Biografi Elon Musk Sang Inventor Teknologi

Hasna Wijayati

  • 6
    Shares

Elon Musk adalah seorang jenius dalam hal teknologi. Rasanya, kita sudah tidak perlu membantah hal ini lagi. Karya-karya mutakhirnya dalam dunia teknologi yang begitu banyak cukup menjadi bukti bahwa dirinya layak disebut sebagai pelopor dunia teknologi masa kini dan seorang engineer yang ahli.

Bahkan jika berbicara tentang penemu modern paling produktif abad ini, tak berlebihan bila kita menyebut nama Elon Musk. Berbagai pencapaiannya inilah yang membuat nama Elon Musk sangat populer dan sekaligus memasukkannya dalam daftar orang-orang terkaya di dunia.

Hal ini juga menjadikan biografi Elon Musk cukup menarik dan berharga untuk ditelusuri. Kiprahnya yang telah dimulai sejak usia sangat dini sangat inspiratif bagi siapapun. Jadi, bagi Anda yang tengah mencari inspirasi, kisah biografi Elon Musk ini layak untuk disimak.

Profil Elon Musk

Elon Musk terlahir dengan nama lengkap Elon Reeve Musk. Ia lahir pada tanggal 28 Juni 1971 di wilayah Pretoria, Afrika Selatan. Ayahnya bernama Errol Musk, seorang berkebangsaan Afrika Selatan yang bekerja sebagai seorang insinyur. Sementara ibunya bernama bernama Meye Musk yang berkebangsaan Kanada, dan bekerja sebagai ahli gizi sekaligus sebagai model.

Musk adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Kedua adiknya bernama Kimbal (laki-laki) dan Tosca (perempuan). Ketika kecil, Musk tinggal di Afrika Selatan. Terutama, setelah orangtua Musk cerai di tahun 1980. Musk tinggal di Afrika Selatan bersama ayahnya.

Anak tertua dari tiga bersaudara ini lahir di masa-masa terakhir politik aparteid yang sedang ramai di Afrika Selatan.

Karena permasalahan politik apartheid atau politik warna kulit ini, Elon Musk merasa tidak nyaman tinggal di Afrika Selatan. Elon Musk juga ingin menghindari wajib militer yang diperuntukkan bagi warga berkebangsaan Afrika Selatan. Karenanya, ia berupaya mendapat kewarganegaraan di luar Afrika Selatan.

Karena salah satu orang tuanya berkebangsaan Kanada, Elon Musk pun akhirnya dapat memperoleh kewarganegaraan Kanada di tahun 1989. Sekalipun demikian, di tahun 2002, Elon Musk juga kembali berupaya mengambil kewarganegaraan Amerika Serikat.

Bermain dengan Komputer

Ketika masih banyak menghabiskan waktunya bersama sang Ayah, Musk banyak berkecimpung dalam dunia pemograman komputer. Ia belajar komputer secara otodidak sejak usianya masih 10 tahun. Rupanya, dunia pemorgraman komputer ini sangat menarik bagi Musk.

Ia bahkan betah menghabiskan waktu sampai berjam-jam mengotak-atik komputer. Sekalipun kala itu usianya masih 10 tahun, tapi intelegensi Musk di bidan komputer sudah tampak cemerlang. Ia mampu bekerja dengan komputer berbasis Commodore VIC-20 yang dikenal cukup rumit. Menariknya, ia mempelajarinya dengan tanpa pembimbing.

Karya Pertama Musk

Sejak kecil, ia belajar komputer secara mandiri hingga akhirnya ia mampu membuat video games sendiri. Luar biasa bukan? Setelah merasa video games buatannya cukup baik, Musk memberanikan diri untuk meluncurkannya dan menjualnya di tahun 2002.

Rupanya, video games buatannya laku terjual dengan harga lumayan tinggi, yakni US$ 500. Seperti apa video games buatan Musk tersebut? Video games tersebut berisi permainan ruang yang disebut Blastaar yang menurut banyak orang, cukup menarik untuk dimainkan.

Pencapaian Musk ini adalah pencapaian luar biasa karena usianya yang masih sangat belia. Bahkan, anak-anak diusianya saat itu masih langka yang mampu mengoperasikan komputernya sendiri. Tapi, Musk sudah mampu secara mandiri membuat kode untuk video games, tanpa bimbingan ahli.

Menyadari bakatnya yang hebat, Musk ingin mengembangkan dirinya lebih jauh lagi. Menurut Musk, agar bisa lebih bebas dalam berkarya, ia harus bisa memperoleh kewarganegaraan Amerika Serikat. Musk pun akhirnya dapat memperolehnya.

Di usianya yang ke 17, Elon Musk pindah ke Kanada agar dapat melanjutkan pendidikan di Queen’s University, yang berlokasi di Kingston, Ontario. Kemudian, tahun 1992, Elon Musk melanjutkan studinya pada program dobel jurusan bisnis dan fisika di University of Pennsylvania.

Setelah menyelesaikan program S2, Musk melanjutkan studinya lagi untuk program PhD. Elon Musk memang sangat senang belajar. Menurutnya, pendidikan amatlah penting. Jadi, selagi ia mampu, ia segera mengejar gelar PhD dari Stanford University California untuk program studi fisika terapan.

Namun, ternyata langkah Musk kali ini cukup mengejutkan. Elon Musk baru dua hari mengikuti perkuliahannya di Stanfort sebelum akhirnya ia memutuskan mundur. Alasannya? Ia mulai berpikir memulai bisnisnya sendiri.

Memulai Bisnis Internet

Ia melihat bahwa masa kejayaan internet telah tiba. Menurutnya, ini adalah masa emas bagi internet sekaligus kesempatan emas baginya untuk mengembangkan usaha. Masa-masa tersebut menjadi masa-masa terbaik untuknya jika ia mampu mengkolaborasikan teknologi dan bisnis.

Untuk mewujudkan ambisinya, tahun 1995 Elon Musk memutuskan untuk membuka perusahaan pertamanya, yang dinamai Zip2 Corporation. Zin2 ini menjadi perusahaan yang bergerak di bidang internet sebagai pemandu kota secara online, yang secara khusus melayani industri penerbitan koran.

Zip2 didirikan dengan modal senilai US$ 28.000, yang diperoleh dari sang ayah. Tak hanya Elon Musk, Zip2 juga dikembangkannya bersama adik laki-lakinya, Kimbal Musk. Perusahaan peranti lunak ‘Zip2’ ini mampu memberkan layanan kepada klien surat kabar kelas atas.

Dengan usaha ekstra, Zip2 mampu menggaet klien perusahaan surat kabar kenamaan ‘The New York Times’ dan ‘Chicago Tribune’ sehingga memberikan keuntungan besar bagi mereka. Jadi, sekalipun Zip2 adalah perusahaan pertama Elon Musk, tapi ia sudah mampu membesarkannya dengan cukup baik.

Zip2 menjadi cukup populer di kalangan pebisnis internet. Ini membuat Zip2 dilirik oleh perusahaan kenamaan, yakni Compaq. Pada akhirnya, Compaq memutuskan untuk membeli Zip2 di tahun 1999. Tahu berapa nilai penjualan yang diterima Elon Musk atas penjualan Zip2 ini? Total nilai penjualannya adalah US$ 307 juta.

Membesarkan PayPal

Merasa puas dengan pencapaiannya yang gemilang, Musk ingin mencoba peruntungannya untuk membuka perusahaan baru lagi. Perusahaan keduanya ini masih berkutat di teknologi digital. Perusahaan yang dinamainya ‘X.com’ ini bergerak dengan menyediakan layanan keuangan online.

Satu tahun setelah X.com berdiri, perusahaannya merger dengan perusahaan Confinity. Confinity yang kala itu memiliki layanan pembayaran internet bernama “PayPal” mulai berkembang setelah merger.

Musk bergerak mengembangkan layanan PayPal karena menurutnya layanan ini cukup menarik. Perusahaan merget mereka pun diputuskan untuk diubah namanya menjadi PayPal. Dengan tangan dingin Elon Musk, tak berapa lama kemudian, PayPal meraih sukses luar biasa.

PayPal mendominasi bisnis pembayaran dan pengiriman uang online yang paling banyak dipakai di seluruh dunia. Pencapaian ini membuat PayPal akhirnya dilirik oleh eBay yang kala itu sudah termasuk perusahaan papan atas.

eBay menyatakan ketertarikannya untuk membeli PayPal. Bagi Elon Musk, ini rupanya kesempatan emas untuk mendapat keuntungan besar. Akhrinya, pada Oktober 2002, Elon Musk memutuskan menjual saham PayPal pada eBay senilai US$ 1,5 milliar. Dalam penjualan kali ini, Elon Musk memperoleh pembayaran US$ 165 juta untuk 11 persen saham yang dimilikinya di PayPal. Nilai yang fantastis!

Menjajal SpaceX

Setelah sukses menjual PayPal dengan nilai fantastis, kini saatnya Elon Musk melakukan terobosan baru lagi untuk bisnis ketiganya. Masih seputar teknologi futuristik, Elon Musk mencoba peruntungannya dengan perusahaan berbasis teknologi tingkat tinggi dengan tema luar angkasa.

Tahun 2002 Musk menginvestasikan dana senilai jutaan dollar untuk membangun perusahaan bernama “Space Exploration Technologies” atau yang lebih dikenal dengan nama “SpaceX”. Perusahaannya kali ini pun rupanya juga mampu menjadi bukti kejeniusan Elon Musk.

Setelah tujuh tahun didirikan, SpaceX telah mampu merancang jalur peluncur luar angkasa yang dinamai “Falcon”. Selain itu, diluncurkan pula jalur antariksa multi-tujuan “Dragon”.  Pencapaiannya ini mencatatkan sejarah yang sungguh spektakuler karena seluruh misi ruang angkasanya ini didanai secara pribadi. Sementara program penelitian luar angkasa lainnya biasanya didanai oleh pemerintah atau lembaga penelitian.

Melihat pencapaian SpaceX yang luar biasa, akhirnya NASA tertarik untuk menandatangani kontrak dengan SpaceX. Dari perjanjian tersebut, ditandatanganilah perjanjian peluncuran untuk mengirim kargo ke “Stasiun Luar Angkasa Internasional”.

Kali ini, pencapaiannya jauh lebih besar daripada dua perusahaannya sebelumnya. Musk bahkan sudah mulai merancang misi peluncuran ke Mars. Misi yang luar biasa bukan?

Berpacu dengan Tesla Motors

Merasa telah sukses dengan SpaceX, Elon Musk lantas berniat untuk kembali menguji ketahanan bisnis dan kemampuannya dalam berinovasi. Kali ini, ia mendirikan perusahaan sarana transportasi yang dinamai “Tesla Motors”, sembari masih tetap mempertahankan SpaceX.

Misi pendirian Tesla Motors adalah untuk meracang dan membangun sarana transportasi modern berupa mobil listrik. Musk dinobatkan sebagai ketua Tesla Motors tahun 2004 dan untuk mengembangkan perusahaannya ini, ia menaruh investasi yang luar biasa besar.

Satu tahun perjalanan Tesla Motors, Musk mulai menggarap desain mobil listrik bernama “Roadster”. Luar biasanya, desain Musk ini berhasil memenangkan penghargaan produk “Global Green”.  Sekali lagi, ini adalah pencapaian luar biasa dari Elon Musk.

Ia lanjut membuat mobil listrik lainnya yang juga meraih sukses tersendiri. Mobil listrik ketiga buatannya mampu dijual dengan harga $ 35.000. Yang lebih penting, untuk mobil listrik ramah lingkungan ini, Tesla mencatat jumlah permintaan yang cukup tinggi.

Pencapaian ini semakin memacu Musk untuk berkreasi lebih banyak lagi. Berikutnya, ia merancang konsep awal “SolarCity” sebagai produk penyedia energi global. Apakah inovasinya kali ini berhasil? Tepat sekali! Sekali lagi, apa yang dikreasikan Musk sukses mendulang perhatian dunia.

Pada akhirnya, SolarCity kini dikenal sebagai perusahaan penyedia energi surya paling besar kedua yang ada di Amerika Serikat. Produknya memiliki manfaat positif bagi dunia ini dalam penyediaan energi yang ramah linkungan sekaligus menunjukkan komitmennya dalam memerangi pemanasan global.

Deretan prestasinya selalu diakui hebat oleh banyak kalangan. Yang jelas, seluruh prestasinya ini menunjukkan kejeniusannya serta kehebatannya dalam berinovasi terhadap produk-produk berbasis teknologi tingkat tinggi. Dengan kerja keras dan kerja pintar, Elon Musk mampu mencapai seluruh prestasi gemilang ini.

Satu lagi prestasi gemilang yang dicetak Elon Musk adalah membangun teknologi perjalanan berkecepatan tinggi yang diklaim mampu menyaingi perjalanan pesawat udara dalam hal kecepatan dan harga. Teknologi revolusioner dengan memanfaatkan energi matahari ini mulai digarap pada 12 Agustus 2013 melalui “SpaceX”.

Rancangan yang dikenal dengan nama Hyperloop ini mampu menggabungkan tabung bertekanan rendah, dengan fungsi kapsul yang bertekanan naik pada bantalan udara yang dapat berjalan dengan didorong motor induksi linear dan kompresor udara. Sekalipun produk ini cukup rumit dibuat, tapi Musk akhirnya sukses juga mewujudkannya.

Kemudian, di bulan Juli 2017, Musk melakukan uji coba Hyperloop pertama yang pada akhirnya mampu mencetak rekor kesuksesan. Uji coba yang dilakukan di Nevada menjadi catatan sejarah mengagumkan sehingga ia pun mendapat persetujuan lisan dari New York City ke Washington D.C untuk  membangun hyperloop. Dengan Hyperloop, perjalanan dapat jauh lebih cepat dengan perbandingan hingga 4 kali lebih cepat dari penerbangan komersial.

Yayasan Musk

Apa yang telah dicapai oleh Musk memang luar biasa besar. Tapi tak hanya itu, manfaat yang diberikan oleh Musk terhadap kemajuan dunia juga tak kalah besar. Selain mampu menciptakan produk-produk modern yang ramah lingkungan, Musk juga berkontribusi terhadap kemajuan dunia pendidikan melalui Yayasan Musk.

Musk mendirikan Yayasan Musk dengan tujuan untuk menciptakan tempat bagi pertumbuhan ide-ide dari akar rumput.

Organisasi ini memiliki visi untuk mendorong serta mendukung pikiran kawula muda yang kreatif dan inovatis. Untuk itu, Yayasan Musk berkomitmen memberi dana hibah dalam rangka mendukung berbagai penelitian energi terbarukan, eksplorasi ruang angkasa, penyakit dan gangguan anak-anak, serta upaya pendidikan.

Musk sendiri telah memberikan donasi yang cukup besar untuk yayasannya ini. Setidaknya, Yayasan Musk telah mengalokasikan lebih dari $ 783.700 untuk kegiatan amalnya, termasuk sumbangan senilai $ 250.000 untuk proyek tenaga surya di Somalia.

Menjadi Orang Terkaya Dunia

Dengan suksesnya semua bisnis yang digarapnya, kekayaan Musk tentu juga meningkat pesat. Musk masuk dalam daftar orang-orang terkaya dunia dengan nilai kekayaan fantastis. Berapa nilai kekayaan Elon Musk? Estimasi kekayaan Musk hingga saat ini diperkirakan hingga $ 20,8 miliar. Luar biasa!

Yang tak kalah menarik dari fakta kekayaan Musk adalah pencapaian kekayaannya ini telah diperoleh sejak usia belia. Tahukan Anda kapan ia memperoleh kekayaan pertamanya dari perusahaan media digital Zip2? Di tahun 1999, ketika Elon Musk masih berusia 27 tahun, ia telah memperoleh $ 307 juta dalam uang tunai dan $34 juta dalam bentuk saham dari penjualan Zip2 kepada Compaq.

Lalu dari PayPal yang dijualnya pada eBay, Musk memupuk kekayaan jauh lebih besar lagi, yakni $ 1,5 miliar. Nilai ini sudah ia peroleh ketika usianya masih 30 tahun. Semakin bertambah usianya, semakin bertambah pula kekayaannya. Sangat hebat bukan?

Membaca biografi Elon Musk tentu membuat kita tergiur. Barangkali, Anda pun ingin menyusul kesuksesannya? Jangan lupa baca juga kumpulan kata kata bijak Elon Musk agar Anda semakin bersemangat. Semoga saja.

Referensi :

  • Biography. 2018. Elon Musk Biography, diakses dari www.biography.com.
  • Silvestre, Dan. 2018. Top 10 Elon Musk Productivity Secrets for Insane Success, diakses dari medium.com
  • Youshaei, Jon. 2018. Elon Musk 10’s Secret to Success, diakses dari www.forbes.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *