Pengertian serta Ketentuan Adzan dan Iqamah

Abdul Wahid

  • 3
    Shares

Setiap hari, ketika memasuki waktu sholat tiba pasti adzan akan berkumandang. Mulai dari adzan Shubuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya, pasti semua orang akan mendengarkan suara adzan. Suara adzan ini dikumandangkan melalui pengeras suara (loudspeaker) yang ada di masjid-masjid, dan musholla-musholla terdekat.

Jangan lupa LIKE FP kami

Selain itu, adzan juga sering dikumandangkan melalui berbagai media elektronik, seperti televisi ataupun radio dan lain sebagainya. Sebagai anak yang baru belajar tentu kita patut memperhatikan dan mendengarkan suara adzan ini dengan seksama.

Adzan dan Muadzin

Pengertian dari adzan ini adalah sebuah panggilan atau pemberitahuan kepada orang banyak bahwasanya waktu sholat telah tiba. Dalam agama Islam, adzan ini mempunyai lafadz-lafadz yang sudah ditentukan.

Mengumandangkan adzan ini hukumnya adalah sunnah muakkad, dan ini dilakukan sebelum melakukan shalat fardhu, baik sendirian ataupun berjamaah. Ketika adzan ini berkumandang, seorang yang baik akan diam dan mendengarkannya dengan penuh khidmat.

Perintah mengumandangkan adzan ketika masuk waktu shalat ini, tercantum dalam sebuah hadits sebagai berikut:

عَنْ مَالِكِ بْنِ الحُوَيْرِثِ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : “.. وَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ، فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ …” (اَخْرَجَهُ السَّبْعَةُ)

Artinya:

Dari Malik bin Huwayrits, (ia berkata), Nabi saw. telah bersabda: “…. Dan apabila waktu shalat telah tiba (hadir), bersegeralah salah satu diantara kalian semua untuk mengumandangkan adzan. (HR. Tujuh Ahli Hadis)

Sebutan orang yang mengumandangkan adzan adalah disebut muadzin. Seorang muadzin minimal tahu tentang tugasnya tentang mengumandangkan adzan. Karena berkaitan dengan nada dan suara, alangkah baiknya jika muadzin ini bisa mengatur nada dan irama ketika adzan.

Hal ini supaya para jamaah sholat yang mendengarkan adzan ini bisa memperhatikan, mendengarkan lafadz adzan tersebut dengan seksama, sehingga bisa menjawab lafadz adzan yang dikumandangkan muadzin, dan mempersiapkan diri untuk datang ke masjid.

Seorang muadzin, hendaknya mengumandangkan adzan dengan berdiri dan menghadap kiblat. Ketika mendengarkan adzan hendaknya kita segera untuk melakukan wudhu dan bergegas untuk datang ke masjid

Artikel terkait: Mengenal Rukun – Rukun Shalat

Bacaan Adzan

Seorang muadzin pastinya harus tahu lebih dahulu lafadz – lafadz apa saja yang akan dikumandangkan. Seorang muadzin bisa saja anak yang masih kecil, ataupun remaja, atau pun orangtua yang memang punya kewajiban untuk adzan dalam suatu masjid.

Oleh karena itulah semuanya harus tahu apa saja lafadz – lafadz yang dikumandangkan ketika adzan. Berikut ini adalah lafad-lafadz yang di baca ketika adzan:

٢ᵡ   اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar 2x

(Allah Dzat Yang Maha Besar)

٢x    أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ الله

Asyhadu anlaaa ilaaha illallaah 2x

(aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah)

 ٢x  اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaah 2x

(aku bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah)

٢x  حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ ، حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

Hayya ‘alas shalaah 2x

(Mari laksanakan shalat)

٢x  حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ ، حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

Hayya ‘alal falaah 2x

(Mari menuju kemenangan)

للهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar

(Allah Dzat Yang Maha Besar)

لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله

Laa ilaaha illallaah

(Tidak ada Tuhan selain Allah)

Catatan Tambahan

Meskipun adzan ini dikumandangkan sebagai pertanda waktu shalat telah tiba, tetapi perlu diketahui, untuk waktu adzan subuh, sesudah membaca lafadz “Hayya ‘alal falaah”, ada lafadz tambahan yang perlu ditambahkan mu’azin, yaitu lafadz berikut ini :

٢x  اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ

As-shalaatu khairum minan nauum 2 x

(Shalat itu lebih baik daripada tidur)

Selain itu, ketika mengucapkan lafadz hayya alas shalaah disunnahkan untuk berpaling ke arah kanan, kemudian ketika mengucapkan lafadz hayya ‘alal falaah beraling ke arah kiri. Setelah mendengarkan lafadz ini jawablah dengan bacaan laa haula wa laa quwwata illa billaah(i) (tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas izin Allah swt.)

Iqamah dan Bacaan Iqamah

Iqamah ini adalah sebuah pemberitahuan kepada para jamaah shalat yang telah mendatangi masjid atau mushalla, atau tempat shalat yang lain untuk menyegerakan dirinya bangun dari duduknya dan berdiri untuk bersiap-siap menjalankan ibadah shalat.

Bacaan iqamah ini hampir sama dengan bacaan adzan, bedanya lafadz yang dikumandangkan ketika iqamah cukup satu kali saja. Serta setelah mengucapkan lafadz “Hayya ‘alas shalaah” dan “hayya ‘alal falaah”, ditambahi dengan lafadz قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ (Qad qaamatis shalaah / shalat segera didirikan)

Untuk lebih jelasnya, berikut lafadz yang dikumandangkan waktu iqamah:

اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر

أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ

اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

 ٢ᵡ  قَدْ قَامَتِ الصَّلاَة
٢X   اَللهُ اَكْبَر

لاَ إِلَهَ إِلاَّالله

Demikian penjelasan mengenai tentang adzan dan iqamah yang dilakukan sehari-hari ketika waktu shalat telah tiba. Semoga dengan penjelasan adzan dan iqamah melalui huruf arab dan latin serta terjemahannya di atas bisa membuat mudah untuk dihafalkan dan dipraktekkan.

Sumber:

  1. Al-Maktabah al-Syaamilah v. 3.48
  2. Hasbi ash-Shiddieqy, Pedoman Salat, (Jakarta: Bulan Bintang, 1984)
  3. Tim Bina Karya Guru, Pendidikan Agama Islam untuk Sekolah Dasar Kelas V, (Jakarta: Erlangga, 2007)

2 Replies to “Pengertian serta Ketentuan Adzan dan Iqamah”

  1. Selvi berkata:

    Apakah ini betul??

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *