Apa itu BK (Bimbingan Konseling)?

BK atau bimbingan dan konseling ini sebenarnya terjemahan dari Bahasa Inggris, yaitu guidance dan counseling. Guidance ini jika dilihat dari kamus bahasa Inggris, dia berasal dari kata asal guide. Guide ini dapat diartikan sebagai memimpin, menunjukkan jalan, memberikan petunjuk, mengarahkan, mengatur, dan memberikan nasihat.

Sedangkan, jika istilah bimbingan dalam bahasa Indonesia akan memunculkan dua pengertian yang mendasar. Pertama, memberikan informasi diartikan sebagai menyajikan pengetahuan yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan. Atau memberitahukan tentang sesuatu sambil memberikan nasihat.

Kedua, mengarahkan, menuntun pada suatu tujuan. Di mana tujuan itu mungkin perlu juga diketahui oleh kedua belah pihak. Meskipun demikian pengertian pokok yang ada dalam guidance dan bimbingan bukan hanya memberikan informasi dan mengarahkan, melainkan lebih jauh dari itu.

Kemudian, conseling dalam dalam bahasa Inggris dikaitkan dengan kata consel. Ini diartikan sebagai anjuran, nasihat, dan pembicaraan. Dengan demikian, conseling diartikan sebagai pemberian nasihat, pemberian anjuran, dan pembicaraan dengan bertukar pikiran. Meskipun demikian, pengertian ini bukan yang dimaksud dengan konseling.

Jika ditinjau dari literatur profesional berkaitan dengan counseling, dan penyuluhan atau konseling dipahami lebih jauh. Maka, akan nampak bahwa pengertian nasihat dan anjuran tidak dapat diterima sebagai pengertian yang khas untuk counseling. Dengan demikian, jelas bahwa pengertian pembicaraan hanya diterima sampai pada taraf tertentu.

Karena hal di atas, maka sejak tahun 1980, pengertian penyuluhan sebagai arti dari counseling diganti dengan istilah konseling. Hal ini dikhawatirkan kata penyuluhan dikaitkan dengan kata suluh yang berarti obor atau dihubungkan dengan penyuluhan yang berikan ke masyrakat dalam rangka bimbingan, penyuluhan pertanian, penyuluhan agama, dan lain-lain.

Penyuluhan jenis di atas maka unsur pemberian informasi dan pemberian nasihat menjadi hal yang cukup menonjol. Dengan demikian, istilah penyuluhan dianggap tidak sesuai sebagai terjemahan dari istilah counseling.

Oleh sebab itu dapat dijelaskan bahwa pengertian bimbingan yaitu pertama, merupakan proses pemberian bantuan yang menunjang pengembangan pribadi individu. Kedua, proses yang berkesinambungan di mana dalam proses tersebut terdapat dinamika dalam pelayanannya.

Ketiga, diberikan oleh orang-orang yang ahli dibuktikan dengan perolehan pendidikan dan pelatihan yang memadai. Keempat, bantuan diberikan pada individu, secara perorangan atau kelompok, di mana pemecahan masalah dalam bimbingan dilakukan oleh konseli.

Lebih lanjut, konseling melibatkan dua orang yang saling berinteraksi satu sama lain. Interaksi ini dilakukan dengan cara komunikasi langsung, mengemukakan pembicaraan dan memperhatikan isi pembicaraan dengan seksama.

Selain itu, memahami gerakan isyarat, pandangan mata dan gerakan lain yang ditunjukkan untuk meningkatkan pemahaman dari kedua belah pihak, baik konselor maupun konseli. Lebih lanjut, interaksi yang terjalin dalam konseling, terbatas pada dimensi verbal. Di mana konselor dan konseli saling berbicara.

Pada umumnya, interaksi yang terjalin antara konselor dan konseli ini berlangsung dalam waktu yang relatif lama dan terarah. Ini dimaksudkan untuk mencapai tujuan tertentu yang disampaikan dalam proses konseling.

Meskipun demikian, tetap tujuan dari hubungan yang terjalin dalam proses konseling ini mengharapkan akan adanya perubahan tingkah laku dari konseli. Mengingat konseling merupakan suatu proses yang dinamis.

Di mana individu konseli dibantu konselor untuk dapat mengembangkan dirinya, mengembangkan kemampuan untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh konseli. Lebih lanjut, konselor menerima dengan wajar tentang diri konseli, dengan didasarkan pada penghargaan terhadap harkat dan martabat konseli.

Demikian penjelasan tentang pengertian BK atau bimbingan dan konseling. Semoga artikel ini bermanfaat.

Referensi:

Luddin, A.B.M. 2010. Dasar-Dasar Konseling: Tinjauan Teori dan Praktik. Bandung: Citapustaka Media Perintis.

Bacaan lain: