Selanjutnya, apa sajakah yang menjadi kelemahan dalam Model kooperatif?

Dess dalam Rofiq (2010) menyatakan bahwa Model kooperatif memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan dari Model kooperatif, yaitu sebagai berikut.

  1. Penerapan Model kooperatif membutuhkan waktu yang lama bagi siswa. Akibatnya target kurikulum yang dicapai, sulit untuk dicapai.
  2. Guru dalam menerapkan Model kooperatif membutuhkan waktu yang lama. Hal tersebut menyebabkan guru enggan untuk menggunakan Model kooperatif dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
  3. Menerapkan Model kooperatif membutuhkan kemampuan khusus dari guru. Hal tersebut mengakibatkan guru jarang melakukan Model kooperatif dalam kegiatan pembelajarannya.
  4. Pembelajaran dengan Model kooperatif menuntut siswa untuk memiliki sikap bekerja sama.

Kelebihan dan kelemahan dalam Model kooperatif menjadi pertimbangan bagi guru untuk melihat keefektifan dari Model ini, ketika diterapkan di kelas. Semoga artikel ini mampu membantu saudara dalam memahami tentang Model kooperatif. Selamat belajar.

Referensi:

  1. Gora, W dan Sunarto. 2010. Strategi Pembelajaran Inovatif Berbasis TIK. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
  2. Parsons, L. 2009. Bullied Teacher Bullied Student. Jakarta: Grasindo.
  3. Rofiq, M.N. 2010. Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Falasifa, (1), (1): 1-14.

Bacaan lain: