Eksistensi BK di Sekolah melalui Empat Elemen Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif Gysbers & Henderson

Sahabat portal ilmu, kali ini akan dijelaskan tentang salah satu materi dalam bimbingan dan konseling. Materi ini berhubungan dengan eksistensi BK di sekolah melalui empat elemen program bimbingan dan konseling komprehensif Gysbers & Henderson. Mari disimak.

Program bimbingan dan konseling komprehensif merupakan kerangka kerja organisational yang direncanakan secara spesifik, berurutan, dan kegiatan serta layanan bimbingan dan konseling berdasarkan pada kebutuhan siswa, sekolah, dan masyarakat, yang didesain untuk melayani semua siswa dan orang tua atau wali pada lingkungan sekolah.

Empat elemen dalam program bimbingan dan konseling komprehensif, meliputi isi program, kerangka kerja organisasional, sumber, dan pengembangan, managemen, dan akuntabilitas.

Elemen isi didefinisikan sebagai kompetensi siswa merupakan sesuatu yang penting bagi lingkungan sekolah karena penguasaan siswa sebagai hasil dari partisipasinya terhadap program bimbingan konseling komprehensif di lingkungannya.

Elemen kerangka kerja organisasional terdiri dari tigas komponen stuktural (yaitu definisi, rasional, dan asumsi) dan empat komponen lain (kurikulum bimbingan, perencanaan individual siswa atau individual learning plan, layanan responsif, dukungan sistem), bersamaan dengan contoh kegiatan program dan pendistribusian waktu konselor sekolah untuk keempat komponen program.

Elemen 1: Isi Program

Meninjau tujuan pendidikan di lingkungan sekolah dan negara, diperlukan untuk mengetahui keterampilan dan sikap apa yang harus dikembangkan bagi siswa, sebagai hasil dari partisipasinya dalam kegiatan dan layanan program bimbingan dan konseling komprehensif.

Sering kali yang menjadi tujuan dalam bimbingan dan konseling yaitu fokus pada prestasi akademik, pengembangan karir, dan pengembangan pribadi/sosial. Meskipun demikian, kita tetap dapat meninjau pada standar yang dibuat oleh American School Counselor Association National Model untuk diadaptasi dalam program bimbingan dan konseling komprehensif di lingkungan sekolah.

Di dalam American School Counselor Association National Model (ASCA) ada beberapa model yang salah satunya dapat digunakan untuk program di sekolahmu. Namun itu akan berjalan dengan baik, ketika mempertimbangkan pula dengan isu dan keadaan pada saat mengidentifikasi siswa di sekolah dan label yang akan digunakan untuk mengelompokkan standar.

Elemen 2: Kerangka Kerja Organisasional:

Komponen Struktural

Komponen stuktural merupakan bagian yang penting dalam kerangka kerja organisasional karena mendiskripsikan tentang jenis program dan memyediakan dasar filosofis untuk hal tersebut. Komponen stuktural menetapkan program, rasional program, dan daftar asumsi yang mana mendasari program tersebut.

Menetapkan. Menetapkan program layanan bimbingan dan konseling dengan mengidentifikasi pentingnya bimbingan dan konseling dalam proses dan menggambarkan pendidikan, yang berarti penguasaan kompetisi siswa akan sebagai hasil dari keterlibatannya dalam program.

Rasional. Rational menunjukkan pentingnya program BK sama pentingnya dengan program lain di sekolah. Hal tersebut fokus pada alasan mengapa siswa membutuhkan untuk mendapatkan kompetensi bimbingan dan konseling dan memiliki akses untuk memperoleh bantuan dari konselor sekolah, berhubungan dan memberikan program bimbingan dan konseling komprehensif. Hal di atas harus berdasarkan pada tujuan dari sekolah, masyarakat, dan negara.

Komponen Program

Terdapat empat komponen yang saling berhubungan, yaitu kurikulum bimbingan, perencanaan belajar individu siswa, layanan responsif, dan dukungan sistem.

Komponen kurikulum dipilih karena kurikulum sebagai sarana untuk memberikan isi bimbingan dan konseling secara sistematis pada semua siswa.  Komponen perencanaan individual termasuk ke dalam bagian program karena berhubungan dengan semua kebutuhan siswa, berhubungan dekat dengan orang tua dan wali, untuk perencanaan secara sistematis, monitor dan mengelola pertumbuhan dan perkembangan dan mempertimbangkan dan mengambil peran pada langkah selanjutnya, baik personal, pendidikan, dan pekerjaan.

Komponen layanan responsif termasuk didalam komponen program karena sebagai kebutuhan dalam program bimbingan dan konseling komprehensif untuk menanggapi secara langsung, segera dengan fokus pada siswa melalui konseling individu, konseling kelompok kecil, referal, atau konsultasi dengan siswa, guru, dan ahli lain.

Komponen dukungan sistem juga termasuk dalam komponen program sebab diakui untuk proses bimbingan lainnya secara efektif, sejenis dukungan kegiatan program bimbingan dan konseling, seperti pengembangan staf bimbingan, penelitian dan evaluasi, dan pengembangan kurikulum juga termasuk di dalamnya.

Komponen dukungan sistem juga dimasukkan ke dalam komponen program karena sebagai kebutuhan untuk program bimbingan dan konselung yang menyediakan dukungan sesuai dengan program lainnya di sekolah.

Alokasi Waktu

Alokasi waktu tidak harus diterapkan untuk semua konselor sekolah di setiap jenjang pendidikan di semua lingkungan sekolah. Setiap konselor sekolah di lingkungan sekolah harus mempertimbangkan bagaimana mereka menggunakan waktunya secara profesional. Di mana disesuaikan dengan kepentingan dalam pengembangan dan implementasi program bimbingan dan konseling komprehensif.

Terdapat tiga kriteria yang dapat dipertimbangkan konselor sekolah untuk alokasi waktu, yaitu keseimbangan program, dibedakan berdasarkan kelas, dan program 100% (mengacu pada empat komponen program yang telah dijelaskan sebelumnya).

Elemen 3: Sumber Program

Meskipun sumber lingkungan sekolah lokal  berbeda, sumber yang sangat penting wajib dilaksanakan secara penuh dalam program bimbingan dan konseling komprehensif. Sumber yang dibutukan termasuk personal, finansial, dan politikal.

Sumber personal. Sumber personal dalam program bimbingan dan konseling komprehensif berhubungan dengan konselor sekolah, kepala staff program bimbingan dan konseling (koordinator BK), guru, ahli pendidikan lainnya, administrator, guru atau wali, siswa, anggota masyarakat, dan personil tenaga kerja dan bisnis. Semuanya memiliki peran dalam program bimbingan dan konseling.

Walaupun konselor sekolah sebagai pemberi layanan yang utama dalam layanan bimbingan dan konseling dan koordinator program, keterlibatan, kerjasama, dan dukungan dari guru dan administrator sangat dibutuhkan untuk kesuksesan program yang telah disusun dalam kegiatan bimbingan dan konseling.

Keterlibatan, kerja sama, dan dukungan dari orang tua atau wali, anggota masyarakat, dan personil tenaga kerja dan bisnis juga diperlukan untuk partisipasi siswa secara menyeluruh dalam program bimbingan dan konseling.

Sumber finansial. Kesesuai dan sumber finansial yang memadai juga penting dalam program bimbingan dan konseling komprehensif. Kategori sumber finansial untuk program mencakup tentang anggaran belanja, bahan, peralatan, dan fasilitas.

Anggaran belanja dalam program bimbingan dan konseling dibutuhkan untuk membiayai dan mengalokasikan biaya secara menyeluruh untuk pengembangan dan tingkat kelas di lingkungan sekolah.

Bahan dan peralatan dibutuhkan untuk kegiatan bimbingan dan konseling dengan menerapkan empat komponen program secara menyeluruh. Fasilitas yang didesain dengan baik untuk setiap bangunan, diorganisasikan untuk memenuhi kebutuhan program bimbingan dan konseling juga diperlukan.

Sumber politikal. Sumber politikal dalam program bimbingan dan konseling perkembangan mencakup kebijakan wilayah, negara yang bersangkutan dan hukum federal, aturan dan regulasi dewan pendidikan lokal dan negara, dan pernyataan asosiasi profesional dan standar.

Kebijakan dewan pendidikan yang jelas dan singkat diperlukan untuk kesuksesan dari pelaksanaan bimbingan dan konseling di lingkungan sekolah. Mereka menyatakan suatu dukungan dan kursus tindakan, atau membimbing yang didasarkan untuk mempengaruhi dan menentukan keputusan di lingkungan sekolah yang menyinggung program bimbingan dan konseling harus mengambil bagian yang berhubungan dengan  hukum, aturan dan regulasi, dan standar yang telah ditulis, diadaptasi, dan diimplementasi.

Elemen 4: Pengembangan, Managemen, dan Akuntabilitas

Elemen pengembangan, managemen, dan akuntabilitas dalam program bimbingan dan konseling komprehensif menjelaskan tentang lima fase transisi yang mengacu pada pelaksanaan program bimbingan dan konseling secara menyeluruh. Fase tersebut yaitu merencanakan, mendesain, mengimplementasi, mengevaluasi, dan meningkatkan.

Elemen ini juga mencakup beberapa tugas pengelolaan yang dibutuhkan untuk melengkapi setiap fase transisi yang menggambarkan proses perubahan untuk mengembangkan secara efektif dan merata.

Elemen ini mendiskripsikan tentang bagaimana program bimbingan dan konseling komprehensif dapat dipertanggungjawabkan melalui program, personel, dan evaluasi semua hasil yang mengarah pada peningkatan program untuk membuat komponen program bimbingan dan konseling lebih efektif.

Demikian penjelasan tentang eksistensi bimbingan dan konseling ditinjau dari Empat Elemen Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif Gysbers & Henderson. Semoga artikel ini dapat membantumu dalam memaksimalkan program bimbingan dan konseling di sekolah. Selamat belajar sahabat portal ilmu.

Referensi:

Gysbers, N.C dan Henderson, P. 2006. Developing and Managing Your School Guidance and Counseling Program Fourth Edition. Alexandria, VA: American Counseling Association.

Bacaan lain:

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *