Pengertian, Unsur dan 8 Jenis Puisi

Artikel – artikel sebelumnya, sedikit telah membahas tentang puisi. Namun pada artikel ini akan dibahas secara gamblang tentang pengertian, unsur serta jenis puisi. Mulai dari puisi lama, puisi baru, puisi bebas, hingga pada puisi kontemporer.

Puisi merupakan suatu karya sastra yang menggunakan bahasa – bahasa yang indah dan memiliki makna. Bahasa yang digunakan dalam sebuah puisi bersifat konotatif. Bahasa konotatif merupakan bahasa yang tidak memiliki makna yang sebenarnya. Pada umumnya, puisi merupakan pikiran, curahan hati, atau imjinasi yang dimiliki oleh seseorang untuk kemudian dituangkan dalam bentuk puisi.

Tujuannya untuk meluapkan segala kegundahan yang ada dalam diri dan membagikan perasaan yang dimiliki. Unsur – unsur yang terkandung dalam puisi dapat dikelompok menjadi dua kelompok. Unsur – unsur tersebut yaitu unsur fisik puisi dan unsur batin puisi.

Unsur fisik puisi masih dapat dijabarkan lagi menjadi beberapa hal, yaitu:

  1. Diksi merupakan suatu pemilihan kata yang tepat dalam puisi. Pilihan kata yang tepat, akan dapat membangkitkan suasana, perasaan, dan keindahan dari puisi.
  2. Majas merupakan suatu gaya bahasa yang bersifat kiasan. Pengarang puisi pada umumnya menggunakan bahasa kiasan untuk membuat puisi tampak indah dan menarik. Bahasa kiasan bertujuan untuk menyampaikan secara tidak langsung mengenai makna yang dimaksud oleh pengarang puisi.
  3. Rima atau unsur bunyi atau dapat disebut juga sebagai sajak. Merupakan suatu pengulangan bunyi yang berselang, baik di dalam larik sajak maupun pada akhir larik di sajak. Pengulangan bunyi ini dimaksudkan sebagai menambah nilai merdu dari puisi. Tujuannya untuk memberikan pengaruh pada nada dan suasana yang dimaksud dalam puisi tersebut.
  4. Citraan atau imajinasi digunakan untuk memancing imajinasi dari pembaca. Pengarang puisi akan menggunakan kata yang dapat digunakan untuk mengungkapkan pengalaman imajinasinya. Kata – kata yang digunakan tersebut memberikan kesan – kesan terhadap panca indra bagi pembaca. Jenis – jenis citraan dalam puisi, yaitu sebagai berikut: citraan pandang, citraan dengar, citraan rasa, dan citraan kecap.

Selanjutnya, tentang unsur batin dalam puisi dibagikan 4 hal, yaitu:

  1. Tema merupakan gagasan atau ide yang menduduki tempat utama dalam suatu cerita. Setiap puisi hanya memiliki satu tema.
  2. Rasa dapat juga dinamakan sebagai emosional dari sebuah puisi. Rasa tersebut antara lain sedih, marah, benci, dan gembira.
  3. Nada merupakan sikap yang ditunjukkan penyair terhadap pembaca melalui sebuah puisi. Nada tersebut dapat berwujud, antara lain merayu, mencaci, merengek, mengajak, dan menyindir.
  4. Amanat merupakan pesan yang hendak disampaikan melalui puisi. Pesan tersebut ingin disampaikan oleh pengarang pada pendengar atau pembaca puisi. Pesan – pesan yang terkandung dalam puisi, pada umumnya disampaikan dalam ungkapan yang tersembunyi.

Baca juga: Pengertian Klausa dan Jenis – Jenis Klausa

Jenis – jenis Puisi

Terdapat berbagai jenis puisi yang berkembang saat ini. Puisi – puisi tersebut yaitu:

1. Puisi Lama

disebut juga sebagai puisi terikat. Puisi lama merupakan puisi yang diciptakan pada masa sebelum pujangga baru terikat oleh aturan – aturan. Aturan yang dimaksud yaitu jumlah baris dalam bait, jumlah kata dalam baris, dan jumlah suku kata maupun rima.

Setelah kamu memahami tentang puisi lama? Lalu apa sajakah yang tergolong puisi lama?

2. Pantun

Pantun merupakan salah satu puisi lama. Pantun memiliki ciri – ciri sebagai berikut

  1. Satu bait terdiri dari empat baris.
  2. Baris pertama dan baris kedua merupakan sampiran.
  3. Satu baris terdiri dari delapan sampai dengan dua belas suku kata.
  4. Bersajak a – b – a – b.
  5. Baris ketiga dan baris keempat merupakan isi.

Pantun berdasarkan pada isi, dibedakan menjadi:

  1. Pantun anak muda. Merupakan salah satu jenis pantun yang berisikan tentang nasib dagang, perkenalan, perpisahan, asmara, jenaka, dan iba hati.
  2. Patun orang tua. Merupakan salah satu jenis pantun yang berisikan nasehat, adat istiadat, dan agama.
  3. Pantun anak – anak. Merupakan salah satu jenis pantun yang berisikan tentang perasaan yang gembira atau suka cita.

3. Syair

Syair merupakan jenis puisi lama yang berasal dari daerah Arab. Ciri – ciri dari syair, yaitu sebagai berikut:

  1. Satu baris terdapat delapan sampai dengan dua belas suku kata.
  2. Satu bait terdiri dari empat baris.
  3. Bersajak a – a – a – a.
  4. Baris pertama sampai dengan baris keempat merupakan isi.

4. Karima

Karima atau pantun kilat. Karima memiliki ciri –ciri sebagai berikut.

  1. Baris pertama merupakan sampiran.
  2. Baris kedua merupakan isi.
  3. Terdapat dua bari dalam satu bait.
  4. Sajak a – a.

5. Gurindam

gurindam merupakan jenis puisi lama yang berasal dari daerah Tamil atau India. ciri –ciri dari gurindam, yaitu:

  1. Baris pertama merupakan sampiran.
  2. Baris kedua merupakan isi.
  3. Puisi ini berisikan tentang nasihat.
  4. Memiliki sajak a – a
  5. Terdapat hubungan kausal antara baris satu dan baris dua.
  6. Satu bait terdiri dari dua baris.

6. Puisi Baru

dikenal dengan puisi modern. Puisi ini muncul pada masa pujangga baru. Kemudian dipopulerkan pada tahun 1945. Pada saat itu Chairil Anwar sebagai pelopor puisi baru. Lahirnya puisi modern dilatarbelakangi oleh semangat dalam mencari kebebasan untuk berbicara.

Kebebasan tersebut tidak terikat pada pola – pola estetika yang kaku  maupun patokan – patokan yang membelenggu diri seorang penyair dalam berbicara. Jenis – jenis puisi baru yaitu:

  1. Tersina yang terdiri dari tiga baris dalam setiap satu bait.
  2. Kuatren yang terdiri dari empat baris dalam setiap satu bait.
  3. Kuin yang terdiri dari lima baris dalam setiap satu bait.
  4. Distikon yang terdiri dari dua baris untuk setiap satu bait dan pada umumnya bersajak sama.
  5. Soneta yang terdiri dari sembilan baris untuk setiap satu bait.
  6. Septima yang terdiri dari tujuh baris dalam setiap satu bait.
  7. Oktaf yang terdiri dari atas delapan baris dalam setiap satu bait.
  8. Sektet yang terdiri dari enam baris dalam setiap satu bait.

7. Puisi Bebas

merupakan jenis puisi yang tidak memperhatikan aturan – aturan yang ada dalam puisi. Puisi bebas tidak lagi menekankan pada penggunaan kata yang indah dan tidak efektif. Pengarang diperbolehkan untuk lebih ekspresif. Dengan cara menggunakan pilihan kata yang memiliki makna. Puisi bebas tidak memiliki aturan dalam sajak yang disusun. Pengarang bebas memilih kata sesuai dengan kebutuhannya.

8. Puisi Kontemporer

merupakan jenis puisi masa kini. Puisi ini bertujuan untuk menyampaikan kritikan, gagasan, atau sindiran dari penulis tentang kehidupan yang ada disekitarnya. Puisi kontemporer tidak mempedulikan makna dari puisi. Puisi ini lebih menekankan pada batin yang dirasakan oleh pengarang mengenai suatu permasalahan. Puisi kontemporer dibedakan lagi berdasarkan pada isinya, yaitu:

  1. Satire merupakan jenis puisi kontemporer yang menggambarkan tentang kepincangan sosial. Bentuk satire yaitu sindiran dan kritikan.
  2. Balada merupakan jenis puisi kontemporer yang diperoleh dari mengubah kisah menjadi puisi.
  3. Roman merupakan jenis puisi kontemporer yang berisi tentang luapan perasaan cinta pada kekasih.
  4. Himme merupakan jenis puisi kontemporer yang berisi tentang pujian pada Tuhan.
  5. Elegi merupakan jenis puisi kontemporer yang berisi tentang kesedihan atau ratapan hati seseorang.
  6. Ode merupakan jenis puisi kontemporer yang berisi tentang pujian atau sanjungan pada seseorang.
  7. Epigram merupakan jenis puisi kontemporer yang berisi tentang ajaran kehidupan, baik sosial, agama, maupun sopan santun.

Setelah membaca penjelasan di atas, sudah paham kan tentang jenis – jenis dari puisi dan apa saja yang menjadi bagiannya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara sekalian. Untuk melihat contoh puisi saudara bisa — klik disini –.

Referensi:

Tim guru Indonesia. 2015. Super Lengkap Pelajaran 6 in 1 SMA / MA IPA Kelas 10, 11 & 12. Jakarta: Bintang Wahyu.

Materi lain: