Macam-Macam Hukum Bacaan Mad dalam Kitab Suci al-Qur’an

Abdul Wahid

  • 1
    Share

Dalam proses belajar membaca al-Qur’an tentu akan kita jumpai berbagai macam jenis bacaan dan hukum hukum bacaannya. Hal ini tidak terlepas dengan bacaan panjang pendek yang sering kita bunyikan ketika membaca huruf-huruf hijaiyah yang terdapat dalam al-Qur’an.

Nah, dalam kesempatan ini, akan dibahas mengenai sebagian dari ilmu tajwid tersebut yang tentunya berkaitan dengan berbagai bacaan mad serta berbagai jenis-jenisnya  yang terdapat dalam al-Qur’an.

Jangan lupa LIKE FP kami

Arti Bacaan Mad

Mad jika dikaji secara bahasa mempunyai makna membentangkan atau bisa juga memanjangkan. Tetapi jika dikaitkan dengan huruf mempunyai arti panjang. Adapun mad menurut istilah adalah memanjangkan bacaan (suara) ketika membaca huruf mad.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa huruf mad hanya ada tiga, yakni  ا  (alif),  ي (ya’) dan  و (wawu).  Jika kita kesulitan dalam menghafal huruf mad ini, maka disingkat saja menjadi ‘اَ يُوْ’ (ayuw).

Artinya, jika ada huruf alif yang sukun atau tidak berharokat tersebut jatuh setelah huruf yang berharokat fathah ( َ ). Kemudian huruf wawu sukun atau tidak berharokat yang jatuh setelah huruf yang berharokat dhamah (ُ  ). Dan huruf ya’ sukun atau tidak berharakat yang jatuh setelah huruf yang berharokat  kasrah (ِ ).  Seperti yang dijelaskan dalam mad thabi’i di bawah ini

Artikel terkait: Belajar Arti Kata dan Tajwid Dalam Surat at-Tiin

Macam – Macam Bacaan Mad dalam al-Qur’an

Membaca al-Qur’an dengan mengatur  panjang pendek suara yang kita lantunkan, supaya orang yang mendengar bacaan al-Qur’an di sekitar kita hatinya terasa nyaman dan tentram. Juga untuk menjaga arti dari lafadz al-Qur’an tersebut tidak berubah. Inipun tentunya juga membutuhkan proses bagi kita semua yang sedang belajar al-Qur’an.

Untuk itulah kita juga harus tahu tentang bacaan mad ini yang ternyata juga mempunyai banyak macamnya. Sebelumnya harus kita ketahui bahwa bacaan mad ini mempunyai dua jenis. Yaitu mad thabi’i dan mad far’i (cabang-cabang dari mad thabi’i)

  1. Mad Thabi’i (مَدّ طَبِيْعِيٌّ) . Mad ini juga bisa disebut dengan mad asli. Artinya, panjang dari bacaan tersebut hanya dikarenakan adanya huruf mad tersebut. Untuk panjangnya adalah dua harakat. Contoh:  Untuk huruf wawu (و ) contohnya adalah: غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ  .Untuk huruf alif  (ا ) contohnya adalah:   مَا فِي السَّمَاوَاتِ . Untuk huruf ya’ (ي ) contohnya adalah : سَبِيْلِ اللّه
  2. Mad Wajib Muttashil (مَدّ وَاجِبْ مُتَّصِل ). Mad ini adalah ketika huruf mad bertemu dengan huruf hamzah, dan terletak dalam satu kalimat. Cara membaca mad ini adalah dibaca panjang dengan panjang lima harakat. Contoh:  حُنَفَآءَ, سُوْءٌ , جِيْءَ
  3. Mad ‘Aridh Lis-sukuun (مَدّ عَارِضْ للسُّكُوْنِ). Mad thabi’i atau mad layyin yang jatuh sebelum huruf yang diwaqafkan. Adapun panjang mad ini adalah dua sampai enam rakaat. Contoh: ٱلۡخَٰسِرُونَ , ٱلظَّٰلِمِينَ, ٱلۡخَنَّاسِ
  4. Mad ‘Iwadh (مَدّ عِوَاضْ). Mad yang terjadi karena berhenti pada huruf yang akhirannya terdapat harakat fathah tanwin. Panjang mad ini adalah dua harakat. Contoh: نَهَارٗا, أَبَدٗاۖ , رَحِيْماً
  5. Mad Badal (مَدّ بَدَلْ). Bacaan mad yang terjadi karena adanya huruf hamzah yang bertemu dengan huruf mad. Panjang mad ini adalah dua harakat. Contoh:   أُوْتِيَ , إِيْمَانٌ
  6. Mad Lazim Mukhoffaf Kilmi (مَدّ لَازِمٌ مُخَفَّفْ كِلْمِيٌّ). Adanya huruf yang berharakat sukun yang sebelumnya terdapat huruf alif. Mad ini panjangnya adalah enam harakat. Bacaan mad ini hanya ada satu dalam al-Qur’an yang yang terdapat pada dua ayat. Yakni pada QS. Yunus (10): 51 dan 91. Seperti berikut ini: ءَآلۡـَٰٔنَ وَقَدۡ كُنتُم , ءَآلۡـَٰٔنَ وَقَدۡ عَصَيۡتَ
  7. Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi (مَدّ لَازِمٌ مُثَقَلْ كِلْمِيٌّ). Adanya huruf yang bertasydid, yang mana huruf tersebut jatuh setelah huruf mad. Mad ini dibaca panjang enam harakat. Contoh: ٱلضَّآلِّينَ , تَحَٰٓضُّونَ , ٱلصَّآخَّةُ
  8. Mad Lazim Harfi Mukhaffaf (مَدّ لَازِمٌ حَرْفِي مُخَفَّفْ). Bacaan mad yang terletak pada huruf-huruf yang ada di awal surat, serta tidak di idghamkan (tidak memakai tasydid). Panjang mad ini adalah dua sampai enam harakat. Contoh:  يس, طه,  ق
  9. Mad Lazim Harfi Musyabba’ (مَدّ لَازِمٌ حَرْفِي مُشَبَّعٌ). untuk bacaan mad ini mirip dengan mad lazim harfi mukhaffaf. Adapun yang membedakannya adalah bacaan mad yang terletak di awal surat tersebut tidak di idghamkan. Untuk panjang bacaan mad ini adalah enam harakat. Contoh:.  آلمّ , طسمّ (huruf lam  dan huruf miim dibaca panjang  )
  10. Mad Shilah Thawiilah ( مَدّ صِلَةٌ طَوِيْلَةٌ). Mad ini adalah mirip dengan mad shilah qashirah. Adapun yang membedakannya adalah setelah huruf ha’ dhamir  (ىهُ/ىهِ)tersebut terdapat huruf alif atau hamzah, tetapi dalam kalimat yang terpisah. Panjang mad ini adalah lima harakat. Contoh:  بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ , وَلَهُۥٓ أُخۡتٞ
  11. Mad Tamkin (مَدّ تَمكِينْ). Adanya huruf ya’ yang berharakat sukun (يْ) yang jatuh setelah huruf ya’ yang bertasydid dan berharakat kasrah ( يِّ). Panjang mad ini adalah dua harakat. Contoh: حُيِّييْتُمْ , اَلنَّبِيّيْنَ
  12. Mad Farq (مَدّ فَرْق) . mad asli yang jatuh sebelum huruf yang bertasydid. Panjang mad ini adalah tiga alif atau enam harakat. Contoh: قُلْ آللَّهُ أَذِنَ لَكُمْ , قُلۡ ءَآلذَّكَرَيْنِ

Demikianlah berbagai macam dan contoh bacaan mad yang terdapat dalam al-Qur’an. Memang tidak mudah memahimnya, soalnya banyak yang pengertiannya hampir-hampir mirip. Tapi dengan tambahan ini, semoga bisa menambah wawasan kita di bidang tajwid khususnya yang berkaitan dengan bacaan mad ini.

Serta jangan lupa untuk ngaji, baik di rumah, masjid, sekolahan, atau di tempat-tempat yang pantas..  Syukur bisa saling menyimak satu sama lain alias ngaji bareng sehingga teman kita yang lebih tahu bisa memberitahu bacaan kita yang sering kita baca namun kurang pas dalam mengatur panjang pendeknya suatu bacaan mad.

Sumber :

  1. Software alQur’an in Word
  2. Software al-Maktabah al-Syamilah v. 34
  3. Tim Agama Islam, Pendidikan Agama Islam penyejuk Qalbu SMP Kelas VIII, (Jakarta: Yudhistira, 2008)
  4. Robingan, Munawar Khalil, Teladan Utama Pendidikan Agama Islam 2: Untuk Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII, (Solo: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2010)
  5. Muhammaad Rohmadi, Pendidikan Agama Islam Untuk SMP Kelas VIII, (ttp: Grahadi, 2007)

Materi lain:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close