Ingin Lanjut S2? Ini Dia Hal yang Wajib Kamu Tahu dan Siapkan

Pendidikan adalah hal penting bagi siapa pun? Setuju bukan? Sebab, dengan pendidikan maka kita bisa melihat dengan lebih jelas ‘masa depan yang lebih cerah’. Apalagi, jika pendidikan yang kamu tempuh semakin tinggi. Nah, bagi kamu yang sudah sukses mendapat gelar sarjana, kamu sudah bisa memanfaatkannya sebagai jembatan menuju kesuksesan.

Tapi, jika kamu masih cinta belajar, tak ada salahnya buat kamu untuk kembali menempuh pendidikan tinggi dengan lanjut studi S2. Jadi, kamu bisa mendapat gelar Magister atau Master atau yang setara, setelah kamu lulus nanti.

Tapi, meski sudah punya keinginan untuk lanjut studi S2, kamu mungkin masih merasa ragu atau bimbang. Apakah akan menempuh pasca sarjana atau tidak. Apakah bisa benar-benar memberikan manfaat bagi kehidupan kelak. Apakah kamu bisa menjalaninya dengan baik. Dan apa saja yang harus dipersiapkan?

Berbagai pertanyaan ini mungkin terlintas di benak kamu. Nah, untuk itu, bagi kamu yang masih bingung tentang hal –hal seputar S2 ini, kamu bisa menyimak baik –baik artikel ini. Sebab, kita akan sedikit mengulas tentang berbagai hal penting yang perlu kamu tahu sebelum memutuskan memilih melanjutkan studi S2.

Tentukan Tujuan : Kenapa Harus Lanjut S2?

Tentunya, kamu harus tahu apa alasan lanjut studi S2. Apakah kamu cuma ingin gelar? Apakah masih cinta belajar? Ingin menjadi dosen? Ingin lebih mudah diterima bekerja? Atau sebagai modal untuk mengajukan lamaran (pada calon mertua)? Wah wah…

Pelajari apakah betul tujuanmu bisa tercapai dengan menempuh studi S2. Jika memang ingin jadi dosen, maka sudah pasti kamu harus lanjut S2. Tapi jika kamu S2 hanya agar lebih mudah mencari kerja, maka kamu perlu pertimbangan lebih.

Ingat, semakin tinggi gelar, semakin sedikit peluang kerjanya. Namun, tentu tenaga kerja yang tersedia atau pesaingmu juga lebih terbatas. Akan tetapi, yang perlu diperhatikan adalah target lokasi kerja yang diinginkan.

Jika kamu berada di daerah yang jauh dari pusat industri dan perkantoran, dan tidak ingin beralih tempat tinggal dari sana, maka gelar S2 mu akan sulit digunakan untuk mencari kerja. Sebab, hanya sedikit orang yang membutuhkan dan mau membayar mahal.

Tapi jika kamu sudah bekerja, bisa ditanyakan dengan tempat kamu bekerja, apakah ijazah kamu nantinya bisa berpengaruh untuk kenaikan jabatan.

Harus Siap Belajar

Melanjutkan studi S2 berarti kamu harus siap untuk kembali menjadi mahasiswa. Itu artinya, kamu juga harus siap belajar. Kamu harus rajin belajar, membaca, dan membuat tugas. Jangan sampai kamu mengeluh sulit mengikuti pelajaran karena berbagai alasan, seperti kerja atau mengurus keluarga.

Tentukan Jurusan yang Tepat

Menentukan jurusan S2 penting agar nantinya, gelar dan ilmumu bisa lebih tepat dan bermanfaat. Sebab, tak sedikit orang yang keliru menentukan jurusan S2, dan kemudian menyesal atau harus mengambil kuliah lagi untuk jurusan lain yang berbeda.

Untuk menentukan jurusan, ini kembali pada tujuan kuliah kamu. Jika kamu ingin menjadi dosen, wajib hukumnya untuk mengambil jurusan yang linear (sejalur) dengan studi S1 dan studi yang hendak kamu ajarkan nantinya. Pelajari tentang linearitas agar kamu bisa lebih memahaminya.

Jika kamu ingin memperkaya ilmu pengetahuan sesuai minat, maka kenali minatmu secara mendalam. Jangan lupa pula pertimbangkan soal kemampuanmu. Jika kamu mengambil jurusan yang berbeda dengan jurusan semasa S1, maka kamu perlu mengambil matrikulasi.

Matrikulasi adalah pembelajaran mata kuliah dasar sebagai pengantar untuk memahami studi di jurusan tertentu. Biasanya, matrikulasi ini wajib diambil untuk mahasiswa yang mengambil studi S2 lintas jurusan. Ada yang mengenakan biaya tambahan untuk matrikulasi, tapi ada yang tidak.

Tentukan Kampus yang Tepat

Sama halnya dengan menentukan jurusan, menentukan kampus juga adalah hal penting. Pilih kampus setelah kamu tahu ingin masuk di jurusan apa. Untuk menentukan kampus yang tepat, kamu harus melihat profil kampus secara mendalam.

Hal paling utama yang perlu kamu tahu adalah mengenai akreditas kampus dan akreditas jurusan yang hendak kamu ambil. Hindari kampus dengan akreditas jurusan C atau kurang. Jika bisa memilih akreditas A, itu lebih baik. Tapi jika hanya B, itu pun cukup. Akreditas bisa sangat berpengaruh untuk mengajukan lamaran kerja nantinya, baik di BUMN, swasta mapun sebagai tenaga pengajar.

Berikutnya, kenali fasilitas yang disedikan kampus dan juga tenaga pengajarnya. Sistem pengajaran, mata pelajaran, biaya kuliah, dan akses menuju ke kampus tersebut juga perlu dipelajari sebagai landasan memilih kampus yang tepat. Kampus dalam negeri atau luar negeri, juga harus ditentukan. Ingat! Tidak semua kampus menyelenggarakan studi S2.

Siapkan Diri untuk Tes Akademik dan Tes Bahasa Inggris

Hampir semua kampus mensyaratkan tes potensi akademik dan tes bahasa Inggris untuk memasuki jurusan S2-nya. Hanya saja, istilah yang digunakan untuk menyebut tes tersebut bisa berbeda. Ketentuan nilai dan cara tes masing –masing kampus juga bisa berbeda.

Ada kampus yang mengizinkan tes di luar, lalu hasilnya dikumpulkan. Ada pula yang hanya menerima tes yang diselenggarakan di intern kampus tertuju saja. Yang terpenting, kamu harus bersiap untuk kedua tes tersebut.

Tes potensi akademik sangat mirip dengan tes psikologi, atau tes calon pegawai negeri sipil, atau tes masuk STAN dan sejenisnya. Jadi, kamu bisa belajar dari soal –soal serupa. Intinya adalah mengasah logika dan pengetahuan umum.

Sedangkan tes bahasa Inggris, umumnya serupa dengan tes TOEFL atau TOEIC atau IELTS. Untuk syarat skor bisa beragam. Biasanya nilai minimalnya setara dengan TOEFL 450. Ada juga yang menyaratkan lebih dari itu. Tapi, sangat jarang yang mensyaratkan nilai kurang dari itu.

Siapkan Tema Penelitian untuk TESIS

Tidak semua kampus meminta tema penelitian tesis di awal. Tapi, kebanyakan akan memintanya. Apalagi, jika kamu mengambil studi S2 dengan skema by research. Hanya saja, kebanyakan kampus di Indonesia tidak mengadakan studi S2 by research.

Biasanya, tema penelitian untuk tesis yang diminta di awal hanya berupa gambaran umum. Selain itu, tema ini tidak diwajibkan untuk digunakan sebagai tesis kamu nantinya. Umumnya, tema tesis masih bisa dirubah. Gambaran penelitian biasanya hanya digunakan untuk menguji ketertarikanmu terhadap tema terkait sesuai jurusan yang hendak kamu ambil.

Asah Keterampilan Menulis

Studi S2 akan banyak menuntutmu untuk menghasilkan tulisan. Baik sebagai tugas biasa, essay, makalah, jurnal dan yang terpenting adalah tesis. Jadi, penting bagi kamu untuk mengasah keterampilan menulis. Banyak kejadian, mahasiswa S2 tidak pandai dan bahkan malas untuk menulis.

Alhasil, selain kesulitan mengerjakan tugas, ia harus menempuh studi S2 ini dalam waktu yang lama hanya gara-gara kesulitan membuat tesis. Meski hanya menulis, tapi bila tidak suka dengan kegiatan ini, kamu bisa sangat kesulitan loh.

Siapkan Biaya : Pilih Dana Pribadi atau Beasiswa?

Biaya juga merupakan hal penting dalam studi S2. Biaya studi S2 tentunya relatif lebih mahal ketimbang studi S1. Untuk kampus swasta kecil, biaya per semester umumnya lebih dari 5 juta per semester.

Sedangkan untuk kampus negeri favorit dan swasta yang cukup besar, biayanya bisa mencapai lebih dari sepuluh juga tiap semesternya. Biaya ini biasanya berkurang ketika kamu sudah menempuh pendidikan dua tahun, dan sudah menyelesaikan semua mata kuliah teori.

Jadi, jika kamu ingin lanjut studi S2 dengan dana pribadi, pastikan danamu mencukupi. Tapi, jika kamu ingin biaya lebih ringan, kamu bisa mencoba mencari beasiswa. Ada banyak beasiswa S2 yang tersedia yang bisa kamu coba. Sayangnya, kebanyakan beasiswa S2 ditujukan di luar negeri.

Sedangkan beasiswa dalam negeri S2, biasanya ketersediaannya lebih terbatas. Beasiswa dalam negeri umum yang hampir ada setiap tahun adalah Beasiswa Unggulan dan Beasiswa LPDP. Jika untuk dosen, kamu bisa memanfaatkan BUDI atau Beasiswa unggulan Dosen Indonesia.

Ada juga beasiswa lain dari perusahaan –perusahaan yang bisa kamu manfaatkan. Untuk bisa mendapatkannya, kamu harus rajin –rajin mengecek informasi beasiswa yang ada.

Jika kamu tertarik dengan beasiswa luar negeri, maka lebih baik kamu mempertimbangkan beasiswa yang memberikan pembiayaan penuh untuk studi dan biaya hidup.

Perhatikan Ipk S1

Kebanyakan kampus memberikan patokan minimal Ipk S1 sebagai syarat pendaftarannya. Kebanyakan kampus favorit, bahkan mematok minimal Ipk 3,25 untuk bisa lanjut studi ke jurusan S2 di kampus tersebut. Meski demikian, kebanyakan hanya mematok Ipk minimal 3,00.

Perhatikan Ipk S2 jika Ingin Lanjut S3

Nah, ini adalah persiapan khusus juga ke depannya, kamu masih ingin lanjut S3. Perhatikan IPK yang kamu dapat di S2 nanti. Jangan sampai kamu mendapat nilai rendah. Sebab, syarat untuk masuk S3 nanti biasanya meminta IPK yang relatif lebih tinggi.

Kebanyakan syaratnya adalah IPK S2 lebih dari 3,25. Bahkan, ada pula yang meminta IPK lebih dari 3,5. Jadi, jika nilai S2 mu nantinya kurang dari itu, kamu akan kesulitan untuk melanjutkan studi S3.

Perhatikan Target Lama Studi

Target lama studi S2 rata –rata adalah dua tahun. Ada yang bisa kurang dari itu, ada yang bisa lebih lama dari dua tahun. Namun, sangat jarang yang bisa menempuh studi S2 kurang dari 1,5 tahun. Apalagi, untuk jurusan –jurusan berkategori sulit, seperti teknik.

Biasanya, semester 1 dan semester 2 adalah kelas teori. Semester selanjutnya adalah penyusunan tesis. Jika tesis cepat, artinya kamu pun bisa lulus lebih cepat.

Peraturan terbaru dari pemerintah membatasi lama studi paling lama 6 semester untuk S2. Meski demikian, terkadang ada pengecualian sehingga kamu masih bisa mengulur waktu studi hingga lebih dari 6 semester. Tergantung pada kebijakan kampus masing –masing.

Nah, itu dia hal –hal yang penting untuk kamu tahu sebagai bentuk persiapan menempuh studi S2 atau pasca sarjana. Selamat mencoba ya. Dan semoga ilmu yang kamu dapatkan nantinya bisa bermanfaat.

92 Replies to “Ingin Lanjut S2? Ini Dia Hal yang Wajib Kamu Tahu dan Siapkan”

  1. peri berutu berkata:

    Harus nguasai bahasa inggris juga ya
    Padahal udah niat banget pengen ngelanjut
    Jadi tantangan tersendiri nih

    • Hasna Wijayati Hasna We berkata:

      Kalau menguasai sih enggak harus. Yang penting bisa lolos tes masuk bahasa Inggrisnya 🙂 . Bahkan, ujian tes bahasa Inggris kalau belum lolos juga bisa diulangi saat sudah menempuh perkuliahan nantinya (pengalaman di UGM begitu)..
      Itu cuma sebagai syarat masuk aja.. untuk prosesnya, tergantung dengan jurusan dan dosen. . selamat mencoba yaa … semangat terus untuk belajar 😉

  2. Ficky berkata:

    Saya masih bingung ini. Lulusan D3 doang. Boro-boro mau keliah S2. Ini udah di niatin S1 tapi kerjaan agak mengganggu. 🙁
    Minta doanya atuh yaah. Biar bisa sampai S2. Btw. Informasi lintas jalur share dong kaka.

    • portal-ilmu.com Admin berkata:

      amin bro.. semangat terus pokoknya.. cita cita pasti terkejar.. 😀

    • Keu berkata:

      Kak mau nanya, apa bener kalo mau daftar beasiswa akan lebih berpeluang diterima beasiswa nya kalo sudah diterima di univ yg dituju, misal mau daftar S2 di ugm tp beasiswa, diterima dulu di ugmnya baru daftar beasiswa nya. Apa bener kak?

  3. dadan berkata:

    Di atas di jelaskan Kebanyakan kampus memberikan patokan minimal Ipk S1 sebagai syarat pendaftarannya. Kebanyakan kampus favorit, bahkan mematok minimal Ipk 3,25 untuk bisa lanjut studi ke jurusan S2 di kampus tersebut, tp ipk S1 saya cuma 3,20 apakah bisa di lanjut ke S2, padhal saya udah niat penget lanjut ?

    • portal-ilmu.com Admin berkata:

      Itu hanya beberapa saja atau tidak semua universitas mematok IPK hingga 3,25. Contohnya UGM saat ini mematok IPK 3, bisa dilihat halaman syarat pendaftara S2 UGM —> http://bit.ly/2A2wAet . Tetapi jika ingin melanjutkan ditempat yang mematok 3,25 , kami tidak tahu pasti apa bisa atau tidak. Hanya saja tidak ada salahnya dicoba kak, karena biasanya masih ada test akademik maupun bahasa Inggris. Semoga dapat membantu. 🙂

  4. Daree berkata:

    Semoga niat baik kita semua dapat tercapai.
    Amiinnn

      • febrike ramadhani berkata:

        min mau tanya, bagaimana caranya mau melanjutkan s2, biaya gak ada sepersenpun, dan dilihat dri persyaratan beasiswa udah memenuhi , soal IPK nya,,,, nah kenapa saya tidak menemukan dimana dan bagaimana cara mendaftar beasiswa tersebut min??? saya sedih min…

      • portal-ilmu.com portal-ilmu.com berkata:

        Maksudnya untuk bisa mendaftar S2 dengan jalur beasiswa ya kak? Bisa cari penyalur beasiswa dulu kak, coba saja Beasiswa Unggulan yang setiap tahun disediakan oleh pemerintah untuk masyarakat umum. Hanya saja, memang sudah harus memiliki modal sertifikat seperti TOEFL. Selebihnya hanya pemberkasan soal prestasi dan ijazah. Beasiswa Unggulan akan menanggung seluruh biaya studi hingga lulus plus biaya hidup selama masa studi.

  5. assyifa berkata:

    saya s1 b arab. sangat buta b inggris. bisa masuk ngga ya k s2?

    • portal-ilmu.com Admin berkata:

      Hallo Assyifa,

      Bisa, disesuaikan saja dengan persyaratan kampus yang dituju untuk S2. Beberapa kampus tidak mensyaratkan kemampuan bahasa Inggris yang tinggi.

      Semoga sukses.

  6. Torino berkata:

    Apakah akreditasi di perguruan tinggi saat S1 juga berpengaruh untuk lanjut di perguruan tinggi di S2?

  7. Muhammad mujmal berkata:

    Haya minta doa dari kk smua,, smoga adeq bisa lulus,, inipun saya siapkan sblum s1 saya brakhir.. Jadi mohon bantuan bagi tips2 yang bermamfaat untuk mnunjang itu smua.

    • portal-ilmu.com Admin berkata:

      Baik Kak, Semoga bisa segera lulus dengan nilai memuaskan, meraih pendidikan setinggi mungkin dan semua cita-citanya tercapainya. Amin. Tips-tipsnya bisa disimak di artikel. 🙂

  8. Mr_ogeel23 berkata:

    Saya ini lulusan univ swasta dengan Ipk S1 sebesar 3,20 jika saya ingin melanjutkan S2 di univ negeri apakah bisa?

    • portal-ilmu.com Admin berkata:

      Bisa kak, semisal UGM. Jika IPK 2,5 maka akreditasi prodi S1 harus A. Berikut saya copykan syarat IPK di UGM sebagai gambaran.
      ≥ 2,50 dalam skala 4 atau setara, untuk pendaftar lulusan program studi terakreditasi A, atau;
      ≥ 2,75 dalam skala 4 atau setara, untuk pendaftar lulusan program studi terakreditasi B, atau;
      ≥ 3,00 dalam skala 4 atau setara, untuk pendaftar lulusan program studi terakreditasi C.

      • jean ledy nuni astuty berkata:

        kaka saya lulus kuliah 7 thn pendidikan matematika kk karena saya sempat sakit keras selama 3 tahun di pembuatan skripsi sya kk, tp sya ttp bayar spp dn gak ambil cuti jd selama 3 tahn masih dianggap kuliah padahal sya gak ada ambil mata kuliah dan ipk sya 2,97 aja kk akreditas kampus B dan akreditas Prodi B kk
        apakah saya ada peluang diterima di UGM S2 pendidikan matematika kk???
        karena setelah selesai pengubatan saya ingin mengejar cita2 saya yg tertunda
        mohan pencerahanya kk

  9. Chellyn berkata:

    Tahun kemarin saya lulus s1 dng akreditasi B tpi ini tahun Sudah akreditasi A, yang ingin Saya tanyakan adalah apakah apakah saya masih di akreditasi B ataukah Sudah akreditasi A. Makasih.

    • portal-ilmu.com Admin berkata:

      Akreditasi studi kita yang diutamakan untuk dihitung adalah pada saat kita lulus atau saat ijazah kelulusan kita dikeluarkan. Jadi, semisal kita lulus tahun 2017 dan masih akreditasi B, itu yang dihitung.

      Semoga membantu.

  10. Isty berkata:

    Kak, sy coba cek dilink yg kk bagi site resmi ugm di tarif biaya itu untuk satu semester aja ya kak?

    • portal-ilmu.com portal-ilmu.com berkata:

      Hallo Kak Isty,,

      Iya, betul, biaya yang dicantumkan adalah biaya satu semester. Untuk S2 di UGM, biayanya flat per semester. Tidak ada biaya SKS dan lain-lain. Tambahan biayanya nanti pas lulus aja.

  11. Yun berkata:

    Maaf kak ingin bertanya apakah bisa melanjut kan kuliah s2 dari Sekilah tinggi ilmu kesehatan (STIKES) dengan akreditas C?

  12. X berkata:

    Kak jika tahun ini Akreditasi kampus nya C tapi belum lulus kuliah
    Setelah beberapa semester terjadi perubahan akreditasi Jadi B
    Kemudian Lulus mana yg dihitung?

  13. elpi sahrin ritonga berkata:

    Pada tahun 2007 saya lulus D2 PGSD UNIMED dengan IPK 3.74 .pada saat diunimed saya kuliah sampai semester 5.kemudian pada tahun 2010 saya melanjutkan mengambil S1 PGSD kembali ke kampus yang berbeda yaitu UT dan dihitung saya mahasiswa semester 6.Di UT saya harus menyelesaikan sampai semester 10.pada tahun 2012 saya lulus S1 PGSD dari UT dengan IPK 2.89.Saya ingin melanjutkan kuliah degan mengambil S2 dikdas agar linier…tapi saya bingung nilai IPK saya yang D2 dengan yg S1 apakah tidak dikumulatifkan kembali?soalanya mata kuliah yang saya ambil di S1 merupakan kelanjutan dari D2 sebelumnya…mengingat IPK saya saat S1 sangat rendah sehingga tidak bisa ikut program beasiswa….mohon pencerahannya

    • portal-ilmu.com portal-ilmu.com berkata:

      Hallo Kak Elpi,

      Ketika kita lanjut S1 dan berasal dari jenjang D2 yang masih linear, biasanya kita dihitung sebagai mahasiswa transfer. Jadi, IP yang kita dapat saat lulus S1, pada mata kuliah tertentu yang sesuai jurusan, seharusnya sudah diperhitungkan pada IPk kita. Jadi, IPk yang kita dapatkan dari S1 lah yang dihitung, tanpa mengkumulatifkan kembali, karena dianggap sudah terhitung. Setahu kami begitu Kak,

      Namun, IPk rendah belum tentu tidak bisa mendapatkan beasiswa. Cari saja beasiswa yang masih bisa dipenuhi persyaratannya.

      Semoga beruntung Kak.

  14. jean berkata:

    kk saya mau tanya kk. sya lulus 7 thn krena sya sempat sakit keras (hipertiroid, produksi hormon tiroid yang berlebih) jd skripsi say baru bsa sy selesaikan selama 3 thn kk ipk sy 2,97 kk pendidikan matematika, akreditas universitas B, akreditas prodi B, universitas Palangka Raya kalimantan tengah.
    ada gak kk kemungkinan saya bisa di terima untuk lanjut kuliah S2?? kira2 d ugm diterima gak kk??? jika tidak kemungknan saya bisa diterima d universitas mana ya kk? mohon pencerahannya kk??
    karena saya masih ingin mengapai cita2 saya yang tertunda kk

    • portal-ilmu.com portal-ilmu.com berkata:

      Hallo Kak Jean,

      Salut untuk semangat Kak Jean,
      prosedur dan persyaratan ujian masuk universitas bisa berbeda setiap tahunnya, termasuk di UGM. Untuk tahun 2018/2019 ini, ada penurunan standar di beberapa aspek. Bahkan, untuk masuk S2, Kakak bisa diterima dengan IPk tersebut, sesuai persyaratan berikut “≥ 2,75 dalam skala 4 atau setara, untuk pendaftar lulusan program studi terakreditasi B”.
      Kakak bisa akses informasi lebih lengkapnya di link berikut https://goo.gl/JG3HDp
      Apalagi, sekarang tidak ada tes masuk bersama, melainkan bisa menyertakan hasil tes yang disyaratkan dengan nilai sesuai dibutuhkan.

      Semoga cita-cita Kakak segera tercapai dan selalu diberkahi kesehatan.
      Amin.

  15. Cerah berkata:

    Haloo kak..
    Alhmdlah sy dah lulus S2 hanya 1,5 tahun

  16. Gufran berkata:

    Saya kuliah di Universitas Mulawarman jurusan peternakan agreditas A dengan IPK 2,80 apa kah bisa melanjutkan S2 di UGM kak

  17. Aziz berkata:

    Kaka
    Kalo akreditasi prodinya c bisa lanjut S2 ga

  18. Mastha Marlina berkata:

    Adakah batasan usia untuk mengambil program S2?

  19. otiek berkata:

    kalau dari lulusan s1 universitas terbuka apa bisa melanjutkan ke ugm?

  20. mayori berkata:

    mau tanya dong, kalo s1 ambil UT, s2nya di swasta isa ndak ya?

  21. Jemau berkata:

    Udah 12 tahun lulus dr S1, dapet dorongan pengen lanjut S2 IPK dl 2.83 pas lulus akre S1 C tapi skrg udah B, klo lanjut ke S2 kampus swasta gimana ya, udah lama ga belajar juga, ribet ga ya ka utk Program S2 Maksi, 😔😔😔
    Mohon saran dr temen2 apa masih mampu
    😖😖😖

    • portal-ilmu.com portal-ilmu.com berkata:

      Klo untuk kampus swasta biasanya lebih fleksibel kog. Kalau ribet tidaknya itu relatif Kak, tapi secara umum sebetulnya tidak ribet. Tnggal menyiapkan berkas administrasi saja Kak sesuai persyaratan kampus. Minta bimbingan saja dari pihak kampus tentang persyaratannya.

      Semoga sukses lanjut S2 ya Kak,

  22. Vitha berkata:

    Saya mau tanya, rencananya saya mau ambil S2 Pend Bahasa Indonesia. Apakah harus tes bahasa inggris di univ tsb atau harus membawa sendiri sertifikat TOEFL atau TOEIC ketika mendaftar?

    • portal-ilmu.com portal-ilmu.com berkata:

      Hallo Kak, persyaratan untuk sertifikat TOEFL ini tergantung dari univ yang dituju ya Kak. Tapi umumnya memang kita harus sudah punya sertifikat dulu untuk dilampirkan. Tapi kebanyakan kampus cukup toleran dan tidak mengharuskan kita melampirkan sertifikat tersebut.

  23. roro berkata:

    kalo tes s2 ada wawancara nggak sih kak?

  24. Yulia berkata:

    Saya bingung memilih jurusan s2.. karna saya dari jurusan tata rias…

  25. wildan berkata:

    saya lulusan D4 kak, apa bisa lanjut k S2 ugm tanpa penyesuaian S1? jika harus penyesuaian S1 dulu, programnya yg ditempuh bagaimana kak?

  26. Vika berkata:

    Saya lulusan seni dengan gelar s. Sn.. Jurusan magister apa yaa yg bisa diambil selain m sn,,
    Setau saya m.hum bisa. Kalau mpd bisa ga yaaa

  27. Muhammad berkata:

    Kk kalau program s2 ui jurusan akuntansi apa aja kk sarat-sarat yg harus di penuhi, trs apa aja biasanya yg di tes kk?

  28. Putra berkata:

    Assalamualaikum
    Kak anggap kalo ada 1 nilai mata kuliah yg dapat D misalnya disemester 3 apakah itu akan berpengaruh dalam pendaftaran s2?
    Terimakasih sebelumnya 🙂

  29. Rizal berkata:

    Kak,saya dari univ swasta ingin lanjut S2 di univ negeri apa bisa ?
    Sebelumnya terimakasih

    • portal-ilmu.com portal-ilmu.com berkata:

      Hallo Kak,
      tentu saja bisa. Univ swasta sangat boleh lanjut ke univ negeri. Yang terpenting, syarat-syaratnya bisa terpenuhi. Perhatikan juga syarat IPk dan syarat akreditasi univ dan prodi yang diminta univ baru.

  30. Anindya berkata:

    Saya lulusan S1 Biologi dan bidang pekerjaan saya tidak linear dengan jurusan kuliah. Saya ingin ambil S2 untuk memperkaya ilmu. Lebih baik ambil magister management atau hukum ya?

    • portal-ilmu.com portal-ilmu.com berkata:

      Coba disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaannya Kak. Apakah di pekerjaan lebih cenderung membutuhkan ilmu management atau hukum, supaya S2 nya bisa lebih bermanfaat dan bisa lebih nyaman belajarnya.

  31. Winda berkata:

    Saya jurusan S1 matematika, dan saya berniat untuk lanjut S2. Saya sangat tertarik dengan ilmu komunikasi, dan bahkan saya berniat untuk S2 mengambil ilmu komunikasi, yang dimana tida linear dengan jurusan S1 yg sdh saya ambil. Saya bingung, mohon pencerahannya kak. Terimakasih

    • portal-ilmu.com portal-ilmu.com berkata:

      Untuk ilmu komunikasi biasanya masih memungkinkan untuk lintas jurusan. Nanti bisa ambil matrikulasi. Tapi, sebaiknya disesuaikan dengan target kerja atau apa yang akan dilakukan setelah lulus nantinya. Jika ingin menjadi pendidik, bidang studi yang tidak linear bisa jadi hambatan.

  32. dina berkata:

    saya sudah 13 tahun lulus kuliah S1 hukum di universitas sumatera utara dengan IPK 3.55 , saya masih bingung mau melanjutkan S2 jurusan apa, sempat terlintas ingin melanjutkan S2 sastra inggris, kampus mana kira-kira yang recommended ya. Dan apakah bisa lintas jurusan?

    • portal-ilmu.com portal-ilmu.com berkata:

      Hallo Kak, bisa lanjut lintas jurusan, tinggal nanti mengikuti matrikulasi sesuai jurusan baru yang diambil.
      untuk kampus dan jurusan yang ingin diambil, tentu sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan domisili saja, supaya bisa lebih jelas nanti proyeksi setelah lulus s2.

  33. yulius sersanto rubu berkata:

    saya jurusan Teknik Informatika diperguruan tinggi swasta lulus 10 tahun karena ada sakit” tpi tdk cuti selalu terdaftar aktif sbgi mahasiswa.akreditasi kampusya C dan akreditasi prodinya B.Lulus dgn IPK 2.81 bisa g lanjut S2 nya?

  34. vini vidi vici berkata:

    saya tamat s1 dari UNIMED jurusan pendidikan fisika dengan gelar S.Pd. Saya berencana melanjutkan studi s2 dan bercita-cita sebagai dosen. yang mau saya tanyakan, mana lebih baik dan berpeluang besar jadi dosen atau pun kesempatan lebih luas utk pekerjaan jika saya melanjut di jurusan fisika murni dengan gelar M.Si (di kampus USU) atau di jrusan pendidikan fisika lagi dengan gelar M.Pd (dikampus UNIMED? mohon pencerahan

    • portal-ilmu.com portal-ilmu.com berkata:

      Hallo Kak,untuk menjadi dosen, ada aturan tentang linearitas pendidikan S1 S2 S3 yang memang harus diperhatikan. Linearitas ini berarti pendidikan terakhir yang kita ambil sesuai dengan yang diajarkan di kampus, sehingga bisa ambil linearitas jalur besar dan sempit. Akan tetapi, lebih banyak kampus yang menyukai linearitas dari pendidikan S1 S2 dan S3 nya pada jalur sempit. Jadi, lebih aman jika mengambil jurusan Pendidikan Fisika lagi dengan gelar M.Pd. Tapi, jikapun mau mengambil jurusan fisika murni dengan gelar M.Si masih memungkinkan, hanya terkadang pihak kampus seringkali ragu menerima dosen demikian. Semoga membantu.

  35. Nona berkata:

    Hallo kak saya lulus S1 bhsa inggris tapi sy ingin lanjut S2 .. lebih baik sy ambil jurusan apa ya yg tdk sejalur?
    Mohon pencerahanya..

    • portal-ilmu.com portal-ilmu.com berkata:

      Ini tergantung setelah lulus ingin kemana atau ambil profesi apa Kak. Jika ingin jadi akademisi, memang dituntut untuk bisa linear atau sejalur. Tapi, jika tidak, disesuaikan saja dengan profesi yang akan dijalankan, boleh lintas jurusan, nanti bisa dengan matrikulasi.

  36. ely berkata:

    kak kalo dari SKom mau lanjut S2 ekonomi, bisa ga ya.? syarat apa yang harus diperhatikan mengingat beda jurusan…

    • portal-ilmu.com portal-ilmu.com berkata:

      Bisa Kak, disesuaikan dg ketentuan dari univ masing-masing. Biasanya jika lintas jurusan harus ikut matrikulasi di semester awal, supaya bisa menyesuaikan dg pembelajaran selanjutnya.

  37. Ren berkata:

    Bila saya lulusan S1 pendidikan bhs inggris, lalu mau lanjut S2 Psikologi bisa kak? Apa syaratnya juga beda dgn yg ambil S1 psikologi?

  38. Iqwal Akmar berkata:

    Apakah untuk melamar S2 didalam negeri. Pada masa Studi S1 tidak boleh lebih dari 4 tahun ?

  39. Nova selvia berkata:

    Assalamualaikum saya mau bertanya kan Di ui menyediakan jurusan Bahasa dan sastra indonesia , saya ada niat pengen lanjut S2. Skrg saya masi smster 4 S1 , Berapakah biaya S2 Di ui kak dan uang awal dan persemester ya 🙂

    • portal-ilmu.com portal-ilmu.com berkata:

      Waalaikumsalam, untuk biayanya sebaiknya bisa dilihat menjelang masuk kuliah karena biasanya biaya ini berganti setiap tahun. Biasanya biaya dibayarkan tiap semester Kak. Sebagai gambaran saat ini biaya awal di jurusan susastra S2 UI ada di kisaran 16 – 20 juta.

  40. Anisa Putri P berkata:

    kak testnya untuk masuk s2 apa ya ? test tertulisnya itu bentuknya gimana ? saya baru mau daftar tahun ini

  41. Markme95 berkata:

    Hallo, saya mau nanya dong kak
    Saya bingung apakah nilai skripsi kita mempengaruhi untuk melanjut S2? Nilai IPK S1 saya 3.25 tapi karena nilai skripsi saya C maka saya tidak bisa lanjut S2.
    Apakah itu benar?
    Mohon pencerahannya kak, makasih

  42. Pricilya berkata:

    Kak saya mau tanya, saya tamat S1 +-18 thn yg lalu dgn IPK 2,65. Apakah dgn IPK tsb bisa diterima utk ambil S2 dgn syarat IPK 2,75? Kalo ga bisa, saya hrs gimana? Saya pingin banget ambil S2.

  43. Dewi RH berkata:

    Kalau akreditasi kampus B tapi akreditasi fak C, ngaruh gk ya buat daftar S2 di PTN? aku worry soal ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *