Kajian Hadits Tentang Mencari Ilmu

Abdul Wahid

  • 22
    Shares

Belajar Untuk Mengetahui

Dalam ajaran agama Islam tentu yang namanya manusia mempunyai posisi penting dalam hidup ini. Selain sebagai pelaksana, umat Islam juga diajarkan sedikit demi sedikit tata cara dalam hidup bermasyarakat dan beragama.

Seorang manusia tentu akan mempunyai nilai lebih dibandingkan yang lainnya ketika manusia tersebut senantiasa belajar dan beramal. Proses pembelajaran haruslah ditempuh umat manusia supaya mereka bisa menjadi ilmuwan-ilmuwan yang beragama.

Jangan lupa LIKE FP kami

Umat Islam sendiri juga diwajibkan mencari ilmu. Karena dengan ilmu itulah manusia bisa menemukan jalan keuar dari segala kesulitan. Hal ini tentunya juga memerlukan kesabaran, tidak instant begitu saja.

Seperti halnya ketika seseorang berusaha untuk membaca al-Qur’an. Tentunya ketika orang tersebut membaca al-Qur’an tidaklah langsung bisa lancar begitu saja. Melalui belajar satu, dua, dan tiga huruf dahulu. Itupun juga masih belum cukup. Ketika sudah bisa, seseorang juga harus mempelajari ilmu tajwid, supaya tahu hukum bacaan dari sebuah kalimat yang tercantum dalam al-Qur’an.

Mencari ilmu juga membutuhkan ketekunan, ketelitian dan istiqomah. Dalam hal ini, dengan izin Allah,  manusia bisa punya potensi tinggi untuk mengembangkan ilmu yang telah diperolehnya. Selain supaya menjadikan bermanfaat bagi manusia lain. Ilmu yang telah diajarkan kepada orang lain juga bisa menjadi amal jariyah kelak.

Hadits-Hadits Mencari Ilmu

Selain dari al-Qur’an (QS. Thahaa(20): 114,QS. Al-‘Alaq (96): 1, QS. Ar-Ra’d (13) : 19, dll) banyak juga hadits-hadist nabi yang menerangkan dalil-dalil keutamaan-keutamaan ilmu dan perintah-perintah terhadap manusia untuk mencari ilmu tersebut. adapun  diantaranya adalah:

  1. Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a yang berbunyi:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبِ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ حَتَّى يَرْجِعَ ».

Artinya:

Dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah SAW telah bersabda: “Siapa saja yang dirinya keluar (dari rumahnya) untuk mencari, maka ia termasuk golongan orang yang berjuang di jalan Allah, sampai orang itu kembali.” (HR. Tirmidzi)

  1. Masih dari Anas bin Malik r.a yang bunyinya:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ : طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ ، وَوَاضِعُ الْعِلْمِ عِنْدَ غَيْرِ أَهْلِهِ كَمُقَلِّدِ الْخَنَازِيرِ الْجَوْهَرَ وَاللُّؤْلُؤَ وَالذَّهَبَ.

Artinya:

Dari Anas bin Malik ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim. Dan orang yang meletakkan ilmu bukan pada pada ahlinya, seperti seorang yang mengalungkan mutiara, intan dan emas ke leher babi.” (HR. )

  1. Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Syihab, yang berbunyi:

عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ : قَالَ حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ سَمِعْتُ مُعَاوِيَةَ خَطِيبًا يَقُولُ : سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ : مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ وَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ وَاللَّهُ يُعْطِي وَلَنْ تَزَالَ هَذِهِ الأُمَّةُ قَائِمَةً عَلَى أَمْرِ اللهِ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ.

Artinya:

Dari Ibnu Syihab berkata, Humaid bin Abdurrahman berkata; aku mendengar Mu’awiyyah memberi khutbah untuk kami, dia berkata; Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang Allah kehendaki menjadi baik maka Allah faqihkan dia terhadap agama. Aku hanyalah yang membagi-bagikan sedang Allah yang memberi. Dan senantiasa ummat ini akan tegak diatas perintah Allah, mereka tidak akan celaka karena adanya orang-orang yang menyelisihi mereka hingga datang keputusan Allah”.(HR. Bukhari)

  1. Hadits yang diriwayatkan oleh Abi Bakrah yang berbunyi:

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ ، عَنْ أَبِيهٍ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اغْدُ عَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا أَوْ مُسْتَمِعًا أَوْ مُحِبًّا وَلاَ تَكُنِ الْخَامِسَ فَتَهْلَكَ.

Artinya:

Dari Abdurrahman bin Abi Bakrah, dari ayahnya (Abi Bakrah r.a.) berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Jadilah dirimu menjadi seorang pengajar atau pelajar atau pendengar atau orang yang mencintai ilmu, dan janganlah  dirimu menjadi yang ke lima, maka rusaklah kamu (HR. At-Thabraani dari Abu Bakrah / Jaami’ as-Shaaghiir )

Simak juga: Pengertian, Fungsi dan Hikmah Iman Kepada Kitab-Kitab Allah swt.

Keutamaan Mencari Ilmu

Selain dari dalil-dalil di atas masih banyak lagi keutamaan orang yang mencari ilmu. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Memahami kebesaran yang telah Allah limpahkan kepada umat manusia. Begitu juga karunia-Nya. Baik itu di langit maupun di darat ataupun di lautan.
  2. Memberikan kemudahan dalam mempelajari ilmu yang masih bersangkutan. Sehingga memudahkan proses pembelajaran.
  3. Dengan ilmulah, manusia bisa diberikan kemudahan dalam menjalankan segala perkara dan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
  4. Belajar untuk senantiasa bersyukur setiap waktu. Karena tidak ada daya dan upaya melainkan atas izin Allah
  5.  
  6. Dengan ilmu, manusia bisa mengubah dunia. Mulai dari perkembangan teknologi yang semakin gampang digunakan dan modern. Ditambah dengan berdirinya banyak lembaga atau industri yang tentunya sangat berguna untuk kebutuhan manusia sehari-hari.

Pendidikan Juga Salah Satu Hak Warga Negara

Jika berbicara tentang hak manusia, pastilah tidak akan bisa lepas dengan yang namanya komisi nasional hak asasi manusia atau yang lebih dikenal dengan Komnasham. Komisi ini merupakan salah satu komisi negara yang memperjuangkan hak-hak manusia. Mulai dari lahir sampai meninggal dunia.

Nama Komnasham ini juga dipandang tidak pandang bulu, atau membeda-bedakan status antara satu dengan yang lain. Intinya komisi tersebut juga mempunyai aturan sendiri demi melindungi warga negara Indonesia.

Adapun diantaranya adalah mendapatkan pendidikan dan pembelajaran bagi seluruh warga Indonesia. Di sinilah sebagai umat muslim Indonesia juga memiliki haknya dalam mengenyam dunia pendidikan. Tentunya ini juga menjadi kewajiban bersama. Karena yang namanya pendidikan atau pembelajaran membutuhkan proses yang panjang.

Seseorang yang mempunyai ilmu atau guru tentu tidak akan menyembunyikan ilmu yang telah didapatkannya. Semua tentu disebarkan pada murid-muridnya. Supaya mereka semua bisa meneruskan dan mengembangkan lebih luas dan lebar apa yang telah didapatkannya.  Serta mengajarkan kembali kepada orang terdekat mereka.

 

Referensi:

  1. DVD al-Maktabah Syamilah v.3.64
  2. Robingan, Munawar Khalil, Teladan Utama Pendidikan Agama Islam 3: Untuk Sekolah Menengah Pertama Kelas IX, (Solo: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2010)
  3. Muhammad Rohmadi, Pendidikan Agama Islam Untuk SMP Kelas IX (Sukoharjo: Grahadi, 2007)
  4. www.ibnumuna.org

Sumber gambar:

al-ilmu-samarinda.blogspot.co.id

Materi lain:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *