Biografi Bill Gates – Perjalanan Bisnis Pria Terkaya Abad 20 yang Super Dermawan

Jaman sekarang ini, siapa yang tidak kenal dengan komputer. Hampir setiap orang di planet bumi, para pekerja, para pelajar juga para pebisnis dan lainnya, memanfaatkan komputer untuk memperlancar kinerja mereka. Komputer memang sudah jadi kebutuhan yang cukup penting dalam kehidupan sehari -hari banyak orang.

Nah, bagi yang terbiasa menggunakan komputer, kamu tentu mengenal “windows” dan “Microsoft” bukan? Software ini bisa dikatakan yang paling populer dan sangat banyak digunakan di dunia.

Berbicara tentang windows atau pun Microsoft, sudah kenalkah kamu dengan seorang tokoh yang paling berpengaruh dalam kemunculan dan membuatnya menjadi besar? Yap! Siapa lagi kalau bukan Bill Gates.

Nama Bill Gates sudah begitu populer di dunia sebagai salah satu orang yang berpengaruh besar terhadap kemajuan teknologi dunia saat ini. Wajahnya pun banyak berseliweran di majalah -majalah, surat kabar, atau pun baliho di berbagai tempat. Meski bukan selebriti, popularitasnya sudah tak diragukan lagi.

Nah, pada ulasan biografi kali ini, sosok inilah yang akan kita kupas secara mendalam. Biografi Bill Gates memang sungguh menarik untuk diulas. Sebab, apa yang ia hasilkan saat ini bukanlah sesuatu yang mudah. Dalam biografi Bill Gates ini, kita bisa menemukan banyak pelajaran dan hal -hal menarik yang mungkin akan memberikan kita banyak inspirasi.

Sebagai salah satu penemu dari Microsoft, Bill Gates telah meraih pencapaian yang luar biasa besar. Dia termasuk sebagai salah seorang terkaya di planet Bumi dan menjadi salah seorang paling berpengaruh di dunia.

Hingga Juni 2014, kekayaannya diperkirakan mencapai US $ 79,2 Milliar. Nilai ini setara dengan gabungan beberapa GDP negara -negara Afrika. Jika dihitung nilai pajak pendapatan yang dibayarkan, Bill Gates bisa membayarkan pajak sekitar US$ 100 per detiknya. Wow?

Kini, Bill Gates sudah tidak lagi bekerja secara penuh waktu di Microsoft. Setelah mencapai kesuksesan finansial, dia kini lebih berkonsentrasi untuk melakukan pekerjaan amal di yayasannya yang diberi nama “The Bill and Melinda Gates Foundation”.

Profil Bill Gates

Nama lengkap pria yang dikenal sebagai Bill Gates ini sebenarnya adalah William Henry “Bill” Gates III. William Henry “Bill” Gates III dilahirkan di Seattle, Washington, Amerika Serikat, pada 28 Oktober 1955.

Ayahnya yang bernama William H Gates II, adalah seorang pengacara di Seattle dan merupakan salah seorang co-chairs di “Bill & Melinda Gates Foundation”. Ibunya bernama Mary Gates, yang merupakan seorang guru sekolah di University of Washington Regent, sekaligus seorang ketua United Way International.

Pria berkebangsaan Amerika Serikat ini hidup dan dibesarkan di Seattle bersama dengan seorang kakak dan seorang adiknya. Keluarganya adalah orang yang hebat yang selalu mendorong Bill Gates untuk bisa mencapai kesuksesan.

Sejarah Pendidikan Bill Gates

Bill Gates muda
Bill Gates muda – news.softpedia.com

Bill Gates merupakan anak yang cerdas. IQ -nya saja tercatat hingga 160, sehingga ia bisa disebut sebagai anak yang jenius. Kecerdasan Bill Gates memang bukan hal yang diragukan lagi. Ketika mengikuti tes SATs saja, ia bisa mencapai skor hingga 1590 dari total nilai 1600. Hampir sempurna.

Ia juga merupakan seorang pelajar di Harvard University. Sayangnya, ia harus dropped out dari universitas tersebut ketika usianya masih 20 tahun. Bukan karena ia dikeluarkan lantaran membuat masalah, tapi justru karena ia ingin mengembangkan diri dan karirnya dalam bidang yang disenanginya, yakni komputer.

Menariknya, di tahun 2007, 30 tahun setelah ia keluar dari kampusnya, Bill Gates kembali lagi ke kampus tersebut untuk menerima sebuah gelar kehormatan Doktor dari Jurusan Hukum.

Bill Gates memang anak yang unik sejak kecil. Meski ia adalah anak yang cerdas, tapi ia sering mengalami kesulitan di sekolahnya karena sikapnya yang terlalu bersemangat. Itu sebabnya, sang Ayah mengirim Bill Gates ke sebuah Sekolah Dasar bergengsi khusus anak laki -laki pada usianya yang kesebelas tahun.

Di Lakeside School Seattle inilah, di tahun 1968, Bill Gates pertama kali berkenalan dengan komputer dan langsung jatuh hati. Ketika itu, sebuah perusahaan menawarkan pada Lakeside School untuk menggunakan perangkat komputer yang masih berupa Teletype link.

Bill Gates berkesempatan untuk mencoba mesin yang kala itu masih primitif. Namun, Bill Gates sungguh sudah jatuh hati dengan mesin tersebut. Bersama dengan temannya sesama murid di sana, Paul Allen, ia sering menyelinap keluar kelas dan pergi ke ruang komputer.

Memulai Project dengan IBM

Bill Gates memiliki niatan yang sangat besar terhadap komputer, dan ingin menjadikanya sebagai sebuah ladang bisnis. Ketika usianya masih 15 tahun, ia bersama dengan Allen, memutuskan untuk memulai bisnis bersama.

Kala itu, para pria remaja ini sudah berhasil menjual sebuah program yang mereka kembangkan sendiri. Program itu bernama Traf – O – Data, yang berguna untuk mengukur arus kemacetan di wilayah Seattle. Dengan program tersebut, mereka mendapatkan bayaran US$ 20.000.

Di tahun 1973, Gates melanjutkan kuliahnya di Harvard. Namun, Gates bukannya tekun kuliah, malahan ia lebih sering menghabiskan waktunya untuk bermain poker dan video games. Kelas -kelas kuliah sering ia tinggalkan.

Ia seperti kehilangan semangat. Tapi, hal ini berubah ketika di bulan Desember 1974. Allen menunjukkan sebuah artikel majalah kepada Gates. Artikel itu memuat penemuan mikrokomputer pertama dunia, the Altair 8800.

Melihat berita tersebut, Bill Gates merasa sangat bersemangat. Ia dan Allen lalu pergi menemui pabrikan MITTS (Micro Instrumentation and Telemetry Systems) di Albuquerue, New Mexico, dan mengatakan kepada presiden perusahaan tersebut bahwa mereka telah menulis sebuah versi terbaru dan bahasa pemrograman komputer BASIC yang bisa digunakan untuk Altair.

Presiden MITTS tertarik mendengar pernyataan Gates dan Allen, dan ingin melihatnya. Padahal, Gates dan Allen sama sekali belum menulis apa pun. Akhirnya, mereka berdua pun mulai bekerja keras, siang dan malam di laboratorium komputer Harvard.

Karena mereka tidak mempunyai Altair untuk menggarap project ini, mereka pun berusaha untuk membuat simulasinya dengan komputer lain. Setelah selesai, mereka pun terbang lagi ke Albuquerque untuk mengujicobakan program buatannya pada Altair.

Kala itu, mereka sama sekali tidak yakin apakah program tersebut bisa berjalan untuk Altair. Ternyata, program tersebut berfungsi juga. Kemudian, Gates memutuskan untuk keluar dari Harvard dan pindah ke Albuquerque bersama Allen. Di sanalah, mereka secara resmi mendirikan Microsoft.

Pendirian Microsoft

Beberapa waktu kemudian, MITS bangkrut. Akan tetapi, Microsoft yang mereka bangun sudah berhasil mengembangkan software untuk komputer lain, termasuk untuk Commodore, Apple dan Tandy Corp.

Bill Gates dan Paul Allen memang mempunyai minat yang begitu besar untuk membesarkan Microsoft. Ketika mendirikan Microsoft, mereka bahkan mempunyai visi yang menarik, yakni “a computer on every desktop and in every home”.

Di tahun 1979, mereka memindahkan perusahaannya ke Seattle. Di sana, Gates mulai mempelajari komputer pabrikan IBM, akan tetapi ia mengalami kesulitan dengan sistem operasi PC baru ini. Lalu, ia memutuskan untuk membeli sebuah sistem operasi yang sudah berjalan dari sebuah perusahaan kecil di Seattle. Program itu dibelinya seharga US$ 50.000.

Program itu kemudian dikembangkan lagi menjadi MS-DOS (Microsoft Disk Operating System). MS-DOS ini kemudian dilisensikan untuk IBM dan mereka pun membuat kesepakatan. Tentu saja hal ini menjadi angin segar bagi Microsoft. Sebab, IBM adalah produsen PC terbesar kala itu.

Setelah PC pertama dari IBM diluncurkan, muncul para pesaing seperti Compaq yang juga memproduksi PC serupa. Lalu, pasar dengan segera dibanjiri oleh tiruan -tiruan PC IBM. Hal ini rupanya sudah diperkirakan oleh Gates.

Para pembuat PC baru ini juga berpikir sama seperti IBM, yang dari pada mengembangkan sendiri sistem operasi pada komputernya, mereka merasa akan lebih menguntungkan bila membeli sistem operasi MS-DOS.

Alhasil, MS-DOS semakin populer dan kemudian menjadi sistem operasi standar untuk industri. Penjualan Microsoft membumbung tinggi hingga mencapai US$ 7 juta di ta tahun 1980 dan di hingga US$ 16 juta di tahun 1981.

Mundurnya Paul Allen

paul-allen
Paul Allen – via: www.forbes.com

Sejak awal, Paul Allen memiliki andil yang cukup besar terhadap berdirinya Microsoft. Allen adalah sosok yang menunjukkan sebuah pintu kesempatan dari IBM kepada Bill Gates. Dalam usaha pengembangan Microsfot, Gates pun selalu melakukannya bersama dengan Allen. Allen pula yang secara pokok banyak menulis program pertama pada Microsoft.

Sayangnya, Allen memutuskan untuk menarik diri dari Microsoft pada tahun 1983. Ia memang tidak benar -benar menarik diri sepenuhnya. Hanya saja, ia tidak lagi fokus dalam mengurusi Micorsoft setelah itu. Penyebabnya bukan karena ia tak lagi berminat, tapi lantaran ia diserang oleh penyakit bernama Hodgkin’s disease.

Penyakit ini memaksa Allen untuk memilih mana yang lebih diprioritaskan dalam kehidupannya. Ia pun memilih mundur dari tugasnya di Microsoft. Allen lalu melanjutkan kehidupannya dengan santai dan menikmati kemewahan hidup yang telah ia capai bersama Gates melalui Microsoft.

Dia berusaha agar bisa menikmati kehidupan terbaiknya selama dua atau tiga tahun berikutnya. Beruntung, ia bisa mengalahkan kanker yang dideritanya. Namun, setelah kesembuhannya, ia tidak kembali pada Microsoft. Ia memilih untuk mengembangkan start up bisnis lain dan mendirikan Asymetrix di tahun 1985. Lewat Asymetrix, Paul Allen juga meraih kesuksesan dan menjadikan perusahaannya sebagai perusahaan high-tech tersukses di negerinya.

Ancaman Para Pesaing

Microsoft juga melakukan pergerakan yang positif dan semakin bertambah besar. Meski demikian, perjalanan Microsoft tidak selalu mulus. Di tahun 1984, Microsoft merasa terancam karena kehadiran Apple yang memproduksi komputer Macintosh pertamanya. Macintosh tampak lebih unggul karena menampilkan program yang graphical user interface (GUI), di mana program ini lebih mudah dijalankan dari pada MS-DOS.

Menyadari akan adanya ancaman, Gates kemudian mengumumkan bahwa Microsoft pun juga mengembangkan sistem operasinya yang juga GUI. Sistem operasi milik Microsoft ini dinamai Windows. Windows sempat mendapatkan masalah di awal peluncurannya.

Banyak yang merasa tidak senang dengan kehadiran Windows, dan menganggapnya lambat serta tidak praktis. Apple bahkan menganggap Windows adalah tiruan dari Macintosh hingga Apple sempat mengajukan gugatan hukum. Meski kemudian, gugatan tersebut ditarik. Nyatanya, Windows kemudian mendapat sambutan baik oleh pasar dan membuat Microsoft terus berkembang.

Pencapaian Bill Gates Lewat Microsoft

Di tahun 1986, Bill Gates memutuskan untuk menjadikan Microsoft sebagai perusahaan publik agar bisa mengumpulkan modal sebanyak mungkin. Penawaran IPO atau nilai saham per lembar dari Microsoft kala itu adalah US$ 21.

Penjualan saham Microsoft ternyata begitu diminati pasar. Nilai saham Microsoft terus meningkat hingga US$ 90 per lembar. Dari penjualan saham Microsoft ini, Gates menjadi orang terkaya di negaranya, hanya dalam semalam.

Gates pun semakin bersemangat untuk mengembangkan Windows. Versi -versi baru dari Windows terus dikembangkan sehingga semakin cepat dan menarik. Aplikasi Microsoft pun jadi meraih penjualan yang semakin tinggi.

Di tahun 1990, Microsoft meluncurkan versi pertama Windows yang dengan cepat menempati puncak penjualan. Di tahun 1995, Windows 95 menyusul untuk diluncurkan. Versi -versi inilah yang kemudian menjadi dasar dari Windows 2000, XP dan Vista. Ada juga Microsoft’s Internet Explorer yang dengan segera menjadi web browser paling laris.

Di tahun 1993, Windows bahkan sukses mencapai penjualan hingga 1 juta kopi per bulannya dan diperkirakan telah menguasai hingga 85% komputer di seluruh dunia.

Microsoft dan Gates kian hari kian mencapai puncak kejayaan. Di tahun 1999, penjualan Microsoft mencapai US$ 18,7 miliar dan kekayaan pribadi Gates sendiri mencapai US$ 90 millar. Sungguh angka yang fenomenal.

Kejayaan yang dicapai Microsoft ini ternyata mengusik para pesaingnya. Para pesaing tersebut bahkan mengajukan gugatan lantaran menganggap Microsoft melakukan sistem monopoli dalam pengembangan tekonologi barunya.

Tidak hanya harus menghadapi gugatan pengadilan di Amerika Serikat, Microsoft juga mendapatkan nota tidak percaya dari European Commission and private litigants.  Meski demikian, berbagai tantangan ini akhirnya bisa dihadapi Bill Gates. Microsoft terus berkembang dan tetap merajai dunia pemrograman kompuer, bahkan hingga kini.

Gates Mulai Mundur dari Microsoft

Bill Gates rupanya sudah mencapai puncak dari kesuksesan. Di tahun 2000, Gates perlahan mundur dari operasional Microsoft. Ia menyerahkan tugas pengelolaan Microsoft ini kepada seorang kawan kuliahnya yang juga telah mengabdi selama 20 tahun pada Microsoft, Steve Ballmer.

Dia mengundurkan diri sebagai ketua dan memutuskan untuk lebih fokus pada kerja sosial. Ia ingin mengembangkan berbagai kegiatan sosial di bawah naungan “Bill and Melinda Gates Foundation”.

Di tahun 2006, Gates menyatakan bahwa ia akan meninggalkan kursi pengelolaan Microsoft dan akan mulai fokus untuk pekerjaan amalnya secara penuh waktu. Hari terakhirnya di Microsoft adalah pada tanggal 27 Juni 2008.

Di bulan februari tahun 2014, Gates mundur sebagai ketua Microsoft dan beralih menjadi penasehat teknologi.

Ringkasan Perjalanan Microsoft

Agar lebih jelas, berikut adalah rangkaian perjalanan Bill Gates dalam membesarkan Microsoft

1975 – Mendirikan Micro-Soft bersana Paul Allen di Albuquerque, New Mexico.

1976 – Mengganti nama perusahaan menjadi Microsoft.

1979 – Memindahkan Microsoft dari Albuquerque ke Sheattle, Washington.

1985 – Meluncurkan Windows 1.0

1995 – Meluncurkan Windows 95

2000 – Memegang peranan sebagai Chief Software Architect, sementara Steve Ballmer berperan sebagai Microsoft CEO.

2001 – Meluncurkan The original Xbox

2008 – Meninggalkan kegiatan hariannya di Microsoft.

2014 – Mengundurkan diri sebagai ketua.

Logo Microsoft dari tahun ke tahun - via: hexus.net
Logo Microsoft dari tahun ke tahun – via: hexus.net

Kehidupan Pribadi Bill Gates

Masa kecil Gates turut membentuk karakternya menjadi sosok yang tangguh, inovatif dan pantang menyerah. Sebab, keluarganya selalu memberikan dukungan dan mendorong Gates untuk selalu berkembang, terutama dalam mengembangkan ketertarikannya dalam hal komputer. Bahkan, dukungan ini diberikan sejak Bill Gates masih berusia belasan tahun.

Di tahun 1992, setelah berhasil membawa Microsoft pada kesuksesan, Bill Gates menikah dengan Melinda French. Dari pernikahannya ini, mereka dikaruniai tiga anak, Jennifer (1996), Rory (1999) and Phoebe (2002).

bill-gates-dan-keluarga
Foto Bill Gates dengan keluarga saat liburan di Roma tahun 2009 – via: www.dailymail.co.uk

Kedermawanan Bill Gates

Bill Gates bersama dengan istrinya, Melinda bersama -sama mengembangkan kegiatan sosial dan berusaha untuk ikut menyejahterakan masyarakat. Mereka melakukannya di bawah Bill & Melinda Gates Foundation.

Gates begitu perhatian pada berbagai isu -isu global yang menurutnya banyak diabaikan pemerintah. Misalnya saja, ia turut serta dalam berusaha meningkatkan standar pendidikan di sekolah publik di Amerika Serikat.

Diperkirakan, Gates dan istrinya telah menyumbangkan hingga US$ 28 milliar untuk kegiatan amalnya, termasuk US$ 8 millar untuk upaya meningkatkan kesehatan globl.

Menariknya, Gates menyatakan bahwa dia tidak tertarik menggunakan hartanya. Ia pun hanya akan meninggalkan sedikit saja dari kekayaannya untuk anak -anaknya.

Dalam sebuah wawancara, Bill Gates menyatakan bahwa harta tidak ada gunanya untuk dirinya, kecuali untuk hal tertentu. Baginya, harta atau uangnya ini kegunaan seluruhnya hanyalah untuk membangun organisasi dan mendapatkan sumber daya untuk kaum miskin yang ada di dunia.

Sikap dermawan Bill Gates memang sudah tak perlu diragukan lagi. Dengan menggunakan kekayaannya ini, ia telah berperan banyak dalam meningkatkan kesehatan dunia, mengurangi persebaran penyakit, seperti polio.

Dia juga menaruh perhatian terhadap isu -isu lingkungan. Di tahun 2015, Bill Gates menyumbangkan US$ 1 millar untuk proyek clean energy dalam upaya mengatasi global warming. Ia mendukung pengembangan teknologi yang ramah lingkungan.

Bill Gates adalah sosok yang begitu inovatif dan dermawan. Meski sebagian ada juga yang masih menganggapnya sebagai seorang predator modern dalam hal software industri. Tapi, tak diragukan lagi kalau Bill Gates telah meraih pencapaian terbesar sebagai seorang usahawan di abad ke -20 ini.

Hanya dalam jangka waktu 25 tahun, Bill Gates mampu mengembangkan sebuah perusahaan yang awalnya hanya ditangani oleh dua orang, menjadi sebuah kerajaan bisnis bernilai millaran dollar.

Menariknya lagi, ia tidak mendapatkan kesuksesan ini dengan sautu penemuan teknologi bagi, melainkan mengambil suatu teknologi yang sudah ada, melakukan adaptasi terhapap pasar, dan kemudian ia pun sukses mendominasi pasar dengan promosi yang inovatif.

Yang terpenting dari semua itu, pencapaiannya ini bukan semata dinikmati oleh dirinya sendiri. Ia membuat begitu banyak orang, jutaan bahkan ratusan juta orang di dunia ini turut menikmati kesuksesannya. Bukan hanya sebagai pekerja dari kerajaan Microsoft, melainkan juga dengan kedermawanannya.

Referensi :

1. http://www.biographyonline.net/business/bill-gates.html
2. http://www.gatesnotes.com/globalpages/bio
3. http://www.entrepreneur.com/article/197526
4. Foto: http://historythings.com/wp-content/uploads/2016/04/o-BILL-GATES-facebook.jpg
Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *