Doa Naik Kendaraan Menurut Agama Islam (Disertai Teks Arab, Latin, dan Terjemahannya)

Ketika seseorang hendak bepergian baik itu untuk keperluan pribadi, keluarga ataupun umum, tentu dirinya tahu terlebih dahulu akan kemana dan akan mau naik apa?. Jika sudah mengetahuinya, tentu sebagai seseorang yang taat kepada agama, tentu tidak akan lupa dengan doanya.

Terlebih lagi bagi seorang muslim, minimal dengan mengucapkan salam dan lafadz basmalah, dan kemudian dilanjutkan dengan membaca doa naik kendaraan. Lalu, bagaimana doa naik kendaraan tersebut?? apakah sudah hafal atau belum??

Nah, pada kesempatan kali ini, penulis akan menjelaskan tentang bagaimanakah doa naik kendaraan tersebut. Dengan membaca doa naik kendaraan ini, kita berharap kendaraan ataupun perjalanan kita terlindungi dari segala keburukan, dan kita juga terhindar dari perbuatan maksiat.

Doa Naik Kendaraan  (Teks Arab, Latin dan Terjemahannya)

«بِسْمِ اللَّهِ»، «الْحَمْدُ لِلَّهِ»، {سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ} [الزخرف: 14] .  «الْحَمْدُ لِلَّهِ , الْحَمْدُ لِلَّهِ , الْحَمْدُ لِلَّهِ» «اللَّهُ أَكْبَرُ  , اللَّهُ أَكْبَرُ  ,اللَّهُ أَكْبَرُ» «سُبْحَانَكَ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْت

“Bismillaah, alhamdulillaah, subhaanal-ladzii sakh-khara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin. Wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun”. “Alhamdulillaah (dibaca 3 kali), Allaahu akbar (dibaca 3 x), subhaanaka innii zhalamtu nafsii faghfir lii, fa-innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.”

Artinya:

“Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari kiamat).

Segala puji bagi Allah , Allah Dzat Yang Maha Besar, Maha Suci Engkau, Ya Allah, Sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa-dosaku kecuali Engkau.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi)

Ternyata, Naik Kendaraan-pun Tidak Boleh Lupa Pada Allah

Jika kita mau belajar dan membaca dari doa naik kendaraan yang sudah diutarakan di atas, ternyata sembari menikmati indahnya pemandangan alam sekitar. Dalam posisi naik kendaraan-pun kita juga dianjurkan untuk senantiasa ingat atau dzikir kepada Allah swt.

Diantara bacaan atau dzikir yang dibaca ketika naik kendaraan, jika mengutip hadits di atas adalah:

Pertama, bacaan basmalah (Bismillaahirrahmanirrahiim)
Kedua, bacaan hamdalah (Alhamdulillaah)
Ketiga, bacaan takbir (Allaahu akbar)
Ketiga, bacaan istighfar (Astaghfirullaahal ‘adzhiim)

Bisa juga dengan membaca bacaan dzikir lainnya,  sehingga ketika menaiki kendaraan pun, waktu kita tidak akan terbuang dengan sia-sia, karena kita senantiasa tetap ingat kepada Allah swt.

Dengan membaca doa dan dzikir tersebut, semoga kita serta kendaraan yang kita naiki, dalam proses perjalanannya terhindar dari segala bentuk keburukan, kejahatan dan mara bahaya. Sehingga, kita bisa sampai pada tujuan kita dengan kondisi baik, selamat, dan aman atas perlindungan Allah swt.

Semoga dari secuil keterangan doa di atas, bisa membantu kita untuk tetap ingat akan kebesaran Allah swt. sebagai Dzat Yang Maha Melindungi, dan Dzat Yang Maha Menundukkan Segala Sesuatu, sehingga semuanya senantiasa tetap dalam pengendalian-Nya.

Sumber:

Abu Daud, Sulaiman bin al-Asy’ats, Sunan Abi Dawud, (Beirut: al-Maktabah al-‘Ashriyyah),tt, (diambil dari software al-Maktabah al-Syamilah v. 3.48).
al-Qahtani, Said bin Ali, Kumpulan Doa dalam Al-Qur’an & Hadits (terj), (Riyadh: Maktab Dakwah dan Bimbingan Jaliyat Rabwah), 2007.
At-Tirmidzi, Muhammad bin ‘Isa, Sunan at-Tirmidzi, (Beirut: Dar al-Gharb al-Islami), 1998 , (diambil dari software al-Maktabah al-Syamilah v. 3.48).
Software Kamus Besar Bahasa Indonesia v.1.1