Bacaan Dzikir Sesudah Shalat (Arab beserta Latinnya)

Dzikir Guna Menenangkan Hati dan Pikiran

Biasanya sehabis melaksanakan shalat berjama’ah di masjid, ada beberapa anak-anak yang terkadang terburu-buru untuk meninggalkan tempat shalatnya. Waktu itu, ada Pak Ali beserta saudaranya juga ikut shalat berjama’ah di masjid.

Sebagai orangtua, tentu saja Pak Ali dan saudaranya geleng-geleng kepala. Kenapa sampai seperti itu???. Pak Ali yang juga sebagai pengurus masjid, yang kebetulan ada di shof belakang, mencegah anak-anak tersebut untuk keluar dari masjid, dan menyuruh anak-anak tersebut untuk duduk dulu, dan membaca dzikir terlebih dahulu.

Pak Ali menghalangi anak-anak tersebut agar supaya terbiasa membaca dzikir, juga tingkah mereka bisa terdidik, ditambah lagi agar anak-anak tersebut mengetahui bacaan dzikir apa saja yang dibaca setelah melaksanakan ibadah shalat , dan tidak langsung let’s go begitu saja setelah melaksanakan shalat.

Lafadz atau Bacaan Dzikir sesudah Shalat

Pada kesempatan kali ini, kita akan belajar mengenai tentang apa saja yang dibaca ketika kita sudah selesai melaksanakan shalat. Sebelumnya, harus kita ketahui bahwa dalam al-Qur’an juga ada ayat yang menjelaskan bahwa dengan dzikir ini bisa menjadikan hati kita menjadi tenang.

.. أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ

Alaa bidzikrillaahi tathma-innul quluub (u)

Artinya:

“…. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. ar-Ra’du (13): 28)

Dzikir ini berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti mengingat, sebutan, atau bisa juga berartikan pujian. Berdzikir pada Allah swt., maksudnya adalah mengingat Allah dengan cara mengucapkan suatu lafadz atau bacaan tertentu. Contohnya adalah dengan membaca lafadz tasbih, tahmid, takbir, tahlil, istighfar.

Lafadz atau bacaan dzikir tersebut semuanya dibaca setelah melaksanakan shalat, atau sebelum melakukan doa. Inilah beberapa lafadz atau bacaan dzikir yang dibaca tersebut :

1. Lafadz Istighfar (dibaca tiga kali)

اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمِ

Astaghfirullaahal ‘adziim (i) , artinya: Ampunilah aku Ya Allah, Dzat Yang Maha Agung

2. Lafadz Tasbih (dibaca 33 kali)

سُبْحَانَ اللّهِ

Subhaanallaah , artinya Maha Suci Allah

3. Lafadz Tahmid (dibaca 33 kali)

اَلْحَمْدُ لِلّهِ

Alhamdulillaah , artinya: Segala puji hanya bagi Allah

4. Lafadz Takbir (dibaca 33 kali)

اَللّهُ اَ كْبَرُ

Allaahu akbar , artinya Allah Dzat yang Maha Besar

5. Lafadz Tahlil

لآ اِلٰهَ اِلّا اللهُ

Laa ilaaha illallaahu , artinya: tidak ada Tuhan selain Allah

Artikel terkait: Sunnah – Sunnah Ketika Melaksanakan Ibadah Shalat

Sebagai Tambahan…

Selain dari lima lafadz atau dzikir yang dibaca setelah shalat di atas, ada satu lagi dzikir atau doa yang biasanya dibaca setelah membaca istighfar. Berikut ini adalah dzikir atau doanya:

اَللّٰهُمَّ اَنْتَ السَّلاَمُ , وَمِنْكَ السَّلاَمُ, وَاِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ , فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ , وَاَدْخِلْنَا اْلجَنَّةَ دَارَالسَّلاَمِ , تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَ تَعَالَيْتَ يَا ذَاْلجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ

Allaahumma antas salaam, wa minkas salaam, wa ilaika ya’uudus salaam, fahayyinaa rabbanaa bis salaam, wa adkhilnal jannata daarassalam , tabaarakta rabbanaa wa ta’alaita yaa dzal jalaali wal ikraam.

Artinya:

“ Ya Allah, Engkau-lah Dzat yang Maha Menyelamatkan, dan dari-Mu pula (datangnya) keselamatan, dan kepada-Mu pula keselamatan akan kembali, wahai Tuhan kami bangkitkanlah dengan keselamatan serta masukkanlah kami dalam surga-Mu yang penuh damai. Engkau-lah Dzat yang Maha Memberi Berkah wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia”.

Ketika membaca dzikir, usahakan untuk membacanya dengan tenang dan tidak terburu-buru, setelah salam bacalah bacaan dzikir tersebut secara berurutan. Yaitu dengan membaca istighfar terlebih dahulu, kemudian membaca dzikir atau doa tentang keselamatan di atas, dilanjutkan dengan membaca tasbih, tahmid, takbir dan tahlil.

Dengan berdzikir, setiap manusia berharap kepada Allah agar diberikan ketenangan dan ketentraman dalam hidupnya, diampuni segala dosa-dosanya dan bisa mensyukuri segala nikmat-nikmat Allah yang diberikan pada dirinya.

Sebagai latihan, mungkin kita bisa meminta bantuan orangtua, guru, atau teman-teman kita yang sudah hafal dengan benar untuk menyimak apakah bacaan dzikir kita sudah sesuai dengan urutan dan tajwid yang benar dan betul.

Sumber:

  1. Al-Qur’an Digital v. 2.2
  2. Tim Bina Karya Guru, Pendidikan Agama Islam untuk Sekolah Dasar Kelas IV, (Jakarta: PT. Erlangga, 2007)
  3. Mohammad Rifa’i, Risalah Tuntunan Shalat Lengkap, (Semarang: PT. Karya Toha Putra, 2012)
  4. Wikipedia.org