Pengertian dan Pembagian Kode Genetik

Har Gobind Khorana merupakan ahli biokimia asal India yang berhasil dalam memecahkan kode gen. Dia mampu menemukan ciri – ciri dari semua kodon dan yang mungkin terbentuk, sehingga dapat menafsirkan dari masing – masing potingan asam nukleat. Molekul yang terkandung dalam DNA terdiri dari asam fosfat, basa nitrogen, dan gula deoksiribosa.

Basa nitrogennya terdiri dari sitosin (S), timin (T), adenosin (A), dan guanin (G), dan keempat nitrogen tersebut dapat menentukan rangkaian molekul protein. Kode genetik merupakan basa nitrogen yang dapat menerjemahkan macam – macam yang berada di dalam tubuh. Kode atau kodon merupakan kelompok nukleotida yang spesifik untuk satu asam amino.

Kode genetik dapat terbagi atas kode singlet, kode duplet, dan kode triplet. Kode yang hanya menggunakan satu huruf atau setiap nukleotida untuk satu asam amino disebut dengan kode singlet. Sedangkan kode yang menggunakan dua huruf, dinamakan dengan kode duplet.

kode genetik pada mRNA dapat membawa rekaman dari kode genetik yang ada pada DNA. Pada mRNA, timin (T) diganti dengan urasil (U), sehingga kode singlet pada mRNA menjadi A, G, S, dan U. Pembentuka kode singlet, ode duplet, dan kode triplet, dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.

Artikel terkait: Virus: Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Perkembangbiakan dan Peran dalam Biologi

Kode SingletKode DupletKode Triplet
AAA AG AS AUAAA AGA ASA AUA
GAA GGA GSA GUA
SAA SGA SSA SUA
UAA UGA USA UUA
GGA GG GS GUAAG AGG ASG AUG
GAG GGG GSG GUG
SAG SGG SSG SUG
UAG UGG USG UUG
SAS SG SS SUAAS AGS ASS AUS
GAS GGS GSS GUS
SAS SGS SSS SUS
UAS UGS USS UUS
UUA UG US UUAAU AGU ASU AUU
GAU GGU GSU GUU
SAU SGU SSU SUU
UAU UGU USU UUU

Kode genetik triplet menentukan jenis – jenis asam amino yang memiliki sifat struktural yang hampir sama dan cenderung memiliki kodon yang hampir sama pula. Meskipun demikian, tidak ada satu basa tunggal yang dapat mengambil bagian dalam pembentukan yang lebih dari satu kodon, sehingga terdapat 64 kodin yang semuanya berbeda – beda. Rangkaian basa yang mengodekan dari setiap jenis asam amino, dapat dilihat sebagai berikut

 

  U S A G  
U UUU phe USU ser UAU tyr UGU eys U
UUS USS UAS UGS S
UUA leu USA UAA stop UGA stop A
UUG USG UAG stop UGG trp G
S SUU leu SSU pro SAU his SGU arg U
SUS SSS SAS SGS S
SUA SSA SAA gin SGA A
SUG SSG SAG SGG G
A AUU ile ASU thr AAU asn AGU ser U
AUS ASS AAS AGS S
AUA ASA AAA lys AGA arg A
AUG met atau start ASG AAG AGG G
G GUU val GSU ala GAU asp GGU gly U
GUS GSS GAS GGS S
GUA GSA GAA glu GGA A
GUG GSG GAG GGG G

 

Kode Genetik: Mutasi

Mutasi gen merupakan perubahan dalam urutan nukleotida dalam DNA yang dapat mempengaruhi sepasang nukleotida tunggal atau segmen yang lebih besar dari kromosom. Mengubah urutan dalam nukleotida, sering menghasilkan protein yang tidak berfungsi, sebab jika kodon berubah, maka asam amino dan protein yang disintesiskan tidak akan menjadi pihak yang dikodekan dalam urutan gen yang asli. Mutasi gen dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu mutasi titik dan pasangan basa insersi dan delesi.

Mutasi titik dapat mengubah satu nukleotida tunggal, sedangkan pasangan basa insersi atau delesi dapat terjadi, jika basa nukleotida dimasukkan atau dihapus dari urutan gen yang asli. Mutasi gen dapat terjadi dari faktor lingkungan dan kesalahan dalam pembagian sel.

Referensi:

 1. http://www.sridianti.com/pengertian-kode-genetik-dan-kodon.html
2. Karmana, O. 2007. Cerdas Belajar Biologi: Untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam, Rina Fitriana (Ed). Bandung: Grafindo Media Pratama.
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Balasan 1

Your email address will not be published. Required fields are marked *


nopita

nopita

Terimakasih kak artikelnya sangat bermanfaat .. perkenalkan nama saya nopita karta sapitri dari ISB Atma Luhur