Pengertian dan Jenis Jenis Risiko dalam Bisnis

Dalam suatu kegiatan bisnis, risiko adalah hal yang tidak bisa dihindari. Risiko memang merupakan hal yang wajar dalam kegiatan bisnis, bahkan dalam kegiatan apa pun yang kita lakukan. Untuk itu, penting bagi kita untuk memahami apa itu risiko atau definisi risiko serta jenis – jenis risiko dalam bisnis.

Dengan mengetahui konsep risiko dalam bisnis, maka kita bisa lebih siap ketika melangkah menjalankan bisnis. Motivasi dalam mengambil risiko serta menejemen risiko pun bisa dipersiapkan dengan lebih baik.

Definisi Risiko

Definisi risiko yang dikenal dalam dunia bisnis pada dasarnya ada beberapa. Namun, secara umum dapat ditarik garis besar bahwa konsep risiko selalu dikaitkan dengan dengan adanya ketidakpastian pada masa yang akan datang.

Definisi risiko secara lebih spesifik, dapat diartikan sebagai adanya konsekuensi yang muncul sebagai dampak adanya ketidakpastian, sehingga memunculkan dampak yang merugikan bagi pelaku usaha.

Sebaliknya, bila konsekuensi yang memunculkan dampak ini dianggap menguntungkan, maka hal tersebut tidak disebut sebagai risiko. Konsekuensi positif ini lebih dianggap sebagai keuntungan yang diharapkan.

Risiko seperti ini pada dasarnya memang selalu ada dalam kehidupan sehari -hari. Hanya saja, intensitasnya akan meningkat ketika kita melakukan kegiatan bisnis. Apalagi, ketika kita menginginkan keuntungan/ hasil yang besar, maka risiko yang harus dihadapi pun juga akan lebih besar. Kondisi seperti ini dikenal sebagai high risk high return.

Motivasi Mengambil Risiko

Meskipun risiko cenderung memberikan dampak merugikan bagi perusahaan, tapi risiko ini pun tetap diambil oleh para pengusaha. Ada beberapa alasan yang mendorong seseorang mau mengambil risiko ini. Motivasi mengambil risiko bisa didasari keinginan mendapat tingkat keuntungan atau pengembalian yang sepadan dengan pengorbanan yang dikeluarkannya terlebih dahulu.

Ketika seorang pengusaha melakukan kegiatan yang berisiko dengan motivasi mendapatkan keuntungan, maka biasanya ia akan mampu mengalkulasi besarnya risiko yang dihadapi tersebut. Berdasarkan pada kalkulasi tersebutlah, ia akan menetapkan target keuntungan yang diinginkan.

Sebagai contoh, seorang yang mempunyai uang untuk diinvestasikan, ia dapat memilih di antara banyak pilihan. Pilihan pertama yang mungkin adalah menabungnya di bank dengan mendapatkan bunga sebesar 5 % tiap bulan secara pasti.

Pilihan kedua, ia bisa menginvestasikannya untuk bisnis kuliner dengan potensi keuntungan hingga 300 %. Akan tetapi, di pilihan kedua yang terdapat potensi keuntungan besar ini, ia pun juga harus menghadapi risiko ketidakpastian dalam hasil keuntungan tersebut.

Selain itu, alasan seorang mau mengambil risiko juga bisa karena faktor kepepet atau keterpaksaan. Dalam hal  ini, seseorang mungkin mengambil risiko karena kondisi yang menyertainya sudah sangat mendesak.

Kondisi yang mendesak ini membuat seseorang jadi tidak terlalu menghiraukan risiko yang harus dihadapi. Kalau pun ia memahami risiko yang dihadapi, ia juga tidak memiliki cukup waktu untuk mengalkulasi besarnya risiko -risiko yang dihadapi tersebut.

Jenis Jenis Risiko dalam Bisnis

Seseorang yang hendak memulai bisnis atau seorang pemula bisnis, maka ia sangat perlu untuk mengenal beberapa risiko yang mungkin dijumpai dalam bisnis, khususnya bagi start up business. Berikut adalah jenis jenis risiko dalam bisnis yang sering muncul :

1. Risiko Murni

Risiko murni dalam bisnis adalah risiko yang muncul karena suatu situasi atau keputusan yang konsekuensinya adalah kerugian saja. Bentuk risiko murni ini ada beberapa yang sering muncul, seperti :

  • Risiko hilang / rusaknya aset yang dimiliki sebagai akibat dari kebakaran, penggelapan, pencurian dan lainnya.
  • Kecelakaan kerja pada proses produksi.
  • Risiko akibat tuntutan hukum dari pihak lain, seperti karena keracunan dari makanan yang dijual, tuntutan konsumen karena kelalaian yang dilakukan dan sebagainya.
  • Risiko operasional lainnya.
  • Bencana alam atau force majeure, seperti misalnya gempa, banjir, angin topan dan sejenisnya.

2. Risiko Spekulatif

Risiko spekulatif adalah risiko yang muncul sebagai akibat dari situasi atau keputusan yang konsekuensinya bisa berupa kerugian maupun keuntungan. Contoh risiko spekulatif yang mungkin, misalnya :

2.1 Risiko perubahan harga

Harga pasar suatu produk, jasa atau komoditi dapat berubah -ubah, bisa naik bias juga turun. Ini disebabkan oleh perubahan harga input. Ketika harga input naik, maka perusahaan dapat mengalami kerugian karena adanya penurunan margin keuntungan.

Sebaliknya, bila harga input turun, maka perusahaan justru akan mengalami keuntungan. Ini disebabkan karena adanya kenaikan marjin keuntungan.

Selain itu, jika dikaitkan dengan harga output, maka perusahaan akan mengalami keuntungan ketika harga output naik karena marjin keuntungan yang juga meningkat. Sementara apabila harga output turun, maka perusahaan akan mengalami kerugian, karena adanya penurunan margin keuntungan.

2.2 Risiko kredit

Risiko kredit ini adalah risiko yang muncul akibat adanya transaksi kredit, seperti hutang dagang. Apabila pihak yang diberikan kredit mengalami gagal bayar. Jika hal ini terjadi, maka pengusaha akan mengalami kerugian.

Meski kita tidak akan terlepas dari adanya risiko. Namun, bukan berarti bahwa kita harus menghindari kegiatan bisnis tersebut dan sama sekali melepaskan risiko yang ada. Sebab, Anda dapat melakukan pengelolaan risiko untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya risiko yang ada.

Referensi :

Harrington, Scott E dan Gregory R Niehaus. 2004. Risk Management and Insurance. 2nd Ed. New York: McGraw Hill.

Materi lain: