Kebersamaan dan Kekeluargaan Kehidupan Santri

Sahabat portal ilmu dipembahasan sebelumnya, kita telah memaparkan tentang kesederhanaan kehidupan santri di pondok. Di mana santri tidak diperkenankan untuk menggunakan perhiasan dan pakaian secara berlebihan.  Kali ini, kita akan membahas sisi lain dari kehidupan santri, yang berhubungan dengan kebersamaan dan kekeluargaan.

Kebersamaan dalam lingkungan pesantren merupakan hal yang paling digemari para santri. Banyak kegiatan yang mereka lakukan secara bersama –sama. Contoh sederhananya ketika mereka memiliki sebungkus makanan atau camilan, mereka tidak mengkonsumsinya sendiri.

Namun, mengajak teman yang lain untuk bergabung melahap makanan tersebut. Walaupun, hanya sedikit saja yang mereka dapat, namun berkat kebersamaan menjadi makanan itu nikmat untuk dimakan.

Contoh kebersamaan yang lain, jika ada salah satu teman yang sakit, maka banyak diantara mereka yang membantu dalam banyak hal. Hal yang dimaksud yaitu mencarikan obat, mengambilkan makan, dan mengkerok badan orang yang sakit atau menemani dia berjalan menuju kamar mandi.

Lebih lanjut, ketika ada kegiatan panggung Sayonara (panggung hiburan, seperti nasyid, sholawat, puisi, dan lain – lain) mereka bahu membahu untuk membuat panggung tersebut, semenarik mungkin. Tujuannya untuk menghibur para santri yang lain.

Panggung tersebut dibuat sendiri para santri, dari bangku, jarik, jilbab, dan peralatan lain yang memungkinkan untuk digunakan, tanpa menggunakan jasa peminjaman alat. Dalam artian panggung dibuat dengan memanfaatkan barang yang ada.

Meskipun mereka menganut sistem kebersamaan, namun mereka dilarang untuk meminjam barang milik orang lain, terutama pakaian. Hal tersebut disebabkan agar santri dapat menjaga hak milik pribadi.

Semua hak milik pribadi, wajib diberi identitas pribadi. Tujuannya agar tidak terjadi keserabutan. Selain itu, jika terjadi kehilangan, dapat dengan mudah, dicari.

Demikian penjelasan singkat tentang gambaran kebersamaan antar santri di pondok. Salah satunya dapat kita ambil contoh, ketika ada teman yang sakit, teman yang lain peduli pada orang tersebut.

Seyogyanya, rasa peduli selalu ada dalam diri kita sehari – hari. Hal tersebut dimaksudkan agar kita juga dapat merasakan dan memahami apa yang dialami oleh orang lain untuk mewujudkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan diantara sesama. Selamat belajar sahabat portal ilmu.

Sumber: HK (Alumni Santriwati Pondok Al Amien 2008)

foto: al-amien.ac.id/wp-content/uploads/2016/05/WhatsApp-Image-20160516-1-1024x576.jpg
Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *