Metode Demonstrasi: Pengertian hingga Kelemahan

Artikel ini akan memberikan penjelasan tentang metode pembelajaran dengan teknik demonstrasi. Apakah yang dimaksud dengan metode demonstrasi? Bagaimanakah penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran? Akan dijelaskan dalam artikel ini secara panjang lebar. Semoga artikel ini akan dapat membantu saudara dalam memahami tentang metode demonstrasi.

Pengertian Metode Demonstrasi

Apakah metode demonstrasi? Metode demonstrasi dalam pembelajran merupakan salah satu metode yang digunakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Di mana dalam metode ini disajikan suatu prosedur maupun tugas, kemudian tentang tata cara penggunaan alat, dan tentang bagaimana melakukan interaksi dengan klien. Tata cara pelaksanaan metode demonstrasi dalam dilakukan secara langsung.

Selain dengan cara langsung, dapat pula dilakukan dengan cara melalui media, seperti penggunaan video maupun film. Siswa diminta untuk mendengar dan melihat prosedur, langkah – langkah. Kemudian mendengarkan dan melihat penjelasan – penjelasan yang diterangkan secara mendasar. Fokus perhatian dalam penerapan metode demonstrasi yaitu menekankan pada tujuan – tujuan dan hal – hal yang menjadi pokok penting.

Berdasarkan pendapat di atas dapat diketahui bahwa dalam metode demonstrasi, siswa akan disajikan sejumlah prosedur maupun langkah yang perlu dilakukan siswa, dengan menggunakan alat yang disediakan untuk mencapai suatu tujuan. Lalu bagaimanakah pedoman pelaksanaan metode demonstrasi? Berikut ini akan dijelaskan tentang pelaksanaan metode demonstrasi.

Pedoman Pelaksanaan Metode Pembelajaran dengan Teknik Demonstrasi

Terdapat beberapa langkah yang harus diikuti oleh guru, ketika akan menerapkan metode demonstrasi. Langkah – langkah tersebut dibagi ke dalam 4 bagian, yaitu persiapan, sebelum demonstrasi, pelaksaan demonstrasi, dan setelah demonstrasi. Masing – masing langkah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

  1. Tahap persiapan. Pada tahapan ini, terdapat beberapa tindakan yang harus dilakukan oleh guru untuk menerapkan metode demonstrasi ini, yaitu sebagai berikut.
  2. Mengidentifikasi suatu bacaan maupun kegiatan yang perlu untuk dilakukan oleh siswa sebelum pelaksanaan demonstrasi.
  3. Petunjuk tertulis dapat digunakan untuk melaksanakan demonstrasi yang bersifat rumi. Tujuannya adalah membantu dalam mengarahkan pelaksanaan observasi selama melaksanakan demonstrasi.
  4. Pemberian latihan sebelum melakukan kegiatan demonstrasi. Tujuan pelatihan ini agar dapat melaksanakan prosedur dengan lebih terampil.
  5. Mengukur jumlah waktu yang diperlukan. Hal ini kaitannya dengan tahap persiapan, demonstrasi, pelaksanaan diskusi setelah melakukan demonstrasi, demonstasi ulang yang dilakukan oleh siswa, dan merapikan kembali alat – alat yang telah digunakan dalam demonstrasi.
  6. Sebelum demonstrasi. Pada tahapan ini, terdapat beberapa langkah yang dilakukan oleh gur. Hal tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut.
  7. Menyiapkan materi dan alat sebelum siswa tiba. Kemudian, melakukan uji coba terhadap alat. Tujuannya untuk mengecek kesiapan alat yang akan digunakan dalam demonstrasi.
  8. Mengatur penempatan alat dan materi sebaik mungkin, sehingga dapat dilihat oleh semua siswa.
  9. Menjelaskan tujuan dari demonstrasi dan menjelaskan gambaran dari prosedur pelaksanaannya.
  10. Menjelaskan setiap materi yang akan diterangkan dalam demonstrasi dan alat yang digunakan.
  11. Mendiskusikan tentan beberapa prinsip penting dalam kegiatan demonstrasi,
  12. Mengidentifikasi hal – hal yang penting yang perlu untuk diobservasi selama pelaksanaan demonstrasi.
  13. Mengecek kembali tentang apakah semua siswa dapat melihat demonstrasi.
  14. Pelaksanaan demonstrasi. Pada tahapan ini, terdapat beberapa hal yang harus dilakukan oleh guru. Hal – hal tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut.
  15. Mendemonstrasikan setiap langkah prosedur secara teratur. Tujuannya agar semua siswa dapat mengikuti.
  16. Menguraikan suatu prosedur sambil memberikan demonstrasi dan menekankan pada hal – hal yang penting.
  17. Menghindari hal – hal mendetail yang bersifat tidak penting.
  18. Menekankan tentang cara dalam melaksanakan prosedur, bukan pada cara yang tidak perlu untuk dilakukan.
  19. Memantau setiap langkah yang dilakukan dalam demonstrasi.
  20. Setelah demonstrasi. Pada tahapan ini memuat beberapa tindakan yang harus dilakukan oleh guru. Tindakan – tindakan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.
  21. Mengulangi demonstrasi atau setiap langkah yang dilakukan, apabila siswa perlu untuk mengadakan observasi lanjutan atau dinamakan dengan redemonstrasi.
  22. Mendiskusikan tentang prosedur, segera setelah demonstrasi. Kemudian, mengulang hal – hal yang dianggap penting.
  23. Memberikan kesempatan siswa untuk mengamati praktik sesuai dengan perbedaan dalam diri siswa. Perbedaan tersebut dapat mencakup tentang lamanya praktik, umpan balik yang diberikan, dan suatu reinforcement.
  24. Memperhatikan siswa yang mengalami kidal atau menulis dengan tangan yang berbeda pada umumnya (penggunaan tangan kiri).
  25. Mengevaluasi hasil dari demonstrasi dan mengidentifikasi daerah yang perlu diadakan modifikasi.

Menurut  penjelasan di atas terdapat empat  langkah yang harus dilakukan guru, ketika menerapkan metode pembelajaran dengan teknik demonstrasi. Setelah memahami empat langkah tersebut, sebenarnya kita juga perlu mengetahui, apa sih sebenarnya tujuan dari metode demonstrasi? Perhatikan baik – baik, penjelasan di bawah ini.

Tujuan dari Metode Pembelajaran dengan Teknik Demonstrasi

Penerapan metode demonstrasi, bukannya tanpa tujuan. Tujuan dari metode jenis ini yaitu:

  1. Melalui metode demonstrasi, siswa mampu memperoleh gambaran yang jelas. Gambaran yang jelas yang dimaksudkan di sini yaitu kaitannya dalam proses mengatur waktu, proses untuk membuat sesuatu, proses tentang bekerjanya sesuatu, proses untuk mengerjakan atau menggunakan sesuatu, harapannya dalam membentuk sesuatu, melakukan perbandingkan terhadap suatu cara yang lain.
  2. Melalui metode demonstrasi, siswa dapat mengetahui dan melihat tentang kebenaran dari sesuatu yang didemonstrasikan.

Ternyata dalam menerapkan metode demonstrasi terdapat tujuan – tujuan tertentu yang hendak dicapai oleh guru pada siswa. Selanjutnya, bagaimanakah proses dalam pembimbingan guru dalam metode demonstrasi? Jawaban tersebut akan kamu jumpai di pembahasan selanjutnya.

Proses Pembimbingan dan Metode Demonstrasi

Terdapat beberapa proses pembimbingan yang perlu dilakukan guru pada siswa, ketika seorang guru memilih untuk menerapkan metode pembelajaran jenis demonstrasi tersebut. Proses – proses tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

  1. Guru perlu untuk menyiapkan dalam pengaturan tempat yang mungkin digunakan dalam demonstrasi, sehingga hal – hal yang didemonstrasikan dapat dilihat secara jelas oleh siswa.
  2. Menjelaskan tentang tujuan dari pelaksanaan demonstrasi.
  3. Menjelaskan serta memberikan petunjuk tentang bahan dan alat yang akan digunakan dalam demonstrasi.
  4. Mendiskusikan beberapa prinsip penting yang dilakukan dalam kegiatan demonstrasi.
  5. Melakukan identifikasi pada hal – hal yang perlu dilakukan observasi selama pelaksanaan demonstrasi berlangsung.
  6. Melakukan demonstrasi pada setiap prosedur dan memberikan penekanan pada bagian – bagian yang dianggap penting.
  7. Memantau setiap langkah yang dilakukan dalam kegiatan demonstrasi.
  8. Memberikan instruksi untuk melakukan demonstrasi kembali atau dinamakan dengan redemonstrasi.
  9. Memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan evaluasi pada diri sendiri maupun kelompok. Evaluasi dilakukan pada lamanya waktu yang digunakan dalam demonstrasi dan kesulitan yang dihadapi selama kegiatan demonstrasi.
  10. Memberikan umpan balik pada siswa dan reinforcement.
  11. Melakukan evaluasi terhadap proses dan mengidentifikasi tentang kemungkinan dalam melaksanakan modifikasi.

Sudah pahamkan proses pembimbingan dalam metode demonstrasi, selanjutnya apa sajakah kelebihan dan kekurangan dari metode demonstrasi? Perhatikan di bawah ini.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Demonstrasi

Kelebihan dari metode demonstrasi, yaitu proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan konkret, siswa dapat dengan mudah mempelajari, pengajaran menjadi menarik, dan siswa dirangsang untuk aktif dalam menghubungkan antara teori dan praktek. Kelemahan dari metode demonstrasi yaitu memerlukan keterampilan guru secara khusus, fasilitas yang mendukung, dan kesiapan dan perencanaan yang matang untuk demonstrasi.

Penjelasan di atas semoga dapat memberikan pengetahuan pada saudara tentang metode demonstrasi dan menerapkannya dalam sebuah praktek nyata. Selain metode ini masih ada Metode Pembelajaran Snowball Throwing, pelajari juga metode tersebut untuk menambah ilmu saudara. Semoga sukses selalu.

Referensi:

Nursalam dan Efensi, F. 2008. Pendidikan dalam Keperawatan. Surabaya: Salemba Medika.

Bacaan lain: