Kategori: Cerpen dan Cerbung

Kumpulan cerita pendek (cerpen) dan cerita bersambung (cerbung) dari berbagai penulis.

Cerpen dan Cerbung

SI PEMILIK KUCING HITAM

by:

 Bandara internasional California. Akhirnya aku sampai juga. California. Akhir Desember. Dingin sekali. Wilayah para seniman. Dan seniman gila. Aroma seniman yang lezat ini, meskipun aku baru …

Cerpen dan Cerbung

Temui Aku di Gambir

by:

Tak ada yang bisa melukiskan perasaan Sally yang campur aduk saat ini. Senang, deg-degan, cemas, rindu, berbaur jadi satu meletup-letup di dadanya. Betapa tidak, dua jam …

Cerpen dan Cerbung

IMPIAN KIARA

by:

Demam dan radang tenggorokan. Kiara menelan butir-butir obat itu. Ada vitamin, antibiotik dan radang tenggorokan. Pahit. Kiara menggelontor dengan air putih yang banyak. Dokter bilang harus …

Cerpen dan Cerbung

Pejuang Tanggung Yang Ingin Tangguh

by:

Aku ya aku Yang masih mendamba kasih sayang seperti orang lain Yang ingin diperlakukan baik seperti orang lain Walau tak memberi kesan yang baik, tapi setidaknya …

Cerpen dan Cerbung

SI KACANG ALMOND

by:

“Bukan cuma kamu yang merasakan menyiksanya kesendirian!! Aku juga.” Ketika cinta pertamaku,  memecah keheningan, siang itu di room chat facebook, 15 tahun yang lalu. Aku lupa …

Cerpen dan Cerbung

Aku Dia dan Kapal Tua – Chapter 5

by:

Astaga, kenapa ini? Kenapa semuanya jadi seperti ini? Kenapa orang tua ini tidak pernah bilang sesuatu pada ibu, kenapa? Seketika rasa kesal di hati mencengkamku. Aku …

Cerpen dan Cerbung

Aku Dia dan Kapal Tua – Chapter 4

by:

“Sudah lebih baik Nak. Jika terasa nyeri, kau tahanlah. Butuh satu jam untuk pulih.” Ayah tersenyum, mengusap halus rambutku. Aku mendesah. Ramuan bubuk ini sungguh perih …

Cerpen dan Cerbung

Aku Dia Dan Kapal Tua – Chapter 3

by:

Hujan sudah berhenti. Awan hitam berganti putih, cerah. Terlukis di langit kaki barat. Oranye pekat menyejukkan mata memandangnya. Sedari tadi aku dan orang tua yang bernama …

Cerpen dan Cerbung

Aku Dia dan Kapal Tua – Chapter 2

by:

Pion-pion kerang terambah begitu banyak. Pasir-pasir tergelar di bawahnya. Awan yang begitu keruh seakan sedang marah. Mataku menoleh ke semua arah. Pohon-pohon yang tinggi menjulang, berjejer …