“Kependudukan” melalui Mendengar Informasi, Paragraf Argumentatif, Tabel, dan Kritikan

Artikel ini memiliki topik bahasan tentang kependudukan. Kependudukan di sini bukan yang berkaitan dengan jumlah penduduk yang ada di Indonesia. Melainkan tindakan yang dilakukan oleh seorang penduduk atau individu. Tindakan tersebut, terkait dengan mendengar informasi, menulis paragraf argumentatif, membaca teks tabel atau grafik, dan menyampaikan kritikan pada orang lain.

Mendengarkan Informasi

Ada berbagai macam informasi yang diungkapkan oleh orang lain. Informasi tersebut dapat diperoleh dari hasil membaca maupun dari berbicara langsung dengan orang lain. Mendengarkan informasi secara langsung dapat dilakukan dengan cara mendengarkan informasi yang diberikan oleh narasumber.

Kemudian, mengajukan tanggapan terhadap informasi tersebut. Tujuannya untuk memberikan umpan balik terhadap informasi yang diperoleh. Memahami isi dari informasi yang disampaikan dari hasil bacaan, lalu disampaikan secara lisan. Menyampaikan informasi tersebut dengan bahasa yang runtut dan menggunakan kalimat – kalimat yang mudah dipahami oleh orang lain.

Informasi yang simpang siur, akan menimbulkan kesalahpahaman diantara individu yang menerima informasi tersebut. Setelah informasi disampaikan, maka selanjutnya mencatat isi pokok dari informasi.

Informasi dapat diperoleh dengan cara melakukan wawancara dengan nara sumber. Narasumber merupakan individu yang diperkirakan dapat memberikan informasi yang diperlukan oleh pewawancara atau pendengar. Bahkan ada juga yang dinamakan informasi tersirat.

Apakah itu informasi tersirat? Informasi tersirat, dapat diperoleh pendengar dengan cara memperhatikan komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal tersebut antara lain ungkapan wajah, nada suara, dan gerakan tangan. Komunikasi nonverbal dapat menambahkan arti dari kata – kata yang diucapkan oleh pembicara.

Informasi yang diberikan oleh narasumber dapat berwujud pengalaman, pendapat, pengetahuan, atau pemikiran terhadap suatu hal. Pertanyaan yang diajukan ketika melakukan wawancara, sebaiknya merupakan pertanyaan yang jawabannya dapat memberikan informasi yang dibutuhkan. Pokok – pokok isi hasil dari wawancara dapat diungkapkan dalam bentuk naratif.

Berdasarkan pernyataan di atas dapat diketahui bahwa mendengarkan informasi dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Narasumber memberikan pengaruh yang tinggi terhadap informasi yang hendak diperoleh. Informasi yang telah diperoleh dapat dituliskan dalam bentuk narasi. Selanjutnya, akan dibahas tentang menulis paragraf deskriptif.

Pelajari juga: Pengertian, Jenis Kalimat dan Majas

Menulis Paragraf Argumentatif

Pernahkah kamu menulis paragraf argumentatif? Apakah yang kamu tulis dalam setiap kalimat di paragraf tersebut? Di sini kita akan membahas tentang paragraf argumentatif. Menyampaikan argumentasi merupakan mengemukakan pendapat, memberikan penerangan, memberikan opini, dan memberikan suatu pernyataan terhadap yang dilihat, dialami, dirasakan, dan yang ditemukan di lapangan.

Paragraf argumentatif memiliki tujuan untuk meyakinkan atau memberikan pengaruh pada pembaca agar dapat menerima pendapat yang disampaikan oleh penulis. Pada umumnya untuk meyakinkan pembaca tentang tulisan yang disampaikan oleh penulis, maka perlu disertakan contoh, bukti, dan macam – macam alasan yang tidak bisa dibantah. Ciri – ciri penting dalam paragraf argumentatif, yaitu memasukkan contoh, bukti, dan alasan untuk mendukung pendapat yang disampaikan oleh penulis.

Terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian dalam menulis paragraf argumentasi, yaitu sebagai berikut.

  • Membuat daftar gagasan yang merupakan sebab atau akibat dalam kaitannya dengan pokok – pokok yang akan dituliskan.
  • Merangkai inti – inti pembicaraan dengan pola rincian yang berbentuk sebab atau akibat.
  • Memilih topik bahasan yang akan dikembangkan.
  • Berpikir secara sehat, logis, dan kritis.
  • Menjauhkan diri dari emosi dan unsur yang bersifat subjektif.
  • Mampu mencari, mengumpulkan, dan memilih fakta yang disesuaikan dengan topik dan tujuan yang hendak dicapai. Kemudian, mampu merangkaikan untuk membentuk keyakinan atau pendapat.
  • Mampu menggunakan bahasa secara baik dan benar. Bahkan, bahasa yang digunakan harus efektif dan tidak menimbulkan salah tafsir bagi pembaca.

Penulis dalam mengarang paragraf argumentasi harus mampu berpikir secara logis dan kritis. Sebab ini menjadi dasar dalam karangan argumentatif. Karangan argumentatif harus didasarkan pada fakta – fakta yang dapat dipertanggungjawabkan oleh penulis.

Pencarian fakta dalam paragraf argumentasi dapat diperoleh melalui, antara lain bahan bacaan. Bahan bacaan tersebut dari majalah, surat kabar, buku, atau internet. Selain bahan bacaan lagi, masih ada pula wawancara atau angket, dan penelitian atau pengamatan secara langsung melalui kegiatan observasi.

Pengembangan paragraf argumentasi dapat dilakukan dengan menggunakan pola penalaran sebab – akibat. Artinya penulis perlu menyampaikan terlebih dahulu sebab – sebabnya. Kemudian penulis mengakhiri paragraf dengan pernyataan yang mengandung tentang akibat dari sebab tersebut.

Sebelumnya dijelaskan bahwa paragraf argumentatif membutuhkan bukti maupun contoh yang nyata. Salah satu bukti dalam paragraf argumentatif dapat menggunakan tabel atau grafik. Pembahasan selanjutnya, akan dijelaskan tentang membaca teks dalam tabel atau grafik. Selamat membaca.

Membaca Teks Tabel atau Grafik

Membaca teks tabel atau grafik dalam sebuah bacaan menjadi pelengkap dari bacaan yang sedang dibaca. Apakah tabel atau grafik? Tabel merupakan suatu daftar yang berisi tentang ikhtisar berupa data dan informasi yang tersusun secara bersistem.

Data atau informasi yang disampaikan, pada umumnya berupa tulisan dan bilangan yang disusun dalam bentuk kolom dan baris. Tabel ini digunakan sebagai alat bantu yang dapat digunakan untuk membaca data secara jelas dan singkat.

Contoh Tabel

via: https://d14fikpiqfsi71.cloudfront.net/media/W1siZiIsIjIwMTUvMDMvMDUvMDQvMTUvNDUvMTQ0L2xlc3Nvbl8yMDEuanBnIl0sWyJwIiwidGh1bWIiLCI2MDB4XHUwMDNlIix7fV0sWyJwIiwiY29udmVydCIsIi1jb2xvcnNwYWNlIHNSR0IgLXN0cmlwIix7ImZvcm1hdCI6ImpwZyJ9XV0.jpg?sha=f42eb4ef6d613e84

Tabel juga memiliki fungsi. Fungsi dari tabel yaitu untuk membantu menjelaskan suatu informasi secara lebih mudah dan menarik dibaca. Terdapat hal – hal pokok yang perlu diperhatikan, ketika membuat tabel, yaitu sebagai berikut.

  • Maksud dari inti utama yang ada di dalam sebuah tabel.
  • Kesimpulan data yang akan disajikan dalam tabel tersebut.
  • Hal – hal pokok apa saja yang ada di dalam tabel.
  • Seberapa penting atau tidaknya suatu informasi yang disajikan.

Grafik merupakan suatu gambar yang berisi sebuah data dan informasi yang disajikan dalam bentuk garis dan menghubungkan titik – titik koordinat. Grafik dalam garis koordinat memiliki dua jenis, yaitu koordinat x dan koordinat y. Koordinat x berbentuk garis horizontal. Koordinat y berbentuk garis vertikal. Grafik dapat digunakan untuk membandingkan jumlah data. Grafik dapat pula digunakan untuk melihat fluktuasi dari suatu perkembangan jumlah.

Contoh Grafik

Via: http://i324.photobucket.com/albums/k360/oyasuryana/grafik_batang_3_zps49572ba7.png

Grafik dapat pula disebut sebagai diagram. Grafik atau diagram dibuat untuk membantu dalam memberikan informasi. Informasi yang diberikan dapat secara cepat dan tepat. Informasi tersebut berkenaan dengan tingkat perkembangan atau penurunan sesuatu yang berdarkan pada suatu data yang bersifat akurat. Grafik memiliki tiga jenis, yang pada umumnya digunakan dalam karya tulis, yaitu grafik garis, grafik batang, dan grafik lingkaran.

Menyampaikan Kritik

Pada paragraf argumentatif dijelaskan sebagai sarana untuk menyampaikan kritikan terhadap pihak tertentu. Kritikan berbeda dengan pendapat. Pendapat merupakan sesuatu yang dapat terjadi. Misalkan ketika kita mendengar seseorang mengeluhkan suatu masalah yang dialami pada kita, kemudian kita memberikan pendapat.

Pendapat tersebut disampaikan untuk membantu individu memecahkan masalah. Pendapat itu pula membantu seseorang dalam menentukan perilaku yang akan dilakukan dalam penyelesaian masalah.Penting bagi kita untuk mengetahui inti sari dari suatu bacaan, untuk dapat memberikan tanggapan berupa kritikan.

Referensi:

  1. Wiyanto, A. 2007. Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA & MA. Jakarta: Grasindo.
  2. Griffin, J. 2005. Customer Loyalty: Menumbuhkan dan Mempertahankan Kesetiaan Pelanggan. Jakarta: Erlangga.
  3. Kusmayadi, I. 2008. Think Smart Bahasa Indonesia untuk Kelas X SMA/ MA. Bandung: Grafindo Media Pratama.
  4. Tim Guru Eduka. 2015. Mega Book Pelajaran SMA/ MA IPA Kelas X, XI, dan XII. Jakarta: Cmedia.
  5. Darmayanti, N. 2008. Persiapan UN Bahasa Indonesia untuk SMA/ MA. Bandung: Grafindo.

Materi lain: