Ingin Lanjut S2? Ini Dia Hal yang Wajib Kamu Tahu dan Siapkan

Pendidikan adalah hal penting bagi siapa pun? Setuju bukan? Sebab, dengan pendidikan maka kita bisa melihat dengan lebih jelas ‘masa depan yang lebih cerah’. Apalagi, jika pendidikan yang kamu tempuh semakin tinggi. Nah, bagi kamu yang sudah sukses mendapat gelar sarjana, kamu sudah bisa memanfaatkannya sebagai jembatan menuju kesuksesan.

Tapi, jika kamu masih cinta belajar, tak ada salahnya buat kamu untuk kembali menempuh pendidikan tinggi dengan lanjut studi S2. Jadi, kamu bisa mendapat gelar Magister atau Master atau yang setara, setelah kamu lulus nanti.

Tapi, meski sudah punya keinginan untuk lanjut studi S2, kamu mungkin masih merasa ragu atau bimbang. Apakah akan menempuh pasca sarjana atau tidak. Apakah bisa benar-benar memberikan manfaat bagi kehidupan kelak. Apakah kamu bisa menjalaninya dengan baik. Dan apa saja yang harus dipersiapkan?

Berbagai pertanyaan ini mungkin terlintas di benak kamu. Nah, untuk itu, bagi kamu yang masih bingung tentang hal –hal seputar S2 ini, kamu bisa menyimak baik –baik artikel ini. Sebab, kita akan sedikit mengulas tentang berbagai hal penting yang perlu kamu tahu sebelum memutuskan memilih melanjutkan studi S2.

Tentukan Tujuan : Kenapa Harus Lanjut S2?

Tentunya, kamu harus tahu apa alasan lanjut studi S2. Apakah kamu cuma ingin gelar? Apakah masih cinta belajar? Ingin menjadi dosen? Ingin lebih mudah diterima bekerja? Atau sebagai modal untuk mengajukan lamaran (pada calon mertua)? Wah wah…

Pelajari apakah betul tujuanmu bisa tercapai dengan menempuh studi S2. Jika memang ingin jadi dosen, maka sudah pasti kamu harus lanjut S2. Tapi jika kamu S2 hanya agar lebih mudah mencari kerja, maka kamu perlu pertimbangan lebih.

Ingat, semakin tinggi gelar, semakin sedikit peluang kerjanya. Namun, tentu tenaga kerja yang tersedia atau pesaingmu juga lebih terbatas. Akan tetapi, yang perlu diperhatikan adalah target lokasi kerja yang diinginkan.

Jika kamu berada di daerah yang jauh dari pusat industri dan perkantoran, dan tidak ingin beralih tempat tinggal dari sana, maka gelar S2 mu akan sulit digunakan untuk mencari kerja. Sebab, hanya sedikit orang yang membutuhkan dan mau membayar mahal.

Tapi jika kamu sudah bekerja, bisa ditanyakan dengan tempat kamu bekerja, apakah ijazah kamu nantinya bisa berpengaruh untuk kenaikan jabatan.

Harus Siap Belajar

Melanjutkan studi S2 berarti kamu harus siap untuk kembali menjadi mahasiswa. Itu artinya, kamu juga harus siap belajar. Kamu harus rajin belajar, membaca, dan membuat tugas. Jangan sampai kamu mengeluh sulit mengikuti pelajaran karena berbagai alasan, seperti kerja atau mengurus keluarga.

Tentukan Jurusan yang Tepat

Menentukan jurusan S2 penting agar nantinya, gelar dan ilmumu bisa lebih tepat dan bermanfaat. Sebab, tak sedikit orang yang keliru menentukan jurusan S2, dan kemudian menyesal atau harus mengambil kuliah lagi untuk jurusan lain yang berbeda.

Untuk menentukan jurusan, ini kembali pada tujuan kuliah kamu. Jika kamu ingin menjadi dosen, wajib hukumnya untuk mengambil jurusan yang linear (sejalur) dengan studi S1 dan studi yang hendak kamu ajarkan nantinya. Pelajari tentang linearitas agar kamu bisa lebih memahaminya.

Jika kamu ingin memperkaya ilmu pengetahuan sesuai minat, maka kenali minatmu secara mendalam. Jangan lupa pula pertimbangkan soal kemampuanmu. Jika kamu mengambil jurusan yang berbeda dengan jurusan semasa S1, maka kamu perlu mengambil matrikulasi.

Matrikulasi adalah pembelajaran mata kuliah dasar sebagai pengantar untuk memahami studi di jurusan tertentu. Biasanya, matrikulasi ini wajib diambil untuk mahasiswa yang mengambil studi S2 lintas jurusan. Ada yang mengenakan biaya tambahan untuk matrikulasi, tapi ada yang tidak.

Tentukan Kampus yang Tepat

Sama halnya dengan menentukan jurusan, menentukan kampus juga adalah hal penting. Pilih kampus setelah kamu tahu ingin masuk di jurusan apa. Untuk menentukan kampus yang tepat, kamu harus melihat profil kampus secara mendalam.

Hal paling utama yang perlu kamu tahu adalah mengenai akreditas kampus dan akreditas jurusan yang hendak kamu ambil. Hindari kampus dengan akreditas jurusan C atau kurang. Jika bisa memilih akreditas A, itu lebih baik. Tapi jika hanya B, itu pun cukup. Akreditas bisa sangat berpengaruh untuk mengajukan lamaran kerja nantinya, baik di BUMN, swasta mapun sebagai tenaga pengajar.

Berikutnya, kenali fasilitas yang disedikan kampus dan juga tenaga pengajarnya. Sistem pengajaran, mata pelajaran, biaya kuliah, dan akses menuju ke kampus tersebut juga perlu dipelajari sebagai landasan memilih kampus yang tepat. Kampus dalam negeri atau luar negeri, juga harus ditentukan. Ingat! Tidak semua kampus menyelenggarakan studi S2.

Siapkan Diri untuk Tes Akademik dan Tes Bahasa Inggris

Hampir semua kampus mensyaratkan tes potensi akademik dan tes bahasa Inggris untuk memasuki jurusan S2-nya. Hanya saja, istilah yang digunakan untuk menyebut tes tersebut bisa berbeda. Ketentuan nilai dan cara tes masing –masing kampus juga bisa berbeda.

Ada kampus yang mengizinkan tes di luar, lalu hasilnya dikumpulkan. Ada pula yang hanya menerima tes yang diselenggarakan di intern kampus tertuju saja. Yang terpenting, kamu harus bersiap untuk kedua tes tersebut.

Tes potensi akademik sangat mirip dengan tes psikologi, atau tes calon pegawai negeri sipil, atau tes masuk STAN dan sejenisnya. Jadi, kamu bisa belajar dari soal –soal serupa. Intinya adalah mengasah logika dan pengetahuan umum.

Sedangkan tes bahasa Inggris, umumnya serupa dengan tes TOEFL atau TOEIC atau IELTS. Untuk syarat skor bisa beragam. Biasanya nilai minimalnya setara dengan TOEFL 450. Ada juga yang menyaratkan lebih dari itu. Tapi, sangat jarang yang mensyaratkan nilai kurang dari itu.

Siapkan Tema Penelitian untuk TESIS

Tidak semua kampus meminta tema penelitian tesis di awal. Tapi, kebanyakan akan memintanya. Apalagi, jika kamu mengambil studi S2 dengan skema by research. Hanya saja, kebanyakan kampus di Indonesia tidak mengadakan studi S2 by research.

Biasanya, tema penelitian untuk tesis yang diminta di awal hanya berupa gambaran umum. Selain itu, tema ini tidak diwajibkan untuk digunakan sebagai tesis kamu nantinya. Umumnya, tema tesis masih bisa dirubah. Gambaran penelitian biasanya hanya digunakan untuk menguji ketertarikanmu terhadap tema terkait sesuai jurusan yang hendak kamu ambil.

Asah Keterampilan Menulis

Studi S2 akan banyak menuntutmu untuk menghasilkan tulisan. Baik sebagai tugas biasa, essay, makalah, jurnal dan yang terpenting adalah tesis. Jadi, penting bagi kamu untuk mengasah keterampilan menulis. Banyak kejadian, mahasiswa S2 tidak pandai dan bahkan malas untuk menulis.

Alhasil, selain kesulitan mengerjakan tugas, ia harus menempuh studi S2 ini dalam waktu yang lama hanya gara-gara kesulitan membuat tesis. Meski hanya menulis, tapi bila tidak suka dengan kegiatan ini, kamu bisa sangat kesulitan loh.

Siapkan Biaya : Pilih Dana Pribadi atau Beasiswa?

Biaya juga merupakan hal penting dalam studi S2. Biaya studi S2 tentunya relatif lebih mahal ketimbang studi S1. Untuk kampus swasta kecil, biaya per semester umumnya lebih dari 5 juta per semester.

Sedangkan untuk kampus negeri favorit dan swasta yang cukup besar, biayanya bisa mencapai lebih dari sepuluh juga tiap semesternya. Biaya ini biasanya berkurang ketika kamu sudah menempuh pendidikan dua tahun, dan sudah menyelesaikan semua mata kuliah teori.

Jadi, jika kamu ingin lanjut studi S2 dengan dana pribadi, pastikan danamu mencukupi. Tapi, jika kamu ingin biaya lebih ringan, kamu bisa mencoba mencari beasiswa. Ada banyak beasiswa S2 yang tersedia yang bisa kamu coba. Sayangnya, kebanyakan beasiswa S2 ditujukan di luar negeri.

Sedangkan beasiswa dalam negeri S2, biasanya ketersediaannya lebih terbatas. Beasiswa dalam negeri umum yang hampir ada setiap tahun adalah Beasiswa Unggulan dan Beasiswa LPDP. Jika untuk dosen, kamu bisa memanfaatkan BUDI atau Beasiswa unggulan Dosen Indonesia.

Ada juga beasiswa lain dari perusahaan –perusahaan yang bisa kamu manfaatkan. Untuk bisa mendapatkannya, kamu harus rajin –rajin mengecek informasi beasiswa yang ada.

Jika kamu tertarik dengan beasiswa luar negeri, maka lebih baik kamu mempertimbangkan beasiswa yang memberikan pembiayaan penuh untuk studi dan biaya hidup.

Perhatikan Ipk S1

Kebanyakan kampus memberikan patokan minimal Ipk S1 sebagai syarat pendaftarannya. Kebanyakan kampus favorit, bahkan mematok minimal Ipk 3,25 untuk bisa lanjut studi ke jurusan S2 di kampus tersebut. Meski demikian, kebanyakan hanya mematok Ipk minimal 3,00.

Perhatikan Ipk S2 jika Ingin Lanjut S3

Nah, ini adalah persiapan khusus juga ke depannya, kamu masih ingin lanjut S3. Perhatikan IPK yang kamu dapat di S2 nanti. Jangan sampai kamu mendapat nilai rendah. Sebab, syarat untuk masuk S3 nanti biasanya meminta IPK yang relatif lebih tinggi.

Kebanyakan syaratnya adalah IPK S2 lebih dari 3,25. Bahkan, ada pula yang meminta IPK lebih dari 3,5. Jadi, jika nilai S2 mu nantinya kurang dari itu, kamu akan kesulitan untuk melanjutkan studi S3.

Perhatikan Target Lama Studi

Target lama studi S2 rata –rata adalah dua tahun. Ada yang bisa kurang dari itu, ada yang bisa lebih lama dari dua tahun. Namun, sangat jarang yang bisa menempuh studi S2 kurang dari 1,5 tahun. Apalagi, untuk jurusan –jurusan berkategori sulit, seperti teknik.

Biasanya, semester 1 dan semester 2 adalah kelas teori. Semester selanjutnya adalah penyusunan tesis. Jika tesis cepat, artinya kamu pun bisa lulus lebih cepat.

Peraturan terbaru dari pemerintah membatasi lama studi paling lama 6 semester untuk S2. Meski demikian, terkadang ada pengecualian sehingga kamu masih bisa mengulur waktu studi hingga lebih dari 6 semester. Tergantung pada kebijakan kampus masing –masing.

Nah, itu dia hal –hal yang penting untuk kamu tahu sebagai bentuk persiapan menempuh studi S2 atau pasca sarjana. Selamat mencoba ya. Dan semoga ilmu yang kamu dapatkan nantinya bisa bermanfaat.

Tinggalkan Balasan ke jean Batalkan balasan165

Your email address will not be published. Required fields are marked *


lea

lea

kak, klo ipk enggak sampai 3.00 apa bisa lanjut s2?

Arsitek

Arsitek

Tidak bisa

portal-ilmu.com

portal-ilmu.com

Bisa Kak, silakan cari Univ dengan grade penerimaan yang rendah dan fleksibel sehingga IPk Kakak bisa diterima. Tidak semua universitas memberi patokan IPK tinggi untuk S2 Kak.

Ayuu

Ayuu

Mau tanya ka kalo saya S1 di LN itu klo mau s2 di indo gimana ya??

portal-ilmu.com

portal-ilmu.com

Bisa Kak, tinggal nanti bisa mencari penyetaraan ijazahnya.

nana

nana

kak mau tanya klo setelah lulus s1 ingin lanjut s2 kan perlu surat rekomendasi…mengenai surat rekomendasi ,itu kita minta ke dosen kampus saat di s1 walaupun sudah lulus? (dan saat ini mau lanjut s2 belum bekerja)..mohon pencerahannya kak mengenai surat rekomendasi ini

portal-ilmu.com

portal-ilmu.com

Iya Kak, bisa meminta pada para dosen di kampus S1 yang dulu pernah mengajar/ membimbing kita. Bisa juga ke tokoh masyarakat misal kita pernah terlibat di suatu kegiatan ormas/ relawan dll.

Ika

Ika

Kak mau tanya, saya s1 PGPAUD mau ambil s2 BK, Apa bisa jadi dosen untuk pgpaud/bk?

portal-ilmu.com

portal-ilmu.com

Halo Kak, ada kemungkinan bisa jika masih dalam ranah FKIP. Tapi memang untuk jenjang kepangkatan nanti harus banyak disesuaikan. Keahlian yang dinilai adalah konsentrasi pendidikan terakhri terhadap mata kuliah yang diajarkan. Jadi, ini kembali ke Univ yang menerima kita. Semoga membantu.

Tsara

Tsara

Kak jika mau lanjut ke S2 yang dilihat dari akreditasi jurusan atau akreditasi univ ya?

portal-ilmu.com

portal-ilmu.com

Akreditasi Jurusan utamanya, tapi akreditasi univ juga tetap diperhitungkan Kak.

Salwa

Salwa

Hallo ka, aku sarjana pgaud ingin melanjutkan ke s2 pgsd. Apakah prodi itu linear? Lalu jika linear dan ingin menjadi dosen apakah menjadi dosen pgpaud atau dosen pgsd?

Leo

Leo

Mau tanya, kan syarat masuk univ s2 harus ada sertifikat toefl nya, nah klo untuk syarat kelulusan itu sendiri apa juga harus menyertakan sertifikat toefl yg terbaru? Atau cmn di tahap syarat masuk univ s2 aja yg perlu ada sertifikat toefl. Soalnya pengalaman di S1 syarat kelulusan harus ada sertifikat toefl, itu ganggu bgt buat saya yg minus inggris nya hehe.

portal-ilmu.com

portal-ilmu.com

Hallo Kak, untuk syarat kelulusan apakah harus ada sertifikat TOEFL atau tidak, itu tergantung UNIV nya ya Kak. Tapi kebanyakan memang menyaratkan adanya sertifikat kompetensi Bahasa Inggris.

muh sahidun

muh sahidun

assalamualaikum mau tanya saudara saya ipk 2,68 sudah bekerja jadi guru disekoalh selama 12 taun apakah bisa melanjutkan ke s2

portal-ilmu.com

portal-ilmu.com

Waalaikumsalam, bisa, Yang penting bisa cari universitas yang bisa dipenuhi persyaratannya. Banyak Universitas, terutama swasta, yang menerima mahasiswa S2 dengan syarat yang fleksibel.

Rico

Rico

Kk, kalau tes TPA teknik informatika biasanya soalnya apa aja ya?

Dian

Dian

Haloo kak.. saya rencana mau lanjut s2 di IPB kak.. apakah surat rekomedasi dari dosen itu wajib kak ? Jika kita tidak ada surat rekomendasi apakah kita tidak lulus kak ? Mohon pencerahan nya kak.. saya dari kampus swasta kak akreditas kampus A dan fakultas dan prodi B..

portal-ilmu.com

portal-ilmu.com

Klo lulus tidaknya tergantung pihak yang menyeleksi Kak, tapi biasanya memang rekomendasi dibutuhkan, apalagi di kampus yang populer seperti IPB. Usahakan bisa memperoleh surat rekomendasi, bisa dari dosen S1 dulu.

Luthfi

Luthfi

Assalamualaikum kak mau nanya, apakah lulusan D4 bisa langsung lanjut S2 kak? Khususnya di kampus UGM, apakah tergantung jurusan yang diambil atau gimana, mohon pencerahannya.. Thx

portal-ilmu.com

portal-ilmu.com

Waalaikumsalam, untuk lanjut S2 dari D4 bisa ya. Dan tentu juga harus menyesuaikan jurusannya. Di UGM biasanya sudah tertera jurusan apa saja yang bisa lanjut untuk pilihan jurusan tersebut. Masing-masing jurusan ada syarat khusus tersendiri. Bisa yang langsung lanjut, bisa harus melalui matrikulasi, bisa tidak boleh.

Jamaludin ashari ramadan

Jamaludin ashari ramadan

Halo kaka aku mau nanya aku lulusan s1 fkip aku mau lanuut s2 PGSD apakah linear ngga kaka. Mohon penjelasanya ya

portal-ilmu.com

portal-ilmu.com

S1 FKIP itu tentu ada jurusannya ya Kak? karena PGSD itu termasuk FKIP. Tentu masih linear karena sama-sama FKIP 🙂

Sindiarni H

Sindiarni H

Halo kak, mau tanya. Di univ negeri kan ada daya tampung untuk s2 nya. Misal daya tampung 40 dan animonya misal 100. Kalau seperti itu yang diseleksi yg masuk, berdasar test apa nilai TPA sama Tes TOEFL ya kak?

portal-ilmu.com

portal-ilmu.com

Halo Kak, betul sekali Kak. Kalau pendaftar melebihi kuota/ kapasitas daya tampung, akan ada seleksi berdasarkan nilai tes yang diminta (TPA dan Bahasa Inggris), serta bisa juga dari wawancara Kak.

Yanti

Yanti

Kak mau tanya dong saya kan lulusan s1 Pendidikan BK lalu ada tawaran beasiswa S2 Ilmu Komunikasi, administrasi, Akutansi, dan Kesehatan masyarakat, nah kira² itu yang cicok yang mana ya? Apa bisa aja untuk lanjut ke s2 tdk sesuai jurusan? Mohon bantuannya min.

portal-ilmu.com

portal-ilmu.com

Bisa lanjut tidak sesuai jurusan, selama ada unsur yang masih senada. Namun, mungkin akan dibutuhkan matrikulasi. Untuk cocok atau tidaknya, ini tergantung target ke depannya, terutama yang bisa menunnjang profesi atau karir Kakak ya. Misal ingin di dunia pendidikan (dosen/ guru), memang lebih baik yang linear, paling tidak sama-sama di fakultas pendidikan. Selain di dunia pendidikan, bisa menyesuaikan profesi. Tapi secara umum, di antara beberapa jurusan yang Kakak sebutkan, paling dekat yang bisa menunjang kompetensi adalah Komunikasi, lalu administrasi. Untuk Akuntansi dan Kesehatan Masyarakat sepertinya terlalu jauh.

Semoga bisa mendapat pilihan terbaik ya Kak.

Ana Sopiyana

Ana Sopiyana

Hii ka, misal saya S1 di swasta apa bisa S2 di negri??

portal-ilmu.com

portal-ilmu.com

Bisa kak. yg penting persyaratan memenuhi

Nini

Nini

Halo Kak. Mau tanya kalau mendaftar dibayar dulu baru seleksi atau seleksi dulu baru dibayar.

portal-ilmu.com

portal-ilmu.com

Umumnya harus bayar dulu biaya pendaftaran baru bisa ikut seleksi kak 🙂

Rahmah

Rahmah

Haii kk😊
Mau nanya S1-pendidikan agama islam
Rencna S2- manajemen pendidikan islam
Kira2 sudah cocok???
Linier?
Terima kasih 🙏

portal-ilmu.com

portal-ilmu.com

Bisa kak, masih bisa terhitung linear secara luas ketika sama sama di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Anonymous

Anonymous

Hai Admin. Mau Tanya?
Dalam syarat penilaian entah itu lanjut dunia kerja maupun S2 lebih mementingkan nilai mana akreditasi kampus atau prodi? Mohon pencerahannya….
Thx

portal-ilmu.com

portal-ilmu.com

Keduanya penting Kak, tapi biasanya yg paling utama adalah lihat akreditasi prodi.

Unknown

Unknown

Hai Admin. Mau Tanya?
Dalam syarat penilaian entah itu lanjut dunia kerja maupun S2 lebih mementingkan nilai mana akreditasi kampus atau prodi? Mohon pencerahannya….
Thx

Bagoes

Bagoes

Hi kak, misal saya s1 teknik sipil trus s2 nya teknik kimia apa bisa “sama2teknik”?
Terima kasih

portal-ilmu.com

portal-ilmu.com

setahu kami bisa Kak, asalkan masih dalam lajur linearitas di fakultas yg sama, tapi memang harus butuh penyesuaian, seperti misalnya butuh matrikulasi untuk menyesuaikan kebutuhan mata kuliah dasar di prodis2 yg dituju.

EDIT

EDIT

Kak mau tanya, misalnya kan angkatan saya skripsian nya dengan metode Literature Review, bukan ngelab. Harusnya jurusan saya tiu ngelab. Apakah metode Literature Review bisa melanjutkan S2?

portal-ilmu.com

portal-ilmu.com

Metode penelitian saat s1, selama sesuai dengan kompetensi dan telah lulus dalam sidang skripsi, bisa untuk melanjutkan studi s2 kak.

Mery

Mery

Kak mau nanya, sebenarnya saya masih skripsian tapi kadang2 lanjut S2 muncul dikepala. Benar ya S2 berkali2 lebih berat dibandingkan S1? Untuk tema penelitian tesis kenapa harus ada soalnya saya ada rencana kalau S2 ambil ilmu sains terapan (sekarang saya masih S1 matematika FMIPA) ? Kira2 jurusan S2 apa yang cocok untuk saya?

portal-ilmu.com

portal-ilmu.com

sebetulnya tidak mutlak bahwa s2 jauh lebih sulit dari s1. Hanya saja, di S2 memang banyak menuntut kemandirian belajar dan analisis pemikiran yang lebih kritis. Ini adalah pengembangan dari s1. Jika bisa dinikmati dan pola pikir sudah terbentuk dengan baik di s1, proses s2 bisa dijalankan dengan cukup mudah dan lancar. penelitian tesis di awal masuk menunjukkan sejauh mana pemahaman kita terhadap materi yg akan dibahas di studi s2, ini juga menggambarkan kesesuaian prodi yang akan ditempuh dengan target penelitian. tapi, sebetulnya tidak mutlak bahwa ajuan penelitian tesis kita saat awal medaftar, harus diselesaikan dalam studi S2. ada kemungkinan untuk mengubah dengan penyesuaian yang dianggap perlu.
S2 Sains terapan juga bisa sesuai untuk memperkaya s1 matematika FMIPA, tergantung dari target lulus akan mendalami/ menekuni profesi apa.
Pilih S2 yg paling mendukung kompetensi profesi selanjutnya.

Ade

Ade

Halo kak, mau nanya, saya kan llusan S1 pendidikan bahasa inggris, cita-cita saya ingin mendirikan tempat les bahasa inggris di daerah saya, namun saya merasa, saya masih perlu mengasah kemampuan saya dalam pembelajaran serta pengelolaan tempat les, apakah perlu untuk lanjut s2 ? Atau sebenarnya s1 saja sudah cukup. Makasi kak. Mohon pencerahannya.

portal-ilmu.com

portal-ilmu.com

Hallo Kak Ade, kalau saya tidak perlu lanjut S2, karena S2 fokusnya pada keilmuannya bukan pada aplikasi pada konsep bisnisnya. Jadi saran saya S1 sudah cukup, tinggal jika ingin pengembangan di pengelolaan les, kak Ade bisa melanjutkan belajar pada dunia kerjanya, yakni tempat les itu sendiri. Kak bisa kerja di tempat les agar mendapat ilmu yang dimaksud. Atau pilihan yang kedua Kak Ade dapat membeli waralaba kursus bahasa Inggris, Kak Ade juga dapat mempelajari dari waralaba yang kak Ade beli.

Way

Way

Asslmkum…
Saya bingung ngambil jurusan S2..
MM atau M.Pd
Sementara dua2nya ada prodi ditempat sya kerja sbg tendik.
S1 saya perpustakaan

Ada pencerahan????? Mohon plissssss

Donna sitohang

Donna sitohang

Saya seorang pns.dan baru selesai s1,apakah bisa lanjut s2 ? Mohon penjelasan bu pak?tks

Salwa

Salwa

Hallo ka saya sarjana pgpaud dan ingin melanjutkan pendidikan s2 pgsd. Apakah prodi tersebut linear atau tidak? Jika iya, dan saya ingin menjadi dosen apakah bisa menjadi dosen pgpaud atau pgsd?